Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: dan Kinerja Pegawai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Disiplin Kerja dan Pengembangan Karir terhadap Kinerja Pegawai UPTD Samsat Kota Tarakan dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderasi

2026•

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI UPTD SAMSAT KOTA TARAKAN DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh disiplin kerja dan pengembangan karir terhadap kinerja pegawai UPTD Samsat Kota Tarakan dengan budaya organisasi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai UPTD Samsat Kota Tarakan yang berjumlah 69 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai responden penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, serta pengembangan karir juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, budaya organisasi tidak mampu memoderasi hubungan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, serta tidak mampu memoderasi hubungan antara pengembangan karir terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI STUDI PADA BADAN PENGELOLA PERBATASAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Utara. Studi ini mengaplikasikan quantitative approach lewat teknik survey melalui distribusi questionnaire bagi segenap pegawai yang mencapai kuantitas 93 individu memakai mekanisme census. Informasi yang dihimpun dievaluasi memanfaatkan teknik Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) via dukungan software SmartPLS edisi 4.0. Konklusi riset memaparkan bahwa motivasi kerja berkontribusi nyata pada kinerja pegawai. lingkungan kerja tak memiliki imbas berarti secara langsung bagi kinerja pegawai. motivasi kerja serta lingkungan kerja tervalidasi berdampak esensial pada kepuasan kerja, sementara itu kepuasan kerja memiliki andil substansial bagi kinerja pegawai. Di samping itu, kepuasan kerja terkonfirmasi menjalankan fungsi partial mediation atas interaksi di lingkup motivasi kerja dan kinerja pegawai, juga menjalankan full mediation atas korelasi di lingkup lingkungan kerja dan kinerja pegawai. Hasil riset tersebut mengindikasikan bahwa eskalasi kinerja pegawai di dalam instansi tidak cuma ditentukan oleh aspek motivasi dan lingkungan kerja secara langsung, namun pula lewat penguatan kepuasan kerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING STUDI PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•

Tesis ini bertujuan untuk menguji pengaruh lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode survey dan cara mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel yang di gunakan adalah teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada pegawai badan pendapatan daerah provinsi Kalimantan utara sebanyak 57 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening dan budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAMPAK BUDAYA KERJA DAN REMUNERASI, TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MENGGUNAKAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI KASUS DI KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA REGIONAL KALIMANTAN)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitan ini bertujuan untuk menguji pengaruh budaya kerja dan remunerasi terhadap kinerja pegawai yang dimediasi oleh komitmen organisasi, sampel pada penelitian ini adalah pegawai organik Bank Indonesia di wilayah Kalimantan dengan jumlah sampel ialah 110 responden. Metode penelitian menggunakan pengumpulan data pimer bersumber dari penyebaran kuesioner pada responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini SEM PLS dengan Aplikasi Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mendukung teori motivasi maslow dalam menjelaskan faktor – faktor kinerja pegawai pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, yang mana hal tersebut menunjukkan bahwa budaya kerja sanagat mempengaruhi kinerja pegawai dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Implikasi praktis dalam penelitian ini memberikan kontribus praktek manajemen yangdapat digunakan dalam membangun perilaku budaya kerja dan remunerasi pada Bank Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN, PENGALAMAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA ANGGOTA KEPOLISIAN PADA KANTOR POLSEK SEBATIK TIMUR

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan, pengalaman kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja anggota kepolisian pada kantor Polsek Sebatik Timur. Penelitian ini, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik pengambilan sampel jenuh dimana setiap anggota kepolisian pada kantor Polsek Sebatik Timur menjadi responden. Sampel dalam penelitian ini yaitu anggota kepolisian pada kantor Polsek Sebatik Timur yang ada di sebatik timur dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap kinerja anggota kepolisian pada kantor Polsek Sebatik Timur yang artinya bahwa tinggi atau rendahnya pendidikan seseorang anggota kepolisian tidak berpengaruh terhadap kinerja anggota kepolisian pada kantor Polsek Sebatik Timur dan kinerjanya tetap sama, karena pada instansi tersebut sudah memiliki tugas pokok dan fungsi yang sudah jelas contohnya, mengayomi masyarakat, melindungi masyarakat, menciptakan kondusif keamanan yang damai dan mengedepankan hak asasi manusia. Variabel pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja anggota kepolisian pada kantor Polsek Sebatik Timur yang artinya bahwa rendah atau tingginya pengalaman kerja seorang anggota kepolisian tidak berpengaruh terhadap kinerja anggota kepolisian dan kinerjanya tetap sama, karena pada instansi tersebut sudah memiliki tugas pokok dan fungsi yang jelas, contohnya berkesinambungan, konsisten dan transparan dalam memelihara kamtibmas (keamanan dan keteriban masyarakat). Variabel Budaya Organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja anggota kepolisian pada kantor Polsek Sebatik Timur yang artinya bahwa semakin diterapkan nilai-nilai budaya pada instansi kepolisian tersebut maka semakin tinggi kinerja anggota kepolisian karena budaya organisasi sangat penting dilakukan dalam organisasi guna untuk meningkatkan kualitas personil dan instansi tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail