Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Infrastruktur jalan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH INFRASTRUKTUR JALAN, BELANJA MODAL DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN NUNUKAN 2014-2023

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infrastruktur jalan, belanja modal, dan tenaga kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Nunukan selama periode 2014-2023. Metode yang di gunakan adalah kuantitatif dengan jenis data sekunder yang diperoleh dari badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Nunukan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 26. hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur jalan dan tenaga kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, dengan koefisien masing-masing 0,225 (p-value 0,001) untuk infrastruktur jalan dan 0,415 (p-value 0,002) untuk tenaga kerja. Sebaliknya, belanja modal ternyata tidak berpengaruh terhadap PDRB, dengan koefisien -0,065 (p-value 0,006). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan sangat baik untuk menjelaskan variasi PDRB, dengan nilai F-statistic 140,634 (Prob(F-statistic) 0,000). Temuan ini menunjukan pentingnya pengembangan infrastruktur dan kualitas tenaga kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan daerah sebaiknya berfokus pada peningkatan infrastruktur jalan serta peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DALAM PEMBENTUKAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui kriteria efektifitas investasi infrastruktur jalan dan infrastruktur pelabuhan dalam pembentukan PDRB di Kabupaten Bulungan. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2017-2021. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek penelitian yaitu investasi infrastruktur transportasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Berdasarkan hasil analisis ICOR, nilai rata-rata ICOR di Kabupaten Bulungan untuk investasi infrastruktur jalan dengan menggunakan PDRB sektor transportasi atas dasar harga berlaku sebesar 7,18 dan 0,28 untuk investasi infrastrukur pelabuhan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk investasi infrastruktur jalan tidak efektif dan investasi infrastruktur pelabuhan efektif dalam pembentukan PDRB sektor transportasi Kabupaten Bulungan. Kemudian untuk nilai rata-rata ICOR di Kabupaten Bulungan untuk investasi infrastruktur jalan dengan menggunakan PDRB sektor transportasi atas dasar harga konstan sebesar 0,02 dan 0,06 untuk investasi infrastrukur pelabuhan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk investasi infrastruktur jalan efektif dan investasi infrastruktur pelabuhan efektif dalam pembentukan PDRB sektor transportasi Kabupaten Bulungan. Untuk investasi infrastruktur jalan dan pelabuhan dengan menggunakan PDRB atas dasar harga berlaku rata-rata nilai ICOR sebesar 27,09 dan 1,70, artinya untuk meningkatkan 1 unit output maka dibutuhkan tambahan modal sebesar Rp.27,09 untuk investasi infrastruktur jalan dan Rp.1,70 untuk investasi infrastruktur pelabuhan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk investasi infrastruktur jalan tidak efektif dan investasi infrastruktur pelabuhan efektif dalam pembentukan PDRB Kabupaten Bulungan. Kemudian untuk investasi infrastruktur jalan dan pelabuhan dengan menggunakan PDRB atas dasar harga konstan rata-rata nilai ICOR sebesar -102,93 dan -1,65. Artinya, kemungkinan penanaman modal yang terjadi pada tahun 2020 belum menghasilkan output secara optimal, atau bisa dikatakan penanaman investasi yang ditanamkan belum/tidak efektif dalam pembentukan PDRB Kabupaten Bulungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN INFRASTRUKTUR JALAN, INFRASTRUKTUR LISTRIK DAN PENGELUARAN PEMERINTAH DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN TANA TIDUNG

2023•

Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tana Tidung dengan data penlitian dari tahun 2011 sampai 2021. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan penelitian kepustakaan. Anailis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Infrastruktur Jalan dan Pertumbuhan Ekonomi, menggambarkan hubungan yang sangat lemah terhadap infrastruktur jalan hal ini dapat disebabkan kemungkinan adanya faktor eksternal tertentu yang memiliki dampak lebih dominan pada pertumbuhan ekonomi daerah dari pada Infrastruktur Jalan. Infrastruktur Listrik dan Pertumbuhan Ekonomi menunjukkan bahwa kualitas infrastruktur listrik memiliki hubungan lemah terhadap pertumbuhan ekonomi hal ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain yang memengaruhi hubungan antara infrastruktur listrik dan pertumbuhan ekonomi, seperti regulasi, kebijakan energi, atau tingkat konsumsi energi yang ada, walaupun dengan infrastruktur listrik yang baik dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran Pemerintah dan Pertumbuhan Ekonomi, menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah memiliki hubungan sangat lemah terhadap pertumbuhan ekonomi hal ini disebabkan ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi hubungan antara kedua variabel ini, dan korelasi yang lemah mungkin disebabkan oleh adanya variabel lain yang tidak diukur dalam analisis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN INFRASTRUKTUR JALAN, AIR DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan infrastruktur jalan, air, dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan. Data penelitian ini menggunakan data sekunder, dalam melihat hubungan infarstruktur panjang jalan, air bersih pada industri, dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan 2015-2020. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi berganda, uji statistik (uji F dan koefisien korelasi) dengan diolah mengunakan SPSS 16. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh infrastruktur jalan, pada variabel panjang jalan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan, pengaruh infrastruktur air, pada variabel air bersih tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan, dan pengaruh indeks pembangunan manusia (IPM), pada variabel juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhn ekonomi di Kota Tarakan. Kata kunci: infrastruktur jalan, infrastruktur air, indek pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH INFRASTRUKTUR JALAN, KETENAGAKERJAAN, PENGELUARAN PEMERINTAH, KEMISKINAN, DAN PENGELUARAN NON MAKANAN TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA TARAKAN (TAHUN 2010-2019)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh infrastruktur jalan, ketenagakerjaan, pengeluaran pemerintah, kemiskinan, dan pengeluaran non makanan terhadap kesejahteraan masyarakat di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan model persamaan Y = 8,204 + 0,00004299 X1 + 0,001 X2 + 0, 000000000006302 X3 – 0,890 X4 + 0, 0000004609 X5 + e. Secara parsial variabel infrastruktur jalan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat thitung X1 (1,494) ttabel (2,131), variabel ketenagakerjaan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat thitung X2 (4,889) > ttabel (2,131), variabel pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat thitung X3 (1,906) ttabel (2,131), variabel kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat thitung X4 (-2,161) ttabel (2,131), dan variabel pengeluaran non makanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat thitung X5 (0,969) ttabel (2,131). Secara simultan variabel infrastruktur jalan, ketenagakerjaan, pengeluaran pemerintah, kemiskinan, dan pengeluaran non makanan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan melihat Fhitung (34,542) > Ftabel (6,26). Kemudian diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,977 atau sebesar 97,7%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel infrastruktur jalan, ketenagakerjaan, pengeluaran pemerintah, kemiskinan, dan pengeluaran non makanan mampu menjelaskan naik turunnya variabel kesejahteraan masyarakat sebesar 97,7% sedangkan sisanya 2,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada di dalam model regresi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail