Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: pisang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMASARAN PISANG KEPOK DESA SUNGAI LIMAU KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamal. 15.201020.078. 2019. “ Strategi Pemasaran Pisang Kepok Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan”. dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani yang ada yakni pemasaran merupakan suatu usaha untuk menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sejauh ini pemasaran pisang yang ada di Desa Sungai Limau telah mencapai di negara tetangga (Malaysia). Dari sektor pemasaran menghadapi beberapa kendala dalam hal produk, harga, tempat, dan promosi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pemasaran pisang kepok yang ada desa sungai limau kecamatan sebatik tengah. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Metode pengolahan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT (IFAS dan EFAS). Hasil menunjukkan Faktor strategi internal dan eksternal menunjukkan bahwa jumlah untuk faktor kekuatan sebesar 1.60 lebih kecil dari ada jumlah faktor kelemahan sebesar 1.75 keadaan ini mengidentifikasi bahwa faktor kekuatan untuk pemasaran pisang kepok yang ada disungai limau lebih kecil dari pada faktor kelemahan yang akan menghambatnya. Sedangkan Analisis kuadran didapatkan dengan melakukan pengurangan antara jumlah total faktor dengan jumlah total kemudian dibagi 2. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai X = 0.71 dan nilai Y = 1.07 Kesimpulan bahwa faktor internal, dari aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Desa, yaitu: (1) produk berkualitas, (2) pengetahuan SDM yang baik tentang budidaya pisang kepok, (3) letak wilayah strategis. (4) modal usaha terbatas, (5) minimnya kegiatan promosi, (6) kemasan produk pisang kurang menarik, (7) saluran pemasaran yang panjang. Pada sektor eksternal dari aspek peluang dan ancaman yang dimiliki oleh desa, yaitu: (1) adanya bantuan dari dinas pertanian, (2) tersedianya pemasaran pisang kepok yang masih luas baik dalam negeri maupun luar negeri (3) adanya kemajuan teknologi informasi, (4) stabilitas nilai tukar mata uang, (5) sulitnya akses perizinan, (6) harga beli hasil pertanian ditetapkan oleh tengkulak, (7) pesaing dari desa lain. Adapun strategi yang ditetapkan yaitu: (1) memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi, (2) meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta kerjasama dengan pihak dinas pertanian. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini maka diberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dengan cara membuat program workshop, pelatihan, studi banding poktan yang difasilitasi oleh pemerintah atau swasta, (2) Sebaiknya dilakukan pembimbingan dan pengawasan secara bertahap dari hasil alternatif strategi pemasaran pisang kepok di Desa Sungai Limau sesuai dengan prioritas sehingga tujuan dari pelaksanaan strategi tersebut dapat tercapai dan tepat sasaran (3) Disarankan pada peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama maka diharapkan dapat mengkaji lebih dalam masing-masing bagian dalam sistem strategi pemasaran pisang kepok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Briket dari Limbah Daun Pisang dan Fly Ash PLTU sebagai Bahan Bakar Pendamping untuk Implementasi Co-Firing

