ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Inventaris alat kesehatan merupakan bagian dari fungsi pengorganisasian dalam manajemen keperawatan yang menjamin ketersediaan, kerapian, dan kesiapan alat. Pengkajian di ruang tindak rawat inap anak menemukan penyimpanan alat yang belum tertib karena tidak tersedianya stiker label lokasi, denah ruangan, dan Standar Prosedur Operasional (SPO) penyimpanan, sehingga perawat kesulitan menemukan alat saat dibutuhkan dan pelayanan menjadi kurang efisien. Studi kasus ini bertujuan mengembangkan fungsi pengorganisasian melalui optimalisasi inventaris alat kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Pengkajian menggunakan pendekatan enam unsur manajemen, sedangkan penetapan prioritas masalah menggunakan metode Hanlon. Intervensi yang dilakukan meliputi pembuatan stiker label, penyusunan denah ruangan, pengelompokan alat berdasarkan fungsi, serta penyusunan SPO penyimpanan nebulizer dan termometer. Hasil menunjukkan seluruh kegiatan terlaksana sesuai rencana. Stiker label tertempel pada seluruh tempat penyimpanan, denah ruangan terpasang di ruang tindakan, dan draf SPO diserahkan kepada kepala ruangan. Respons perawat positif dan seluruh indikator tercapai. Temuan baru studi ini menunjukkan bahwa kombinasi identifikasi visual dan panduan prosedural yang sederhana dan berbiaya rendah mampu mendukung kerapian penyimpanan serta meningkatkan efisiensi kerja perawat. Intervensi ini berpotensi meningkatkan kepatuhan perawat, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien anak. Manajemen keperawatan perlu memelihara sistem inventaris sebagai bagian integral dari fungsi pengorganisasian di setiap unit pelayanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Tumbuhan obat merupakan segala jenis tumbuhan yang diyakini mempunyai khasiat obat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis, bagian, manfaat/khasiat, dan cara penggunaan tumbuhan yang berpotensi sebagai obat tradisional di Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis eksploratif. Pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi partisipan, wawancara semi berstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 22 jenis tumbuhan obat yang yang tergolong kedalam 17 famili. Bagian organ tumbuhan yang digunakan adalah daun, akar, batang, buah, rimpang, kulit, umbut dan umbi. Organ tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah bagian daunnya. Manfaat dan khasiat dari tumbuhan obat yang dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari yaitu untuk mencegah penyakit seperti menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah tinggi, mengobati penyakit ringan seperti sakit perut, masuk angin, luka-luka, demam, mimisan, sakit maag, batuk-batuk, sakit gigi dan cacingan. Penyakit berat seperti malaria, asam urat, pelien, batu ginjal, usus buntu, tekanan dan gula darah, serta sebagai obat penawar racun. Cara pengolahan tumbuhan obat antara lain ditumbuk, diparut, dikikis/iris, diasapkan/dipanggang, direbus, dikunyah, dibakar, digosok, diperas dan tanpa diolah. Cara penggunaannya adalah diminum, dimakan, dikunyah, ditempelkan, diusap, diperas dan dikompres. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai acuan atau bahan referensi dalam kajian mengenai tumbuhan obat dan pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan herba di Hutan Tane O’len Desa Wisata Setulang Kabupaten Malinau. (2) Mengetahui tentang bagaimana habitat tumbuhan herba mampu tumbuh di kawasan Hutan Tane O’len. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah tumbuhan herba yang tumbuh di hutan Tane O’len dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan jenis-jenis tumbuhan herba yang tumbuh di kawasan Hutan Tane O’len sebanyak 8 jenis yang tergolong kedalam 5 famili diantaranya, Maranta arundinaceae, Homolomena javanica, Cheilcostus cpeciosus, Alocasia princeps, Afromomum angustifolium, Amorphophallus muelleri, Xanthosoma sagittifolium, dan Colacasia esculentadari. Habitat tumbuhan herba di kawasan hutan Tane O’len di dukung oleh kelembapan tanah yang baik, suhu udara yang stabil, pH tanah yang sesusai untuk pertumbuhan atau habitat tumbuhan herba tumbuhan herba di hutan Tane O'len, hanya sebagian kecil dari tumbuhan yang ditemukan mampu beradaptasi di hutan Tane O’len.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan sebagai (1) inventarisasi jenis tumbuhan yang digunkan sebagai obat tradisional pada suku Dayak Putuk di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. (2) mengetahui bagian organ tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradsional dan cara pengolahannya dalam menjadi obat. (3) mengetahui potensinya sebagai sumber belajar biologi pada kurikulum merdeka. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, obervasi, serta dokumentasi. Untuk cara menentukan subjek pada penelitian menggunakan teknik Snowball Sampling, yang dimana subjek penelitain ialah tetua (orang paling tua di suku Dayak Putuk), dukun kampung dan peracik obat, serta masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa ada 14 jenis tumbuhan yang digunkan oleh suku Dayak Putuk di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat yang terdiri dari 13 famili. Untuk organ digunakan oleh masyarakat suku Dayaka Putuk sebagai obat trasisional ada dari akar, batang, daum, bunga, serta buah. Dengan pengolahan tumbuhan di konsumsi langsung, ditumbuk/dihancurkan. direbus, dikukus, dikunyah, dioleskan, ditempelkan, diminum, dan dimakan. Penelitian ini berpotensi sebagai sumber belajar biologi berdasarkan pada kurikulum merdeka dengan materi keanekaragaman hayati yang didalamnya berkaitan dengan kearifan lokal lingkungannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Media pembelajaran adalah alat bantu atau suatu prasarana yang digunakan oleh guru sebagai prantara untuk menyampaikan suatu informasi yang berhubungan dengan pembelajaran kepada peserta didik guna untuk membangkitkan keinginan dan minat baru, meningkatkan keaktifan dan rangsangan kegiatan belajar agar terjadi proses belajar dalam diri peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis media pembelajaran yang terdapat di SMP Negeri 1 dan 3 Tanjung Palas Utara dan bagaimana kesesuaian media dengan materi pelajaran IPA terkhususnya padamateri biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian atau media pembelajaran di SMP Negeri 1 Tanjung Palas Utara dan SMP Negeri 3 Tanjung Palas Utara. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran IPA yang digunakan di SMP Negeri 1 dan 3 Tanjung Palas utara dibagi menjadi 26 jenis media. Jumlah media yang diinventarisasi dari 2 sekolah tersebut yaitu di SMPN 3 Tanjung Palas Utara hanya memiliki 5 jenis media dan di SMPN 1 yang memiliki lebih banyak media, sekitar 21 jenis media. Jenis media yaitu realia, cetak, visual, audio visual, audio, berbasis IT dan simulasi/ berbasis permainan. Realia yang ditemukan yaitu benda nyata, model (mata dan telinga), awetan (preparat) Cetak yaitu buku paket, buku referensi, handout (LKPD) Visual yaitu Poster, Bagan, Charta Audio Visual Yaitu Video Dokumentasi, Video Interaktif, Video Rekaman Audio Yaitu Rekaman, Lagu Berbasis IT Yaitu PPT, File Prezi, Software ( Virtual Phet Edition 4), Video Animasi, Game Interaktif Simulasi/Berbasis Permainan Yaitu Kartu, Naskah Peran semua media pembelajaran IPA yang digunakan di SMP sudah sesuai dengan materi biologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh Suku Tidung di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kalimantan Utara. (2) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku Tidung. (3) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku tidung dalam penyusunan perangkat pembelajaran Biologi di SMA Kelas X. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkompeten dalam pengetahuan tumbuhan obat dengan penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan jenis-jenis Tumbuhan Obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku tidung di desa mansalong kecamatan lumbis sebanyak 30 jenis yang tergolong kedalam 18 famili. Famili tanaman yang umum digunakan yaitu Famili Zingiberaceae. Bagian organ yang banyak digunakan yaitu daun sebanyak 29%. Hasil penelilitian dianalisis kedalam perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Dari hasil analisis yang dilakukan, hasil penelitian dapat dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran mengenai kingdom plantae pada kompetensi dasar 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi.