ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
WAHYU VIOLITA EKA SARI. 1640202033. 2020. Analisis Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Dibimbing oleh Adi Sutrisno. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian (1) mengetahui kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia, (2) mengetahui pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, dan (3) mengetahui apakah pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa kebijakan pupuk bersubsidi yang sudah ada di Indonesia, sudah sesuai dengan proses distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, di mulai dari Lini I adalah lokasi gudang produsen pupuk, yaitu pupuk dari PT. PKT Bontang dan PT. Petrokimia Gresik. Lini II adalah gudang penyanggah yang berada di Ibukota Provinsi Kaltara yaitu Tg. Selor. Lini III adalah gudang distributor yang berada di Kabupaten Bulungan. Lini IV adalah gudang pupuk dikios pengecer, kemudian diberikan kesasaran yaitu kelompok tani atau petani dengan demikian maka penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sudah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak menjadi korban dari tindak kejahatan child grooming, serta menganalisis upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan nonhukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan anak menjadi korban child grooming meliputi faktor usia, ketidakmatangan emosional, kurangnya pengawasan orang tua, kebutuhan terhadap perhatian dan kasih sayang, kondisi ekonomi, penggunaan media sosial tanpa pendampingan, ketimpangan relasi kuasa, budaya diam, serta stigma terhadap korban. Faktor-faktor tersebut tidak dapat dipahami sebagai kesalahan anak, melainkan sebagai kondisi kerentanan yang dimanfaatkan oleh pelaku. Berdasarkan perspektif viktimologi, anak merupakan korban yang mengalami viktimisasi primer melalui manipulasi, ancaman, pemaksaan, dan eksploitasi seksual, serta berpotensi mengalami viktimisasi sekunder akibat stigma, penghakiman, dan perlakuan yang tidak sensitif. Upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu melalui keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, dan penyelenggara platform digital. Pencegahan tersebut meliputi pendidikan perlindungan diri, peningkatan literasi digital, pengawasan yang proporsional, mekanisme pengaduan yang ramah anak, penegakan hukum, perlindungan identitas, pendampingan, rehabilitasi, dan pemulihan korban.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran kartu DOMSIR (Domino Siklus Air), berdasarkan hasil validasi para ahli, serta menilai kemenarikan medianya melalui respon siswa dan mengetahui hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa lembar validasi, angkat respon siswa, dan hasil belajar siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh persentase dari ahli media sebesar 90%, ahli materi sebesar 96%, dan ahli bahasa sebesar 86% dengan kategori sangat layak. Pada tahap uji coba terbatas, siswa memberikan respon kemenarikan berdasarkan hasil angket respon siswa sebesar 97,18%. Sementara itu, pada uji coba lapangan, hasil angket respon siswa menunjukkan tingkat kemenarikan sebesar 96,33% dengan kategori sangat menarik. Kemudian hasil belajar siswa pada uji coba lapangan berdasarkan hasil posttest sebanyak 27 siswa dari total 28 siswa yang secara klasikal telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan hasil validasi serta hasil uji coba terbatas berupa respon siswa dan uji coba lapangan berupa respon siswa dan hasil belajar siswa, pada media pembelajaran kartu DOMSIR (Domino Siklus Air) dinyatakan layak, menarik, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di kelas V-A SD Negeri 035 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran deep learning sebagai pendekatan yang menekankan pembelajaran bermakna, mendalam, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru Sekolah Dasar terhadap konsep pembelajaran deep learning di Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif survei. Populasi penelitian berjumlah 86 guru, dengan sampel 39 guru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berskala Likert empat poin yang terdiri atas 20 pernyataan. Instrumen mengukur lima indikator, yaitu pemahaman konsep dasar, tujuan, karakteristik, strategi dan pendekatan pembelajaran pendukung, serta penerapan deep learning dalam pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi frekuensi, persentase, rata-rata, skor minimum, skor maksimum, dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman guru berada pada kategori tinggi, dengan rata-rata 62,49 dan simpangan baku 6,84. Sebanyak 20 guru (51,28%) berkategori tinggi, 11 guru (28,21%) sangat tinggi, dan 8 guru (20,51%) sedang. Pemahaman konsep dasar memperoleh rata-rata tertinggi, yaitu 13,05 atau 81,56% dengan kategori sangat tinggi, sedangkan penerapan dan evaluasi pembelajaran memperoleh rata-rata terendah, yaitu 11,70 atau 73,13%, namun berkategori tinggi. Dengan demikian, pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran deep learning tergolong baik, tetapi penguatan kompetensi pada aspek penerapan dan evaluasi masih diperlukan. Kata kunci: Deep learning, Pemahaman Guru, Guru Sekolah Dasar, Pembelajaran Mendalam, Survei Deskriptif.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
This study aimed to determine the effect of group guidance services using bola gebok game on students' emotion regulation at SDN 013 Tarakan. The study employed a quantitative approach using a One Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 12 students selected through purposive sampling. Data were collected using an emotion regulation questionnaire that had been tested for validity and reliability, with a Cronbach's Alpha value of 0.894. The data were analyzed using descriptive statistics and a Paired Sample t-Test with the assistance of SPSS. The results showed a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.030 0.05, with a calculated t-value of -2.490. These results indicate that Ha was accepted and HO was rejected, demonstrating an effect of group guidance services using bola gebok game on students' emotion regulation at SDN 013 Tarakan. Therefore, group guidance services using bola gebok game can be used as an alternative guidance service to help improve students' emotion regulation.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam pemahaman bacaan pada mahasiswa semester kedua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester kedua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan. Jumlah peserta penelitian sebanyak 72 orang. Untuk memilih peserta wawancara secara spesifik, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel purposif. Peneliti secara sengaja memilih 6 mahasiswa: 2 mahasiswa dengan nilai tertinggi, 2 dengan nilai sedang, dan 2 dengan nilai terendah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis dokumen, lembar observasi, dan panduan wawancara sebagai instrumen penelitian. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teori Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan: penarikan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara unsur-unsur pemahaman bacaan, menemukan gagasan utama merupakan aspek yang paling sulit dalam keterampilan pemahaman bacaan, dengan indeks kesulitan sebesar 86%. Aspek yang paling sulit kedua adalah membuat kesimpulan, dengan indeks sebesar 72%. Menemukan arti kosakata memiliki indeks kesulitan sebesar 45%, sedangkan menemukan informasi faktual dan mengidentifikasi referensi memiliki indeks kesulitan yang lebih rendah, masing-masing sebesar 36% dan 30%. Kesulitan siswa dalam pemahaman bacaan adalah sebagai berikut: siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ide utama, siswa mengalami kesulitan dalam membuat kesimpulan, siswa memiliki keterbatasan kosakata, siswa tidak memiliki strategi pemahaman bacaan yang tepat, siswa tidak memahami tata bahasa dan struktur, siswa tidak memahami arti kosakata, dan siswa tidak mengidentifikasi referensi; selain itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam menarik kesimpulan serta lingkungan siswa yang memiliki pengaruh besar terhadap minat belajar siswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Analisis Tentang Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Kota Tarakan Terhadap Pelayanan Publik
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Ikan ose (Congresox talabonoides) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang memiliki nilai ekonomi penting di perairan Kalimantan Utara. Peningkatan aktivitas penangkapan berpotensi memengaruhi kelestarian populasinya sehingga diperlukan informasi biologis sebagai dasar pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang dan berat serta faktor kondisi ikan ose di perairan Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 30 ekor ikan ose yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pancing rawai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Analisis Hubungan Panjang-Berat menggunakan persamaan W = aL^b , sedangkan Faktor Kondisi dihitung berdasarkan perbandingan berat aktual dan berat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan ikan ose memiliki kisaran panjang 18,0 – 115,8 cm dan berat140 – 1.270gr, dengan rata – rata panjang 72,6 cm dan berat 72,5 gr. Persamaan Hubungan Panjang–Berat yang diperoleh adalah W = 6,650110922 dengan nilai koefisien determinasi R2 = 0,9351. Nilai b = 1,0922 3 menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif, yaitu dimana pertambahan panjang tubuh lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat . Nilai faktor kondisi berkisar antara 0,820 – 1,265 dengan rata – rata 1,005 yang mengindikasikan sebagian besar ikan berada dalam kondisi tubuh normal dan Perairan Kalimantan Utara masih mendukung pertumbuhan ikan ose. Hasil penelitian ini dapat menjdi informasi untuk pengelolaan sumberdaya ikan ose secara berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPAS materi Bentuk Keragaman Budaya pada siswa kelas IV-B SDN 045 Tarakan serta mengetahui kelayakan dan respon siswa terhadap LKPD yang dikembangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahan ajar yang masih terbatas pada buku cetak dan buku tulis yang cenderung monoton, serta keterbatasan gambar budaya yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami bentuk nyata keragaman budaya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa pada uji coba terbatas dan siswa kelas IV-B pada uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh persentase kelayakan dari ahli media sebesar 90%, ahli bahasa sebesar 100%, dan ahli materi sebesar 97,7%, dengan rata-rata persentase kelayakan sebesar 95,9% dan termasuk kategori sangat layak. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 95,3%, sedangkan uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 93,1%, dengan rata-rata sebesar 94,2% dan termasuk kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil tersebut, LKPD IPAS materi Bentuk Keragaman Budaya dinyatakan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan sebagai bahan ajar pendukung dalam pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran kartu DOMSIR (Domino Siklus Air), berdasarkan hasil validasi para ahli, serta menilai kemenarikan medianya melalui respon siswa dan mengetahui hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa lembar validasi, angkat respon siswa, dan hasil belajar siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh persentase dari ahli media sebesar 90%, ahli materi sebesar 96%, dan ahli bahasa sebesar 86% dengan kategori sangat layak. Pada tahap uji coba terbatas, siswa memberikan respon kemenarikan berdasarkan hasil angket respon siswa sebesar 97,18%. Sementara itu, pada uji coba lapangan, hasil angket respon siswa menunjukkan tingkat kemenarikan sebesar 96,33% dengan kategori sangat menarik. Kemudian hasil belajar siswa pada uji coba lapangan berdasarkan hasil posttest sebanyak 27 siswa dari total 28 siswa yang secara klasikal telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan hasil validasi serta hasil uji coba terbatas berupa respon siswa dan uji coba lapangan berupa respon siswa dan hasil belajar siswa, pada media pembelajaran kartu DOMSIR (Domino Siklus Air) dinyatakan layak, menarik, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di kelas V-A SD Negeri 035 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan ose (Congresox talabonoides) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang memiliki nilai ekonomi penting di perairan Kalimantan Utara. Peningkatan aktivitas penangkapan berpotensi memengaruhi kelestarian populasinya sehingga diperlukan informasi biologis sebagai dasar pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang dan berat serta faktor kondisi ikan ose di perairan Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 30 ekor ikan ose yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pancing rawai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Analisis Hubungan Panjang-Berat menggunakan persamaan W = aL^b , sedangkan Faktor Kondisi dihitung berdasarkan perbandingan berat aktual dan berat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan ikan ose memiliki kisaran panjang 18,0 – 115,8 cm dan berat140 – 1.270gr, dengan rata – rata panjang 72,6 cm dan berat 72,5 gr. Persamaan Hubungan Panjang–Berat yang diperoleh adalah W = 6,650110922 dengan nilai koefisien determinasi R2 = 0,9351. Nilai b = 1,0922 3 menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif, yaitu dimana pertambahan panjang tubuh lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat . Nilai faktor kondisi berkisar antara 0,820 – 1,265 dengan rata – rata 1,005 yang mengindikasikan sebagian besar ikan berada dalam kondisi tubuh normal dan Perairan Kalimantan Utara masih mendukung pertumbuhan ikan ose. Hasil penelitian ini dapat menjdi informasi untuk pengelolaan sumberdaya ikan ose secara berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penggunaan media pembelajaran terutama pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV B SD Negeri 006 Tarakan. Proses pembelajaran masih didominasi oleh buku cetak, dan meskipun menggunakan media pembelajaran, media tersebut masih sederhana, kurang menarik, kurang tahan lama, serta belum sesuai dengan karakteristik siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan dan kepraktisan media pembelajaran KOSIBAS (Kotak Sifat Bangun Segiempat) pada materi sifat-sifat segiempat kelas IV B SD Negeri 006 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran KOSIBAS mendapat persentase kelayakan sebesar 91,6% dari ahli media, dan 87,5% dari ahli materi dengan rata-rata keseluruhan sebesar 89,55% yang termasuk dalam kriteria sangat layak. Sementara itu, media pembelajaran KOSIBAS juga mendapat persentase kepraktisan sebesar 100% dari guru dan 100% dari siswa pada uji coba terbatas, serta 95% dari guru dan 97,31% dari siswa pada uji coba lapangan, dengan rata-rata keseluruhan mendapat persentase 98,07% yang ternasuk dalam kriteria sangat praktis. Hasil observasi keterlaksanaan penggunaan media pembelajaran KOSIBAS juga menunjukkan bahwa seluruh tahapan dapat terlaksana dengan baik. Maka, media pembelajaran KOSIBAS pada materi sifat-sifat segiempat kelas IV B SD Negeri 006 Tarakan telah dinyatakan sangat layak dan sangat praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak menjadi korban dari tindak kejahatan child grooming, serta menganalisis upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan nonhukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan anak menjadi korban child grooming meliputi faktor usia, ketidakmatangan emosional, kurangnya pengawasan orang tua, kebutuhan terhadap perhatian dan kasih sayang, kondisi ekonomi, penggunaan media sosial tanpa pendampingan, ketimpangan relasi kuasa, budaya diam, serta stigma terhadap korban. Faktor-faktor tersebut tidak dapat dipahami sebagai kesalahan anak, melainkan sebagai kondisi kerentanan yang dimanfaatkan oleh pelaku. Berdasarkan perspektif viktimologi, anak merupakan korban yang mengalami viktimisasi primer melalui manipulasi, ancaman, pemaksaan, dan eksploitasi seksual, serta berpotensi mengalami viktimisasi sekunder akibat stigma, penghakiman, dan perlakuan yang tidak sensitif. Upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu melalui keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, dan penyelenggara platform digital. Pencegahan tersebut meliputi pendidikan perlindungan diri, peningkatan literasi digital, pengawasan yang proporsional, mekanisme pengaduan yang ramah anak, penegakan hukum, perlindungan identitas, pendampingan, rehabilitasi, dan pemulihan korban.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral terhadap niat menghindari pajak pada wajib pajak orang pribadi di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih secara purposif, dengan kriteria memiliki NPWP dan pernah menjalankan kewajiban perpajakan. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan seluruh item valid, seluruh variabel reliabel, serta model memenuhi asumsi klasik. Secara parsial, persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral berpengaruh negatif signifikan terhadap niat menghindari pajak, masing-masing dengan nilai signifikansi 0,001; 0,036; dan 0,006. Ketiganya juga berpengaruh signifikan secara simultan (nilai signifikansi 0,000). Koefisien determinasi sebesar 0,5405 menunjukkan bahwa ketiga variabel menjelaskan 54,05% variasi niat menghindari pajak, sedangkan 45,95% sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral, semakin rendah niat menghindari pajak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to determine the effect of group guidance services using bola gebok game on students' emotion regulation at SDN 013 Tarakan. The study employed a quantitative approach using a One Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 12 students selected through purposive sampling. Data were collected using an emotion regulation questionnaire that had been tested for validity and reliability, with a Cronbach's Alpha value of 0.894. The data were analyzed using descriptive statistics and a Paired Sample t-Test with the assistance of SPSS. The results showed a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.030 0.05, with a calculated t-value of -2.490. These results indicate that Ha was accepted and HO was rejected, demonstrating an effect of group guidance services using bola gebok game on students' emotion regulation at SDN 013 Tarakan. Therefore, group guidance services using bola gebok game can be used as an alternative guidance service to help improve students' emotion regulation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam pemahaman bacaan pada mahasiswa semester kedua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester kedua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan. Jumlah peserta penelitian sebanyak 72 orang. Untuk memilih peserta wawancara secara spesifik, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel purposif. Peneliti secara sengaja memilih 6 mahasiswa: 2 mahasiswa dengan nilai tertinggi, 2 dengan nilai sedang, dan 2 dengan nilai terendah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis dokumen, lembar observasi, dan panduan wawancara sebagai instrumen penelitian. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teori Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan: penarikan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara unsur-unsur pemahaman bacaan, menemukan gagasan utama merupakan aspek yang paling sulit dalam keterampilan pemahaman bacaan, dengan indeks kesulitan sebesar 86%. Aspek yang paling sulit kedua adalah membuat kesimpulan, dengan indeks sebesar 72%. Menemukan arti kosakata memiliki indeks kesulitan sebesar 45%, sedangkan menemukan informasi faktual dan mengidentifikasi referensi memiliki indeks kesulitan yang lebih rendah, masing-masing sebesar 36% dan 30%. Kesulitan siswa dalam pemahaman bacaan adalah sebagai berikut: siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ide utama, siswa mengalami kesulitan dalam membuat kesimpulan, siswa memiliki keterbatasan kosakata, siswa tidak memiliki strategi pemahaman bacaan yang tepat, siswa tidak memahami tata bahasa dan struktur, siswa tidak memahami arti kosakata, dan siswa tidak mengidentifikasi referensi; selain itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam menarik kesimpulan serta lingkungan siswa yang memiliki pengaruh besar terhadap minat belajar siswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan nilai-nilai kearifan lokal serta partisipasi masyarakat dalam tata kelola keuangan desa guna mendukung transparansi dan akuntabilitas di Desa Wa'Yanud Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Ketua BPD, dan Tokoh Adat Desa Wa'Yanud. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal dan partisipasi masyarakat telah menjadi bagian dari tata kelola keuangan Desa Wa'Yanud. Pada tahap perencanaan, nilai musyawarah diterapkan melalui pelibatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan menentukan prioritas pembangunan. Nilai musyawarah mendukung keterbukaan dalam proses perencanaan tata kelola keuangan desa. Pada tahap pelaksanaan, partisipasi masyarakat diwujudkan melalui budaya Feruyung dan Malui sebagai bentuk gotong royong, kebersamaan, dan saling membantu. Pada tahap pelaporan, pemerintah desa menyusun dokumen pelaporan dan menyampaikan informasi mengenai pengelolaan keuangan desa. Pada tahap pertanggungjawaban, pengelolaan keuangan didukung oleh pencatatan transaksi, kelengkapan dokumen, pengawasan BPD, serta nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Secara keseluruhan, integrasi nilai-nilai kearifan lokal dan partisipasi masyarakat mendukung tata kelola keuangan Desa Wa'Yanud yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK TINJAUAN KRIMINOLOGI EKSPLOITASI EKONOMI TERHADAP ANAK SEBAGAI PEDAGANG ASONGAN DI KOTA TARAKAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik anak yang bekerja sebagai pedagang asongan di ruang publik Kota Tarakan, meskipun kota ini telah menyandang predikat Kota Layak Anak dan peraturan perundang-undangan telah secara tegas melarang eksploitasi ekonomi terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab eksploitasi ekonomi terhadap anak sebagai pedagang asongan di Kota Tarakan, serta upaya penanggulangan yang telah dilakukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, menggunakan data primer dari hasil wawancara dan observasi lapangan, serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi ekonomi terhadap anak sebagai pedagang asongan disebabkan oleh faktor ekonomi, keluarga, lingkungan, pendidikan, serta lemahnya pengawasan dan penegakan hukum yang saling berkaitan dan diperkuat oleh keterlibatan orang tua maupun pihak ketiga. Upaya penanggulangan yang dilakukan Pemerintah Kota Tarakan lebih didominasi kebijakan non-penal, seperti assessment, konseling, sosialisasi, Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/210/DP3AP2KB/2023, serta penertiban bersama Satuan Polisi Pamong Praja, sedangkan kebijakan penal melalui Pasal 76I juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak belum optimal diterapkan karena belum terdapat kasus yang diproses hingga tahap pidana. Upaya tersebut belum mampu menekan angka eksploitasi secara konsisten. Penelitian ini menyarankan penguatan edukasi kepada orang tua, pengawasan rutin di titik-titik anak berjualan, serta optimalisasi kebijakan non-penal secara berkelanjutan dengan kebijakan penal sebagai ultimum remedium.