Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

29 hasil
Subjek: Suku bunga
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 2010-2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menunjukan kebijakan moneter di Indonesia perlu lebih difokuskan pada pengelolahan stabilitas nilai tukar dan pengendalian jumlah uang beredar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas inflasi dan sistem keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2010-2024. Hasil penelitian dengan model regresi linier berganda di peroleh model persamaan Ý = 6,166-0,047Χ1+0,051Χ2+0,291Χ3+0,264Χ4. Hasil uji t secara parsial menunjukan bahwa inflasi (Χ1) dan suku bunga (Χ2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan nilai tukar (Χ3) dan jumlah uang beredar (Χ4) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil uji F secara simultan menunjukan bahwa inflasi(Χ1), suku bunga(Χ2), nilai tukar(Χ3) dan jumlah uang beredar(Χ4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi(Ý) di Indonesia nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,984 mengindikasikan bahwa variabel independen(Χ) memiliki hubungan yang sangat erat terhadap variabel dependen(Ý).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MONETER TERHADAP INFLASI DI INDONESIA PERIODE 2010-2024

2025•

Penelitian ini meneliti fluktuasi inflasi di Indonesia pada rentang waktu 2010 hingga 2024. Dengan pendekatan kuantitatif, studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel jumlah uang beredar, tingkat suku bunga, dan nilai tukar terhadap inflasi, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Data yang digunakan berupa deret waktu bulanan yang diperoleh dari Bank Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui perangkat lunak statistik IBM SPSS Statistics 17 dengan metode Ordinary Least Squares (OLS). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa suku bunga memberikan dampak signifikan terhadap inflasi, sementara jumlah uang beredar dan nilai tukar tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Bank Indonesia dan pemerintah dalam merancang kebijakan moneter yang lebih efektif untuk mengendalikan inflasi serta menjaga kestabilan ekonomi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi Melalui Suku Bunga Rill di Indonesia Tahun 2010-2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar (M1) terhadap inflasi di Indonesia, serta menelaah apakah suku bunga riil memediasi hubungan tersebut selama periode 2010–2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder triwulanan dari Bank Indonesia dan BPS. Analisis dilakukan dengan regresi linier bertahap dan pendekatan mediasi. Hasil menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi. Temuan ini tidak sejalan dengan teori kuantitas uang klasik, namun dapat dijelaskan melalui pendekatan teori perilaku konsumen, khususnya konsep budget line, di mana konsumen hanya mampu berbelanja sesuai batas anggaran. Dalam konteks ini, meskipun uang beredar meningkat, daya beli masyarakat tidak serta-merta naik karena pendapatan riil terbatas. Sebagian besar uang tersebut tidak digunakan untuk konsumsi, melainkan habis untuk kebutuhan pokok atau bahkan tersimpan tidak produktif. Penurunan inflasi yang terjadi lebih merefleksikan lemahnya konsumsi masyarakat daripada kestabilan harga yang sehat. Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa distribusi uang yang tidak merata menyebabkan peningkatan uang beredar tidak selalu mendorong inflasi, tetapi justru netral terhadap output dan pertumbuhan. Dalam hal ini, suku bunga riil tidak terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara uang beredar dan inflasi, sehingga pengaruh langsung dari M1 terhadap inflasi tetap dominan. Temuan ini menyiratkan pentingnya peran kebijakan fiskal yang komplementer, seperti subsidi transportasi dan energi, guna merangsang konsumsi masyarakat agar inflasi kembali bergerak dalam zona sehat yang mencerminkan aktivitas ekonomi riil. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi otoritas moneter dalam merancang kebijakan berbasis pemahaman perilaku konsumen dan dinamika distribusi likuiditas di masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kebijakan Moneter Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dengan Inflasi Sebagai Variabel Moderasi Tahun 2013-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris mengenai hubungan antara kebijakan moneter, jumlah uang beredar, suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, serta menganalisis peran pertumbuhan ekonomi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data yang digunakan diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik,kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, ketika dimoderasi oleh pertumbuhan ekonomi, pengaruh jumlah uang beredar terhadap inflasi menjadi negatif dan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat menekan dampak inflasi yang ditimbulkan oleh ekspansi moneter. Di sisi lain, suku bunga berpengaruh positif terhadap inflasi namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang mencerminkan keterbatasan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga dalam perekonomian Indonesia. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi sebagai faktor penyeimbang dalam hubungan antara kebijakan moneter dan inflasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan moneter yang tidak hanya fokus pada pengendalian inflasi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SUKU BUNGA DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DENGAN NILAI TUKAR SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI INDONESIA TAHUN 2013-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suku bunga dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta peran nilai tukar sebagai variabel moderasi selama periode 2013–2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4.0, menggunakan data sekunder triwulanan dari Bank Indonesia, BPS, dan Data Satu Perdagangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (koefisien = -0,021; p-value = 0,603). Sebaliknya, jumlah uang beredar berpengaruh positif dan signifikan (koefisien = 0,742; p-value = 0,000). Uji moderasi menunjukkan bahwa nilai tukar tidak memoderasi hubungan antara suku bunga dan pertumbuhan ekonomi (p-value = 0,157), namun secara signifikan memoderasi pengaruh jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi (p-value = 0,002). Temuan ini menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar berperan penting dalam meningkatkan efektivitas kebijakan moneter, khususnya dalam mengoptimalkan pengaruh jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga (BI Rate) dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi di Indonesia Tahun 2013-2023

2025•

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris pengaruh jumlah uang beredar (M1), suku bunga (BI Rate), dan nilai tukar Rp/USD terhadap inflasi di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan Satu Data Perdagangan Kementrian Republik Indonesia. Berdasarkan perhitungan regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS 26 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Jumlah Uang Beredar (M1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Inflasi di Indonesia, variabel Suku Bunga (BI Rate) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi di Indonesia, variabel Nilai Tukar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Inflasi di Indonesia. Sedangkan secara simultan variabel Jumlah Uang Beredar (M1), Suku Bunga (BI Rate) dan Nilai Tukar berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia. Dengan nilai R-Square sebesar 0,655, artinya variabel Jumlah Uang Beredar (M1), Suku Bunga (BI Rate), dan Nilai Tukar mempengaruhi Inflasi di Indonesia sebesar 65,5% sedangkan sisanya yaitu 34,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan model ini.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Suku Bunga, Produk Domestik Bruto, Harga Emas dan Utang Luar Negeri Terhadap Inflasi Di Indonesia

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH SUKU BUNGA, PRODUK DOMESTIK BRUTO, HARGA EMAS DAN UTANG LUAR NEGERI TERHADAP INFLASI DI INDONESIA Elmalia Devita Jafar Sidik Salim, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Suku Bunga, Produk Domestik Bruto, Harga Emas dan Utang Luar Negeri terhadap Inflasi di Indonesia Periode 2009-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Error Corecction Model (ECM) guna melihat adanya pengaruh jangka panjang dan jangka pendek antara variabel bebas dan variabel terikat. Penelitian ini menghasilkan persamaan Estimasi ECM jangka panjang Yt₁ =1,224170X₁ -0,379440LogX₂ +10,04328LogX₃ +16,89933LogX₄. Hasil persamaan Estimasi ECM jangka pendek DYt₁=2,066829DX₁ 0,385762DLogX₂ +11,93613DLogX₃ +25,03726DLogX₄. Variabel Suku Bunga baik dalam jangka panjang dan jangka pendek berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi, sedangkan variabel Produk Domestik Bruto, Harga Emas dan Utang Luar Negeri baik secara jangka panjang dan jangka pendek tidak berpengaruh terhadap Inflasi. Hasil Koefisien Determinasi (R²) menunjukkan bahwa pada jangka panjang koefisien determinasi sebesar 52% dengan kategori hubungan kuat, jangka pendek determinasi sebesar 48% menunjukkan hubungan korelasi cukup. Kata Kunci: Suku Bunga, Produk Domestik Bruto, Harga Emas, Utang Luar Negeri dan Inflasi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Swasta di Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2019-2023. Faktor-faktor yang dimaksud adalah variabel suku bunga, inflasi, upah minimum kabupaten/kota, dan pengeluaran pemerintah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pooled data yaitu gabungan antara data time series dan cross section dan metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Suku bunga secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara, Inflasi berpengaruh secara parsial positif dan tidak signifikan terhadap investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara, Upah minimum kabupaten/kota secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara, dan Pengeluaran pemerintah secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara. Serta suku bunga, inflasi, upah minimum kabupaten/kota, dan pengeluaran pemerintah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Indikator Moneter Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia TAHUN 2012-2021

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dampak Indikator Moneter Terhadap Pertimbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2012-2021 Junita Tasa Agus Tri Darmawanto, S.E.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeahui dan menganalisis pengaruh Cadangan Devisa, Inflasi, Dan Suku Bunga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 2012-2021 secara parsial dan simultan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh Dari Badan Pusat Statistik Indonesia dalam triwulan dari tahun 2012-2021. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial cadangan devisa (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) di Indonesia dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel, inflasi (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel, suku bunga (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel. Adapun secara simultan variabel cadangan devisa, inflasi, dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan nilai f-hitung lebih besar dari f-tabel, dan diperoleh hasil koefisien determinasi (R2) dengan nilai 0,960 atau sebesar 96,0%. Kata-kata kunci : Cadangan Devisa, Inflasi, Suku Bunga

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN SEKTOR NON CYCLICALS DI BURSA EFEK INDONESIA

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga saham, suku bunga deposito, dan harga emas dunia terhadap IHSG pada sub sektor Non Cyclicals di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data time series bulanan periode Januari 2019 - Desember 2023. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui publikasi bursa efek Indonesia, bank Indonesia,dan sumber lainnya, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada sub sektor Tobacco, harga saham, suku bunga deposito, dan harga emas dunia secara parsial berpengaruh signifikan tehadap IHSG. Pada sub sektor Nondurable Household Product juga harga saham, suku bunga deposito, dan harga emas dunia secara parsial berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Sementara pada sub sektor Food and Beverage, harga saham dan harga emas dunia secara parsial berpengaruh signifikan terhadap IHSG, namun suku bunga deposito tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Secara simultan hasil analisis menunjukkan bahwa harga saham, suku bunga deposito, dan harga emas dunia berpengaruh terhadap IHSG pada sub sektor Tobacco, Nondurable Household Product, dan Food and Beverage.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Bank Umum Di Indonesia

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usaha mikro,kecil dan menengah memegang peranan penting dalam perekonomian global dengan memberikan lapangan kerja, memperkuat perekonomian lokal, mendorong inovasi, mempromosikan pemerataan ekonomi, dan mendukung pertumbuhan melalui penyaluran kredit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, dan Non-Performing Loan (NPL) terhadap penyaluran kredit UMKM di bank umum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik regresi linear berganda. Data sekunder yang digunakan meliputi data inflasi dan suku bunga dari Bank Indonesia, serta data Non-Performing Loan dan Kredit UMKM dari Otoritas Jasa Keuangan, dengan rentang waktu triwulanan 2016-2023.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel suku bunga dan NPL memiliki pengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM, sedangkan variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, inflasi, suku bunga, dan NPL berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis determinan yang mempengaruhi inflasi di indonesia tahun 2015-2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The stability of the economic level can be seen from the low and stable level of inflation. Inflation occurs when the price of goods and services increases continuously over a certain period. The aim of this research was to determine and analyze interest rates, money supply and GDP, food and drink, inflation in Indonesia, sourced from BPS and BI. The data analysis method uses the multiple linear regression method. The results of the research show that the money supply, interest rates, and GDP eating and drinking have a positive and significant effect on inflation. Meanwhile, in the short term, it shows that the money supply, interest rates and GDP, eating and drinking have a negative and insignificant effect on inflation. Then the results of the t test state that the largest variable that influences inflation is the interest rate and the smallest variable that influences inflation is the money supply. To stabilize the inflation rate the government needs to pay attention to policies that can influence inflation so that it remains stable.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Suku Bunga Kredit, Dana Pihak Ketiga, dan Produk Domestik Bruto Terhadap Permintaan Kredit Investasi Pada Bank Umum di Indonesia

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suku bunga kredit, dana pihak ketiga, dan produk domestik bruto pada bank umum di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data penelitian ini dimulai dari tahun 2015 – 2022 secara triwulanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis Regresi Linier Berganda. Dalam hasil penelitian ini diperoleh hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel suku bunga kredit dan produk domestik bruto memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada bank umum di Indonesia, sedangkan untuk variabel dana pihak ketiga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada bank umum di Indonesia. Berdasarkan uji F (simultan) variabel suku bunga kredit, dana pihak ketiga, dan produk domestik bruto memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada bank umum di Indonesia. Selanjutnya diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 0,953 atau sebesar 95,3%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DETERMINAN NERACA PEMBAYARAN INDONESIA PENDEKATAN MODEL ECM TAHUN 2003-2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh suku bunga, nilai tukar, inflasi dan ekspor secara parsial dan simultan dalam jangka panjang dan jangka pendek terhadap neraca pembayaran Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Error Correction Model (ECM) dengan menggunakan data sekunder tahun 2003-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap neraca pembayaran Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Nilai tukar memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap neraca pembayaran Indonesia dalam jangka panjang, namun berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka pendek. Inflasi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap neraca pembayaran Indonesia dalam jangka panjang, namun berpengaruh positif dan tidak signifikan dalam jangka pendek. Ekspor memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap neraca pembayaran Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Kemudian, secara simultan suku bunga, nilai tukar, inflasi dan ekspor tidak berpengaruh signifikan terhadap neraca pembayaran Indonesia dalam jangka panjang, namun berpengaruh signifikan dalam jangka pendek

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Nisbah Bagi Hasil, Suku Bunga Pasar dan Simpanan Tabungan Masyarakat Terhadap Dana Pihak Ketiga Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh dari Nisbah Bagi Hasil, Suku Bunga Pasar dan Simpanan Tabungan Masyarakat terhadap Dana Pihak Ketiga pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan data sekunder berbentuk data tahunan. Sampel yang digunakan berjumlah 10 (sampel) BUS, dengan purposive sampling yang digunakan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi data panel, analisis tipologi klassen, koefisien determinasi (R2), uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil uji signifikansi secara simultan (uji F) menyatakan bahwa variabel nisbah bagi hasil, suku bunga pasar dan simpanan tabungan masyarakat secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dana pihak ketiga. Sedangkan hasil pengujian secara parsial (uji T) nisbah bagi hasil berpengaruh signifikan terhadap dana pihak ketiga dengan nilai signifikan sebesar 0,00000,05. Suku bunga pasar tidak bepengaruh signifikan terhadap dana pihak ketiga dengan nilai signifikan sebesar 0,2316>0,05. Simpanan tabungan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap dana pihak ketiga dengan nilai signifikan sebesar 0,00160,05. Dan R2 sebesar 98,57%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel independen memiliki pengaruh sebesar 98,57% terhadap variabel dependen, sedangkan sisa nya sebesar 1,43% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model regresi. Hasil analisis pola sebaran tahun 2016 dan 2018 memberikan gambaran tipologi klassen terbagi menjadi tiga dan empat kuadran yaitu Kuadran I (Berkembang Pesat), Kuadaran II (Berkembang Pesat Tetapi Beresiko), Kuadran III (Kurang Berkembang Pesat & Minim Risiko) dan Kuadran IV (Tidak Berkembang Pesat & Beresiko). Pada tahun 2020 terbagi menjadi dua kuadran yaitu Kuadran I (Berkembang Pesat) dan Kuadran IV (Tidak Berkembang Pesat & Beresiko).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Suku Bunga terhadap Pendapatan Nasional melalui Investasi sebagai Variabel Intervening

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suku bunga terhadap pendapatan nasional melalui investasi sebagai variabel intervening. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Data penelitian ini dimulai dari tahun 2013-2021 secara triwulanan. Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 21. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Jalur (Path Analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan nasional, terdapat hubungan suku bunga dengan investasi yang berpengaruh negatif dan signifikan, adapun hubungan suku bunga dengan penanaman modal asing berpengaruh negatif dan signifikan, selain itu hubungan antara suku bunga dengan penanaman modal dalam negeri berpengaruh negatif dan signifikan. Suku bunga dan investasi total secara keseluruhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nasional di Indonesia sebesar 95,2%, pengaruh suku bunga dan penanaman modal asing berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nasional sebesar 78,7% dan pengaruh suku bunga dan penanaman modal dalam negeri berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nasional sebesar 96,4%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis pengaruh suku bunga, harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap indeks harga saham gabungan di bursa efek Indonesia tahun 2000-2012

2023•

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh suku bunga, harga emas dunia, dan nilai tukar rupiah terhadap indeks harga saham gabungan di bursa efek Indonesia tahun 2000-2021 dalam hubungan jangka pendek maupun jangka panjang, baik secara parsial maupun simultan. penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yang merupakan data time series per kuartal dalam rentang waktu mulai tahun 2000 hingga 2021 yang dikumpulkan dengan menggunakan studi Pustaka melalui website Bank Indonesia, dan Kitco Metals. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis dengan Estimasi Error Correction Model (ECM). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan aplikasi E-views 12 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial) bahwa Suku Bunga(X1), Harga Emas Dunia(X2) secara jangka pendek tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Indeks Harga Saham Gabungan, sedangkan jangka panjang Suku Bunga(X1), Harga Emas Dunia(X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel Indeks Harga Saham Gabungan dan untuk Nilai Tukar Rupiah dalam jangka pendek maupun jangka panjang berpengaruh signifikan terhadap variabel Indeks Harga Saham Gabungan Berdasarkan hasil f (simultan) bahwa variabel Suku Bunga(X1), Harga Emas Dunia(X2), dan Nilai Tukar Rupiah(X3) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang dengan tingkat signifikan ɑ=5% terhadap variabel dependen Harga Saham Gabungan(Y).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi di Indonesia periode 2002-2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh variabel jumlah uang beredar, suku bunga dan nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia periode 2002-2021. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis data dalam penenlitian ini adalah menggunakan data sekunder yang merupakan data time series pertahun dalam rentang waktu 20 tahun dari tahun 2002 sampai 2021 yang di kumpulkan dengan menggunakan studi pustka melalui website Badan Pusat statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Penelitian ini di lakukan di Negara Kesataun Republik Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis dengan Estimasi Error Corection Model (ECM) yang terdiri dari uji Stationer (Uji Akar-Akar, Uji Integritas dan Uji kointegritas) dan Analisis Error Corection Model (ECM) ssebagai pengujian hipotesis (Uji T dan Uji F). dalam penelitian ini peneliti menggunakan aplikasi E-views 9 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial) bahwa jumlah uang beredar dan nilai tukar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia sedangkan suku bunga memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia. Berdasarkan hasil uji F (simultan) bahwa variabel Jumlah uang beredar, suku bunga dan nilai tukar secara Bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Investasi, Suku Bunga dan Produk Domestik Regional Bruto Terhadap Kredit Sektor Keuangan Di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK INVESTASI,SUKU BUNGA,PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP KREDIT SEKTOR KEUANGAN DI KOTA TARAKAN Jeni Arni Bernadeth Y.P. Br. Simangunsong, S.E.,M.Si. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui seberapa besar pengaruh dari investasi penanaman modal dalam negeri, suku bunga pinjaman, dan produk domestik regional bruto sektor keuangan terhadap kredit yang diberikan bank pada sektor keuangan di kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian menggunakan data sekunder dan data time series 2006-2021. Berdasarkan hasil dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh investasi penanaman modal dalam negeri terhadap kredit dengan nilai t hitung investasi penanaman modal dalam negeri t tabel (-1,466 2,048). Kemudian bahwa suku bunga pinjaman terhadap kredit menunjukkan nilai t hitung tingkat suku bunga pinjaman t tabel (-3,953 > 2,048) . Selanjutnya bahwa pengaruh produk domestik regional bruto sektor keuangan terhadap pinjaman kredit menunjukkan nilai t hitung Produk domestik regional bruto sektor keuangan t tabel (3,140 >2,048) .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH NILAI EKSPOR NETO, INFLASI DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DI INDONESIA PERIODE 2016-2019

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai ekspor neto, inflasi dan tingkat suku bunga terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat tahun, mulai dari tahun 2016-2019. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa runtun waktu (Time Series) selama 48 bulan yakni dari bulan Januari 2016 sampai dengan bulan Desember 2019 dengan objek nilai tukar rupiah di Indonesia. Merode alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukkan bahwa nilai ekspor neto berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar, dengan nilai t hitung X1 (-3,493) > t tabel (2,01537) dan nilai sig. X1 (0,001) α (0,05). Inflasi berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar, dengan nilai t hitung X2 (-2,974) > t tabel (2,01537) dan nilai sig. X2 (0,001) α (0,05). Suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Tukar, dengan nilai t hitung X3 (1,468) t tabel (2.01537) dan nilai sig. X3 (0,149) > α (0,05). Secara simultan terdapat pengaruh antara nilai ekspor neto, inflasi dan suku bunga terhadap nilai tukar, dengan nilai F hitung (10,414) > F tabel (2,82) dan nilai sig. F hitung (0,000) α (0,05). Dan diperoleh hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,415 atau 41,5 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 41,5 persen nilai tukar dipengaruhi oleh nilai ekspor neto, inflasi dan suku bunga. Sedangkan, sisanya sebesar 58,5 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail