EFEK LOKASI TERHADAP HASIL BUDIDAYA MAGGOTS Hermetia illucens (LALAT TENTARA HITAM) PADA AREAL BUDIDAYA TANAMAN DI PULAU TARAKAN
Budidaya ternak maggot Black Soldier Fly (BSF) saat ini banyak dilakukan, seiring dengan fungsi dan peran maggot pada lingkungan dan sebagai pakan ternak. Seiring hal tersebut, pengetahuan tentang lokasi budidaya ternak BSF yang terintegrasi usaha budidaya tanaman perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu; (1) menguji pengaruh lokasi terhadap budidaya BSF, khususnya lokasi areal budidaya tanaman; dan (2) membandingkan hasil budidaya BSF pada beberapa lokasi di Pulau Tarakan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan kandang berukuran 2 x 2 m dengan tinggi 2,5 m, dan diletakkan pada lokasi Mamburungan, Karungan, dan Kampung Enam. Pada tahap pertama dilakukan pengamatan potensi BSF lokal, dengan menggunakan umpan media hasil fermentasi dedak padi, EM4, dan gula pasir. Pada tahap/penelitian kedua, melakukan budidaya maggots dengan menginfestasikan telur maggot pada 10 unit percobaan tiap-tiap lokasi, untuk mengamati jumlah dan berat maggots (larva dan pupa). Hasil penelitian menunjukkan pada tahap pertama Mamburungan dan Karungan masing-masing terdapat 5, 6 imago BSF yang masuk kedalam kandang, namun tidak ditemukan di kandang lokasi Kampung Enam. Pada tahap kedua, menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh lokasi terhadap jumlah dan berat maggots fase larva dan pupa 14 HSI, 19 HSI, dan jumlah dan berat pupa pada 51 HSI. Lokasi Mamburungan dan Karungan memiliki jumlah dan berat larva, serta pupa tertinggi, dan berbeda signifikan dengan lokasi Kampung Enam. Selanjutnya, hasil biomassa pada akhir pengamatan (51 HSI) pada lokasi Mamburungan yang mencapai rata-rata berat larva sebesar 5,1 gr dan Pupa 19,8 gr. Kondisi lingkungan yang teduh namun cukup terbuka merupakan tempat yang dapat digunakan untuk budidaya maggots, misalnya pada areal tanaman padi dan kandang diletakkan pada pepohonan tanaman yang teduh.