ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS XII TEKNIK SMA NEGERI 2 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan literais matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang diterapkan yaitu pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan satu kelompok yang diberikan pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Teknik SMA Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 30 siswa, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan literasi matematis yang terdiri atas empat soal. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test dan perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan literasi matematis siswa mengalami peningkatan setelah penerapan PBL, yaitu dari nilai rata-rata pretest sebesar 45,93 menjadi nilai rata-rata posttest sebesar 55,48. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan bahwa nilai t_hitung =4,918>t_tabel=1,699 sehingga penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih baik dibandingkan sebelum penerapan model pembelajaran PBL. Akan tetapi, berdasarkan nilai rata-rata N-gain sebesar 18,8% yang berada pada kategori tidak efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dalam penelitian ini belum efektif secara keseluruhan dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa, meskipun secara statistik menunjukkan terdapat peningkatan. Kata kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Literasi Matematis, Efektivitas Pembelajaran
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan literasi matematis siswa kelas IX SMP Frater Don Bosco Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen jenis Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Frater Don Bosco Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling jenuh dengan sampel terdiri dari 31 siswa yaitu 16 siswa kelas IX-1 sebagai kelas eksperimen dan 15 siswa kelas IX-2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal. Teknik analisis data menggunakan statistik non parametrik Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan literasi matematis siswa kelas IX SMP Frater Don Bosco Tarakan, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan uji Mann-Whitney U diperoleh nilai U_hitung:340,03). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan literasi matematis siswa kelas IX SMP Frater Don Bosco Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi digital mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi sampel merupakan keseluruhan mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan angkatan 2021 yang berjumlah 58 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner (angket) pada 30 responden berdasarkan teknik Simple Random Sampling (SRS). Teknik analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital responden dalam delapan aspek yang meliputi: Functional skill and beyond, Creativity, Collaboration, Comunication, The ability to find and select information, Critical thinking and evaluation dan Cultural and social understanding, serta E-Safety, termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dengan rentang nilai presentase 83,15% hingga 88,06%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan berada pada kategori “Sangat Baik”
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan literasi membaca adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam melafalkan kata, menemukan informasi serta memahami setiap makna yang ada pada bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kemampuan literasi membaca siswa kelas V di SD Negeri 004 Lumbis. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan literasi membaca yang kemudian dikonfirmasi dengan proses wawancara. Sebanyak 8 siswa kelas V yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kemampuan literasi membaca, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan literasi membaca tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan literasi membaca untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori tinggi mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, menyimpulkan, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan pengetahuan dengan baik. (2) subjek dengan kategori sedang mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan dengan baik, namun subjek kurang memahami isi bacaan, tidak berhati-hati dalam memilih jawaban, dan tidak dapat menentukan gagasan utama dalam bacaan. (3) subjek dengan kategori rendah belum mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, menyimpulkan, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan pengetahuan. Kesulitan yang dialami subjek dengan kategori rendah adalah kesulitan dalam membaca.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Literasi sains penting untuk dikuasai oleh siswa agar dapat memahami lingkungan hidup, kesehatan,ekonomi dan masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas X MIA SMA di Kota Tarakan. Kemampuan literasi sains diukur menggunakan tiga indikator dalam aspek kompetensi yaitu mengidentifikasi permasalahan ilmiah, menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Hang Tuah Tarakan yang berjumlah 3 kelas dan siswa kelas X SMA Negeri 3 Tarakan yang berjumlah 3 kelas, dengan total siswa berjumlah 190 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas X di SMA Hang Tuah Tarakan termasuk dalam kategori “Kurang” dengan nilai rata-rata sebesar 57,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 62,11 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomena secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 48,91 termasuk dalam kategori sangat kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,09 dengan kategori cukup. Hasil penelitian pada siswa Kelas X SMA Negeri 3 Tarakan menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa termasuk dalam kategori “Cukup” dengan nilai rata-rata sebesar 67,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 67,40 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomenan secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata 56,88 termasuk dalam kategori kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,87 termasuk dalam kategori cukup. Scientifik literacy was defined as the ability to apply scientific knowledeg, identifity problems, and draw conclusions based on facts in order to comperehend and make judgments about nature and the changes caused by human activity. Scientific literacy was critical for students to comperhend environment, health, economy, and other issues confronting modern society, which is heavily reliant on technology and scientific advancements. The purpose of this study was to analyze the scientific literacy skills of ten grade students in MIA SMA Tarakan. Scientific literacy skills was measured using three indicator of the aspect of compentence, namely identifying scientific problems, explaining phenomena scientifically and using scientific problems. The sample for this study werw students in class ten at SMA Hang Tuah Tarakan, consisting of three classes, and student in class ten at SMA Negeri 3 Tarakan, consisting of three classes, for a total of 190 students. The results showed that tenth grade students at SMA Hang Tuah Tarakan had an average score of 57.72 for scientific literacy. The aspect of identifying scientific problems got on an average score of 62.11, categorize as “sufficient” , the aspect of scientifically explaining the phenomenon got on average score of 48.91, categorized as “very poor” , and the aspect of using scientific evidence got on average score of 63.09, categorized as “ sufficients”. While, the result at tenth grade students in SMA Negeri 3 Tarakan revealed that student’s scientific literacy skills werw categorized as “Enough”, wit in average score of 67.72. The average value for identifying scientific problems was 67.40, categorized as “sufficient”, the average score for aspect of explaining phenomena scientifically was 56.88, categorized as “less”, and the average score for scientific evidence was 63.87, categorized as “sufficient”.