ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lebah kelulut, termasuk dalam kategori hasil hutan bukan kayu (HHBK), dimana lebah kelulut merupakan salah satu spesies serangga dalam kelas Insecta. Mereka adalah anggota dari Ordo Hymenoptera dan tergolong dalam keluarga Apidae. Lebah kelulut memiliki ukuran tubuh yang kecil dan merupakan serangga penghasil madu yang penting dalam proses penyerbukan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari. Metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti. Dan adapun key informan dalam penelitian ini yaitu anggota kelompok tani hutan tiran lestari. Dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan focus group discussion. Analisis data yang digunakan untuk menjawab variabel yang berpengaruh terhadap keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari adalah analisis Micmac. Dan hasil yang didapatkan berdasarkan analisis Micmac dimana untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi keberlanjutan agroforestri madu kelulut dikelompok tani hutan tiran lesatari yaitu variabel yang memiliki pengaruh (influence) terhadap keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari adalah teknologi, harga madu kelulut, dan kualitas madu kelulut. Untuk variabel yang memiliki ketergantungan (dependence) pada keberlanjutan agroforestri madu kelulut adalah variabel pembinaan penyuluh kehutanan, pakan lebah kelulut musiman, dan kualitas madu kelulut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Keragaman jenis output yang dihasilkan agroforestri dianggap mampu mengatasi permasalahan dalam hal pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, kelayakan finansial dan faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan agroforestri milik Bapak Zulkipli. Metode yang digunakan untuk tujuan analisis kelayakan finansial terdiri atas Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit-Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), dan Analyze Payback Period (APP). Sedangkan metode untuk menjawab faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan agroforestri dengan analisis micmac. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Dari hasil analisis kelayakan finansial, pendapatan yang akan diperoleh selama 15 tahun pengelolaan agroforestri komponen bebek sebesar Rp. 271.448.525, komponen lebah kelulut sebesar Rp. 16.412.256 dan komponen kayu putih sebesar Rp. 66.581.673. Nilai NPV komponen bebek sebesar Rp. 763,352.527 > 1, lebah kelulut sebesar Rp. 34.940.031 > 1 dan kayu putih sebesar Rp. 434.776.915 > 1, maka agroforestri layak dijalankan. Net B/C komponen bebek 39,13 > 1, lebah kelulut 2,67> 1 dan kayu putih 22,41 > 1, maka usaha agroforestri layak dijalankan. Gross B/C komponen bebek 5,16 >1, lebah kelulut 1,33 >1 dan kayu putih 2,67 > 1, maka usaha layak dijalankan. IRR komponen bebek 42% > 8%, lebah kelulut 31% > 8% dan kayu putih 42% > 8% maka usaha agroforestri akan mengalami peningkatan usaha. Payback Period komponen bebek selama 1 tahun, lebah kelulut selama 7 tahun 4 bulan dan kayu putih selama 1 tahun 9 bulan. Dari hasil kelayakan yang diperoleh, faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan agroforestri di antaranya infrastruktur, kelembagaan, modal teknologi tepat guna, stakeholder, tingkat pendidikan petani, pengalaman petani hutan, pendampingan terhadap petani hutan, harga produk, perluasan pasar distribusi, kualitas produk dan nilai tambah.