Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Pengeroyokan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA OLEH ANAK

2025•

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama Oleh Anak. Pertama, Bagaimana perlindungan hukum dalam penanganan tindak Pidana kekerasan yang melibatkan Anak? Kedua, pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan yang dilakukan bersama-sama oleh anak? Skripsi ini merupakan penelitian normatif yaitu penelitian terhadap bahan dalam bentuk Perundang-Undangan tertentu. Penulis lebih berfokus pada beberapa Perundang-Undangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perundang-undangan dan pendekatan konseptual dengan sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan cara menghubungkan masing- masing teori serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yang mengenai dengan isu hukum. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pertama, Balai Pemasyarakatan merekomendasikan agar anak yang masih bersekolah tidak ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan demi kelangsungan pendidikan mereka. Namun, Hakim menilai bahwa keputusan harus didasarkan pada kategori usia, bukan status pendidikan, untuk menghindari ketidakadilan bagi pelaku lain dalam kelompok usia yang sama. Kedua, pertanggungjawaban pidana anak dalam tindak pidana kekerasan yang dilakukan bersama-sama, dapat disimpulkan bahwa para pelaku telah memenuhi unsur Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, yang menyatakan bahwa tindakan kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan luka berat dapat dikenakan sanksi pidana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISPARITAS PEMIDANAAN ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN MENGAKIBATKAN MAUT (Studi Putusan Nomor: 28/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Jap dan Putusan Nomor: 8/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Psr)

2023•

Tindak pidana pengeroyokan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak dalam proses pradilan, Hakim memiliki diskresi dalam menjatuhkan pidana terhadap anak. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya disparitas pemidanaan, yaitu penerapan pemidanaan yang tidak sama terhadap tindak pidana yang sama atau terhadap tindak pidana sifat berbahayanya dapat diperbandingkan tanpa dasar pembenar yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan Hakim serta penerapan pemidanaan anak pelaku tindak pidana pengeroyokan mengakibatkan maut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas pemidanaan anak pelaku tindak pidana pengeroyokan mengakibatkan maut antara Putusan Nomor: 28/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Jap dan Putusan Nomor: 8/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Psr dilatar belakangi atas pertimbangan yuridis dan non yuridis hakim yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan, penentuan keadaan yang memberatkan dan meringankan terpidana, serta keyakinan Hakim dalam menjatuhkan suatu hukuman. Dalam penerapan pemidanaan, hakim dalam menerapkan prinsip pemidanaan anak tergambar dalam putusannya yang memperhatikan kondisi dan masa depan anak tetapi menunjukkan hakim masih memiliki kebebasan dalam menjatuhkan putusan, sebab yang ditentukan dalam undang-undang hanyalah batas maksimum khusus, sehingga titik kesetimbangan hukuman pada kedua putusan tidak tercapai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail