BookOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penelitan ini berjdudul Kepatuhan Wajib Pajak Restoran dalam Pelaporan Pajak Daerah di Kabupaten Malinau. Dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Tingkat kepatuhan wajib pajak restoran dalam pelaporan pajak di kabupaten Malinau dan Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak restoran di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif dan empriris, merupakan dua pendekatan berbeda. Penelitian normatif menelaah norma, aturan, dan prinsip hukum. Sementara itu, penelitian empiris (sosiologis) mengkaji bagaimana hukum bekerja dalam masyarakat melalui data primer, seperti wawancara, observasi langsung, serta bukti perilaku manusia dan arsip. Implementasi pajak restoran di Kabupaten Malinau dilaksanakan berdasarkan Perda Kabupaten Malinau Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang mewajibkan usaha restoran memungut pajak dari konsumen dengan tarif maksimal 10% dari nilai transaksi. Pelaku usaha wajib mencatat omzet, melaporkan, dan menyetorkan pajak secara berkala ke kas daerah. Pemerintah daerah melalui BPKD melakukan sosialisasi, pembinaan, serta pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kendala yang dihadapi wajib pajak restoran dalam pelaporan pajak di Kabupaten Malinau antara lain masih rendahnya pemahaman pelaku usaha terhadap ketentuan dan tata cara pelaporan pajak, khususnya bagi usaha kecil dan menengah. Selain itu, banyak restoran yang belum melakukan pencatatan omzet secara tertib dan sistematis, sehingga menyulitkan perhitungan pajak yang harus dilaporkan. Kendala lain meliputi keterlambatan pelaporan akibat rendahnya kesadaran kepatuhan pajak serta keterbatasan kemampuan dalam menggunakan sistem administrasi atau pelaporan pajak, baik secara manual maupun elektronik, yang berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pelaporan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitan ini berjdudul Kepatuhan Wajib Pajak Restoran dalam Pelaporan Pajak Daerah di Kabupaten Malinau. Dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Tingkat kepatuhan wajib pajak restoran dalam pelaporan pajak di kabupaten Malinau dan Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak restoran di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif dan empriris, merupakan dua pendekatan berbeda. Penelitian normatif menelaah norma, aturan, dan prinsip hukum. Sementara itu, penelitian empiris (sosiologis) mengkaji bagaimana hukum bekerja dalam masyarakat melalui data primer, seperti wawancara, observasi langsung, serta bukti perilaku manusia dan arsip. Implementasi pajak restoran di Kabupaten Malinau dilaksanakan berdasarkan Perda Kabupaten Malinau Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang mewajibkan usaha restoran memungut pajak dari konsumen dengan tarif maksimal 10% dari nilai transaksi. Pelaku usaha wajib mencatat omzet, melaporkan, dan menyetorkan pajak secara berkala ke kas daerah. Pemerintah daerah melalui BPKD melakukan sosialisasi, pembinaan, serta pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kendala yang dihadapi wajib pajak restoran dalam pelaporan pajak di Kabupaten Malinau antara lain masih rendahnya pemahaman pelaku usaha terhadap ketentuan dan tata cara pelaporan pajak, khususnya bagi usaha kecil dan menengah. Selain itu, banyak restoran yang belum melakukan pencatatan omzet secara tertib dan sistematis, sehingga menyulitkan perhitungan pajak yang harus dilaporkan. Kendala lain meliputi keterlambatan pelaporan akibat rendahnya kesadaran kepatuhan pajak serta keterbatasan kemampuan dalam menggunakan sistem administrasi atau pelaporan pajak, baik secara manual maupun elektronik, yang berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pelaporan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi pada UMKM Batik Anggun Luasau serta mengevaluasi kesesuaian metode yang digunakan dengan pendekatan Job Order Costing. UMKM Batik Anggun Luasau merupakan usaha mikro yang memproduksi berbagai jenis batik, dengan salah satu produk utamanya adalah batik cap. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, ditemukan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh UMKM ini belum mencakup seluruh komponen biaya produksi, melainkan hanya memperhitungkan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dianalisis meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik baik yang bersifat variabel maupun tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh UMKM Batik Anggun Luasau menghasilkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan perhitungan menggunakan metode Job Order Costing. Perbedaan tersebut disebabkan oleh belum dimasukkannya seluruh elemen biaya produksi, khususnya biaya overhead pabrik kedalam perhitungan harga pokok produksinya. Perbedaan perhitungan harga pokok produksi tersebut berpengaruh pada harga jual, dimana dengan metode job order costing menghasilkan harga jual yang lebih tinggi dari pada metode yang dilakukan oleh UMKM Batik Anggun Luasau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi pada UMKM Batik Anggun Luasau serta mengevaluasi kesesuaian metode yang digunakan dengan pendekatan Job Order Costing. UMKM Batik Anggun Luasau merupakan usaha mikro yang memproduksi berbagai jenis batik, dengan salah satu produk utamanya adalah batik cap. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, ditemukan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh UMKM ini belum mencakup seluruh komponen biaya produksi, melainkan hanya memperhitungkan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dianalisis meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik baik yang bersifat variabel maupun tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh UMKM Batik Anggun Luasau menghasilkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan perhitungan menggunakan metode Job Order Costing. Perbedaan tersebut disebabkan oleh belum dimasukkannya seluruh elemen biaya produksi, khususnya biaya overhead pabrik kedalam perhitungan harga pokok produksinya. Perbedaan perhitungan harga pokok produksi tersebut berpengaruh pada harga jual, dimana dengan metode job order costing menghasilkan harga jual yang lebih tinggi dari pada metode yang dilakukan oleh UMKM Batik Anggun Luasau.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa menggunakan media Augmented Reality dalam meningkatkan pemahaman kosakata tentang mendeskripsikan binatang. Subjek penelitian ini adalah 26 siswa dari kelas 7-6 tahun ajaran 2021/2022 dengan menggunakan metode Pre-experiment. Penelitian ini menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Pemilihan sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrument tersebut adalah tes kosakata dalam pretest dan posttest untuk mengukur pencapaian siswa dalam proses pembelajaran selama treatments. Pengujian hipotesis menggunakan Uji Parametric Paired Sample T-test. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-test menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pretest dan posttest. Ini dibuktikan dengan hasil skor rata-rata siswa. Nilai rata-rata dalam pretest adalah 53,12 dan nilai rata-rata pada posttest adalah 72,81. Skor rata-rata pada posttest lebih tinggi dari pretest. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari pencapaian penguasaan kosakata siswa pada pretest dan posttest. Selain itu, nilai N Gain pada pre-test and post-test menunjukkan 0.42 dikategorikan Normal. Selanjutnya, hasil dari uji-t sampel berpasangan menunjukkan bahwa -t-test (-7,010) lebih kecil dari -t-table (-2,060). Berdasarkan hasil uji tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan media Augmented Reality terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar pemahaman kosakata dalam mendeskripsikan binatang di kelas tujuh SMP Negeri 7 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa menggunakan media Augmented Reality dalam meningkatkan pemahaman kosakata tentang mendeskripsikan binatang. Subjek penelitian ini adalah 26 siswa dari kelas 7-6 tahun ajaran 2021/2022 dengan menggunakan metode Pre-experiment. Penelitian ini menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Pemilihan sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrument tersebut adalah tes kosakata dalam pretest dan posttest untuk mengukur pencapaian siswa dalam proses pembelajaran selama treatments. Pengujian hipotesis menggunakan Uji Parametric Paired Sample T-test. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-test menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pretest dan posttest. Ini dibuktikan dengan hasil skor rata-rata siswa. Nilai rata-rata dalam pretest adalah 53,12 dan nilai rata-rata pada posttest adalah 72,81. Skor rata-rata pada posttest lebih tinggi dari pretest. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari pencapaian penguasaan kosakata siswa pada pretest dan posttest. Selain itu, nilai N Gain pada pre-test and post-test menunjukkan 0.42 dikategorikan Normal. Selanjutnya, hasil dari uji-t sampel berpasangan menunjukkan bahwa -t-test (-7,010) lebih kecil dari -t-table (-2,060). Berdasarkan hasil uji tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan media Augmented Reality terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar pemahaman kosakata dalam mendeskripsikan binatang di kelas tujuh SMP Negeri 7 Tarakan.