ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, investasi dan pengeluaran pemerintah terhadap penurunan pengangguran dan kemiskinan di Kalimantan Utara secara Parsial dan Simultan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder meliputi Pertumbuhan Ekonomi, Investasi, Pengeluaran Pemerintah, Pengangguran dan Kemiskinan Tahun 2017-2023 di Kabupaten/Kota, Provinsi Kalimantan Utara yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Kementrian Investasi BKPM, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Hasil Perhitungan data yang digunakan dengan Aplikasi E-Views 10. Maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Investasi berpengaruh secara signifikan terhadap Penurunan Pengangguran dan Kemiskinan sedangkan variabel Pertumbuhan Ekonomi dan Pengeluaran Pemerintah tidak berpengaruh terhadap Penurunan Pengangguran dan Kemiskinan di Kalimantan Utara. Secara Simultan variabel Pertumbuhan Ekonomi, Investasi dan Pengeluaran Pemerintah berpengaruh signifikan terhadap Pengangguran dan Kemiskinan di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tenaga kerja dapat menstimulus upah minimum kabupaten/kota secara parsial dan simultan di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2022. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan data sekunder dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2022. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) pertumbuhan ekonomi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap upah minimum kabupaten/kota pada tahun 2016-2022. 2) Inflasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap upah minimum kabupaten/kota. 3) Tenaga kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap UMK di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2022. 4) Secara simultan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap upah minimum kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2016-2022. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tenaga kerja mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel upah minimum kabupaten/kota sebesar 76,98%. Sedangkan sisanya sebesar 23,02% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk model dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan Kemiskinan Terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2015-2022. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan utara. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel dengan menggunakan Program E-Views 10 maka hasil yang di peroleh secara parsial variabel pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja Provinsi Kalimantan Utara dilihat dengan nilai thitung lebih kecil dibandingkan dengan ttabel (1,078156 1,68709), Jumlah kemiskinan berpengaruh terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja Provinsi Kalimantan Utara dengan melihat nilai dari thitung lebih kecil dari nilai ttabel (0,929168 1,68709). Adapun secara simultan dari variabel pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan memiliki pengaruh terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja Provinsi Kalimantan Utara dengan melihat dari nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (1,539497 3,25). Selanjutnya diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 0,768%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tana Tidung dengan data penlitian dari tahun 2011 sampai 2021. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan penelitian kepustakaan. Anailis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Infrastruktur Jalan dan Pertumbuhan Ekonomi, menggambarkan hubungan yang sangat lemah terhadap infrastruktur jalan hal ini dapat disebabkan kemungkinan adanya faktor eksternal tertentu yang memiliki dampak lebih dominan pada pertumbuhan ekonomi daerah dari pada Infrastruktur Jalan. Infrastruktur Listrik dan Pertumbuhan Ekonomi menunjukkan bahwa kualitas infrastruktur listrik memiliki hubungan lemah terhadap pertumbuhan ekonomi hal ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain yang memengaruhi hubungan antara infrastruktur listrik dan pertumbuhan ekonomi, seperti regulasi, kebijakan energi, atau tingkat konsumsi energi yang ada, walaupun dengan infrastruktur listrik yang baik dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran Pemerintah dan Pertumbuhan Ekonomi, menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah memiliki hubungan sangat lemah terhadap pertumbuhan ekonomi hal ini disebabkan ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi hubungan antara kedua variabel ini, dan korelasi yang lemah mungkin disebabkan oleh adanya variabel lain yang tidak diukur dalam analisis.