Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keanekaragaman dan kelimpahan capung di area teresterial Kota Tarakan menjadi potensi implementasi terhadap pembelajaran Biologi kelas X SMA/MA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi tiga yaitu Persawahan Mamburungan, Hutan Kota Sawahlunto SKIP dan Lahan Pertanian Kampung Enam. Parameter yang diukur adalah keanekaragaman dan kelimpahan capung. Parameter lingkungan turut menjadi hal yang penting dalam penelitian ini diantaranya suhu, kelembaban, kecepatan angin, intensitas cahaya dan ketinggian. Hasil penelitian capung di area teresterial Kota Tarakan ditemukan delapan belas spesies dari dua famili diantaranya Libellulidae dan Coenagrionidae. Analisis tingkat keanekaragaman capung di area teresterial Kota Tarakan sebesar 2.69 yang menunjukan kriteria keanekaragaman jenis dalam kategori tingkat sedang. Kemudian nilai indeks kelimpahan capung tertinggi terdapat pada spesies Crocothemis servilia sebesar 14.41% yang dikategorikan dalam tingkat tendah, sedangkan spesies yang memiliki nilai kelimpahan terendah terdapat pada spesies Copera marginipes sebesar 0.71% yang dikategorikan dalam tingkat rendah. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian keanekaragaman dan kelimpahan capung dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi keanekaragaman hayati Indonesia kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.2 dan 4.2. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi antara lain : (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) Kejelasan pedoman eksplorasi; (5) Kejelasan perolehan yang ingin di capai.