Faktor-Faktor Budaya Organisasi yang Berhubungan dengan Penerapan Surgical Safety checklist (SSC) di Kamar Operasi RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan
Kamar operasi merupakan bagian paling sering memiliki masalah dalam keselamatan pasien. Kesalahan yang terjadi di ruang operasi akan berimbas pada terjadinya komplikasi, kecacatan ataupun ancaman jiwa. Penggunaan surgical safety checklist yang merupakan salah satu prosedur keselamatan pasien di kamar operasi. Penerapan surgical safety checklist di kamar operasi bisa dipengaruhi banyak faktor. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor budaya organisasi yang berhubungan dalam penerapan surgical safety checklist di kamar operasi RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan desain penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel yang dgunakan adalah total sampling sebanyak 56 orang responden di kamar operasi RSUD dr. H Jusuf SK Tarakan. Variabel independennya adalah budaya organisasi meliputi komunikasi, pelatihan dan pengembangan, pengambilan risiko, pengambilan keputusan, praktik manajemen, reward dan kerja sama. Variabel dependennya adalah penerapan surgical safety checklist. Data penelitian diperoleh dengan cara menggunakan kuesioner dan hasilnya diolah dengan aplikasi pengolahan data statistik dengan analisis kendall’s tau-b. Hasil peneltian untuk variabel budaya organisasi hanya pada komunikasi yang berhubungan dengan penerapan surgical safety checklist surgical safety checklist dengan nilai sig 2 tailed 0,05, sedangkan yang lainya nilai sig 2 tailed > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan. Untuk penerapan surgical safety checklist sebagian besar sudah sangat patuh dengan nilai persentase penerapan 58,9%.