Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Pemanfaatan Campuran Bottom Ash dan Arang Kayu Sebagai Briket
.
.
Analisis Risiko K3 Pada Proyek Pembangunan Gedung Asrama Haji Transit Provinsi Kalimantan Utara
Pembangunan konstruksi di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk di Kalimantan Utara. Sehingga peningkatan ini juga berdampak pada bertambahnya risiko kecelakaan kerja sebagaimana tercatat dalam laporan tahunan BPJS Ketenagakerjaan terjadinya peningkatan kasus kecelakaan kerja yaitu pada tahun 2020 terdapat 221.740 kasus, 2021 terdapat 234.370 kasus, dan pada tahun 2022 terdapat 265.334 kasus angka kecelakaan kerja. Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi menjadi sangat penting guna meminimalisir risiko yang dapat terjadi. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Asrama Haji Transit Provinsi Kalimantan Utara dengan tujuan mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan kerja, menilai tingkat risiko, dan menentukan upaya mitigasi risiko yang dapat diterapkan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi lapangan, wawancara, dan kusioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 responden, penentuan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Data diperoleh dengan cara penyebaran kusioner dengan melakukan survei identifikasi risiko yang dilanjutkan dengan menilai tingkat risiko dari dampak dan peluang risiko berdasarkan data hasil kusioner risiko kecelakaan kerja yang teridentifikasi. Hasil penelitian mengidentifikasi 24 potensi risiko yaitu 2 risiko kategori tinggi, 13 risiko kategori sedang, dan 9 risiko kategori rendah. Secara keseluruhan, rata-rata tingkat risiko pada proyek ini tergolong kategori sedang. Upaya pengendalian yang dilakukan berupa kombinasi engineering control, administrative control, dan penggunaan APD lengkap.
.
.
Pemberian Probiotik Pada Rotifera dan Artemia Terhadap Sintasan Larva Kepiting Bakau Scylla Serrata
Kepiting bakau Scylla serrata merupakan salah satu komoditas ekonomis dan saat ini kondisi kepiting sangat memprihatinkan diakibatkan ekploitasi. Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya kepiting adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup dari larva kepiting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 pada pakan alami rotifera dan artemia terhadap sintasan larva kepiting, sebagai upaya pengembangan budidaya mulai dari larva kepiting bakau (Scylla serrata) sampai crablate. Penelitian dilaksanakan di mini hatchery koperasi produsen nelayan Kalimantan Utara menggunakan metode rancangan acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi pakan tanpa pengkayaan probiotik (P1) dan pakan yang diperkaya probiotik EM4 dengan dosis 0,01 ml/L (P2), 0,1 ml/L (P3), dan 1 ml/L (P4). Parameter utama yang diamati adalah tingkat sintasan larva dari stadia zoea I hingga crablate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 dengan dosis 0,01ml/L memberikan sintasan tertinggi hingga mencapai 7,50% pada fase crablate, sementara perlakuan tanpa probiotik (P1) memberikan sintasan terendah yaitu 3,33%. Penggunaan probiotik terbukti meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh larva, yang berdampak pada kelangsungan hidup larva.
SISTEM PENERJEMAH ABJAD BAHASA ISYARAT GESTUR TANGAN SECARA REAL-TIME MENGGUNAKAN GUI PYQT5 DAN DEEP-LEARNING YOLOv8
Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan sosial, namun menjadi tantangan bagi penyandang tuna rungu-wicara akibat keterbatasan dalam menyampaikan dan menerima informasi. Bahasa isyarat menjadi solusi utama dalam berkomunikasi, namun tidak semua orang mampu memahaminya. Untuk itu, penelitian ini mengusulkan sistem penerjemah abjad bahasa isyarat gestur tangan secara real-time menggunakan GUI PyQt5 dan deep-learning YOLOv8. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi gestur tangan dan menerjemahkannya ke dalam huruf abjad dan pesan suara secara otomatis dengan tampilan interface yang interaktif. Penelitian ini menggunakan dataset berjumlah 2028 data primer setelah melalui proses resize dan augmentasi berupa brightness, saturation, grayscale, dan exposure dengan proporsi pembagian dataset terdiri 92% data latih, 4% data validasiasi dan 4% data uji. Hasil pengujian sistem terhadap 4% data uji mendapatkan nilai precision, recall, dan f-measure seluruhnya adalah 1. Sedangkan hasil pengujian sistem terhadap citra real-time yang diambil sebanyak 10 sampel setiap kelas gestur untuk tangan kanan dan kiri dengan jarak 50 cm (total 520 citra) menunjukkan performa terbaik pada tangan kanan dengan precision 0,97, recall 0,88, dan f-measure 0,90, sementara performa pada tangan kiri tetap menunjukkan performa yang baik meskipun sedikit menurun. Pengujian juga dilakukan terhadap kondisi pencahayaan dan ketajaman citra dengan empat variasi skema dan dengan pencahayaan ruangan menggunakan lampu dengan intensitas 9 watt, mendapatkan performa terbaik tercapai saat kecerahan dikurangi 50, dengan precision 0,86, recall 0,74, dan f-measure 0,78, yang menunjukkan bahwa kualitas visual citra memengaruhi kinerja sistem deteksi. Selain itu, pengujian aspek usability menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) yang diisi oleh 20 responden menghasilkan skor 80,38 dan masuk kedalam kategori “Good”, yang menandakan bahwa sistem ini tidak hanya baik dalam mendeteksi tetapi juga mudah digunakan dan memberikan pengalaman pengguna yang positif secara keseluruhan.
Pemberian Probiotik Pada Rotifera dan Artemia Terhadap Sintasan Larva Kepiting Bakau Scylla Serrata
Kepiting bakau Scylla serrata merupakan salah satu komoditas ekonomis dan saat ini kondisi kepiting sangat memprihatinkan diakibatkan ekploitasi. Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya kepiting adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup dari larva kepiting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 pada pakan alami rotifera dan artemia terhadap sintasan larva kepiting, sebagai upaya pengembangan budidaya mulai dari larva kepiting bakau (Scylla serrata) sampai crablate. Penelitian dilaksanakan di mini hatchery koperasi produsen nelayan Kalimantan Utara menggunakan metode rancangan acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi pakan tanpa pengkayaan probiotik (P1) dan pakan yang diperkaya probiotik EM4 dengan dosis 0,01 ml/L (P2), 0,1 ml/L (P3), dan 1 ml/L (P4). Parameter utama yang diamati adalah tingkat sintasan larva dari stadia zoea I hingga crablate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 dengan dosis 0,01ml/L memberikan sintasan tertinggi hingga mencapai 7,50% pada fase crablate, sementara perlakuan tanpa probiotik (P1) memberikan sintasan terendah yaitu 3,33%. Penggunaan probiotik terbukti meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh larva, yang berdampak pada kelangsungan hidup larva.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING TERHADAP HASIL LITERASI SAINS DI SMP NEGERI 3 KOTA TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Inquiry terbimbing terhadap hasil literasi sains di SMP Negeri 3 Kota Tarakan pada materi klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian time series (Time Series Design). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kota Tarakan Tahun Ajaran 2022/2023, dan sampel yang digunakan adalah kelas VII-6 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji Paired Sample T Test dan diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.000 dari taraf signifikan 0.05 sehingga diputuskan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga keputusan yang diperoleh disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap hasil literasi sains siswa di SMP Negeri 3 Kota Tarakan.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KEPALA UDANG DALAM MEDIA KULTUR TERHADAP BIOMASSA CACING SUTRA (Tubifex sp)
Cacing sutra adalah salah satu jenis pakam alami yang digemari larva ikan karena mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva ikan. Media hidup cacing sutra terdiri dari lumpur dan bahan organic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kepala udang dalam media kultur terhadap biomassa dan populasi cacing sutra. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November bertempat di Laboratorium Mini Hactery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Cacing yang digunakan adalah cacing sutra berukuran 1,4-2,3cm. jumlah cacing sutra yang ditebar 10 gram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan Perlakuan A (tanpa penambahan tepung kepala udang), Perlakuan B (tepung kepala udang 200gram), Perlakuan C (tepung kepala udang 400gram), Perlakuan D(tepung kepala udang 600gram). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan Limbah Kepala Udang memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap populasi dan biomassa cacing sutra (Tubifex sp). Populasi dan biomassa tertinggi terdapat pada perlakuan C 17826± 311 individu dengan biomassa 18.00± 0.31 gram yang dicapai hari ke 20 berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa Limbah Kepala Udang dapat meningkatkan Populasi dan biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp).
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING TERHADAP HASIL LITERASI SAINS DI SMP NEGERI 3 KOTA TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Inquiry terbimbing terhadap hasil literasi sains di SMP Negeri 3 Kota Tarakan pada materi klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian time series (Time Series Design). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kota Tarakan Tahun Ajaran 2022/2023, dan sampel yang digunakan adalah kelas VII-6 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji Paired Sample T Test dan diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.000 dari taraf signifikan 0.05 sehingga diputuskan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga keputusan yang diperoleh disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap hasil literasi sains siswa di SMP Negeri 3 Kota Tarakan.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KEPALA UDANG DALAM MEDIA KULTUR TERHADAP BIOMASSA CACING SUTRA (Tubifex sp)
Cacing sutra adalah salah satu jenis pakam alami yang digemari larva ikan karena mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva ikan. Media hidup cacing sutra terdiri dari lumpur dan bahan organic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kepala udang dalam media kultur terhadap biomassa dan populasi cacing sutra. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November bertempat di Laboratorium Mini Hactery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Cacing yang digunakan adalah cacing sutra berukuran 1,4-2,3cm. jumlah cacing sutra yang ditebar 10 gram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan Perlakuan A (tanpa penambahan tepung kepala udang), Perlakuan B (tepung kepala udang 200gram), Perlakuan C (tepung kepala udang 400gram), Perlakuan D(tepung kepala udang 600gram). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan Limbah Kepala Udang memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap populasi dan biomassa cacing sutra (Tubifex sp). Populasi dan biomassa tertinggi terdapat pada perlakuan C 17826± 311 individu dengan biomassa 18.00± 0.31 gram yang dicapai hari ke 20 berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa Limbah Kepala Udang dapat meningkatkan Populasi dan biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp).