Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: aspek kompetensi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA ASPEK KOMPETENSI MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI DI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan literasi sains pada aspek kompetensi mahasiswa Pendidikan Biologi di Universitas Borneo Tarkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif angkatan 2019, 2020, 2021 dan 2022. Teknik pengampilan sampel menggunakan startified propotional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 165 mahasiswa. Kemampuan literasi sains yang diukur menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 14 soal aspek kompetensi yang terdiri dari 7 indikator. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains pada aspek kompetensi mahasiswa masih tergolong sangat rendah dengan rata-rata nilai persentase sebesar 38,74% dalam kategori sangat kurang. Hasil penelitian pada tiap-tiap indikator sebagai berikut: (1) mengidentifikasi pendapat ilmiah yang valid sebesar 40%, (2) melakukan penelusuran literatur yang efektif sebesar 30,90%, (3) memahami elemen-elemen dalam desain penelitian sebesar 42,24%, (4) membuat grafik secara tepat dari data sebesar 31,57%, (5) memecahkan masalah menggunakan keterampilan kuantitatif termasuk statistik dasar sebesar 36,24%, (6) memahami dan menginterpretasikan statistik dasar sebesar 37,57% dan (7) melakukan infrensi, prediksi dan penarikan kesimpulan berdasarkan data kuantitatif sebesar 40,51% dengan kategori semua indikator sangat kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas X SMAN 1 Di Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas X SMAN 1 di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 112 murid kelas X MIPA, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas X SMA Negeri 1 di Kota Tarakan masih kurang dengan rata-rata nilai persentase 51% dari 112 orang siswa. Kemampuan literasi sains yang di ukur dengan 4 aspek yaitu aspek konten, kompetensi, konteks dan sikap. Berdasarkan data diketahui aspek konteks memiliki nilai persentase 48% dengan kategori kurang, aspek kompetensi memiliki nilai persentasi 43% dengan kategori kurang, aspek konten memiliki nilai persentasi 46% dengan kategori kurang, dan aspek sikap memiliki nilai persentasi 66% dengan kategori baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS X DI KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Literasi sains penting untuk dikuasai oleh siswa agar dapat memahami lingkungan hidup, kesehatan,ekonomi dan masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas X MIA SMA di Kota Tarakan. Kemampuan literasi sains diukur menggunakan tiga indikator dalam aspek kompetensi yaitu mengidentifikasi permasalahan ilmiah, menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Hang Tuah Tarakan yang berjumlah 3 kelas dan siswa kelas X SMA Negeri 3 Tarakan yang berjumlah 3 kelas, dengan total siswa berjumlah 190 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas X di SMA Hang Tuah Tarakan termasuk dalam kategori “Kurang” dengan nilai rata-rata sebesar 57,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 62,11 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomena secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 48,91 termasuk dalam kategori sangat kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,09 dengan kategori cukup. Hasil penelitian pada siswa Kelas X SMA Negeri 3 Tarakan menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa termasuk dalam kategori “Cukup” dengan nilai rata-rata sebesar 67,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 67,40 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomenan secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata 56,88 termasuk dalam kategori kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,87 termasuk dalam kategori cukup. Scientifik literacy was defined as the ability to apply scientific knowledeg, identifity problems, and draw conclusions based on facts in order to comperehend and make judgments about nature and the changes caused by human activity. Scientific literacy was critical for students to comperhend environment, health, economy, and other issues confronting modern society, which is heavily reliant on technology and scientific advancements. The purpose of this study was to analyze the scientific literacy skills of ten grade students in MIA SMA Tarakan. Scientific literacy skills was measured using three indicator of the aspect of compentence, namely identifying scientific problems, explaining phenomena scientifically and using scientific problems. The sample for this study werw students in class ten at SMA Hang Tuah Tarakan, consisting of three classes, and student in class ten at SMA Negeri 3 Tarakan, consisting of three classes, for a total of 190 students. The results showed that tenth grade students at SMA Hang Tuah Tarakan had an average score of 57.72 for scientific literacy. The aspect of identifying scientific problems got on an average score of 62.11, categorize as “sufficient” , the aspect of scientifically explaining the phenomenon got on average score of 48.91, categorized as “very poor” , and the aspect of using scientific evidence got on average score of 63.09, categorized as “ sufficients”. While, the result at tenth grade students in SMA Negeri 3 Tarakan revealed that student’s scientific literacy skills werw categorized as “Enough”, wit in average score of 67.72. The average value for identifying scientific problems was 67.40, categorized as “sufficient”, the average score for aspect of explaining phenomena scientifically was 56.88, categorized as “less”, and the average score for scientific evidence was 63.87, categorized as “sufficient”.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail