Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas unggulan perikanan budidaya bernilai ekonomi tinggi di pasar ekspor. Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memiliki lahan tambak tradisional terluas di Indonesia (±94.030,64 ha), namun produktivitasnya menurun drastis dari 300–400 kg/ha/siklus sebelum 2003 menjadi 25–70 kg/ha/siklus pada 2022, jauh di bawah standar Permen KP No. 75 Tahun 2016 (100–300 kg/ha/siklus). Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi aktual udang windu serta mengidentifikasi praktik manajemen budidaya pada sistem tambak tradisional di Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan Januari–Maret 2026 di tambak tradisional Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 350 responden yang dipilih secara purposive sampling dari 2.596 pembudidaya tambak yang tercatat, mencakup aspek karakteristik responden, kepemilikan tambak, proses budidaya, produksi aktual, kualitas air dan tanah, pengelolaan mangrove, biaya produksi, serta kendala utama. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (52,3%) berusia 30–50 tahun dengan rata-rata pengalaman bertambak 21,2 tahun, seluruhnya (100%) mengelola lahan milik sendiri rata-rata seluas 12,1 hektar. Tingkat produksi aktual rata-rata 50–60 kg/ha/siklus dengan sistem bersifat ekstensif, mengandalkan pakan alami dan pasang surut tanpa aerasi maupun pakan buatan. Kualitas air dan tanah tambak, serangan penyakit terutama White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Monodon Baculovirus (MBV) serta pengelolaan mangrove merupakan faktor penentu produksi utama. Pembudidaya yang melakukan penanaman mangrove menunjukkan produktivitas lebih tinggi. Kendala utama meliputi degradasi kualitas tanah dan air, serangan penyakit, keterbatasan modal, dan rendahnya adopsi teknologi. Sistem budidaya tambak tradisional udang windu di Kabupaten Bulungan masih berproduktivitas rendah akibat ketergantungan penuh pada faktor alam dan minimnya penerapan teknologi. Peningkatan produktivitas memerlukan perbaikan manajemen kualitas tanah dan air, penguatan biosekuriti, integrasi silvofishery berbasis mangrove, serta dukungan penyuluhan dan akses teknologi yang berkelanjutan.
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas unggulan perikanan budidaya bernilai ekonomi tinggi di pasar ekspor. Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memiliki lahan tambak tradisional terluas di Indonesia (±94.030,64 ha), namun produktivitasnya menurun drastis dari 300–400 kg/ha/siklus sebelum 2003 menjadi 25–70 kg/ha/siklus pada 2022, jauh di bawah standar Permen KP No. 75 Tahun 2016 (100–300 kg/ha/siklus). Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi aktual udang windu serta mengidentifikasi praktik manajemen budidaya pada sistem tambak tradisional di Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan Januari–Maret 2026 di tambak tradisional Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 350 responden yang dipilih secara purposive sampling dari 2.596 pembudidaya tambak yang tercatat, mencakup aspek karakteristik responden, kepemilikan tambak, proses budidaya, produksi aktual, kualitas air dan tanah, pengelolaan mangrove, biaya produksi, serta kendala utama. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (52,3%) berusia 30–50 tahun dengan rata-rata pengalaman bertambak 21,2 tahun, seluruhnya (100%) mengelola lahan milik sendiri rata-rata seluas 12,1 hektar. Tingkat produksi aktual rata-rata 50–60 kg/ha/siklus dengan sistem bersifat ekstensif, mengandalkan pakan alami dan pasang surut tanpa aerasi maupun pakan buatan. Kualitas air dan tanah tambak, serangan penyakit terutama White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Monodon Baculovirus (MBV) serta pengelolaan mangrove merupakan faktor penentu produksi utama. Pembudidaya yang melakukan penanaman mangrove menunjukkan produktivitas lebih tinggi. Kendala utama meliputi degradasi kualitas tanah dan air, serangan penyakit, keterbatasan modal, dan rendahnya adopsi teknologi. Sistem budidaya tambak tradisional udang windu di Kabupaten Bulungan masih berproduktivitas rendah akibat ketergantungan penuh pada faktor alam dan minimnya penerapan teknologi. Peningkatan produktivitas memerlukan perbaikan manajemen kualitas tanah dan air, penguatan biosekuriti, integrasi silvofishery berbasis mangrove, serta dukungan penyuluhan dan akses teknologi yang berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan E-Tilang dan kendala dalam penindakan pelanggaran yang tidak menggunakan helm di Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hukum empiris dengan objek kajian pada polisi satuan lalu lintas Kota Tarakan dan masyarakat yang tidak menggunakan helm. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data skunder akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Selanjutnya dideskripsikan dengan memberikan gambaran secara jelas tentang memaparkan fakta-fakta yang ada di lapangan terkait penelitian ini. Pada penelitian ini penulis memilih lokasi di Kota Tarakan terkhusus jalan yang padat lalu lintas dan termasuk titik terpasangnya kamera E-Tilang, yaitu di Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan Mulawarman dan Jalan Jenderal Sudirman. Berdasarkan hasil penelitian , maka penulis menyimpulkan bahwa penanggulangan pelanggaran bagi pengendara yang tidak menggunakan helm di Kota Tarakan belum efektif. Hasil wawancara bersama Operator E-Tilang Satlantas Polres Tarakan, menunjukan penanganan pelanggar dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun terdapat 341 pelanggar yang ditindak lanjut. Akan tetapi hasil penelitian lapangan sesuai dengan titik lokasi yang tertangkap kamera E-Tilang, yaitu dalam satu bulan terdapat 1.350 pelanggar yang tidak menggunakan helm. hal ini menunjukan bahwa tindakan dari pihak kepolisian masih kurang dalam menangani pelanggaran helm di Kota Tarakan dan karena ketidak tegasan pihak kepolisian membuat masyarakat Kota Tarakan juga terus-terusan melakukan pelanggaran yang sama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan E-Tilang dan kendala dalam penindakan pelanggaran yang tidak menggunakan helm di Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hukum empiris dengan objek kajian pada polisi satuan lalu lintas Kota Tarakan dan masyarakat yang tidak menggunakan helm. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data skunder akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Selanjutnya dideskripsikan dengan memberikan gambaran secara jelas tentang memaparkan fakta-fakta yang ada di lapangan terkait penelitian ini. Pada penelitian ini penulis memilih lokasi di Kota Tarakan terkhusus jalan yang padat lalu lintas dan termasuk titik terpasangnya kamera E-Tilang, yaitu di Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan Mulawarman dan Jalan Jenderal Sudirman. Berdasarkan hasil penelitian , maka penulis menyimpulkan bahwa penanggulangan pelanggaran bagi pengendara yang tidak menggunakan helm di Kota Tarakan belum efektif. Hasil wawancara bersama Operator E-Tilang Satlantas Polres Tarakan, menunjukan penanganan pelanggar dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun terdapat 341 pelanggar yang ditindak lanjut. Akan tetapi hasil penelitian lapangan sesuai dengan titik lokasi yang tertangkap kamera E-Tilang, yaitu dalam satu bulan terdapat 1.350 pelanggar yang tidak menggunakan helm. hal ini menunjukan bahwa tindakan dari pihak kepolisian masih kurang dalam menangani pelanggaran helm di Kota Tarakan dan karena ketidak tegasan pihak kepolisian membuat masyarakat Kota Tarakan juga terus-terusan melakukan pelanggaran yang sama.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh harga, kualitas pelayanan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian melalui media sosial Instagram pada Rumah Masker Tarakan dengan total 210 responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen pernyataan kuesioner (angket). Pengukuran variabel pada penelitian ini menggunakan skala Likert. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan harga tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, serta kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh harga, kualitas pelayanan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian melalui media sosial Instagram pada Rumah Masker Tarakan dengan total 210 responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen pernyataan kuesioner (angket). Pengukuran variabel pada penelitian ini menggunakan skala Likert. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan harga tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, serta kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
ABSTRAK Desa Gunung Putih menjual buah kelapa tua dan buah kelapa muda dengan harga rendah, tanpa mengolah nira menjadi gula kelapa nilai jual buah kelapa sangat rendah. Selain itu, usaha skala rumah tangga gula kelapa bapak Imam Ahmadi juga tidak memiliki pembukuan tentang biaya-biaya yang dikeluarkan saat melakukan proses produksi sehingga, bapak Imam Ahmadi tidak mengetahui pasti persentase keuntungan yang diperoleh dari modal yang dikeluarkan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1). Bagaimanakah proses produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi, 2). Berapakah nilai profitabilitas produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi, 3). Berapakah nilai tambah produk gula kelapa gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi. Lokasi penelitian di RT 20 Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja. Metode penentuan sampel dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling). Jenis data dalam penelitian yaitu data kualitatif dan data kuantitaif. Berdasarkan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu koesioner dan dokumentasi. Proses produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak meliputi penyiapan bahan, alat, proses pengolahan meliputi penyadapan nira, pemasakan, pencetakan dan pengemasan gula kelapa. Nilai profitabilitas produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak selama satu bulan produksi sebesar 2,30%>0 kriteria menguntungkan. Nilai tambah produk gula kelapa gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi menggunakan metode hayami selama satu bulan proses produksi sebesar Rp.364,200 maka dapat memberikan nilai tambah (positif).
ABSTRAK Desa Gunung Putih menjual buah kelapa tua dan buah kelapa muda dengan harga rendah, tanpa mengolah nira menjadi gula kelapa nilai jual buah kelapa sangat rendah. Selain itu, usaha skala rumah tangga gula kelapa bapak Imam Ahmadi juga tidak memiliki pembukuan tentang biaya-biaya yang dikeluarkan saat melakukan proses produksi sehingga, bapak Imam Ahmadi tidak mengetahui pasti persentase keuntungan yang diperoleh dari modal yang dikeluarkan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1). Bagaimanakah proses produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi, 2). Berapakah nilai profitabilitas produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi, 3). Berapakah nilai tambah produk gula kelapa gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi. Lokasi penelitian di RT 20 Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja. Metode penentuan sampel dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling). Jenis data dalam penelitian yaitu data kualitatif dan data kuantitaif. Berdasarkan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu koesioner dan dokumentasi. Proses produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak meliputi penyiapan bahan, alat, proses pengolahan meliputi penyadapan nira, pemasakan, pencetakan dan pengemasan gula kelapa. Nilai profitabilitas produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak selama satu bulan produksi sebesar 2,30%>0 kriteria menguntungkan. Nilai tambah produk gula kelapa gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi menggunakan metode hayami selama satu bulan proses produksi sebesar Rp.364,200 maka dapat memberikan nilai tambah (positif).