Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: MUHAMMAD AZMAN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN SISTEM DETEKSI DAN KLASIFIKASI JENIS KELAMIN BUNGA PADA KELAPA SAWIT BERBASIS CITRA MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

2025•

Kabupaten Nunukan, yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara, khususnya di Pulau Sebatik, memiliki potensi besar dalam produksi kelapa sawit. Proses manual dalam menentukan jenis kelamin bunga kelapa sawit seringkali menyebabkan kesalahan dan ketidakefisienan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan untuk mengembangkan sistem klasifikasi jenis kelamin bunga kelapa sawit secara otomatis berbasis citra dengan menggunakan salah satu arsitektur CNN (Convolutional Neural Network) yaitu VGG19. Dataset dalam penelitian ini menggunakan data primer yang terdiri dari 800 citra bunga kelapa sawit, masing-masing 400 citra untuk bunga jantan dan betina. Dataset kemudian diproses melalui tahapan preprocessing hingga menghasilkan total 1.164 citra baru yang digunakan untuk pelatihan model dengan pembagian proporsi 80% untuk data pelatihan, 10% untuk data validasi, dan 10% untuk data uji. Hasil pelatihan model CNN dengan arsitektur VGG19 terhadap 80% data pelatihan menunjukkan rata-rata nilai precision, recall, dan f1-score keseluruhan sebesar 100%. Begitu pula hasil evaluasi model pelatihan terhadap 10% data validasi dan 10% data uji menunjukkan nilai precision, recall, dan f1-score mencapai 100%. Namun pada saat sistem diimplementasikan menggunakan citra baru diluar dataset sebanyak 18 citra, masih terdapat kesalahan dalam mengidentifikasi bunga betina sebagai bunga jantan, sehingga menghasilkan rata-rata presisi sebesar 95%, recall 95%, dan F1-score 94%. Hasil pengujian ini menunjukkan, sistem berhasil mengklasifikasikan bunga kelamin kelapa sawit, meskipun masih terdapat kesalahan dalam implementasi sistem. Faktor kesalahan tersebut disebabkan oleh keterbatasan jumlah citra ataupun kurangnya variasi data latih. Sistem ini diharapkan dapat berkontribusi dalam bidang pertanian kelapa sawit, terutama dalam mengklasifikasikan bunga kelapa sawit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN SISTEM DETEKSI DAN KLASIFIKASI JENIS KELAMIN BUNGA PADA KELAPA SAWIT BERBASIS CITRA MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kabupaten Nunukan, yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara, khususnya di Pulau Sebatik, memiliki potensi besar dalam produksi kelapa sawit. Proses manual dalam menentukan jenis kelamin bunga kelapa sawit seringkali menyebabkan kesalahan dan ketidakefisienan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan untuk mengembangkan sistem klasifikasi jenis kelamin bunga kelapa sawit secara otomatis berbasis citra dengan menggunakan salah satu arsitektur CNN (Convolutional Neural Network) yaitu VGG19. Dataset dalam penelitian ini menggunakan data primer yang terdiri dari 800 citra bunga kelapa sawit, masing-masing 400 citra untuk bunga jantan dan betina. Dataset kemudian diproses melalui tahapan preprocessing hingga menghasilkan total 1.164 citra baru yang digunakan untuk pelatihan model dengan pembagian proporsi 80% untuk data pelatihan, 10% untuk data validasi, dan 10% untuk data uji. Hasil pelatihan model CNN dengan arsitektur VGG19 terhadap 80% data pelatihan menunjukkan rata-rata nilai precision, recall, dan f1-score keseluruhan sebesar 100%. Begitu pula hasil evaluasi model pelatihan terhadap 10% data validasi dan 10% data uji menunjukkan nilai precision, recall, dan f1-score mencapai 100%. Namun pada saat sistem diimplementasikan menggunakan citra baru diluar dataset sebanyak 18 citra, masih terdapat kesalahan dalam mengidentifikasi bunga betina sebagai bunga jantan, sehingga menghasilkan rata-rata presisi sebesar 95%, recall 95%, dan F1-score 94%. Hasil pengujian ini menunjukkan, sistem berhasil mengklasifikasikan bunga kelamin kelapa sawit, meskipun masih terdapat kesalahan dalam implementasi sistem. Faktor kesalahan tersebut disebabkan oleh keterbatasan jumlah citra ataupun kurangnya variasi data latih. Sistem ini diharapkan dapat berkontribusi dalam bidang pertanian kelapa sawit, terutama dalam mengklasifikasikan bunga kelapa sawit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

DISPARITAS PEMIDANAAN ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN MENGAKIBATKAN MAUT (Studi Putusan Nomor: 28/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Japdan Putusan Nomor: 8/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Psr)

2023•Koleksi Perpustakaan

Tindak pidana pengeroyokan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak dalam proses pradilan, Hakim memiliki diskresi dalam menjatuhkan pidana terhadap anak. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya disparitas pemidanaan, yaitu penerapan pemidanaan yang tidak sama terhadap tindak pidana yang sama atau terhadap tindak pidana sifat berbahayanya dapat diperbandingkan tanpa dasar pembenar yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan Hakim serta penerapan pemidanaan anak pelaku tindak pidana pengeroyokan mengakibatkan maut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas pemidanaan anak pelaku tindak pidana pengeroyokan mengakibatkan maut antara Putusan Nomor: 28/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Jap dan Putusan Nomor: 8/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Psr dilatar belakangi atas pertimbangan yuridis dan non yuridis hakim yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan, penentuan keadaan yang memberatkan dan meringankan terpidana, serta keyakinan Hakim dalam menjatuhkan suatu hukuman. Dalam penerapan pemidanaan, hakim dalam menerapkan prinsip pemidanaan anak tergambar dalam putusannya yang memperhatikan kondisi dan masa depan anak tetapi menunjukkan hakim masih memiliki kebebasan dalam menjatuhkan putusan, sebab yang ditentukan dalam undang-undang hanyalah batas maksimum khusus, sehingga titik kesetimbangan hukuman pada kedua putusan tidak tercapai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISPARITAS PEMIDANAAN ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN MENGAKIBATKAN MAUT (Studi Putusan Nomor: 28/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Jap dan Putusan Nomor: 8/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Psr)

2023•

Tindak pidana pengeroyokan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak dalam proses pradilan, Hakim memiliki diskresi dalam menjatuhkan pidana terhadap anak. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya disparitas pemidanaan, yaitu penerapan pemidanaan yang tidak sama terhadap tindak pidana yang sama atau terhadap tindak pidana sifat berbahayanya dapat diperbandingkan tanpa dasar pembenar yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan Hakim serta penerapan pemidanaan anak pelaku tindak pidana pengeroyokan mengakibatkan maut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas pemidanaan anak pelaku tindak pidana pengeroyokan mengakibatkan maut antara Putusan Nomor: 28/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Jap dan Putusan Nomor: 8/Pid.Sus-Anak/2019/Pn Psr dilatar belakangi atas pertimbangan yuridis dan non yuridis hakim yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan, penentuan keadaan yang memberatkan dan meringankan terpidana, serta keyakinan Hakim dalam menjatuhkan suatu hukuman. Dalam penerapan pemidanaan, hakim dalam menerapkan prinsip pemidanaan anak tergambar dalam putusannya yang memperhatikan kondisi dan masa depan anak tetapi menunjukkan hakim masih memiliki kebebasan dalam menjatuhkan putusan, sebab yang ditentukan dalam undang-undang hanyalah batas maksimum khusus, sehingga titik kesetimbangan hukuman pada kedua putusan tidak tercapai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail