Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Ubi jalar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JARAK TANAM DAN PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) VAR.CILEMBU

•

Cilembu sweet potato has a bright prospect because it is increasingly needed as consumption and industrial raw material. To increase production of this variety, a good plant spacing and weeding is needed. This resaech aimed to determine the effect of ideal plant spacing and weeding time on growth and yield of Cilembu sweet potato. The research was carried out on the land of the Faculty of Agriculture, Universitas Borneo Tarakan from February to April 2019. The method used was randomized block design with 2 factors and 4 replications. The first factor was plant spacing which consisted of three treatments: J1 (20x30 cm), J2 (30x40 cm), and J3 (40x50 cm). the second factor was weeding which consisted of 4 replication: P0 (control or not weeded), P1 (1 time weeding at 15 DAP), P2 (2 times weeding at 15 and 30 DAP), P3 (3 times weeding at 15, 30 and 40 DAP). The result showed that plant spacing did not effect all growth parameters and sweet potato crop production. Whereas weed treatment gives a real influence on the growth of tendrils at 40 and 60 DHP, number of leaves at 40 DAP, stem diameter at 20 and 60 DAP. The intraction of plant spacing and weeding effects the trearment of 20x30 cm without weeding (P0J1) and the treatment of 40x50 cm with three times weeding (P3J3) on swet potato weight at 90 DAP. It is recommended to plant sweet potato ast a space of 20x30 cm without weeding (P0J1) and at 40x50 cm with three times weeding (P3J3).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN UBI JALAR (Ipomea batatas L.) DI KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman ubi jalar (Ipomea batatas L.). Untuk meningkatkan produksi umbi dari tanaman ubi jalar, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah pemangkasan. Oleh sebab itu, diperlukan pemangkasan pucuk sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan produksi dari umbi pada tanaman ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Binalatoeng, Kelurahan Amal Lama Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Satu faktor dengan empat taraf yaitu P0 (kontrol/tidak dipangkas), P1 (30 HST), P2 ( 45 HST), dan P3 (60 HST) serta diulang sebanyak enam ulangan. Fariabel pengamatan pada penelitian ini adalah jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi, dan panjang umbi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan Pemangkasan 60 HST (P3) menjadi perlakuan yang paling baik dalam meningkatkan produktivitas tanaman ubi jalar, dengan memiliki bobot segar mencapai 223,34 gram dengan diameter mencapai 16,12 cm dan panjang mencapai 16,58 cm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK DAN TINGGI BEDENGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Komoditi ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan yang penting dan mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian, metode pemeliharaan ubi jalar dimulai dari pemilihan bibit unggul, pemberian pupuk, dan perawatan yang sesuai. Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik tanah, pupuk organik yang digunakan pada penelitian ini mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro seperti N (1,91 %), P (1,94 %), dan K (2,36 %), maupun unsur hara mikro Ca, Mg, Mn, Fe, Cu, dan Zn. Selain dari pemberian pupuk, salah satu usaha untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi ubi jalar yaitu dengan mengatur tinggi bedengan yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil ubi jalar dengan cara memodifikasi dosis pupuk organik dan tinggi bedengan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk organik dengan 4 taraf (0, 5, 10, dan 15 ton/Ha) dan faktor kedua yaitu tinggi bedengan dengan 3 taraf (20, 30, dan 40 cm) diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianilisis dengan menggunakan sidik ragam dan diuji lanjut dengan menggunakan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik berpengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil ubi jalar terhadap parameter jumlah daun, berat segar umbi, dan diameter umbi dengan dosis perlakuan terbaik adalah P3 (2100 g/ bedeng), serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang umbi. Perlakuan tinggi bedengan hanya berpengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil terhadap parameter berat segar umbi dengan tinggi bedengan perlakuan terbaik T2 (30cm). serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, panjang umbi, dan diameter umbi. Dan pengaruh interaksi dosis pupuk organik dan tinggi bedengan hanya berpengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil terhadap parameter berat segar umbi dengan interaksi perlakuan terbaik P3T2 (2100 g/ bedeng + 30 cm). serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, panjang umbi, dan diameter umbi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail