Abstrak
ABSTRAK Komoditi ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan yang penting dan mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian, metode pemeliharaan ubi jalar dimulai dari pemilihan bibit unggul, pemberian pupuk, dan perawatan yang sesuai. Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik tanah, pupuk organik yang digunakan pada penelitian ini mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro seperti N (1,91 %), P (1,94 %), dan K (2,36 %), maupun unsur hara mikro Ca, Mg, Mn, Fe, Cu, dan Zn. Selain dari pemberian pupuk, salah satu usaha untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi ubi jalar yaitu dengan mengatur tinggi bedengan yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil ubi jalar dengan cara memodifikasi dosis pupuk organik dan tinggi bedengan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk organik dengan 4 taraf (0, 5, 10, dan 15 ton/Ha) dan faktor kedua yaitu tinggi bedengan dengan 3 taraf (20, 30, dan 40 cm) diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianilisis dengan menggunakan sidik ragam dan diuji lanjut dengan menggunakan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik berpengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil ubi jalar terhadap parameter jumlah daun, berat segar umbi, dan diameter umbi dengan dosis perlakuan terbaik adalah P3 (2100 g/ bedeng), serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang umbi. Perlakuan tinggi bedengan hanya berpengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil terhadap parameter berat segar umbi dengan tinggi bedengan perlakuan terbaik T2 (30cm). serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, panjang umbi, dan diameter umbi. Dan pengaruh interaksi dosis pupuk organik dan tinggi bedengan hanya berpengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil terhadap parameter berat segar umbi dengan interaksi perlakuan terbaik P3T2 (2100 g/ bedeng + 30 cm). serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, panjang umbi, dan diameter umbi.