Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DEVINISA MARTORIA

2 karya publik ditemukan.

2023: 2

Strategi Pengembangan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Mara Satu Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman obat merupakan salah satu budidaya tanaman yang banyak dikonsumsi di masyarakat, tanaman obat di budidayakan secara mandiri di perkarangan rumah. Hasil dari budidaya tanaman obat tersebut digunakan sebagai obat herbal dan dikonsumsi sebagai tindakan menjaga kesehatan tubuh serta menjadi salah satu sumber pemasukan masyarakat Desa Mara Satu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan budidaya yang cocok untuk tanaman obat di Desa Mara Satu, penentuan daerah penelitian secara Purpostive Sampling dengan jumlah responden 5 orang dengan penentuan sampel menggunakan Key Informan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder, analisis data yang digunakan adalah analisis data SWOT. Hasil analisis menunjukan total skor IFAS dan EFAS dengan ketentuan IFAS berada di sumbu X dan EFAS berada di sumbu Y. Diperoleh dengan total skor kekuatan – total kelemahan, X = 1,885 – 0,847 = 1,039. Sumbu Y didapatkan dari skor peluang – skor ancaman, Y = 2,500 – 2,273 = 0,227. Melalui diagram SWOT menunjukan budidaya pengembangan tanaman obat Desa Mara Satu berada di kuadran 1 dengan nilai EFAS 0,22 dan IFAS 1,03 yang berarti keadaan desa mendukung strategi agresif, dengan demikian Desa Mara Satu memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat mengembangkan budidaya tanaman obat tersebut.

Strategi Pengembangan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Mara Satu Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman obat merupakan salah satu budidaya tanaman yang banyak dikonsumsi di masyarakat, tanaman obat di budidayakan secara mandiri di perkarangan rumah. Hasil dari budidaya tanaman obat tersebut digunakan sebagai obat herbal dan dikonsumsi sebagai tindakan menjaga kesehatan tubuh serta menjadi salah satu sumber pemasukan masyarakat Desa Mara Satu. Tanaman obat dapat dibudidayakan dengan mudah dan memiliki fungsi ganda, misalnya untuk tanaman pangan, tanaman hias, bumbu masak, tanaman hias dan buah-buahan sehingga sangat menguntungkan jika ditanaman di perkarangan rumah. Tanaman obat keluarga yang banyak ditanamani masyarakat Desa Mara Satu adalah jahe, jahe merah, kunyit, sirih dan serai. Hasil dari budidaya tanaman obat tersebut dapat digunakan sebagai edukasi tanaman herbal atau tanaman tradisional kepada anggota keluarga, dikonsumsi sebagai tindakan menjaga kesehatan tubuh dan menjadi salah satu tindakan nyata dalam budidaya tanaman obat. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan budidaya tanaman obat dan merumuskan stratei yang tepat untuk pengembangan budidaya tanaman obat keluarga di desa Mara Satu, penentuan daerah penelitian secara Purpostive Sampling dengan jumlah responden 5 orang dengan penentuan sampel menggunakan Key Informan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder, analisis data yang digunakan adalah analisis data SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukan budidaya pengembangan tanaman obat Desa Mara Satu berada di kuadran 1 dengan nilai EFAS 0,22 dan IFAS 1,03 yang berarti keadaan desa mendukung strategi agresif atau strategi SO yaitu pengembangan budidaya tanaman obat Desa Mara Satu memperluas jaringan pasar keluar wilayah dengan mengembangkan budidaya pada lahan yang subur untuk meningkatkan kualitas yang baik sesuai dengan permintaan dan kebutuhan konsumen. Melalui strategi tersebut masyarakat mendapatkan keuntungan yang besar dengan jumlah produksi yang banyak., dengan demikian Desa Mara Satu memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat mengembangkan budidaya tanaman obat keluarga dengan menggunakan strategi agresif tersebut.