ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil dengan tingginya permintaan tenaga kerja pada industri konstruksi di Kota Tarakan. Meskipun pembangunan infrastruktur terus meningkat, jumlah tenaga kerja lokal yang kompeten masih terbatas. Kondisi ini diperparah oleh persaingan yang ketat, karena kontraktor cenderung mendatangkan pekerja dari luar daerah yang dianggap lebih berpengalaman, sementara tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan yang lebih sedikit. SMK Negeri 2 Tarakan sebagai lembaga pendidikan kejuruan bidang konstruksi memiliki peran penting dalam menyiapkan calon tenaga kerja terampil. Namun, ketersediaan lulusan SMK berkompetensi teknis tidak menjamin para lulusan akan memilih bekerja sebagai tenaga kerja terampil di bidang konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan calon tenaga kerja untuk tidak menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil dan menentukan faktor dominan, serta memodelkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap ketersediaan tenaga kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 85 siswa kelas XII dari tiga jurusan di SMK Negeri 2 Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat variabel yang diuji, terdapat tiga dari empat faktor yang berpengaruh positif yaitu pada faktor pengalaman kerja (X2), koneksi dalam industri (X3) dan minat (X1). Sedangkan faktor kesesuaian kurikulum (X4) berpengaruh negatif. Terdapat dua faktor dominan, yaitu kesesuaian kurikulum (X4) dengan nilai koefisien sebesar -3,713 dengan sig. 0,602 > 0,05, dan minat (X1) memiliki nilai koefisien sebesar 9,433 dengan nilai sig. 0,001 0,05 sehingga pengaruhnya dapat diandalkan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 56%. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = -114,128 + 9,433LNX1 + 19,965LNX2 + 16,253LNX3 - 3,713LNX4. Penelitian ini merekomendasikan agar SMK Negeri 2 Tarakan mengintegrasikan program pengembangan karier sejak dini, serta Dinas PUPR dan Dinas Tenaga Kerja menerapkan kebijakan prioritas penggunaan tenaga kerja lokal pada proyek-proyek APBD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Indah Putri 2026. Konstruksi Aplikatif Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A dan Pembimbing Anggota Nurul Hanna Fauziyyah, M.A. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, khususnya konstruksi aplikatif instrumental dan lokatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 di Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Data penelitian berupa tuturan lisan yang mengandung konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, sedangkan sumber data diperoleh dari penutur asli Bahasa Tidung yang berdomisili di Desa Menjelutung dan memenuhi kriteria sebagai informan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta teknik elisitasi untuk memperoleh pasangan kalimat dasar dan kalimat yang mengandung unsur aplikatif. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur sintaktis dan morfologis antara Bahasa Tidung dan Bahasa Indonesia untuk mengidentifikasi perubahan valensi verba serta status argumen dalam konstruksi aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bahasa Indonesia, konstruksi aplikatif instrumental ditandai dengan pelekatan sufiks -kan pada verba transitif, sedangkan konstruksi aplikatif lokatif ditandai dengan pelekatan sufiks -i. Afiksasi tersebut menyebabkan perubahan struktur argumen berupa penaikan unsur oblik menjadi argumen inti. Sebaliknya, dalam Bahasa Tidung tidak ditemukan proses morfologis berupa afiksasi aplikatif yang setara. Unsur instrumental dan lokatif masih ditandai oleh preposisi seperti pakai, dengan, dan de sehingga tetap berstatus sebagai oblik dan tidak mengalami penaikan menjadi objek inti. Dengan demikian, konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung cenderung mempertahankan pola sintaktis dasar tanpa perubahan valensi verba secara morfologis. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan tipologis antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Tidung dalam merealisasikan konstruksi aplikatif serta memberikan kontribusi terhadap kajian morfosintaksis bahasa daerah, khususnya Bahasa Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pembangunan Perumahan Subsidi Putra Residence di Kota Tarakan membutuhkan manajemen waktu yang baik agar proyek dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah perencanaan jadwal yang masih dilakukan secara manual serta faktor eksternal seperti cuaca yang sering mempengaruhi kelancaran konstruksi. Untuk memastikan proyek berjalan lebih efisien, digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) dalam penjadwalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jaringan kerja CPM dan PERT untuk mengevaluasi durasi serta hubungan ketergantungan antar aktivitas proyek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lokasi proyek serta wawancara dengan pihak-pihak terkait, seperti pelaksana lapangan dan manajer proyek, guna memperoleh informasi mengenai urutan pekerjaan, durasi aktivitas, dan kendala yang dihadapi selama proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami jalur kritis dalam proyek, mengidentifikasi aktivitas yang paling berpengaruh terhadap waktu penyelesaian, serta membandingkan durasi proyek berdasarkan metode CPM dan PERT. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada penggunaan data durasi aktual proyek di lapangan yang dikombinasikan dengan analisis komparatif antara metode deterministik (CPM) dan probabilistik (PERT), serta mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi cuaca dan keterbatasan penjadwalan manual yang belum banyak diintegrasikan dalam penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis dalam proyek mencakup beberapa aktivitas utama, yaitu A, B, C, D, E, F, G, H, dan K, dengan estimasi waktu penyelesaian selama 49 hari menggunakan metode CPM dan 50 hari menggunakan metode PERT. Perbedaan durasi tersebut terjadi karena CPM menggunakan estimasi waktu yang bersifat deterministik, sedangkan PERT mempertimbangkan variasi durasi melalui pendekatan probabilistik. Dengan penerapan metode CPM dan PERT, proyek Perumahan Subsidi Putra Residence dapat dikelola secara lebih sistematis, mengurangi risiko keterlambatan, serta memastikan bahwa pembangunan hunian subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini membahas tentang pertanggungjawaban hukum penyedia jasa konstruksi terhadap kegagalan bangunan sebagai salah satu permasalahan krusial dalam penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia. Kegagalan bangunan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, merupakan kondisi runtuh atau tidak berfungsinya bangunan setelah penyerahan akhir hasil pekerjaan. Fenomena ini menimbulkan dampak hukum, ekonomi, sosial, dan keselamatan publik, serta mengindikasikan adanya kelemahan dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pemeliharaan konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, didukung oleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban penyedia jasa konstruksi memiliki tiga dimensi utama, yaitu administratif, perdata, dan pidana. Secara administratif, penyedia jasa dapat dikenai sanksi berupa peringatan, denda, pencabutan izin, hingga daftar hitam. Secara perdata, kegagalan bangunan dapat dikualifikasikan sebagai wanprestasi ataupun perbuatan melawan hukum yang mewajibkan penyedia jasa memberikan ganti rugi serta memperbaiki bangunan yang gagal. Secara pidana, tanggung jawab dapat timbul apabila kegagalan disebabkan oleh kelalaian berat, penyimpangan standar teknis, atau praktik keinsinyuran ilegal yang mengakibatkan kerugian besar atau korban jiwa. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa perlunya penguatan independensi penilai ahli, harmonisasi kontrak konstruksi dengan standar teknis nasional, serta peningkatan tata kelola dan profesionalitas sumber daya manusia konstruksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum, peningkatan kualitas regulasi, dan peningkatan akuntabilitas penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
.Proyek konstruksi bangunan merupakan salah satu dari sekian banyak bidang usaha yang tergolong sangat rentan terhadap kecelakaan kerja, sehingga perlu dimitigasi. Proses mitigasi dapat dilakukan bila diketahui jenis bahaya dan risikonya, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap potensi bahaya serta tingkat risikonya. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) dengan cara pengambilan data berupa kuesioner dengan teknik non probability sampling. Hasil yang didapatkan terdapat 4 jenis bahaya, yaitu: bahaya fisik, bahaya kimia, bahaya ergonomis, dan bahaya psikososial. Adapun penilaian risiko termasuk pada kategori Moderate, sehingga pengendalian risiko yang dilakukan ialah dengan penerapan kontrol rekayasa, administratif atau prosedur K3, dan APD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pembangunan konstruksi di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk di Kalimantan Utara. Sehingga peningkatan ini juga berdampak pada bertambahnya risiko kecelakaan kerja sebagaimana tercatat dalam laporan tahunan BPJS Ketenagakerjaan terjadinya peningkatan kasus kecelakaan kerja yaitu pada tahun 2020 terdapat 221.740 kasus, 2021 terdapat 234.370 kasus, dan pada tahun 2022 terdapat 265.334 kasus angka kecelakaan kerja. Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi menjadi sangat penting guna meminimalisir risiko yang dapat terjadi. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Asrama Haji Transit Provinsi Kalimantan Utara dengan tujuan mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan kerja, menilai tingkat risiko, dan menentukan upaya mitigasi risiko yang dapat diterapkan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi lapangan, wawancara, dan kusioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 responden, penentuan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Data diperoleh dengan cara penyebaran kusioner dengan melakukan survei identifikasi risiko yang dilanjutkan dengan menilai tingkat risiko dari dampak dan peluang risiko berdasarkan data hasil kusioner risiko kecelakaan kerja yang teridentifikasi. Hasil penelitian mengidentifikasi 24 potensi risiko yaitu 2 risiko kategori tinggi, 13 risiko kategori sedang, dan 9 risiko kategori rendah. Secara keseluruhan, rata-rata tingkat risiko pada proyek ini tergolong kategori sedang. Upaya pengendalian yang dilakukan berupa kombinasi engineering control, administrative control, dan penggunaan APD lengkap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam meningkatkan pembangunan insfrastruktur untuk menunjang kelancaran dan perekonomian di daerah Provinsi Kalimantan Utara salah satunya adalah dengan Membangunan Balai Pelatihan Kesehatan (Asrama) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan nilai kontrak Rp2.251.494.000 durasi 150 hari kalender. Penelitian ini menganalisis kinerja waktu proyek, menentukan jalur kritis, serta menghitung percepatan durasi penyelesaian pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Earned Value Method (EVM) dilengkapi dengan analisis jalur kritis (Critical Path Method) melalui bantuan aplikasi Microsoft Project. Data penelitian diperoleh dari laporan progres mingguan, time schedule, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek dengan progres realisasi 59,46% pada minggu ke-8. Hasil penelitian menunjukkan kinerja waktu proyek dengan nilai SV 36,76 lebih besar dari 0 dan SPI 2,62 lebih besar dari 1 sehingga menandakan proyek lebih cepat dari rencana. Jalur kritis yang diperoleh pada item pekerjaan dapat berdampak terhadap kinerja waktu. Untuk mempercepat durasi, dilakukan analisis crash program dengan dua alternatif, yaitu sistem lembur, dan sistem shift, di mana sistem lembur menghasilkan percepatan selisih 19 hari dari durasi normal dan sistem shift selisih 58 hari. Penelitian ini menujukan penerapan EVM dan jalur kritis dapat menjadi dasar dalam menentukan kinerja waktu serta staregi percepatan proyek