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketergantungan pembangkit listrik pada bahan bakar fosil mendorong perlunya energi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan briket komposit dari limbah daun pisang dan fly ash PLTU, mengevaluasi pengaruh variasi rasio bahan serta jenis perekat (tapioka, molase, dan rumput laut), dan mengestimasi potensi energi listriknya. Pengujian kualitas briket mengacu pada SNI 01-6235-2000. Metode eksperimental kuantitatif diterapkan melalui optimasi pengeringan bertahap (penjemuran dan oven 100°C). Hasil penelitian menunjukkan kadar air akhir berada pada rentang 2,8%–8,3% (rata-rata 5,0%), yang secara umum memenuhi standar baku mutu (≤8%). Residu pembakaran berkisar 14%–48% akibat tingginya fraksi anorganik pada fly ash. Formulasi terbaik dicapai oleh briket 40% daun pisang, 50% fly ash, dan 10% perekat tapioka dengan nilai kalor tertinggi sebesar 15.209 J/g (3.633 kcal/kg). Kesimpulannya, briket komposit limbah daun pisang dan fly ash memiliki karakteristik termal yang potensial sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah industri dan pertanian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Sistem Klasifikasi Tingkat Kematangan dan Jenis Buah Pisang Berbasis Citra Menggunakan Metode CNN (Convolutional Neural Network)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas dan tingkat kematangan buah pisang sangat memengaruhi harga jual dan kepuasan konsumen, namun proses penentuan secara manual memerlukan waktu, keahlian khusus, dan rawan kesalahan, sehingga dibutuhkan sistem otomatis yang akurat dan efisien. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem klasifikasi otomatis tingkat kematangan dan jenis buah pisang berbasis citra dengan menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN), yang diharapkan dapat membantu petani, pedagang, dan konsumen dalam menilai kualitas buah secara cepat dan akurat. Dataset yang digunakan mencakup 900 citra awal dari pisang jenis susu dan muli dengan tiga kategori kematangan yaitu mentah, matang, dan busuk. Setelah melalui tahap preprocessing jumlah dataset meningkat menjadi 2.700 citra. Selanjutnya, data dibagi menjadi data latih 70%, data validasi 15%, dan data uji 15%. Model CNN dilatih menggunakan arsitektur VGG16 dan dievaluasi dengan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score. Proses analisis data meliputi pembagian dataset, pelatihan model, serta evaluasi performa dengan mengamati kestabilan nilai metrik pada data validasi dan pengujian. Hasil pengujian dari data uji dalam dataset menunjukkan performa model yang tinggi dengan nilai rata-rata precision 85%, recall 88%, dan F1-score 86% serta rata – rata akurasi 87,90%. Hasil pengujian sebanyak 405 data dari data uji diluar dataset menunjukkan performa model yang turun dengan nilai rata-rata precision 86%, recall 77% dan F1-score 79% serta rata – rata akurasi 76,79%. Dengan demikian, sistem ini terbukti efektif sebagai sistem otomatis dalam penilaian kualitas buah pisang, dan dapat diimplementasikan dalam industri pertanian untuk meningkatkan efisiensi, keakuratan, serta mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan otomatis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEUNTUNGAN DAN PROFITABILITAS USAHA KERIPIK PISANG DI UMKM KENKO KP KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemajuan pembangunan pertanian di Indonesia tercermin dalam perkembangan industri pertanian yang berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya pendapatan petani, terbukanya lapangan kerja baru, dan tumbuhnya industri terkait yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku. UMKM memainkan peran penting dalam industri pertanian di Indonesia, salah satunya adalah UMKM KenkoKP di Kota Tarakan. UMKM KenkoKP mengolah pisang lokal menjadi keripik pisang, namun masih menghadapi kendala dalam mengukur kinerja keuangannya karena sistem pencatatan keuangan yang belum terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan dan profitabilitas usaha keripik pisang di UMKM KenkoKP. Penelitian ini menggunakan pendekatan key informant dengan pemilik UMKM KenkoKP, Ibu Muslia, sebagai informan utama. Analisis data dilakukan dengan metode analisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM KenkoKP berhasil meraih keuntungan bersih sebesar Rp 16.808.933 per bulan, menunjukkan pengelolaan biaya produksi yang efisien dan strategi harga yang tepat. Analisis profitabilitas melalui empat metode perhitungan menunjukkan kinerja yang positif, dengan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 42%, Net Profit Margin (NPM) sebesar 29%, Return On Equity (ROE) sebesar 34%, dan Return On Assets (ROA) sebesar 38%. Secara keseluruhan, UMKM KenkoKP menunjukkan kinerja profitabilitas yang sangat baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PISANG KEPOK (Musa paradisiaca linn) SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK PISANG MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI UMKM KENKOKP

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengendalian persediaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi sebuah UMKM. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan baku guna mendukung proses produksi di masa mendatang. (1) Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem pengelolaan stok pisang sebagai bahan baku untuk keripik pisang di UMKM KenkoKP, (2) Menganalisis pengelolaan stok pisang sebagai bahan baku dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), yang mencakup analisis frekuensi pembelian, stok keamanan, titik pembelian kembali, dan persediaan maksimum. Metode penentuan sampel menggunakan key informan. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis pengendalian persediaan bahan baku. Sistem pengendalian persediaan bahan pisang di UMKM kenkoKP dengan kebutuhan bahan baku pisang sebanyak 14.784 kg selama setahun dengan total biaya persediaan sebesar Rp 7.969.286 dalam setahun. Pengendalian persediaan bahan baku pisang di UMKM kenkoKP belum optimal, hal ini dikarenakan tidak adanya safety stock, dan reorder point . Sehingga dalam proses produksi terkadang masih mengalami kekurangan bahan baku pisang, setelah malakukan analisis pengendalian persediaan bahan baku pisang di UMKM kenkoKP menggunakan metode (EOQ) dapat diketahui total biaya persediaan minimum sebesar Rp 2.981.083 dalam setahun. Sehingga memperoleh penghematan biaya persediaan sebesar Rp 4.988.203. Serta jarak siklus atau waktu antar pesanan selama 15 hari dengan frekuensi pembelian 19 kali dalam setahun, UMKM kenkoKP memiliki persediaan maksimum sebanyak 1.392 kg dan UMKM kenkoKP harus mengadakan safety stock sebanyak 320 kg. Pada saat persediaan bahan baku pisang tersisa 423 kg maka UMKM harus melakukan pemesanan dengan kuantitas pemesanan optimum sebanyak 793 kg dengan masa tunggu atau lead time selama 2 hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Induksi kalus pisang barangan Musa acuminata Colla dengan kombinasi picloram dan BAP

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan permintaan pisang untuk konsumsi rumah tangga dan ekspor ke negara- negara pengimpor pisang dari Indonesia memerlukan peningkatan produksi pisang Peningkatan produksi tentunya memerlukan bahan tanam dalam jumlah besar. Kemampuan indukan pisang untuk menghasilkan anakan tercatat hanya mencapai 5-10 anakan sehat setiap tahun. Kondisi ini menjadikan produksi pisang barangan menjadi sulit sehingga diperlukan teknologi di bidang pertanian untuk mendukung peningkatan produksi. Teknologi perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan merupakan langkah yang tepat, salah satunya yaitu melalui induksi kalus Keberhasilan perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan khususnya induksi kalus sangat dipengaruhi oleh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang digunakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinası ZPT Picloram dan BAP dalam induksi kalus pisang barangan (Musa acuminata Colla). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) dimana faktor 1 dan 2 memiliki 4 taraf yakni Picloram: 0 PPM, 1 PPM, 2 PPM dan 3 PPM, BAP: 0 PPM. 1 PPM. 2 PPM dan 3 PPM serta diulang sebanyak 3 kali. Penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa faktor tunggal tidak memberikan pengaruh nyata sementara perlakuan kombinasi Picloram dan BAP memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan kalus yang terlihat terutama pada parameter persentase eksplan berkalus, umur munculnya kalus, tekstur kalus, berat kalus. Melalui penelitian ini juga diperoleh hasil bahwa media yang mengandung picloram 0 PPM dengan konsentrasi BAP 1 PPM. 2 PPM, 3 PPM berpengaruh nyata pada parameter-parameter terkait tunas sedangkan media yang mengandung BAP 0 PPM dengan konsentrasi Picloram 1 PPM, 2 PPM, 3 PPM berpengaruh nyata pada parameter-parameter terkait kalus. Dalam penelitian diperoleh kombinasi terbaik dalam induksi kalus yaitu kombinasi perlakuan P2B2 (Picloram: 2 PPM, BAP: 2 PPM).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMBINASI LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DENGAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN Ipomoea aquatica

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari kombinasi limbah air cucian beras dengan limbah kulit pisang kepok dalam menghasilkan POC dan menentukan pengaruh takaran yang berbeda pada media POC terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea aquatica). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental berupa 4 perlakuan dari takaran limbah air cucian beras dengan limbah kulit pisang kepok yang berbeda dengan 3 kali pengulangan. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Selanjutnya dilakukan pengukuran suhu, pH, tekstur, warna, aroma, dan analisis unsur hara berupa C, N, P, K. Hasil penelitian menunjukkan takaran kombinasi yang efektif yaitu pada sampel P2 (POC) berupa limbah air cucian beras 500 ml + limbah kulit pisang kepok 1000 gr. Berdasarkan hasil penelitian pada takaran tersebut telah sesuai dengan standarisasi pembuatan pupuk organik cair. Hasil analisis data pada sampel P2 menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap parameter pengamatan pada pertumbuhan Ipomoea aquatica.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Alami Dari Fermentasi Bonggol Pisang Dan Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Pepaya (Carica papaya L.)

2024•

Di Indonesia, pepaya merupakan salah satu komoditas pertanian yang tergolong kedalam tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh masyarakat. Pepaya salah satu tanaman yang memiliki khasiat pada kandungan buahnya yang terdiri dari vitamin A, vitamin B1, B3, B5, vitamin E, vitamin K, vitamin C, likopen, serat, kalsium, potasium, folat dan magnesium. Produksi pepaya di Kalimantan Utara mencapai 232.031 kuintal pada tahun 2022 (BPS, 2022). Peningkatan pertumbuhan bibit tanaman pepaya dapat dilakukan dengan cara aplikasi zat pengatur tumbuh alami dari ekstrak bonggol pisang dan rebung bambu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : K0 = kontrol (tanpa zpt), K+ (zpt sintetis), K1 ((bonggol pisang 25%), K2 rebung bambu (25%), K3 (bonggol pisang 50%), K4 (rebung bambu 50%), K5 (bonggol pisang 75%), K6 (rebung bambu 75%), K7 (bonggol pisang 100%), K8 (rebung bambu 100%). Parameter yang diamati meliputi: Kecepatan Berkecambah, Presentase Berkecambah, Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Diameter Batang, Berat Basah, Berat Kering. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam dan diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian K7 (bonggol pisang 100%) berpengaruh terhadap Kecepatan berkecambah (0.33%), Presentase berkecambah (2.2%) Tinggi tanaman 2 MST (2,38 cm), 4 MST (7,73 cm), 6 MST (7,83 cm), 8 MST (34,28 cm), 10 MST (69 cm). Jumlah daun 2 MST (1.50 helai), 4 MST dengan nilai (3,83 helai), 6 MST dengan nilai (8,5 helai), 8 MST (18,17 helai), 10 MST (24,5 helai). Diameter batang (19,54 mm), berat basah (162,33 gram), berat kering (20,83 gram).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) YANG DI FERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN CACING SUTRA (Tubifex sp)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pakan merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan usaha budidaya perairan. Pengelolaan dan manajemen yang baik diperlukan agar pakan yang diberikan bisa efisien dan efektif sehingga target produksi dapat tercapai. Pakan yang diberikan harus memenuhi syarat kuantitas dam kualitas yang baik berdasarkan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah pisang kepok yang di fermentasi terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp.). Metode penelitian meliputi pengukuran pertumbuhan biomassa dan Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) cacing sutra serta mengukur parameter kualitas air. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan bantuan software pengolah data statistik. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan terbaik biomassa cacing sutra didapatkan pada perlakuan D dengan dosis 30 gram/wadah sebesar 75,91 gram, dengan nilai LPS sebesar 21,206% per hari. Pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH dan DO menunjukkan masih pada kisaran yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan cacing sutra. Bisa disimpulkan bahwa pemberian pakan limbah pisang kepok memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan cacing sutra.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) SEBAGAI PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepenus)

2024•

Meningkatnya produksi perikanan budidaya ikan lele di Kota Tarakan, maka permintaan akan bahan baku untuk pembuatan pakan ikan semakin meningkat, Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku pakan impor karena murah, berkualitas, dan berbahan baku lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit pisang kapok (Mussa paradisiaca L.) berbagai dosis sebagai pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariephenus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2023. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April- Mei 2022. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan lele dumbo berukuran 6 cm yang dipelihara selama 30 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0 : pakan dengan perbandingan tepung ikan 100% dan tepung kulit pisang kepok 0%. P1: pakan dengan perbandingan tepung ikan 90% dan tepung kulit pisang kepok 10%. P2: pakan dengan perbandingan tepung ikan 70% dan tepung kulit pisang kepok 30%. P3: pakan dengan perbandingan tepung ikan 50% dan tepung kulit pisang kepok 50%. dari hasil penelitian ini yaitu penambahan tepung kulit pisang kepok pada pakan mampu meningkatan pertumbuhan pajang dan berat ikan lele dengan nilai pertumbuhan panjang dan berat yang diperoleh P0 (0,6 cm 1,0 gr), P1 (0,8 cm, 1,1 gr), P2 (0,9 cm,1,3 gr) dan P3 (1,3cm, 2,7 gr) Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 dengan penambahan tepung ikan 50% dan tepung kulit pisang kepok 50%. Pemberian pakan selama 30 hari berturut-turut diperoleh kelangsungan hidup ikan tertinggi yaitu berada di perlakuan P3 dengan nilai 27,35%, disusul oleh P1 25,07% dan P3 24,22%, sedangkan nilai kelangsungan hidup pada perlakuan P0 sebesar 23,36%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONSUMSI NUGGET JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca normalis) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI AMAL

