Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Persebaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SUBSTRAT DOMINAN TERHADAP KELIMPAHAN DAN PERSEBARAN GASTROPODA PADA WILAYAH PESISIR PULAU TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastropoda merupakan komponen penting dalam ekosistem pesisir yang kelimpahan dan persebarannya sering kali dipengaruhi oleh karakteristik habitat, khususnya tipe substrat. Namun, data ilmiah mengenai hubungan spesifik antara substrat dominan dengan struktur komunitas gastropoda di Pulau Tarakan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis substrat dominan, pola persebaran gastropoda, hubungan antara substrat dengan kelimpahan dan pola sebaran gastropoda, serta potensi hasil penelitian ini sebagai bahan ajar biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei di empat stasiun pengamatan (KKMB, Tanjung Batu, Pantai Binalatung, dan Juata Laut). Pengambilan sampel gastropoda dilakukan menggunakan transek kuadrat 1x1 meter, sedangkan analisis tekstur sedimen menggunakan metode pengayakan basah (wet sieving) dan diklasifikasikan berdasarkan segitiga tekstur tanah USDA dan klasifikasi Shepard. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA, Korelasi Spearman, dan General Linear Model (GLM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat di seluruh stasiun bersifat homogen, didominasi oleh fraksi debu (silt) dengan persentase (lebih dari 50%), yang diklasifikasikan sebagai lempung berdebu (silty loam) hingga lempung liat berdebu (silty clay loam). Ditemukan 20 spesies gastropoda dengan pola persebaran dominan mengelompok (clumped) sebesar 45%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis substrat dominan dengan kelimpahan maupun pola sebaran gastropoda (p > 0,05). Hal ini disebabkan oleh homogenitas substrat di lokasi penelitian, sehingga faktor substrat tidak menjadi faktor pembatas utama. Kelimpahan gastropoda diduga lebih dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik dan parameter abiotik lain. Hasil penelitian ini memiliki relevansi tinggi sebagai bahan ajar biologi materi Keanekaragaman Hayati dan Ekologi untuk tingkat SMA (Fase E/F) dan Perguruan Tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Persebaran Kerang Kima Pada Perairan Pulau Derawan Sebagai Potensi Bahan Ajar Pada Pembelajaran Biologi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, mengalami penurunan populasi Kerang Kima (Tridacnidae) akibat eksploitasi berlebihan dan perubahan lingkungan. Meskipun terdapat tujuh spesies Kerang Kima di Indonesia, data mengenai pola persebaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola persebaran Kerang Kima di Karang Tebabinga serta faktor abiotik yang mempengaruhi. Metode yang digunakan dengan menggunakan teknik transek sabuk di tujuh stasiun pengamatan. Penelitin di laksanakan pada bulan Oktober s/d Desember 2024 di kawasan Karang Tebabinga. Data yang dikumpulkan meliputi: jumlah individu, ukuran, dan parameter lingkungan seperti: suhu, salinitas, pH, dan DO. Analisis data dilakukan menggunakan indeks dispersi morisita. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies Kerang Kima, yaitu T. crocea, T. derasa, dan T. squamosa, dengan T. crocea memiliki pola persebaran mengelompok (Id = 1,01), sedangkan T. derasa (0,84) dan T. squamosa (0,79) menunjukkan pola seragam. Berdasarkan hasil pengamatan tipe substrat di Karang Tebabinga T. derasa menempati hampir semua tipe substrat mulai dari coral massive, rubble, sand. Hasil analisis faktor abiotik di Karang Tebabinga mendukung kehidupan Kerang Kima. Dapat disimpulkan bahwa pola persebaran Kerang Kima yang ada di Karang Tebabinga terdiri dari mengelompok dan seragam. Selain itu faktor abiotik dan substrat menjadi penentu dari pola sebaran Kerang Kima.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DOMINANSI DAN PERSEBARAN KELAS PISCES DI SUNGAI DESA PUNAN GONG SOLOK SEBAGAI IMPLEMENTASI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS DOMINANSI DAN PERSEBARAN KELAS PISCES DI SUNGAI DESA PUNAN GONG SOLOK SEBAGAI IMPLEMENTASI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hewan kelas Pisces berdasarkan indeks Dominansi dan Persebaran kelas Pisces di Sungai Gong Solok Malinau menjadi potensi implementasi terhadap pembelajaran Biologi kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripstif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi atas tujuh transek penelitian, setiap transek berjarak 1 km. Parameter yang diukur yaitu Dominansi dan Persebaran Kelas Pisces. Parameter lingkungan turut menjadi hal penting dalam penelitian ini diantaranya suhu, pH, Kecerahan air, kedalaman air, Dissolved oxygen (DO), Total Dissolve Solid (TDS) dan kecepatan arus sungai. Hasil penelitian Kelas Pisces di Sungai Gong Solok Malinau ditemukan lima spesies di antaranya Gastromyzon lepidogaster, Mastcembelus unicolor, Parachela oxigastroides, Osteochilus wandersii dan Barbonymus balleroides. Analisis Pada spesies Barbonymus Balleroides, nilai indeks dominansi sebesar 0.63 kategori tinggi, Sedangkan indeks dominansi yang masuk kategori rendah antara lain Parachela oxygastroides 0.01, Osteochilus wandersii 0.01, Gastromyzon Lepidogaster 0.00, dan Mastacembelus Unicolor 0.00. indeks persebaran dari tujuh transek didapatkan beberapa spesies dengan katagori yang luas, diantaranya Osteochilus Wandersii dan Barbonymus Balleroides. Diantaranya Osteochilus Wandersii dengan kategori sedang dengan nilai 100% dan Barbonymus Balleroides dengan kategori sedang dengan nilai 100%. Persebaran dengan presentase dengan katagori yang sedang diantaranya Parachela Oxygastroides dengan kategori sempit dengan nilai 71.4% . Persebaran dalam kategori sempit ditemukan pada spesies Gastromyzon Lepidogaster dengan nilai ditemukan pada spesies 42.9%, dan dalam kategori sangat sempit ditemukan pada spesies Mastecembelus Unicolor dengan nilai 14.3%.Hasil analisis keterkaitan penelitian kelas Pisces dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi Ekologi kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MAJALAH SUBMATERI VERTEBRATA KELAS X BERDASARKAN STUDI KELIMPAHAN DAN PERSEBARAN AMFIBI (ORDO ANURA) DI KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan persebaran Amfibi (Ordo Anura) di wilayah Kota Tarakan sebagai media dalam pembelajaran biologi dalam bentuk majalah. Penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Mengacu pada desain penelitian model Borg and Gall (1983). Lokasi penelitian di Hutan Kota Gunung Amal 2 dan Hutan Wana Wisata Persemaian, setiap stasiun terdiri dari tiga titik, metode pengumpulan data menggunakan metode Survey Perjumpaan Visual yang digunakan adalah VES. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Biologi FKIP Universitas Borneo Tarakan. Parameter yang diukur yaitu kelimpahan dan persebaran Amfibi (Ordo Anura). Adapun parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu, pH, Kelembaban, Total Dissolve Solid (TDS) dan Dissolved oxsigen (DO). Penelitian pada uji coba produk di lakukan di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan dengan melibatkan 6-12 siswa sebagai sampel uji coba. Hasil dari penelitian, penulis menyimpulkan kelimpahan Amfibi (Ordo Anura) pada spesies Bufo melanocticus 1,46%, Bufo biporcatus 2,18%, Bufo asper 0,22%, Limnonectes leporinus 3,61%, Limnonectes paramacrodon 0,59% dengan kategori kelimpahan rendah. Persebaran Amfibi (Ordo Anura) sebesar 67% dalam kategori sedang pada kedua stasiun. Selanjutnya dilakukan pengembangan produk media berupa majalah mengenai Amfibi (Ordo Anura) yang sesuai dengan mata pelajaran biologi. Hasil penelitian berupa pengembangan majalah mendapatkan nilai validasi dari ahli materi dengan presentase 90% (sangat layak), ahli media dengan presentase 90% (sangat layak), dan ahli praktisi dengan presentase sebesar 85% (layak), serta uji respon siswa sebesar 86% (sangat layak). Sehingga majalah yang berjudul “Biodiversitas Ordo Anura di Ujung Utara Pulau Kalimantan” sangat layak untuk digunakan sebagai sumber belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail