Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: HIRARC
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Risiko K3 Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Asessment And Risk Control (HIRARC) Pada Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proyek pembangunan gedung Fakultas Kedokteran merupakan salah satu proyek pembangunan yang dilakukan oleh Universitas Borneo Tarakan dengan tujuan untuk menyediakan tempat yang memadai untuk para mahasiswa, dosen maupun staff Fakultas Kedokteran dalam melaksanakan proses belajar-mengajar. Dalam proses pembangunan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan proyek pembangunan ini memiliki potensi risiko kecelakaan kerja diantaranya kondisi peralatan dan material yang digunakan serta kondisi cuaca dan lingkungan. Penelitian ini menganalisis risiko menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assassment And Risk Control (HIRARC) pada Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan. Data dari penelitian ini berasal dari penyebaran kuesioner penilaian risiko yang diisi oleh Ahli K3, Mandor, dan para pekerja sebagai respondennya. Hasil analisis menunjukkan terdapat 31 bahaya yang terjadi dari 34 potensi bahaya dengan nilai RPN sebesar 3.710. Sesuai dengan level risiko pada standar AS/NZS 4360:2004, maka nilai risiko pada proyek pembangunan gedung Fakultas Kedoteran Universitas Borneo Tarakan termasuk dalam kategori tingkat risiko sedang (moderate risk). Oleh karena itu, keseluruhan bahaya direkomendasikan untuk dilakukan upaya pengendalian sesuai dengan hirarki pengendalian yaitu subtitusi, rekayasa teknik, administrasi dan APD

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Risiko K3 Pada Proyek Pembangunan Gedung Asrama Haji Transit Provinsi Kalimantan Utara

2025•

Pembangunan konstruksi di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk di Kalimantan Utara. Sehingga peningkatan ini juga berdampak pada bertambahnya risiko kecelakaan kerja sebagaimana tercatat dalam laporan tahunan BPJS Ketenagakerjaan terjadinya peningkatan kasus kecelakaan kerja yaitu pada tahun 2020 terdapat 221.740 kasus, 2021 terdapat 234.370 kasus, dan pada tahun 2022 terdapat 265.334 kasus angka kecelakaan kerja. Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi menjadi sangat penting guna meminimalisir risiko yang dapat terjadi. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Asrama Haji Transit Provinsi Kalimantan Utara dengan tujuan mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan kerja, menilai tingkat risiko, dan menentukan upaya mitigasi risiko yang dapat diterapkan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi lapangan, wawancara, dan kusioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 responden, penentuan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Data diperoleh dengan cara penyebaran kusioner dengan melakukan survei identifikasi risiko yang dilanjutkan dengan menilai tingkat risiko dari dampak dan peluang risiko berdasarkan data hasil kusioner risiko kecelakaan kerja yang teridentifikasi. Hasil penelitian mengidentifikasi 24 potensi risiko yaitu 2 risiko kategori tinggi, 13 risiko kategori sedang, dan 9 risiko kategori rendah. Secara keseluruhan, rata-rata tingkat risiko pada proyek ini tergolong kategori sedang. Upaya pengendalian yang dilakukan berupa kombinasi engineering control, administrative control, dan penggunaan APD lengkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail