Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

17 hasil
Subjek: Kata Kunci: Kemampuan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi kemampuan pemahaman konsep KPK dan FPB pada siswa kelas V SDN 051 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan pemahaman konsep merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika karena siswa tidak hanya dituntut untuk menggunakan prosedur penyelesaian, tetapi juga memahami konsep yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) pada siswa kelas V SDN 051 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak tiga siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik simpel random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara semi terstruktur, dengan instrumen berupa lembar soal dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek menunjukkan kemampuan pemahaman konsep pada lima indikator, yaitu menyatakan ulang suatu konsep, mengklasifikasikan objek menurut sifat tertentu, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep, serta memilih dan menggunakan prosedur atau operasi tertentu. Seluruh subjek memiliki kesamaan dalam memahami konsep dan prosedur KPK dan FPB, tetapi berbeda dalam menyelesaikan masalah. Perbedaan juga ditemukan antara jawaban tertulis dan hasil wawancara, terutama pada informasi, langkah, dan alasan penyelesaian yang belum dituliskan secara lengkap, tetapi dapat dijelaskan siswa saat wawancara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AN ANALYSIS OF EIGHTH GRADERS’ READING SKILL PROBLEMS AT MTS NEGERI TARAKAN THROUGH BROWN’S THEORY

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AN ANALYSIS OF EIGHTH GRADERS' READING SKILL PROBLEMS AT MTS NEGERI TARAKAN THROUGH BROWN'S THEOR Y Abstract This study aims to analyze the reading skill challenges faced by eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan using Brown's theory. This study focused on identifying the specific problems students encountered in reading English texts based on Brown's theory and analyzing the factors that contributed to these difficulties. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of documentation, observation, and semi-structured interviews. The research subjects consisted of six eighth-grade students from Class VIII-D, selected through a purposive sampling technique based on various levels of reading proficiency, and an English teacher. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with source triangulation to ensure data validity. The research findings revealed that the reading difficulties experienced by students stem from limited vocabulary, poor understanding of sentence structure, and problems with fluency and pronunciation. In addition, psychological factors such as anxiety, low motivation, and a lack of self-confidence also play a major role in exacerbating students' reading difficulties. This study further indicates that anxiety about using a foreign language significantly affects reading comprehension, leading students to avoid active reading activities. Therefore, it can be concluded that students' reading difficulties are not only cognitive and linguistic in nature but are also heavily influenced by affective factors that create an "emotional filter" in the English language learning process.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MAHASISWA PGSD ANGKATAN 2023 UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca pemahaman diartikan dalam memahami isi bacaan yang mewakili dari ide, gagasan, pikiran dan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman mahasiswa PGSD Angkatan 2023 Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes soal, wawancara dan dokumentasi. Subjek terdiri dari sepuluh mahasiswa diambil dari lima lokal yang dipilih secara acak berdasarkan hasil nilai tes. Hasil penelitian menunjukkan deskripsi dari kemampuan membaca pemahaman mahasiswa PGSD Angkatan 2023 Universitas Borneo Tarakan pada 4 indikator (literal, interpretatif, kritis, dan kreatif) dengan kategori sangat baik pada skror 58% mahasiswa mampu: 1) memahami informasi tersurat dan tersirat dalam teks secara tepat; 2) mengevaluasi isi bacaan secara kritis dengan alasan yang jelas; 3) menghasilkan gagasan baru secara kreatif berdasarkan isi bacaan. Sedangkan kategori cukup baik pada skor 40% mahasiswa mampu: 1) memahami informasi yang jelas dan mengartikan makna tersirat secara umum; 2) dapat menunjukkan sikap kritis dan merespons bacaan; 3) argumen dan pengembangan ide mereka masih dasar karena penjelasan yang diberikan belum memadai. Sedangkan kategori kurang baik pada skor 2% mahasiswa: 1) belum memahami isi teks secara utuh; 2) penafsiran makna tersirat kurang tepat; 3) kemampuan evaluasi kritis rendah; 4) pengembangan ide masih sangat terbatas. Reading comprehension is defined as grasping the substance of a text that expresses ideas, thoughts, or opinions. The purpose of this study is to describe the reading comprehension abilities of PGSD students from the 2023 class at the University of Borneo Tarakan when completing story problems. The method testing, interviews, and documentation. The subjects were 10 students chosen at random from five different sites based on their test scores. The study’s findings describe the reading comprehension ability of PGSD students from the 2023 class at the University of Borneo Tarakan on four indicators (literal, interpretative, critical, and creative), with a very good category of 58% of students being able to: 1) Correctly comprehend the explicit and implicit information in the text. 2) critically assess the reading’s content with explicit explanations; and 3) produce new creative ideas based on the reading’s content. Meanwhile, in the relatively good category, with a score of 40% students can: 1) comprehend clear material and interpret general implicit meanings; 2) adopt a critical mindset and respond to the reading; and 3) their arguments and concept development remain basic due to insufficient explanations. Meanwhile, in the poor category, 2% of students: 1) did not fully understand the text’s content, 2) misread the implicit meaning, 3) lacked critical assessment abilities, and 4) had very few ideas.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujua n untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group desain. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini adalah 54 siswa yaitu 27 siswa kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan 27 siswa kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menggunakan tes yaitu pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal uraian dengan soal yang berbeda-beda. Analisis inferensial menggunakan uji independent sample t test (uji t). Berdasarkan hasil analisis data akhir posttest diperoleh nilai t hitung 2,806 dengan t tabel sebesar 2,007 kerena t hitung ˃ t tabel dengan nilai sigifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan . Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di kelas yang menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kemampuan Membaca Kritis dengan hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan membaca kritis dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 349 siswa dan sampel terdiri dari 32 siswa kelas VIII-A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kemampuan membaca kritis diperoleh melalui tes esai dan angket sebanyak 20 butir pernyataan, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai rapor. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 30 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa secara umum tergolong tinggi, dengan 78,25% siswa berada pada kategori tinggi. Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,775 menandakan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula hasil belajar bahasa Indonesia yang mereka capai. dengan signifikansi 0,000 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kemampuan membaca kritis dan hasil belajar bahasa Indonesia. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa 57,4% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh kemampuan membaca kritis.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis siswa, semakin baik pula hasil belajar Bahasa Indonesia yang mereka peroleh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX SISWA SMK PAGUNTAKA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemahaman konsep matematika siswa yang rendah menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran, yang ditunjukkan oleh ketidaksesuaian antara jawaban dengan tingkat keyakinan siswa dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan Certainty of Response Index (CRI) siswa SMK Paguntaka Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional yang melibatkan seluruh siswa SMK Paguntaka Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 19 orang sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang mencakup indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi, serta dilengkapi dengan skala CRI dengan rentang skor 0–5. Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan uji prasyarat normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, serta pengujian hipotesis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Alpha Cronbach's sebesar 0,747. Hasil analisis menunjukkan bahwa 73,7% siswa termasuk dalam kategori kemampuan berpikir kritis sedang. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan CRI, ditunjukkan oleh nilai r_(s hitung)=0,649>r_(s tabel)=0,460. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R^2=0,539, yang mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir kritis berkontribusi sebesar 53,9% terhadap variasi nilai CRI. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa, maka semakin tinggi pula tingkat keyakinannya terhadap kebenaran jawaban dalam menyelesaikan soal matematika, sehingga penting bagi guru untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran matematika melalui pendekatan yang mendorong siswa berpikir logis, mengevaluasi strategi penyelesaian, dan menarik kesimpulan yang tepat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil Kemampuan Numerasi Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Sei Menggaris pada Konten Bilangan

2025•

Kemampuan numerasi penting dimiliki siswa dalam merespon dan menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk mengetahui profil kemampuan numerasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan numerasi siswa di kelas IX SMP Negeri 3 Sei Menggaris pada konten bilangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sei menggaris. Karena populasi kurang dari 30 (kecil), maka pengambilan sampel menggunakan jenis nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes tertulis dalam bentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa tergolong rendah dengan rata-rata nilai siswa sebesar 48,50. Hal ini terjadi karena siswa memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam perhitungan sederhana, terutama yang melibatkan penerapan rumus langsung seperti perhitungan perbandingan. Namun, ketika siswa dihadapkan pada masalah yang lebih kompleks, siswa mengalami kesulitan dalam merumuskan strategi pemecahan masalah dan menyajikan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis. Sebagian besar siswa berada pada Level 2, 3, dan 4 yang mencerminkan bahwa sebagian besar siswa hanya mampu menyelesaikan soal yang melibatkan proses numerik dasar dan strategi sederhana, tetapi belum mampu melakukan penalaran kompleks atau menyelesaikan soal dengan informasi yang tidak dinyatakan secara langsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MATERI KPK DAN FPB BERDASARKAN GENDER PADA SISWA KELAS V SDN 004 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan gender pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) di kelas V SDN 004 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan, masing-masing mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes penalaran matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, baik laki-laki maupun perempuan, mampu memenuhi sebagian besar indikator penalaran matematis, seperti menyampaikan pernyataan matematika secara tertulis, lisan, atau gambar, memprediksi proses penyelesaian dan jawaban, serta menarik kesimpulan logis. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan pemahaman yang cukup baik pada sebagian soal, tetapi mengalami kesalahan karena kurang teliti dalam membaca soal atau keterbatasan waktu. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah umumnya hanya mampu menyampaikan pernyataan matematika, namun belum lengkap, dan mengalami kesulitan dalam memprediksi penyelesaian serta menarik kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki cenderung lebih tinggi kemampuan penalaran dan komunikasi. Namun, kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki dan perempuan dalam tiap kategori (tinggi, sedang, rendah) memiliki pola yang serupa, dengan perbedaan kecil dalam jenis kesalahan yang dilakukan. Hasil ini dapat menjadi masukan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang memperhatikan perbedaan karakteristik siswa berdasarkan gender dan tingkat kemampuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD PADA SISWA KELAS III A SDN 032 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca merupakan salah satu bentuk dari berkomunikasi, baik itu berkomunikasi intrapersonal (dengan diri sendiri) maupun berkomunikasi interpersonal (dengan orang lain). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kemampuan membaca siswa dengan menggunakan media pembelajaran flash card. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan pengamatan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III A SDN 032 Tarakan tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I sebesar 50% dengan kategori rendah, sehingga dilanjutkan pada siklus II menjadi 75% dengan kategori tinggi. Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu sebesar 81,55% dengan kategori tinggi, kemudian dilanjutkan pada siklus II menjadi 89,60% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tes membaca yang dilakukan pada siklus I, siswa yang berada pada level membaca mandiri dengan persentase 65,40%, pada level membaca berkembang dengan persentase 15,40%, dan level membaca perlu bimbingan dengan persentase 19,20%. Sedangkan pada siklus II, siswa yang berada pada level membaca mandiri meningkat menjadi 80,80%, di level membaca berkembang mengalami penurunan dengan persentase 11,50%, dan pada level membaca perlu bimbingan juga mengalami penurunan dengan persentase 7,70%. Reading is a method of communication, both intrapersonal and interpersonal. This research aims to improve students' reading skills by using flashcards as a learning tool. Classroom Action Research (CAR) was used, with two cycles of four stages each: planning, implementation, observation, and assessment. The subjects of this study were 26 students from SDN 032 Tarakan's class III A during the 2024/2025 academic year. This study's data collection techniques included observation, testing, and documenting. The observation of the teacher's instructional activities in cycle I resulted in 50% in the low category, which was increased to 75% in cycle II. The results of student activity observations in cycle I were 81.55% in the high category, followed by cycle II at 89.60%. According to the results of the reading exam administered during Cycle I, students at the independent reading level accounted for 65.40%, those at the developing reading level for 15.40%, and those at the guided reading level for 19.20%. Meanwhile, during cycle II, students at the independent reading level reached 80.80%, while those at the developing reading level declined by 11.50%, and those at the guided reading level decreased by 7.70%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Kemampuan Memahami Bacaan Melalui Asesmen Diagnostik Pada Siswa Kelas V SDN 035 Tarakan

2024•

Kemampuan memahami bacaan perlu ditinjau melalui tes asesmen diagnostik untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam memahami bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan memahami bacaan dan mendeskripsikan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik melalui asesmen diagnostik. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-B SDN 035 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa asesmen diagnostik kognitif dan asesmen diagnostik non kognitif. Sebanyak 28 siswa kelas V-B menjadi subjek penelitian yang mengikuti asesmen diagnostik yang diberikan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebanyak 41,66 % siswa mampu mengakses dan menemukan informasi teks bacaan dengan tepat. Sebanyak 37,5% siswa mampu menginterpretasi dan mengintegrasi teks bacaan dengan tepat. Sebanyak 66,6% siswa mampu mengevaluasi dan merefleksi teks bacaan dengan tepat. Disimpulkan bahwa, siswa kelas V-B SDN 035 Tarakan mempunyai kemampuan memahami bacaan yang berada pada kategori kurang baik. Pemetaan kebutuhan belajar peserta didik diperoleh hasil pada aspek minat peserta didik dikategorikan kurang dalam kesenangan membaca, kesadaran manfaat membaca, dan frekuensi membaca. Selanjutnya hasil masing-masing profil peserta didik dikategorikan beragam dan berbeda-beda.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA SISWA KELAS X MIPA DI SMA NEGERI 1 MALINAU

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Literasi sains penting untuk dikuasai oleh siswa agar dapat memahami lingkungan hidup, kesehatan, ekonomi dan masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian suvey dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa pada kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Malinau ditinjau dari aspek konteks, konten dan kompetensi. Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa. Adapun nilai rata-rata pada aspek konteks adalah 55,51 termasuk dalam klasifikasi sedang, nilai rata-rata pada aspek konten adalah 53,76 termasuk dalam klasifikasi sedang, dan nilai rata-rata pada aspek kompetensi adalah 46,59 termasuk dalam klasifikasi rendah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kemampuan Siswa Menulis Surat Dinas pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII di SMP Negeri 1 Sebatik Barat

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KEMAMPUAN MENULIS SURAT DINAS PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 SEBATIK BARAT ABSTRAK Yuliana, 2023, Kemampuan Siswa Menulis Surat Dinas Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Di SMP Negeri 1 Sebatik Barat. (dibimbing oleh Siti Sulistyani Pamuji dan Siti Fathonah). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik siswa kelas VIIA di SMP Negeri 1 Sebatik Barat dapat menulis surat dinas. Penelitian Kelas (PK) adalah nama untuk jenis penelitian ini. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, siswa diberikan tes instrumen berbasis esai sebagai metode pengumpulan data. Menulis surat dinas ditugaskan kepada siswa. Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif sebagai metode analisis data. Hasil serta pembahasan bahwa pencapaian kemampuan siswa dalam menulis surat dinas berdasarkan peristiwa yang pernah dialami pada siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sebatik Barat dengan pencapaian nilai rata-rata 87 dengan predikat A (sangat baik) telah mencapai nilai ketuntasan minimal. Hal ini dibuktikan dengan penjelasan menulis surat dinas. Aspek yang dinilai berdasarkan isi, organisasi atau penyajian, dan bahasa. Aspek yang pertama yaitu kesesuaian bentuk surat dengan nilai 85 dengan persentase 85%. Aspek yang kedua kelengkapan bagian surat dengan nilai 96 dengan persentase 96%. Aspek yang ketiga penulisan bagian surat dengan nilai 86 dengan persentase 86%. Aspek yang ke empat kejelasan isi surat dengan nilai 93 dengan persentase 93%. Aspek kelima pilihan kata dengan nilai 86 dengan persentase 86%. Aspek ke enam tanda baca dan ejaan dengan nilai 76 dengan persentase 76%. Aspek terakhir yaitu aspek ketujuh penyusunan kalimat dengan nilai 84 dengan persentase 84%. Kata Kunci: Kemampuan Menulis, Surat Dinas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS IV B DI SD NEGERI 032 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS IV B DI SD NEGERI 032 TARAKAN ABSTRAK Kemampuan numerasi adalah keterampilan memahami dan menerapkan bilangan serta keterampilan mengaplikasikan operasi hitung matematika yang harus dimiliki setiap individu sebagai penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas IV B di SD Negeri 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu, kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan numerasi dan dikonfirmasi melalui wawancara. Pada penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 23 siswa mengerjakan tes kamampuan numerasi dan hasil pengerjaan dikelompokkan berdasarkan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Peneliti mengambil subjek penelitian sebanyak 6 orang sebagai perwakilan setiap kategori kemampuan matematika untuk diwawancarai. Adapun hasil penelitian, (1) indikator menggunakan berbagai macam angka atau simbol terkait dengan matematika dasar ditemukan bahwa subjek kemampuan tinggi dan salah satu subjek kemampuan sedang berhasil menyelasikan permasalahan pada soal. Pada subjek kemampuan sedang lainnya mampu memperoleh jawaban, namun jawaban tersebut kurang tepat. Subjek kemampuan rendah belum mampu dalam menyelesaikan permasalahan pada soal; (2) indikator menganalisis informasi yang ditampilkan berbagai bentuk (grafik, bagan, tabel, dll) ditemukan subjek kemampuan tinggi mampu menuliskan 3 informasi dengan tepat. Pada subjek kemampuan tinggi lainnya dan salah satu kemampuan sedang hanya mampu menuliskan 1 informasi dikarenakan kedua subjek kurang teliti dalam membaca grafik. Subjek kemampuan sedang lainnya dan kemampuan rendah mengalami kesulitan dalam membaca grafik; dan (3) indikator menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan bahwa subjek kemampuan tinggi dan salah satu subjek kemampuan sedang sudah mampu menafsirkan hasil analisisnya untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Sedangkan subjek kemampuan sedang lainnya mampu menggunakan operasi hitung, namun belum mampu dalam membuat keputusan. Selain itu pada subjek kemampuan rendah hanya mampu mengambil keputusan tanpa disertakan alasan-alasan. Kata Kunci: Kemampuan Numerasi, Kemampuan Matematika, Kelas IV B SDN 032 Tarakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI PECAHAN KELAS V SD NEGERI 005 NUNUKAN SELATAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah materi pecahan siswa kelas V SD Negeri 005 Nunukan Selatan. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa kemampuan pemecahan masalah yang berjumlah 4 soal. Wawancara dilakukan untuk lebih menggali kemampuan pemecahan masalah siswa. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa kategori sedang dan 2 siswa kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ditemukannya siswa berada pada kategori tinggi, hal ini ditunjukkan dengan siswa sebenarnya melakukan pemeriksaan kembali, namun siswa tidak menuliskan pada lembar jawaban. (2) subjek dengan kategori sedang tidak melakukan pemeriksaan kembali karena siswa hanya berada pada tahap melaksanakan rencana. (3) satu siswa dengan kategori sedang mampu mampu memecahkan masalah dengan baik, namun terdapat satu siswa yang tidak mampu menyusun dan melaksanakan rencana pada satu soal kemampuan pemecahan masalah materi pecahan. (4) siswa pada kategori rendah mampu memahami soal, namun tidak mampu menyusun rencana, menyelesaikan rencana dan memeriksa kembali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS CAPAIAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMA NEGERI KELAS XI MIA DI KABUPATEN NUNUKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS CAPAIAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMA NEGERI KELAS XI MIA DI KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Capaian Kemampuan Literasi Sains Siswa SMA Negeri Kelas XI MIA di Kabupaten Nunukan menggunakan instrumen Scientific Literacy Assessment (SLA). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian siswa SMA Negeri kelas XI MIA di Kabupaten Nunukan yang terdiri dari 4 sekolah yaitu SMA Negeri 1 Nunukan, SMA Negeri 2 Nunukan, SMA Negeri 1 Nunukan Selatan dan SMA Negeri 2 Nunukan Selatan. Penentuan sampel menggunakan teknik proportionate sampling. Data peroleh berdasarkan hasil tes soal Scientific Literacy Assessment (SLA) dalam bentuk soal pilihan ganda sebanyak 20 soal dengan alternatif pilihan jawaban a,b,c,d,dan e, yang terbagi ke dalam empat aspek. Aspek tersebut meliputi aspek peran sains, aspek berpikir dan bekerja secara ilmiah, aspek sains dan masyrakat aspek matematika dan sains. Rerata capaian kemampuan keempat sekolah sebesar 43,53 dengan kategori rendah. Rata-rata capaian cemampuan literasi sains siswa SMA Negeri 1 Nunukan sebesar 40,94. SMA Negeri 2 Nunukan sebesar 42,59. SMA Negeri 1 Nunukan Selatan sebesar 45,24 dan SMA Negeri 2 Nunukan Selatan 45,34.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Kemampuan Numerik Siswa Kelas V di SDN 035 Tarakan

2021•

DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERIK SISWA KELAS V DI SDN 035 TARAKAN Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan numerik siswa di SDN 035 Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 035 Tarakan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan numerik siswa kelas V di SDN 035 Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu mencakup data primer dan data sekunder dengan informan yaitu siswa kelas V-A. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes kemampuan numerik matematika, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan numerik siswa, 1) Siswa kemampuan tinggi yaitu: a) Siswa mampu melakukan operasi hitung angka/bilangan, namun saat melakukan penjumlahan pada bilangan positif dan negatif siswa kebingungan. b) Siswa mampu melakukan operasi aljabar. c) Siswa mampu menghubungkan konsep sesuai dengan situasi yang sebenarnya, namun terjadi kesulitan dalam menentukan nilai akhir dari bilangan berkoma. d) Siswa mampu memahami, memecahkan dan menyelesaikan masalah. 2) Siswa kemampuan sedang yaitu: a) Siswa kemampuan sedang mampu melakukan operasi hitung angka/bilangan, namun terjadi kesulitan saat menjumlahkan bilangan positif dan negatif karena tidak memahami konsep dan tidak teliti saat melakukan perkalian. b) Siswa mampu melakukan operasi hitung aljabar. c) Siswa mampu memahami, memecahkan dan menyelesaikan masalah. d) Siswa tidak mampu menghubungkan konsep sesuai dengan situasi yang sebenarnya karena tidak memahami konsep. 3) Siswa kemampuan rendah yaitu: a) Siswa tidak mampu melakukan operasi hitung angka/bilangan. b) Siswa tidak mampu melakukan operasi hitung aljabar. c) Siswa tidak mampu menghubungkan konsep sesuai dengan situasi yang sebenarnya. d) Siswa tidak mampu memahami, memecahkan dan menyelesaikan masalah. Kata kunci: Kemampuan, Numerik, Matematika, Siswa DESCRIPTION ON STUDENT'S NUMERIC ABILITY AT CLASS V SDN 035 TARAKAN Abstract The purpose of this study was to determine the numerical ability of students at SDN 035 Tarakan. Qualitative research was undertaken at SDN 035 Tarakan in the Even Semester of the 2020/2021 Academic Year. The numerical abilities of fifth grade children at SDN 035 Tarakan wa the subject of this study. Primary and secondary V-A. Mathematical numerical ability tests, observations, interviews, and documentation were all employed to collect data. The findings of this study revealed student’s numerical abilities: 1) High ability students, namely: a) Students could do arithmetic operations on numbers/numbers, however they became confused when adding positive and negative numbers. b) Students could carry out algebraic procedures. c) Students could link concepts to real-life situations, but they had trouble figuring out what the final value of comma numbers should be. d) Students were capable of comprehending, solving and resolving difficulties. 2) Average ability students, namely: a) Average ability students could do arithmetic operations on numbers/numbers, but they struggle to add positive and negative numbers because they did not understand the concept and were not careful when multiplying. b) Students were capable of performing algebraic procedures. c) Students were capable of comprehending, solving and resolving difficulties. d) Because they did not understand the concept, they were unable to connect it to the real-world issue. 3) Low ability students were unable to: a) Conduct arithmetic operations on numbers or numbers. b) Students were incapable of performing algebraic procedures. c) Students were unable to apply the knowledge to a real-world situation. d) Students were incapable of comperhending, solving and resolving difficulties. Keywords: Ability, Numerical, Mathematics, Students

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI IPS DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DI SMA KATOLIK FRATER DON BOSCO TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis beserta indikatornya pada siswa kelas XI IPS SMA Katolik Frater Don Bosco dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematis berupa 4 soal uraian. Adapun pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis dilakukan secara online dengan menggunakan bantuan aplikasi Cisco Webex Meetings dan WhatsApp. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 siswa yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam mengerjakan soal cerita tergolong kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 1,81. Indikator tertinggi yaitu indikator merencanakan penyelesaian dengan nilai rata-rata sebesar 2,71 tergolong kategori tinggi dengan persentase sebesar 37,33%, selanjutnya indikator melaksanakan penyelesaian dengan nilai rata-rata sebesar 2,31 tergolong kategori sedang dengan persentase sebesar 31,82%, selanjutnya indikator memahami masalah dengan nilai rata-rata sebesar 1,28 tergolong kategori rendah dengan persentase sebesar 17,63% dan indikator terendah yaitu indikator memeriksa kembali dengan rata-rata sebesar 0,96 tergolong kategori rendah dengan persentase sebesar 13,22%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail