ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 3,045; sig. = 0,003), motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 5,169; sig. = 0,000), dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 6,291; sig. = 0,000). Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F = 98,848; sig. = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,790 menunjukkan bahwa 79% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 21% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah, peningkatan motivasi kerja, serta pembentukan budaya organisasi sekolah yang positif dan konsisten.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 3,045; sig. = 0,003), motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 5,169; sig. = 0,000), dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 6,291; sig. = 0,000). Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F = 98,848; sig. = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,790 menunjukkan bahwa 79% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 21% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah, peningkatan motivasi kerja, serta pembentukan budaya organisasi sekolah yang positif dan konsisten.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peranan yang penting terhadap kinerja guru. Kinerja guru dapat maksimal apabila kepala sekolah mampu mengarahkan dan menggerakkan guru dalam meningkatkan kinerjanya, maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru di SDN 049 Tarakan pada Masa Pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) sebagai leader kepala sekolah bertanggungjawab dalam mengarahkan, memberikan ide serta masukan kemudian kepala sekolah mengawasi dan melakukan kontrol terhadap kinerja guru dimasa pandemi melalui supervisi yaitu dengan perangkat pembelajaran. (2) sebagai manager kepala sekolah memfasilitasi, mengingatkan dan memberikan kesempatan kepada guru dalam mengikuti pelatihan namun, kepala sekolah kurang dalam memberikan tugas untuk mengikuti pelatihan kepada guru. Kepala sekolah juga merencakan program mengimplementasikan kurikulum mandiri belajar, dan aktif dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja guru di masa pandemi. (3) sebagai inovator kepala mengembangkan model pembelajaran inovatif kontekstual dengan belajar dari alam untuk menghubungkan materi dengan lingkungan sekitar sekolah