ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sedimen adalah suatu material yang tidak terkonsolidasi yang telah dihasilkan oleh pelapukan oleh proses batuan melalui proses mekanik atau kimia yang terkikis, teperangkapnya dan diangkut ke lokasi baru yang menjadi terminal atau deposisi akhir lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis karakteristik sedimen, tekstur sedimen dan distribusi sedimen pantai amal Kota Tarakan, pengambilan sampel berupa pasir dilakukan secara terstruktur sebanyak 25 sampel. Sampel dianalisis untuk mengetahui parameter statistik ukuran butir meliputi mean, sorting, skewness dan curtosis. Nilai mean menunjukkan sampel didominasi oleh pasir halus (fine sand) hingga pasir sedang (medium sand). Nilai sorting menunjukkan bahwa tingkat pemilahan/sortasi sedimen berada pada kondisi sortasi sedang hingga sangat baik. Nilai skewness didominasi oleh nilai simetris (0) dan negatif (-) menunjukkan kelebihan fraksi halus pada distribusi butir sedimen. Parameter curtosis menunjukkan sedimen seluruhnya berada pada kondisi leptokurtic yang bermakna bahwa distribusi butir sedimen sampel tidak seragam. Selanjutnya overlay segitiga tekstur sampel terhadap Segitiga Mathews mengindikasikan bahwa dinamika sedimen masuk dalam kelompok sedimen pesisir hingga pantai terbuka yang sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor hidro-oseanografi seperti arus, pasang surut dan gelombang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Makrozoobentos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan dan merupakan bagian dari rantai makanan yang keberadaannya bergantung pada populasi organisme yang tingkatnya lebih rendah. Kelimpahan dan keanekaragaman komunitas makrozoobentos juga ditentukan oleh jenis organisme dalam perairan diantaranya adalah produsen yang merupakan sumber makanan bagi hewan makrozoobentos. Tujuan penelitian ini untuk menentukan jumlah kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi makrozoobentos di pantai timur pesisir Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan. Metode penelitian pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun yang berbeda dengan 1 kali pengulangan di setiap stasiun diambil dengan metode plot transek dengan luasan 1 x 1 m menggunakan bantuan alat besi lalu disaring dengan mesh size 3 mm. Selanjutnya sampel yang ada dibersihkan dengan air dan direndam dengan formalin 4% selama 1 hari. Berdasarkan hasil penelitian, kelimpahan makrozoobentos pada kawasan Pantai Timur Pulau Sebatik paling tinggi terdapat pada stasiun 1 dengan nilai 5,1 ind/m2, keanekaragaman paling tinggi terdapat pada stasiun 1 sebesar 2,459 dikategorikan sedang, keseragaman paling tinggi terdapat pada stasiun 2 sebesar 0,946 dengan kategori keseragaman tinggi dan dominansi tertinggi dari ketiga stasiun adalah pada stasiun 3 yaitu 0,193 tidak ada mendominasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa makrozoobentos di pantai Timur Pulau Sebatik masih memiliki banyak jumlah spesies.