Abstrak
Pemerintah Indonesia saat ini, sedang gencar-gencarnya dalam pembangunan konstruksi, guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Indonesia, salah satunya di Provinsi Kalimantan Utara lebih tepatnya di Kabupaten Nunukan. Seiring berkembang pembangunan industri dan proyek konstruksi, tingkat kesulitan dalam mengelola dan menjalankan pembangunan industri dan proyek konstruksi juga semakin rumit. Terutama dalam meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan kerja. Hal ini yang tentunya tidak lepas dari masalah pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Keberadaan K3 dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja, sehingga berdampak baik terhadap kinerja dan biaya proyek konstruksi, yang membuktikan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang mempengaruhi kinerja pekerja konstruksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Kuisioner/angket, kemudian instrumen tersebut akan diolah/dianalisis dengan menggunakan metode Analisis Faktor. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 8 faktor yang mempengaruhi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja pekerja konstruksi, yaitu faktor Aturan & Kebijakan Terhadap K3 dengan variance sebesar 27,151%, Prioritas Terhadap K3 dengan variance sebesar 11,619%, Motivasi & Peningkatan Terhadap K3 dengan variance sebesar 8,200%, Pemahaman & Kompetensi Terhadap K3 dengan variance sebesar 8,039%, Informasi & Penerapan Terhadap K3 dengan variance sebesar 7,127%, Komunikasi & Lingkungan Kerja Terhadap K3 dengan variance sebesar 5,899%, Pengawasan & Kepuasan Informasi Terhadap K3 dengan variance sebesar 5,031% dan Pelatihan terhadap K3 dengan variance sebesar 1,000%.