ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengendalian persediaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi sebuah UMKM. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan baku guna mendukung proses produksi di masa mendatang. (1) Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem pengelolaan stok pisang sebagai bahan baku untuk keripik pisang di UMKM KenkoKP, (2) Menganalisis pengelolaan stok pisang sebagai bahan baku dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), yang mencakup analisis frekuensi pembelian, stok keamanan, titik pembelian kembali, dan persediaan maksimum. Metode penentuan sampel menggunakan key informan. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis pengendalian persediaan bahan baku. Sistem pengendalian persediaan bahan pisang di UMKM kenkoKP dengan kebutuhan bahan baku pisang sebanyak 14.784 kg selama setahun dengan total biaya persediaan sebesar Rp 7.969.286 dalam setahun. Pengendalian persediaan bahan baku pisang di UMKM kenkoKP belum optimal, hal ini dikarenakan tidak adanya safety stock, dan reorder point . Sehingga dalam proses produksi terkadang masih mengalami kekurangan bahan baku pisang, setelah malakukan analisis pengendalian persediaan bahan baku pisang di UMKM kenkoKP menggunakan metode (EOQ) dapat diketahui total biaya persediaan minimum sebesar Rp 2.981.083 dalam setahun. Sehingga memperoleh penghematan biaya persediaan sebesar Rp 4.988.203. Serta jarak siklus atau waktu antar pesanan selama 15 hari dengan frekuensi pembelian 19 kali dalam setahun, UMKM kenkoKP memiliki persediaan maksimum sebanyak 1.392 kg dan UMKM kenkoKP harus mengadakan safety stock sebanyak 320 kg. Pada saat persediaan bahan baku pisang tersisa 423 kg maka UMKM harus melakukan pemesanan dengan kuantitas pemesanan optimum sebanyak 793 kg dengan masa tunggu atau lead time selama 2 hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi pengendalian persediaan bahan baku udang dalam peningkatan efisiensi operasional pada CV. My Lega di Kota Tarakan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan POM QM for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode analisis activity based costing (ABC), perusahaan dapat mengklasifikasikan jenis udang tertentu yang harus mendapat perhatian lebih intensif atau serius dibandingkan jenis udang yang lain berdasarkan nilai penggunaannya. Hasil pengelompokkan persediaan yaitu kelas A memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 79,84% dari total persediaan produk, yang terdiri dari 5 item produk (65%). Kelas B memiliki nilai volume tahunan rupiah 12,08% dari total persediaan produk, yang terdiri dari 2 item produk (23%). Kelas C memiliki nilai volume tahunan rupiah 8,08% dari total persediaan produk yang terdiri dari 4 item produk (12%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengendalian kualitas dengan menggunakan metode seven tools pada petani rumput laut didesa liang bunyu kecamatan sebatik barat kabupaten nunukan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Dalam penelitian ini sampel digunakan secara acak yang diambil selama 13 kali produksi dan diambil menggunakan metode stratified random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode seven tools yang terdiri dari lembar pengecekan, diagram alur, histogram, diagram pareto, peta kendali, diagram penyebar, dan diagram sebab akibat. Hasil dari penelitian menemukan bahwa terdapat empat jenis kecacatan terdiri dari tiram, berlumut, rontok dan kurus dengan presentase kurus 0,2521%, berlumut 0,1932%, rontok 0,0756% dan tiram 0,0630%. Faktor yang mempengaruhi rumput laut cacat terdiri dari faktor manusia, metode pengeringan manual dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor manusia. Berdasarkan diagram penyebar diketahui bahwa faktor manusia memiliki hubungan dengan jumlah cacat rumput laut dan peta kendali diketahui bahwa permasalahan cacat pada rumput laut masih dalam keadaan terkendali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kenaikan kadar asam lemak bebas, kadar air dan kadar kotoran yang melebihi standar untuk mengatasi permasalahan yaitu dengan menggunakan metode Six Sigma melalui tahapan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan mendefinisikan masalah standar kualitas dalam proses produksi dan berdasarkan perhitungan nilai Sigma, rata-rata tingkat Sigma 3,264 dengan kemungkinan kerusakan sebesar 27.503,3 untuk sejuta kali proses produksi (DPMO). Adapun perhitungan dengan diagram pareto yang memiliki nilai persentase yaitu kadar asam lemak bebas 0,86%, kadar air 0,13%, dan kadar kotoran 0,02%. Berdasarkan pengendalian kualitas bisa dikatakan bahwa perusahaan cukup memberikan manfaat dalam upaya mengurangi kegagalan produk akan tetapi belum maksimal. Sehingga perlu disarankan perusahaan meningkatkan kapabilitas Sigma dan meningkatkan proses dengan cara melakukan perbaikan terhadap mesin, bahan baku, metode serta pembinaan dan pengawasan kerja karyawan.