2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Knowledge
Management dan Digital Knowledge Sharing terhadap kompetensi Aparatur Sipil
Negara (ASN) di Kabupaten Malinau dengan Learning Organization Culture sebagai
variabel mediasi. Perkembangan teknologi digital menuntut ASN untuk mampu
mengelola pengetahuan secara efektif melalui pemanfaatan sistem digital serta
melakukan berbagi pengetahuan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas
kompetensi dan kinerja. Selain faktor individu, peningkatan kompetensi ASN juga
dipengaruhi oleh budaya organisasi pembelajar yang mendorong proses
pembelajaran berkelanjutan di dalam organisasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei
melalui penyebaran kuesioner kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Malinau. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis
Partial Least Square (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk
menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital Knowledge Management dan Digital
Knowledge Sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Learning
Organization Culture serta kompetensi ASN. Selain itu, Learning Organization
Culture terbukti mampu memediasi hubungan antara Digital Knowledge
Management dan Digital Knowledge Sharing terhadap kompetensi ASN. Temuan ini
menunjukkan bahwa pengelolaan pengetahuan digital dan praktik berbagi
pengetahuan yang didukung oleh budaya organisasi pembelajar dapat meningkatkan
kompetensi aparatur secara berkelanjutan.
Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian
manajemen pengetahuan digital dalam organisasi publik, serta memberikan implikasi
praktis bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi pengembangan kompetensi ASN melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dan penguatan budaya
organisasi pembelajar.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Knowledge Management dan Digital Knowledge Sharing terhadap kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Malinau dengan Learning Organization Culture sebagai variabel mediasi. Perkembangan teknologi digital menuntut ASN untuk mampu mengelola pengetahuan secara efektif melalui pemanfaatan sistem digital serta melakukan berbagi pengetahuan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kompetensi dan kinerja. Selain faktor individu, peningkatan kompetensi ASN juga dipengaruhi oleh budaya organisasi pembelajar yang mendorong proses pembelajaran berkelanjutan di dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital Knowledge Management dan Digital Knowledge Sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Learning Organization Culture serta kompetensi ASN. Selain itu, Learning Organization Culture terbukti mampu memediasi hubungan antara Digital Knowledge Management dan Digital Knowledge Sharing terhadap kompetensi ASN. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pengetahuan digital dan praktik berbagi pengetahuan yang didukung oleh budaya organisasi pembelajar dapat meningkatkan kompetensi aparatur secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen pengetahuan digital dalam organisasi publik, serta memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi pengembangan kompetensi ASN melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dan penguatan budaya organisasi pembelajar.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan menjawab dua permasalahan terkait perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Pertama pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Kedua hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian empiris. Skripsi ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan peraturan perUndang-Undangan seperti Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia; Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 42; Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Pasal 1 ayat (2) dan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2018 tentang perlakuan bagi tahanan dan narapidana lanjut usia Pasal 3. Hasil dari penelitian ini, pertama terdapat perlakuan khusus yang belum terlaksana secara optimal seperti pemberian bantuan akses keadilan, perawatan geriatri/gerontologik, dan perawatan paliatif. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan yang di berikan petugas pemasyarakatannya berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2018 belum optimal. Kedua, dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan terdapat hambatan-hambatan dalam memberikan perlakuan khusus ini kepada narapidana lanjut usia di antaranya adalah Kurangnya sosialisasi mengenai pemberian bantuan akses keadilan, keterbatasan anggaran dan kurangnya sumber daya manusianya seperti petugas pemasyarakatannya.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menjawab dua permasalahan terkait perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Pertama pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Kedua hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian empiris. Skripsi ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan peraturan perUndang-Undangan seperti Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia; Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 42; Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Pasal 1 ayat (2) dan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2018 tentang perlakuan bagi tahanan dan narapidana lanjut usia Pasal 3. Hasil dari penelitian ini, pertama terdapat perlakuan khusus yang belum terlaksana secara optimal seperti pemberian bantuan akses keadilan, perawatan geriatri/gerontologik, dan perawatan paliatif. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan yang di berikan petugas pemasyarakatannya berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2018 belum optimal. Kedua, dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan terdapat hambatan-hambatan dalam memberikan perlakuan khusus ini kepada narapidana lanjut usia di antaranya adalah Kurangnya sosialisasi mengenai pemberian bantuan akses keadilan, keterbatasan anggaran dan kurangnya sumber daya manusianya seperti petugas pemasyarakatannya.