ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISIS FLUKTUASI HARGA KOMODITAS UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KOTA TARAKAN Abstrak Fluktuasi harga komoditas udang windu (Penaeus monodon) menjadi tantangan utama bagi petambak di Kota Tarakan, yang berujung pada ketidakpastian pendapatan dan instabilitas sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika fluktuasi harga udang windu di tingkat lokal, mengevaluasi pengaruh variabel makroekonomi (kurs, volume ekspor, harga internasional), serta memproyeksikan pergerakan harga di masa depan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series bulanan selama 5 tahun (2021–2025). Data dianalisis menggunakan pemodelan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk dinamika harga dan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk peramalan (forecasting). Hasil uji kointegrasi Bounds Test menunjukkan tidak terdapat hubungan ekuilibrium jangka panjang antara harga udang lokal dengan variabel makroekonomi. Pembentukan harga didominasi oleh guncangan jangka pendek dan riwayat harga masa lalu, mengonfirmasi adanya transmisi harga asimetris akibat struktur pasar oligopsonistik yang dikendalikan cold storage. Hasil peramalan dengan model ARIMA (1,1,0) memproyeksikan tren harga udang windu mengalami peningkatan (bullish) sepanjang tahun 2026, namun disertai pelebaran interval kepercayaan yang mengindikasikan tingginya risiko volatilitas pasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode jarimatika dalam meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa pada kelas II SDN 003 Mentarang dan untuk meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa dengan menggunakan metode jarimatika pada kelas II SDN 003 Mentarang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 003 Mentarang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 003 Mentarang, yaitu sebanyak 12 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes kemampuan berhitung perkalian. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklusnya. Penerapan metode jarimatika berikut langkah-langkah penggunaan metode jarimatika yaitu: 1) mengenalkan lambang-lambang metode jarimatika, 2) memperagakan lambang-lambang metode jarimatika, dan 3) mengimplementasikan jarimatika ke dalam contoh soal. Berdasarkan hasil evaluasi siklus I dan siklus II, ada beberapa hal yang ditambahkan dalam pembelajaran menggunakan metode jarimatika agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik, yaitu: a.) Memperbanyak contoh soal beserta implementasinya. Berdasarkan hal tersebut, siswa akan lebih cepat memahami jarimatika dikarenakan dengan memberikan soal-soal tersebut, siswa akan terbiasa dalam menggunakan metode jarimatika. b.) Mengadakan asesmen formatif dengan memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengukur kemampuan berhitung perkalian siswa menggunakan metode jarimatika. c.) Mengadakan perlakuan khusus bagi siswa yang belum mampu menguasai jarimatika dengan mendatangi ke tempat duduk siswa untuk membimbing siswa tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menggunakan metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa pada kelas II SDN 003 Mentarang. Hal ini dapat dibuktikan jumlah siswa yang memperoleh nilai tes kemampuan berhitung perkalian siswa dengan minimal kategori baik pada siklus I adalah 9 siswa atau 75%. Kemudian terjadi peningkatan pada siklus II dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai tes kemampuan berhitung perkalian siswa adalah 11 siswa atau 92%. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa kelas II SDN 003 Mentarang. Kata Kunci : Kemampuan Berhitung Siswa, Metode Jarimatika
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode jarimatika dalam meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa pada kelas IX SMPN 1 Malinau Selatan Hilir dan untuk meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa dengan menggunakan metode jarimatika pada kelas IX SMPN 1 Malinau Selatan Hilir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Malinau Selatan Hilir. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 1 Malinau Selatan Hilir, yaitu sebanyak 15 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes kemampuan berhitung perkalian. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 4 pertemuan pada setiap siklusnya. Penerapan metode jarimatika dalam penelitian ini, yaitu: 1) mengenalkan lambang-lambang metode jarimatika, 2) memperagakan lambang-lambang metode jarimatika, dan 3) mengimplementasikan jarimatika ke dalam contoh soal; 4) memperbanyak contoh soal beserta implementasinya; 5) mengadakan asesmen formatif dengan memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengukur kemampuan berhitung perkalian siswa menggunakan metode jarimatika; 6) menambahkan ketua kelompok disetiap kelompok dengan pemilihan ketua kelompok berdasarkan kriteria mampu menguasai metode jarimatika; 7) mengadakan perlakuan khusus bagi siswa yang belum mampu menguasai jarimatika dengan mendatangi ke tempat duduk siswa untuk membimbing siswa tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menggunakan metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa pada kelas IX SMPN 1 Malinau Selatan Hilir. Hal ini dibuktikan jumlah siswa yang memperoleh nilai tes kemampuan berhitung perkalian siswa dengan kategori baik pada siklus I adalah 12 siswa atau 80%. Kemudian terjadi peningkatan pada siklus II dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai tes kemampuan berhitung perkalian siswa adalah 14 siswa atau 93,33%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk membantu UMKM mengetahui gambaran jumlah produksi agar dapat mendapatkan keuntungan yang optimal dengan cara menggunakan metode Peramalan dalam perencanaan produksi masing-masing varian rasa pia. Penelitian ini menggunakan Metode Peramalan Moving Average, Exponential Smoothing, Trend Analysis dan ARIMA. Data penjualan untuk varian coklat menunjukkan bahwa data stasioner. Data dihitung dengan menggunakan QM for Windows dan Eviews 12, nilai error dari urutan terkecil hingga terbesar yaitu Metode Arima (1,0,0) (16906,73), metode exponential smoothing (21299,19), metode Moving Average (26776,44), trend analysis (28751,88). Dari keempat metode yang digunakan untuk mengolah data adalah metode Arima(1,0,0). Sehingga hasil peramalan untuk periode berikutnya sebesar 1313 pack. Data Varian keju menunjukkan bahwa data tidak stasioner sehingga untuk varian keju diperlukan proses differencing. Kemudian data juga dihitung dengan QM for windows dan eviews 12, nilai error dari urutan terkecil hingga terbesar yaitu metode Arima(1,1,0) (17947,69), exponential smoothing (19824,03), moving average (20200,41), trend analysis (21539,06). Sehingga dari keempat metode diatas, metode yang digunakan untuk meramalkan adalah metode Arima (1,1,0). Dan hasil peramalan untuk periode 1303 pack.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sektor pariwisata di Indonesia memberikan kontribusi yang besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Peramalan yang akurat dalam sektor pariwisata dapat menjadi penilaian yang baik untuk merencanakan dan strategi pelayanan pariwisata di masa depan. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada peramalan permintaan pariwisata dengan menerapkan pendekatan Box-Jenkins pada data kedatangan wisatawan di Indonesia dari bulan Januari 2015 hingga Desember 2020. Untuk itu, pengujian terkait error dalam peramalan menggunakan pendekatan Box-Jenkins diukur dan dibandingkan dengan menggunakan Akaike Information Criterion (AIC) serta Schwartz Bayesian Criterion (SBC). Model yang menghasilkan kesalahan terendah dipilih untuk meramalkan data permintaan pariwisata di Indonesia. Beberapa model kandidat telah diusulkan selama analisis tetapi model akhir yang dipilih adalah ARIMA (1,1,0).