Pengaruh Ketebalan Irisan Umbi Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang merah (Allium ascalonicum L.)
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan bahan obat tradisional, sehingga kebutuhannya terus meningkat setiap tahun. Namun, peningkatan tersebut belum diikuti oleh produksi yang stabil, kondisi ini menunjukkan perlunya barbaikan teknik budidaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah ketebalan irisan umbi bawang merah yang terdiri dari empat perlakuan yaitu; P0: Tanpa pengirisan umbi, P1: Pengirisan 1/2 bagian umbi, P2: Pengirisan 1/3 bagian umbi, P3: Pengirisan 1/4 bagian umbi dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu; N1: Dosis pupuk NPK 35 gram, N2: Dosis pupuk NPK 50 gram, N3: Dosis pupuk NPK 65 gram. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat basah, berat kering, diameter umbi dan produksi per hektarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengirisan umbi sebesar 1/3 bagian umbi mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah umbi dibandingkan tanpa pengirisan maupun pengirisan 1/2 bagian umbi. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 50 gram menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah umbi dan berat kering dibandingkan dosis rendah 35 gram dan dosis tinggi 65 gram. Interaksi antara ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Secara keseluruhan, kombinasi pengirisan umbi 1/3 bagian umbi dengan pemberian pupuk NPK dosis 50 gram memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang lebih baik.