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada penelitian ini membahasa mengenai konstruksi verba serial bahasa Bugis Bone dengan menggunakan kajian tipologi sintaksis. Kosntruksi verba serial merupakan sebuah kalimat yang dibangun dengan terdapat dua verba atau lebih. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang didapatkan yaitu verba serial dalam bahasa Bugis dan verba serial dalam bahasa Indonesia pada umumnya memiliki kesamaan pada bagian subjek dari kalimat selalu berada didepan, walaupun dari segi bahasa jelas terlihat sangat berbeda antara bahasa Bugis dan Bahasa Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jasa konstruksi merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Sektor ini merupakan penunjang aktivitas kemasyarakatan di Indonesia dan diatur dalam UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penyelenggaraan jasa konstruksi di indonesia khususnya hubungan hukum para pihak perjanjian konstruksi yang bersengketa. Sengketa pembangunan pasar pedesaan antara PT Ampuh Sejahtera dengan Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukoharjo membahas dugaan wanprestasi yang dilakukan oleh pihak penyedia jasa maupun pengguna jasa dalam pelaksaan perjanjiannya. Penelitian ini akan menjawab 2 pertanyaan terkait bentuk wanprestasi apa saja yang dilakukan masing-masing pihak dalam perjanjian pekerjaan konstruksi pembangunan pasar pedesaan dan tentang pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan juga pendekatan kasus. Penelitian ini menghasilkan keputusan no 326K/Pdt/2016 yang menyatakan penggugat rekonvensi dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen pemkab Sukoharjo terbukti melakukan dugaan wanprestasi dan harus segera melunasi kekurangan pembayaran kepada penggugat konvensi dalam hal ini PT Ampuh Sejahtera.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sedang melakukan pembangunan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara sebagai upaya dalam membangun sarana dan prasarana penguatan sumber daya manusia serta politik di Provinsi Kalimantan Utara. Proses pembangunan konstruksi membutuhkan berbagai sumber daya untuk mendukung keberhasilan pembangunan proyek konstruksi. Pada proyek pembangunan gedung ditemukan masalah-masalah atau faktor-faktor yang berdampak pada kualitas dan waktu pelaksanaan proyek, baik faktor eksternal maupun faktor internal. Salah satu kendala yang dapat menghambat proses pelaksanaan proyek konstruksi adalah produktivitas tenaga kerja yang kurang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan memodelkan pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap produktivitas tenaga kerja proyek pembangunan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk menghimpun data responden kemudian diuji validitas, reliabilitas dilanjutkan dengan regresi linear berganda menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences atau SPSS. Hasil analisis data diperoleh faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pada proyek pembangunan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara adalah perubahan gambar, cuaca, serta kesehatan, tenaga dan fisik pekerja. Model regresi pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap produktivitas tenaga kerja adalah Y=5,359+0,508Xa1+0,401〖Xa〗_(4 )+ 0,277Xa5 + 0,228Xb1 + 1,301Xb3
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Proyek konstruksi pembangunan gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara merupakan salah satu proyek pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara dibangun dengan tujuan untuk menyediakan tempat yang representatif untuk para anggota DPRD dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam membahas dan menetapkan berbagai kebijakan yang akan diambil demi kepentingan rakyat. Data yang dihasilkan dari penelitian ini hanya berasal dari proyek konstruksi Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara yang diteliti. Data diperoleh dengan cara penyebaran kusioner dengan melakukan survei berupa tahap identifikasi risiko dan dilanjutkan dengan tahap kedua mengenai dampak kecelakaan kejadian risiko dan peluang dari risiko berdasarkan data hasil kusioner kegiatan yang memiliki risiko kecelakaan kerja dalam kegiatan proyek pembangunan gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara sebanyak 30 kegiatan item pekerjaan. Risiko kecelakaan kerja yang teridentifikasi pada pekerjaan pembangunan gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara sebanyak 107 risiko kecelakaan kerja. Penilaian tingkat risiko dengan perhitungan nilai matriks dilanjutkan dengan pengklasifikasian tingkat risiko berdasarkan usaha pekerjaan konstruksi dan harga per satuan waktu, didapatkan tingkat risiko pada pekerjaan pembangunan gedung DPRD Provinsi Kalimantan utara adalah tingkat risiko besar. Berdasarkan acuan pertauran Menteri PUPR No 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, ditetapkan kebutuhan untuk tenaga ahli keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek pembangunan gedung DPRD Provinsi Kalimantan utara dengan tingkat risiko besar terdiri dari paling sedikit 2 (dua) orang tenaga ahli keselamatan konstruksi utama atau ahli keselamatan konstruksi madya dengan pengalaman paling singkat 3 tahun dan ahli keselamatan konstruksi muda dengan pengalaman paling singkat 3 tahun
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konstruksi sintaksis pada novel KKN Di Desa Penari karya Simpleman. Konstruksi sintaksis merupakan satuan bahasa yang bermakna berupa frasa, klausa dan kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sember data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen berupa novel KKN Di Desa Penari Karya Simpleman. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan tipe frasa, klausa dan kalimat pada konstruksi sintaksis pada novel KKN Di Desa Penari karya Simpleman. Berdasarkan hasil temuan peneliti dari sumber data kalimat yang ditemukan lebih di dominasi kemunculan kalimat tunggal dibandingkan kalimat majemuk. Data diperoleh dengan menggunakan teknik baca, teknik simak dan teknik catat. Peneliti memfokuskan hasil penelitannya pada tipe kalimat tunggal berkategori S-P, S-P-O, S-P-KET, S-P-O-KET, S-P-PEL, S-P-O-PEL selanjutnya kalimat majemuk dengan tipe yang berbeda-beda. (1) Tipe kalimat Tunggal yang paling banyak muncul adalah tipe S/P/O/Pel sebanyak 26 data yag ditemukan, (2) tipe S/P/Ket sebanyak 25 yang ditemukan, (3) tipe S/P/O sebanyak 24 data yang ditemukan, (4) tipe S/P/O/Ket sebanyak 18 data yang ditemukan, (5) tipe S/P dan S/P/Pel masing-masing ditemukan sebanyak 11 data yang ditemukan peneliti. Selanjutnya peneliti menemukan pada kalimat majemuk setara hubungan makna yang banyak berupa hubungan perjumlahan yaitu konjungsi “dan”, hubungan makna antar klausa yang ditemukan pada konstruksi sintaksis pada Novel KKN Di Desa Penari Karya Simpleman dalam kalimat setara ataupun bertingkat yakni hubungan pemilihan, waktu, akibat, tujan/harapan, pengurutan dan pertentangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang mesin uji universal dan menganalisis kekuatan konstruksi mesin uji universal sebelum di lakukan pengujian, untuk merancang dan menganalisis kekuatan konstruksi menggunakan software solidworks dan fitur simulasi, dimana dalam fitur ini akan di amati proses keluaran untuk hasil von misses stress, strain, displacement dan safety factor. Dalam penelitian ini akan di lakukan variasi pembebanan 100 Kg, 200 Kg dan 300 Kg di titik tempat pengujian rangka konstruksi. Hasil dari penelitian ini didapatkan untuk nilai terbesar pengujian tarik untuk beban maksimal 300 Kg degan nilai von misses stress maximal 109 N/〖mm〗^2, strain maximal 0,00038, displacement maximal 0,077 mm dan safety factor minimum 2,6, kemudian nilai terbesar pengujian bending untuk beban maksimal 300 Kg dengan nilai von misses stress maximal 20 N/〖mm〗^2, strain maximal 0,00038, displacement maximal 0,009 mm dan safety factor minimum 14. Dari hasil pembebanan kedua pengujian hasil von misses stress tidak melebihi yield strenght material sebesar 290 N/〖mm〗^2 kemudian untuk hasil strain dan displacement masih bersifat elastis dan hasil safety factor aman. Setelah itu hasil dari perbandingan perhitungan manual dengan hasil solidworks didapatkan persentase galat terbesar untuk perhitungan displacement dengan selisih error 44% dan persentase galat terkecil pada perhitungan safety factor dengan selisih error 0%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Kecelakaan kerja menurut data BPJS Ketenagakerjaan Kota Tarakan pada akhir Desember 2020 di Kota Tarakan sebanyak 514 kasus. Kasus kecelakaan kerja meningkat dari tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan K3 proyek konstruksi, tingkat pengetahuan, pemahaman, dan penerapan oleh pihak-pihak yang terkait untuk pencegahan kecelakaan kerja sangat rendah. Minimnya kesadaran keselamatan kerja maupun pernyataan yang tidak nyamannya dengan pakaian safety yang mengakibatkan seringnya terjadi kecelakaan kerja pada proyek konstruksi. Dalam penelitian ini dilakukan analisa risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi Pembangunan IPA Bengawan di Kota Tarakan dengan Metode FMEA, untuk mendapatkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan mengacu pada pedoman peraturan MENTERI PUPR nomor 10 tahun 2021. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat 24 jenis kecelakaan kerja yang bisa saja terjadi di proyek konstruksi Pembangunan IPA Bengawan Kota Tarakan. Dengan tingkatan 23 jenis kecelakaan kerja dengan risiko sedang dan terdapat 1 jenis kecelakaan kerja bertingkat rendah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Menurut JAMSOSTEK pada tahun 2021 di Indonesia tercatat 65.474 kecelakaan yang mengakibatkan 1.451 orang meninggal, 5.326 orang cacat tetap dan 58.697 orang cedera. Dengan demikian angka kecelakaan mencapai 930 kejadian untuk setiap 100.000 pekerja setiap tahun. Oleh karena itu jumlah kecelakaan keseluruhannya diperkirakan jauh lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kinerja penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, dan mengidentifikasi tingkat fasilitas pendukung keselamatan dan kesehatan kerja di Proyek pembangunan gedung Labolatorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Borneo Tarakan. metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survey dan pendekatan kuantitatif, dimana peneliti melakukan penyebaran kuisioner untuk menggumpulkan data. Pada penelitian tingkat kinerja SMK3 di terdapat lima aspek yaitu kebijakan K3 dengan presentase 78%, perencanaan K3 75%, penerapan dan operasi kegiatan 79%, evaluasi K3 83% dan tinjauan manajemen 66%. Semuanya termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan kelengkapan fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja di lokasi proyek mencapai nilai persentase sebesar 70% yang termasuk ke dalam kategori sedang. Maka dapat disimpulkan bahwa kinerja penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di Lingkungan proyek Pembangunan Laboratorium Central Ilmu Hayati Universitas Borneo Tarakan sebesar 76% dengan kategori sedang. Ketersediaan dan kelengkapan fasilitas-fasilitas pendukung yang telah disediakan oleh Perusahaan di Proyek Pembangunan Laboratorium Central Ilmu Hayati Universitas Borneo Tarakan sebesar 70% dengan kategori sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS STRUKTUR RANGKA ATAP GEDUNG SMP NEGERI 7 KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini merupakan analisis struktur rangka atap terhadap bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 yang berada di kota Tarakan. Pada saat pembangunan dilapangan, bangunan tersebut tidak menggunakan struktur rangka yang telah direncanakan. Sehingga muncul pemikiran, apakah struktur rangka yang direncanakan tidak aman? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan struktur rangka yang direncanakan dengan menganalisis gaya-gaya dalam yang terjadi. Analisis struktur rangka atap yang dilakukan dan pembebanan yang digunakan, mengacu kepada Standar Nasional Indonesia (SNI) yang terbaru hingga penelitian ini dilakukan. Struktur rangka atap dianalisis secara 2D dan 3D dengan metode analisis elemen hingga (FEA). Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada setiap elemen struktur rangka yang terdiri dari gording, batang tarik, batang tekan dan sambungan, diperoleh kesimpulan struktur rangka atap memenuhi syarat aman dan dapat digunakan. Kata kunci: Analisis struktur, Struktur Rangka Atap, Konstruksi Atap
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penyebaran virus Covid-19 yang sangat cepat ke berbagai belahan dunia, menyita perhatian pemerintah, pengusaha, pekerja, masyarakat dan terutama organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam menghadapi tantangan memerangi pandemi Covid-19 di dunia. Di Indonesia sendiri, khususnya di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, terdapat 2448 kasus terinfeksi positif Covid-19 dengan jumlah populasi manusia terbanyak kedua yang terinfeksi positif Covid-19 di Kalimantan Utara (kaltaraprov.go.id, 2021). Sehingga dalam masa krisis ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19, salah satunya penerapan protokol kesehatan dalam bidang konstruksi. Pada penelitian ini, proyek konstruksi yang menjadi objek penelitian, terletak di Tanjung Selor, pada proyek pembangunan gedung Sekretariat Provinsi Kalimantan Utara tahap VII. Berdasarkan uraian diatas maka pada penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai pelaksanaan protokol pencegahan penyebaran covid-19 pada proyek kosntruksi pembangunan gedung Sekretariat Provinsi Kalimantan Utara tahap VII, berdasarkan Instruksi Menteri PUPR Nomor: 02/IN/M/2020 Tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dengan menggunakan Skala Guttman. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan metode Guttman, maka di peroleh penerapan protokol pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada proyek konstruksi pembangunan gedung Sekretariat Provinsi Kalimantan Utara tahap VII sebesar 53,51%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan ekonomi pada sektor konstruksi di Indonesia mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu rantai pasok. Banyaknya pihak yang terlibat dalam rantai pasok meningkatkan risiko pada suatu proyek konstruksi. Apalagi di tengah pandemi global yang disebabkan oleh Covid-19. Kota Tarakan adalah salah satu wilayah yang tingkat pandemi covid-19 nya tinggi sehingga segala aktivitas terutama proyek konstruksi terganggu. Dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar, beberapa proyek pembangunan gedung tetap berjalan sehingga menambah risiko yang dapat terjadi dalam aliran rantai pasok pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan menentukan risiko dominan (major risk) dalam aliran rantai pasok pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei yang dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden yang berkaitan dengan objek penelitian pada proyek konstruksi yaitu para kontraktor yang sedang menjalankan proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Responden dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu para expert pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Metode analisis meliputi identifikasi risiko dan analisis risiko. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat 27 risiko yang teridentifikasi dalam aliran rantai pasok pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan dan terdapat 10 risiko yang masuk dalam kategori risiko dominan (major risk) yaitu 2 risiko dalam aliran informasi (flow of information), 6 risiko dalam aliran material (flow of material) dan 2 risiko dalam aliran biaya (flow of fund).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerintah Indonesia saat ini, sedang gencar-gencarnya dalam pembangunan konstruksi, guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Indonesia, salah satunya di Provinsi Kalimantan Utara lebih tepatnya di Kabupaten Nunukan. Seiring berkembang pembangunan industri dan proyek konstruksi, tingkat kesulitan dalam mengelola dan menjalankan pembangunan industri dan proyek konstruksi juga semakin rumit. Terutama dalam meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan kerja. Hal ini yang tentunya tidak lepas dari masalah pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Keberadaan K3 dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja, sehingga berdampak baik terhadap kinerja dan biaya proyek konstruksi, yang membuktikan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang mempengaruhi kinerja pekerja konstruksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Kuisioner/angket, kemudian instrumen tersebut akan diolah/dianalisis dengan menggunakan metode Analisis Faktor. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 8 faktor yang mempengaruhi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja pekerja konstruksi, yaitu faktor Aturan & Kebijakan Terhadap K3 dengan variance sebesar 27,151%, Prioritas Terhadap K3 dengan variance sebesar 11,619%, Motivasi & Peningkatan Terhadap K3 dengan variance sebesar 8,200%, Pemahaman & Kompetensi Terhadap K3 dengan variance sebesar 8,039%, Informasi & Penerapan Terhadap K3 dengan variance sebesar 7,127%, Komunikasi & Lingkungan Kerja Terhadap K3 dengan variance sebesar 5,899%, Pengawasan & Kepuasan Informasi Terhadap K3 dengan variance sebesar 5,031% dan Pelatihan terhadap K3 dengan variance sebesar 1,000%.