ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Komoditi ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan yang penting dan mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian, metode pemeliharaan ubi jalar dimulai dari pemilihan bibit unggul, pemberian pupuk, dan perawatan yang sesuai. Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik tanah, pupuk organik yang digunakan pada penelitian ini mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro seperti N (1,91 %), P (1,94 %), dan K (2,36 %), maupun unsur hara mikro Ca, Mg, Mn, Fe, Cu, dan Zn. Selain dari pemberian pupuk, salah satu usaha untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi ubi jalar yaitu dengan mengatur tinggi bedengan yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil ubi jalar dengan cara memodifikasi dosis pupuk organik dan tinggi bedengan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk organik dengan 4 taraf (0, 5, 10, dan 15 ton/Ha) dan faktor kedua yaitu tinggi bedengan dengan 3 taraf (20, 30, dan 40 cm) diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianilisis dengan menggunakan sidik ragam dan diuji lanjut dengan menggunakan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik berpengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil ubi jalar terhadap parameter jumlah daun, berat segar umbi, dan diameter umbi dengan dosis perlakuan terbaik adalah P3 (2100 g/ bedeng), serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang umbi. Perlakuan tinggi bedengan hanya berpengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil terhadap parameter berat segar umbi dengan tinggi bedengan perlakuan terbaik T2 (30cm). serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, panjang umbi, dan diameter umbi. Dan pengaruh interaksi dosis pupuk organik dan tinggi bedengan hanya berpengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil terhadap parameter berat segar umbi dengan interaksi perlakuan terbaik P3T2 (2100 g/ bedeng + 30 cm). serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, panjang umbi, dan diameter umbi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dengan memodifikasi dosis pupuk organik cair dan pemberian mulsa organik. Penggunaan bahan organik sebagai pupuk organik cair (POC) dimaksudkan untuk menambah unsur hara bagi tanaman. Limbah tahu dapat memberikan nilai tambah bagi kesuburan tanah karena limbah tahu mengandung N, P, K Ca, Mg dan C organik yang berpotensi meningkatkan kesuburan tanah. Pemakaian mulsa organik merupakan salah satu pemanfaatan bahan organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Mulsa dapat berperan dalam mengubah keadaan iklim mikro yang dapat mempengaruhi sifat tanah, menguntungkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan peningkatan hasil tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 dosis pupuk organik cair (POC) dengan 4 taraf dan faktor 2 mulsa organik dengan 3 taraf diulang sebanyak 3 kali. Parameter Pengamatan yaitu tinggi tanaman, lebar daun, diameter batang, jumlah daun, berat biji, berat polong, bjumlah cabang jumlah polong. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk organik cair (POC) berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, berat polong, berat biji dan jumlah polong, dengan dosis terbaik pada perlakuan 90 ml/tanaman (L1), dan pada Mulsa organik berpengaruh nyata pada parameter lebar daun dengan perlakuan terbaik mulsa jerami (M1). Interaksi perlakuan terbaik pada mulsa organik + POC 90 ml/tanaman (M1L1) yang diaplikasikan memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah daun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman wijen dengan memodifikasikan dosis pupuk organik dan jarak tanam. Pemberian pupuk kandang dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Pupuk kandang yang akan digunakan adalah jenis kotoran ayam dan sapi yang mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro seperti N, P dan K, maupun unsur hara mikro Ca, Mg dan S. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi wijen yaitu dengan mengatur jarak tanam tepat. Peningkatan produksi wijen dapat dilakukan dengan cara perbaikan tingkat kerapatan tanam. Penelitian ini dilaksanakan di lahan warga Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor 1 dosis pupuk organik dengan 4 taraf dan faktor 2 jarak tanam dengan 3 taraf diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk organik berpengaruh nyata pada pertumbuhan panjang daun, jumlah cabang, jumlah polong, panjang polong, panjang akar dan berat 1000 biji dengan dosis terbaik pada perlakuan P3 (50 gr pupuk kandang ayam dan 50 gr kandang sapi), dan pada perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, jumlah cabang, panjang polong, panjang akar dan berat 1000 biji dengan perlakuan terbaik J3 (60x25cm). Interaksi perlakuan terbaik pada P3J3 (50gr pupuk kandang ayam dan 50 gr pupuk kandang sapi dan jarak 60x25 cm) yang diaplikasikan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, panjang daun, diameter batang dan panjang akar.