BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Pada kondisi awal, terlihat bahwa pembelajaran IPA masih kurang optimal karena peserta didik kesulitan memahami konsep gaya magnet. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya magnet melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada peserta didik kelas IVA SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengussmpulan data menggunakan tes dan observasi yang meliputi hasil belajar kognitif, afektif, psikomotorik, aktivitas siswa, dan aktivitas guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan hasil belajar kognitif meningkat dari 39,29% pada pretest, menjadi 75% pada Siklus I, dan mencapai 92,86% pada Siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada Siklus II telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 70%. Pada Siklus I, rata-rata aspek afektif mencapai 71%, psikomotorik 70%, aktivitas siswa 75%, dan aktivitas guru 85%, yang seluruhnya telah mencapai indikator keberhasilan. Perbaikan pada Siklus II dilakukan melalui pembentukan kelompok yang lebih kecil, pembagian tugas yang lebih merata, pemberian bimbingan selama percobaan, serta pengaturan waktu evaluasi. Penerapan CTL melalui kegiatan percobaan, diskusi, pengamatan, dan penerapan konsep gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari membantu siswa memahami materi secara bermakna dan meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran. Dengan demikian, penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya magnet dan mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada kondisi awal, terlihat bahwa pembelajaran IPA masih kurang optimal karena peserta didik kesulitan memahami konsep gaya magnet. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya magnet melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada peserta didik kelas IVA SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengussmpulan data menggunakan tes dan observasi yang meliputi hasil belajar kognitif, afektif, psikomotorik, aktivitas siswa, dan aktivitas guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan hasil belajar kognitif meningkat dari 39,29% pada pretest, menjadi 75% pada Siklus I, dan mencapai 92,86% pada Siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada Siklus II telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 70%. Pada Siklus I, rata-rata aspek afektif mencapai 71%, psikomotorik 70%, aktivitas siswa 75%, dan aktivitas guru 85%, yang seluruhnya telah mencapai indikator keberhasilan. Perbaikan pada Siklus II dilakukan melalui pembentukan kelompok yang lebih kecil, pembagian tugas yang lebih merata, pemberian bimbingan selama percobaan, serta pengaturan waktu evaluasi. Penerapan CTL melalui kegiatan percobaan, diskusi, pengamatan, dan penerapan konsep gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari membantu siswa memahami materi secara bermakna dan meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran. Dengan demikian, penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya magnet dan mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISIS FLUKTUASI HARGA KOMODITAS UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KOTA TARAKAN Abstrak Fluktuasi harga komoditas udang windu (Penaeus monodon) menjadi tantangan utama bagi petambak di Kota Tarakan, yang berujung pada ketidakpastian pendapatan dan instabilitas sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika fluktuasi harga udang windu di tingkat lokal, mengevaluasi pengaruh variabel makroekonomi (kurs, volume ekspor, harga internasional), serta memproyeksikan pergerakan harga di masa depan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series bulanan selama 5 tahun (2021–2025). Data dianalisis menggunakan pemodelan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk dinamika harga dan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk peramalan (forecasting). Hasil uji kointegrasi Bounds Test menunjukkan tidak terdapat hubungan ekuilibrium jangka panjang antara harga udang lokal dengan variabel makroekonomi. Pembentukan harga didominasi oleh guncangan jangka pendek dan riwayat harga masa lalu, mengonfirmasi adanya transmisi harga asimetris akibat struktur pasar oligopsonistik yang dikendalikan cold storage. Hasil peramalan dengan model ARIMA (1,1,0) memproyeksikan tren harga udang windu mengalami peningkatan (bullish) sepanjang tahun 2026, namun disertai pelebaran interval kepercayaan yang mengindikasikan tingginya risiko volatilitas pasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISIS FLUKTUASI HARGA KOMODITAS UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KOTA TARAKAN Abstrak Fluktuasi harga komoditas udang windu (Penaeus monodon) menjadi tantangan utama bagi petambak di Kota Tarakan, yang berujung pada ketidakpastian pendapatan dan instabilitas sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika fluktuasi harga udang windu di tingkat lokal, mengevaluasi pengaruh variabel makroekonomi (kurs, volume ekspor, harga internasional), serta memproyeksikan pergerakan harga di masa depan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series bulanan selama 5 tahun (2021–2025). Data dianalisis menggunakan pemodelan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk dinamika harga dan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk peramalan (forecasting). Hasil uji kointegrasi Bounds Test menunjukkan tidak terdapat hubungan ekuilibrium jangka panjang antara harga udang lokal dengan variabel makroekonomi. Pembentukan harga didominasi oleh guncangan jangka pendek dan riwayat harga masa lalu, mengonfirmasi adanya transmisi harga asimetris akibat struktur pasar oligopsonistik yang dikendalikan cold storage. Hasil peramalan dengan model ARIMA (1,1,0) memproyeksikan tren harga udang windu mengalami peningkatan (bullish) sepanjang tahun 2026, namun disertai pelebaran interval kepercayaan yang mengindikasikan tingginya risiko volatilitas pasar.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Ikan hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies elasmobranch yang hidup di perairan tawar dengan status konservasi Critically Endangered serta memiliki distribusi yang terbatas, termasuk di Perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Informasi mengenai ekologi makan spesies ini masih sangat terbatas, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makan G. fowlerae berdasarkan isi lambung sebagai indikator ekologi makan. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis isi lambung terhadap 40 sampel ikan dengan panjang tubuh 52–99 cm dan berat 1.100–7.100 gram. Analisis meliputi jumlah (N), berat (W), frekuensi kemunculan (F) jenis makanan, Indeks Bagian Terbesar (Index of Preponderance), serta Indeks Kepenuhan Lambung (ISC). Hasil analisis menunjukkan bahwa G. fowlerae bersifat karnivora dengan komposisi makanan utama berupa udang (IP = 75,70%), diikuti ikan (IP = 16,95%), serasah (IP = 4,65%), dan organisme tidak teridentifikasi (IP = 2,71%). Total berat isi lambung yang teridentifikasi mencapai 579,31 gram. Nilai ISC menunjukkan variasi antar individu yang mengindikasikan perbedaan aktivitas makan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa G. fowlerae merupakan predator aktif yang sangat bergantung pada krustasea, terutama udang, sebagai sumber makanan utama di ekosistem Sungai Sesayap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies elasmobranch yang hidup di perairan tawar dengan status konservasi Critically Endangered serta memiliki distribusi yang terbatas, termasuk di Perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Informasi mengenai ekologi makan spesies ini masih sangat terbatas, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makan G. fowlerae berdasarkan isi lambung sebagai indikator ekologi makan. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis isi lambung terhadap 40 sampel ikan dengan panjang tubuh 52–99 cm dan berat 1.100–7.100 gram. Analisis meliputi jumlah (N), berat (W), frekuensi kemunculan (F) jenis makanan, Indeks Bagian Terbesar (Index of Preponderance), serta Indeks Kepenuhan Lambung (ISC). Hasil analisis menunjukkan bahwa G. fowlerae bersifat karnivora dengan komposisi makanan utama berupa udang (IP = 75,70%), diikuti ikan (IP = 16,95%), serasah (IP = 4,65%), dan organisme tidak teridentifikasi (IP = 2,71%). Total berat isi lambung yang teridentifikasi mencapai 579,31 gram. Nilai ISC menunjukkan variasi antar individu yang mengindikasikan perbedaan aktivitas makan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa G. fowlerae merupakan predator aktif yang sangat bergantung pada krustasea, terutama udang, sebagai sumber makanan utama di ekosistem Sungai Sesayap.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Salah satu upaya dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas rendah adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media kotak pintar membaca yaitu kotak yang berisi kartu huruf, kartu suku kata, kartu kata yang dapat disusun menjadi kalimat dan gambar yang dapat membantu siswa memahami bacaan. Penelitian ini bertujuan mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-A dengan menerapkan media kotak pintar membaca. Jenis penelitian yang digunakaan yaitu penelitian dan pengembangan atau research and development dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu kelas II-A SDN 029 Tarakan. Uji coba produk dilakukan melalui dua tahap, yaitu uji coba terbatas kepada 2 siswa dan uji coba lapangan kepada 6 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kotak pintar membaca yang dikembangkan memiliki kelayakan yang baik berdasarkan validasi dari ahli media, materi, dan bahasa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 94% dan ahli materi 80% yang menunjukan bahwa media kotak pintar membaca sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Implementasi media dalam pembelajaran menunjukkan adanya keterampilan membaca permulaan siswa dengan persentase 100% yang menunjukkan kategori sangat baik pada uji coba terbatas dan hasil keterampilan membaca dengan persentase 83,3% yang menunjukkan kategori baik pada uji coba lapangan. Dengan demikian, media kotak pintar membaca dinyatakan layak dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran terhadap keterampilan membaca permulaan siswa kelas II-A di sekolah dasar.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penyerapan tenaga kerja merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan ekonomi daerah karena mencerminkan kemampuan suatu wilayah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Kalimantan Utara, sebagai provinsi termuda dengan potensi strategis dan kekayaan sumber daya alam, peningkatan investasi belum sepenuhnya diikuti oleh optimalnya penyerapan tenaga kerja lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah, IPM, dan Investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel yang menggabungkan data cross-section lima kabupaten/kota dan time series periode 2019–2024,. Pemilihan model dilakukan melalui uji chow dan uji hausman yang menunjukkan bahwa fixed effect model merupakan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial upah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, IPM berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan investasi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan kemampuan model menjelaskan variasi sebesar 50,91%. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan pengupahan yang seimbang, peningkatan investasi pada sektor padat karya, serta penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan berbasis industri, dan peningkatan layanan kesehatan guna mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Salah satu upaya dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas rendah adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media kotak pintar membaca yaitu kotak yang berisi kartu huruf, kartu suku kata, kartu kata yang dapat disusun menjadi kalimat dan gambar yang dapat membantu siswa memahami bacaan. Penelitian ini bertujuan mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-A dengan menerapkan media kotak pintar membaca. Jenis penelitian yang digunakaan yaitu penelitian dan pengembangan atau research and development dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu kelas II-A SDN 029 Tarakan. Uji coba produk dilakukan melalui dua tahap, yaitu uji coba terbatas kepada 2 siswa dan uji coba lapangan kepada 6 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kotak pintar membaca yang dikembangkan memiliki kelayakan yang baik berdasarkan validasi dari ahli media, materi, dan bahasa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 94% dan ahli materi 80% yang menunjukan bahwa media kotak pintar membaca sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Implementasi media dalam pembelajaran menunjukkan adanya keterampilan membaca permulaan siswa dengan persentase 100% yang menunjukkan kategori sangat baik pada uji coba terbatas dan hasil keterampilan membaca dengan persentase 83,3% yang menunjukkan kategori baik pada uji coba lapangan. Dengan demikian, media kotak pintar membaca dinyatakan layak dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran terhadap keterampilan membaca permulaan siswa kelas II-A di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penyerapan tenaga kerja merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan ekonomi daerah karena mencerminkan kemampuan suatu wilayah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Kalimantan Utara, sebagai provinsi termuda dengan potensi strategis dan kekayaan sumber daya alam, peningkatan investasi belum sepenuhnya diikuti oleh optimalnya penyerapan tenaga kerja lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah, IPM, dan Investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel yang menggabungkan data cross-section lima kabupaten/kota dan time series periode 2019–2024,. Pemilihan model dilakukan melalui uji chow dan uji hausman yang menunjukkan bahwa fixed effect model merupakan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial upah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, IPM berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan investasi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan kemampuan model menjelaskan variasi sebesar 50,91%. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan pengupahan yang seimbang, peningkatan investasi pada sektor padat karya, serta penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan berbasis industri, dan peningkatan layanan kesehatan guna mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman dan dominansi spesies kantong semar (Nepenthes sp.) di Kawasan Hutan Bukit Mas Tarakan, serta menganalisis potensinya sebagai bahan ajar pada pembelajaran biologi. Penelitian dilakukan dengan metode adaptif sampling design, menggunakan area aktivitas manusia untuk pengambilan Nepenthes, serta pengukuran faktor lingkungan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung indeks keanekaragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 spesies Nepenthes yaitu Nepenthes ampullaria Jack, Nepenthes mirabilis (Lour) Druce, Nepenthes rafflesiana Jack dan Nepenthes hirsuta Hook.f yang berasal dari satu family Nepenthaceae, dengan jumlah total 386 individu. Indeks keanekaragaman (H’) yang diperoleh sebesar 1,07 termasuk kategori sedang, sedangkan nilai indeks dominansi (C) sebesar 0,37 termasuk kategori rendah, menunjukkan bahwa Kawasan penelitian memiliki ekosistem yang relatif stabil dengan penyebaran spesies yang cukup merata dan tidak ada spesies yang mendominasi secara berlebihan. Hasil penelitian berpotensi dijadikan bahan ajar pada pembelajaran biologi di sekolah, pada tingkat SMP/MTs kelas 8 dapat dikaitkan pada materi pembelajaran struktur dan fungsi tumbuhan dan pada Tingkat SMA/MA kelas 10 dapat dikaitkan pada materi pembelajaran keanekaragaman hayati. Kata Kunci: kantong semar, Nepenthes, keanekaragaman hayati, dominansi, bahan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman dan dominansi spesies kantong semar (Nepenthes sp.) di Kawasan Hutan Bukit Mas Tarakan, serta menganalisis potensinya sebagai bahan ajar pada pembelajaran biologi. Penelitian dilakukan dengan metode adaptif sampling design, menggunakan area aktivitas manusia untuk pengambilan Nepenthes, serta pengukuran faktor lingkungan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung indeks keanekaragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 spesies Nepenthes yaitu Nepenthes ampullaria Jack, Nepenthes mirabilis (Lour) Druce, Nepenthes rafflesiana Jack dan Nepenthes hirsuta Hook.f yang berasal dari satu family Nepenthaceae, dengan jumlah total 386 individu. Indeks keanekaragaman (H’) yang diperoleh sebesar 1,07 termasuk kategori sedang, sedangkan nilai indeks dominansi (C) sebesar 0,37 termasuk kategori rendah, menunjukkan bahwa Kawasan penelitian memiliki ekosistem yang relatif stabil dengan penyebaran spesies yang cukup merata dan tidak ada spesies yang mendominasi secara berlebihan. Hasil penelitian berpotensi dijadikan bahan ajar pada pembelajaran biologi di sekolah, pada tingkat SMP/MTs kelas 8 dapat dikaitkan pada materi pembelajaran struktur dan fungsi tumbuhan dan pada Tingkat SMA/MA kelas 10 dapat dikaitkan pada materi pembelajaran keanekaragaman hayati. Kata Kunci: kantong semar, Nepenthes, keanekaragaman hayati, dominansi, bahan
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama Oleh Anak. Pertama, Bagaimana perlindungan hukum dalam penanganan tindak Pidana kekerasan yang melibatkan Anak? Kedua, pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan yang dilakukan bersama-sama oleh anak? Skripsi ini merupakan penelitian normatif yaitu penelitian terhadap bahan dalam bentuk Perundang-Undangan tertentu. Penulis lebih berfokus pada beberapa Perundang-Undangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perundang-undangan dan pendekatan konseptual dengan sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan cara menghubungkan masing- masing teori serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yang mengenai dengan isu hukum. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pertama, Balai Pemasyarakatan merekomendasikan agar anak yang masih bersekolah tidak ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan demi kelangsungan pendidikan mereka. Namun, Hakim menilai bahwa keputusan harus didasarkan pada kategori usia, bukan status pendidikan, untuk menghindari ketidakadilan bagi pelaku lain dalam kelompok usia yang sama. Kedua, pertanggungjawaban pidana anak dalam tindak pidana kekerasan yang dilakukan bersama-sama, dapat disimpulkan bahwa para pelaku telah memenuhi unsur Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, yang menyatakan bahwa tindakan kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan luka berat dapat dikenakan sanksi pidana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama Oleh Anak. Pertama, Bagaimana perlindungan hukum dalam penanganan tindak Pidana kekerasan yang melibatkan Anak? Kedua, pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan yang dilakukan bersama-sama oleh anak? Skripsi ini merupakan penelitian normatif yaitu penelitian terhadap bahan dalam bentuk Perundang-Undangan tertentu. Penulis lebih berfokus pada beberapa Perundang-Undangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perundang-undangan dan pendekatan konseptual dengan sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan cara menghubungkan masing- masing teori serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yang mengenai dengan isu hukum. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pertama, Balai Pemasyarakatan merekomendasikan agar anak yang masih bersekolah tidak ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan demi kelangsungan pendidikan mereka. Namun, Hakim menilai bahwa keputusan harus didasarkan pada kategori usia, bukan status pendidikan, untuk menghindari ketidakadilan bagi pelaku lain dalam kelompok usia yang sama. Kedua, pertanggungjawaban pidana anak dalam tindak pidana kekerasan yang dilakukan bersama-sama, dapat disimpulkan bahwa para pelaku telah memenuhi unsur Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, yang menyatakan bahwa tindakan kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan luka berat dapat dikenakan sanksi pidana.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Speaking is one of the four language skills, described as communicating thoughts, views, or messages via spoken language. This study aimed to analyze the effect of using the Peer Assessment Strategy to improve the speaking ability of third-grade students of SMPN 3 Tarakan. This study applied a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test model involving 29 students. Data were collected through a speaking performance test, which was assessed using the speaking rubric with five aspects comprehension, pronunciation, grammar, fluency, and vocabulary. The same test was administered before and after the treatment. The treatment consisted of four speaking-focused meetings that included peer assessment activities The results showed a significant improvement in students' speaking performance after the treatment. The mean score increased from 36 97 in the pre-test to 61.66 in the post-test. The parred samples t-test showed a significance value of 000, indicating a statistically significant difference Among all aspects of speaking, grammar had the highest improvement, and pronunciation had the lowest improvement, although it still increased. The results of this study conclude that peer assessment was an effective strategy to improve speaking by encouraging reflection, feedback exchange, and student engagement.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Speaking is one of the four language skills, described as communicating thoughts, views, or messages via spoken language. This study aimed to analyze the effect of using the Peer Assessment Strategy to improve the speaking ability of third-grade students of SMPN 3 Tarakan. This study applied a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test model involving 29 students. Data were collected through a speaking performance test, which was assessed using the speaking rubric with five aspects comprehension, pronunciation, grammar, fluency, and vocabulary. The same test was administered before and after the treatment. The treatment consisted of four speaking-focused meetings that included peer assessment activities The results showed a significant improvement in students' speaking performance after the treatment. The mean score increased from 36 97 in the pre-test to 61.66 in the post-test. The parred samples t-test showed a significance value of 000, indicating a statistically significant difference Among all aspects of speaking, grammar had the highest improvement, and pronunciation had the lowest improvement, although it still increased. The results of this study conclude that peer assessment was an effective strategy to improve speaking by encouraging reflection, feedback exchange, and student engagement.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Natasya Nur Rahmadania, 2023, “Pengaruh Teknik Permainan Simulasi dalam Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Tarakan”, dibimbing oleh Riski Sovayunanto, S.Psi, M.Si, dan Nurul Fadilah, S.Pd.I., M.Pd. Etos kerja merupakan nilai-nilai yang dipegang seseorang dengan menunjukkan sikap yang diambil dan dipercayai ketika melaksanakan pekerjaannya. Etos kerja siswa SMK Negeri 2 Tarakan masih rendah, perilaku yang ditunjukkan siswa yaitu sering menunda mengerjakan tugas, tidak percaya diri dengan kemampuannya, lebih mempercayai temannya dalam mengerjakan atau menjawab sesuatu, sering menyalin/menyontek tugas milik teman, sering terlambat dalam melakukan tanggung jawabnya, dan beberapa hal lainnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan etos kerja siswa yang rendah ini adalah menerapkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan simulasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one group pretest-posttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 508 siswa dan sampel berjumlah 8 orang siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang etos kerja. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired samples t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini perhitungan uji paired samples t-test nilai sig (2-tailed) untuk uji dua arah sebesar 0.0000.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh penerapan teknik permainan simulasi dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan etos kerja siswa kelas X SMK Negeri 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Natasya Nur Rahmadania, 2023, “Pengaruh Teknik Permainan Simulasi dalam Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Tarakan”, dibimbing oleh Riski Sovayunanto, S.Psi, M.Si, dan Nurul Fadilah, S.Pd.I., M.Pd. Etos kerja merupakan nilai-nilai yang dipegang seseorang dengan menunjukkan sikap yang diambil dan dipercayai ketika melaksanakan pekerjaannya. Etos kerja siswa SMK Negeri 2 Tarakan masih rendah, perilaku yang ditunjukkan siswa yaitu sering menunda mengerjakan tugas, tidak percaya diri dengan kemampuannya, lebih mempercayai temannya dalam mengerjakan atau menjawab sesuatu, sering menyalin/menyontek tugas milik teman, sering terlambat dalam melakukan tanggung jawabnya, dan beberapa hal lainnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan etos kerja siswa yang rendah ini adalah menerapkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan simulasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one group pretest-posttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 508 siswa dan sampel berjumlah 8 orang siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang etos kerja. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired samples t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini perhitungan uji paired samples t-test nilai sig (2-tailed) untuk uji dua arah sebesar 0.0000.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh penerapan teknik permainan simulasi dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan etos kerja siswa kelas X SMK Negeri 2 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•
This study aims to determine whether there is a relationship between the habit of singing English songs and listening comprehension. In this study, researchers used the correlational method. The sample of this study was 73 second-semester students in English Education at the University of Borneo Tarakan. The findings in this study are that in the habit of singing English songs, almost all respondents have good grades, with a percentage of 59.7%. In listening comprehension using scores from the Literal Listening course, 38 students got an AB grade, 27 students got an A grade, 7 students got a B grade, and 1 student got a BC grade. The results of the habit of singing English songs and listening comprehension data are used in the normality and linearity tests. The results are normal and linear data, and correlation calculations use Pearson Product Moment with SPSS 22. The results of analyses using SPSS 22 are significant values 0.665 > 0.05, meaning H0 is accepted. It can be concluded that the correlation coefficient between the habit of singing English songs and students' listening comprehension is very weak. Then in the table value "r" for N = 73 is 0.2213 for a significance degree of 5% where rxy r table. So it can be concluded that there is no relationship between the habit of singing English songs and listening comprehension in the second-semester students of the Department of English Education, University of Borneo Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to determine whether there is a relationship between the habit of singing English songs and listening comprehension. In this study, researchers used the correlational method. The sample of this study was 73 second-semester students in English Education at the University of Borneo Tarakan. The findings in this study are that in the habit of singing English songs, almost all respondents have good grades, with a percentage of 59.7%. In listening comprehension using scores from the Literal Listening course, 38 students got an AB grade, 27 students got an A grade, 7 students got a B grade, and 1 student got a BC grade. The results of the habit of singing English songs and listening comprehension data are used in the normality and linearity tests. The results are normal and linear data, and correlation calculations use Pearson Product Moment with SPSS 22. The results of analyses using SPSS 22 are significant values 0.665 > 0.05, meaning H0 is accepted. It can be concluded that the correlation coefficient between the habit of singing English songs and students' listening comprehension is very weak. Then in the table value "r" for N = 73 is 0.2213 for a significance degree of 5% where rxy r table. So it can be concluded that there is no relationship between the habit of singing English songs and listening comprehension in the second-semester students of the Department of English Education, University of Borneo Tarakan