2024•

PENGARUH KONSUMSI NUGGET JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca normalis) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI AMAL ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik untuk bayi karena merupakan makanan alamiah yang sempurna,mudah dicerna serta mengandung gizi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan kekebalan tubuh, kebersihannya pun terjamin sehingga dapat terhindar dari gangguan pencernaan seperti diare, muntah dan lainnya.Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi ASI yaitu melalui asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu yang dapat mempengaruhi peningkatan produksi ASI sehingga ibu membutuhkan nutrisi yang menjamin dalam pembentukan ASI yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jantung pisang memiliki kandungan laktagongum yang dapat menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin serta memiliki kandungan zat gizi bermanfaat bagi tubuh yaitu energi sebesar 30 kkl, protein sebesar 1 gr, karbanhidrat sebesar 7 gr, lemak sebesar 50 mg, Vitamin A sebesar170 mg, Vitamin B1 sebesar 0,05 mg dan vitamin C sebesar 10 mg. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian nugget jantung pisang kepok (Musa paradisiaca normalis) terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Jenis penelitian ini menggunakan quasi experimental rancangan penelitian ini one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas pada bulan Oktober 2023 – Januari 2024 berjumlah 166 responden. Sampel dalam penelitian ini 16 responden dengan teknik probabiliyt sampling mengunakan metode Purposive Sampling. Jantung pisang kepok diberikan sebanyak 118 gram dengan 2 kali pemberian pagi dan sore selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan wilcoxon dengan hasil diperoleh hasil uji wilcoxon nilai p = 0,01sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh konsumsi nugget jantung pisang kepok terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Dapat diismpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi nugget jantung pisang kepok terhadap produksi ASI. Diharapkan mengedukasi dan memberikan informasi ibu nifas terkait peningkatan produksi ASI dengan konsumsi nugget jantung pisang kepok. Kata Kunci : Jantung Pisang, Produksi ASI, Ibu Nifas

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penggunaan Limbah Kulit Pisang Kepok Terhadap Media Tumbuh Pakan Alami Jenis Maggot BSF (Hermetia illucens)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) telah banyak dimanfaatkan sebagai agen biokonversi berbagai limbah organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh limbah pisang kepok pada pertumbuhan larva Maggot BSF. Penelitian ini menggunakan eksperimental Rancngan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan. Adapun perlakuan sebagai berikut: perlakuan A (dedak 100%), perlakuan B (Kulit pisang kepok 25%+dedak 75%), perlakuan C (Kulit pisang kepok 50%+dedak 50%), perlakuan D (Kulit pisang kepok 75%+dedak 25%) dan perlakuan E (kulit pisang kepok 100%). Parameter yang diukur yaitu populasi dan bobot serta data pendukung meliputi pengukuran suhu, pH dan C/N rasio. Dari Hasil penelitian ini berdasarkan pemeliharaan Maggot BSF selama 14 hari menunjukkan hasil yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan Maggot BSF terdapat pada perlakuan A dengan nilai rataan populasi sebesar 0,40 ekor/cm3 dan bobot sebesar 392,7 gram/media. Sedangkan suhu pada setiap media rata-rata berkisar antara 30-31˚C dan pH 6,4-6,8.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Kulit Nanas, Kulit Pisang dan Air Kelapa dalam Pembuatan Nata

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nata merupakan hasil proses fermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum yang dapat mengubah karbohidrat menjadi selulosa. Karbohidrat dibutuhkan oleh Acetobacter xylinum untuk berkembang dengan baik hingga menjadi nata. Kulit nanas, kulit pisang dan air kelapa memiliki kandungan karbohidrat yang cukup memadai dalam pembuatan nata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pengaruh terhadap ketebalan nata, rendemen nata, kadar air dan vitamin C, untuk mengetahui perlakuan mana yang menunjukkan hasil paling optimum terhadap karakteristik nata. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompk (RAK) dengan (3) perlakuan yaitu P1 ( kulit nanas), P2 (kulit pisang) dan P3 (air kelapa) dengan sembilan (9) pengulangan sehingga terdapat 27 satuan uni percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu ketebalan nata, rendemen nata, kadar air dan kadar vitamin C, sedangkan kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap nata Yang dihasilkan, Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan ketebalan nata Yang memiliki nilai paling tinggi adalah P3 (air kelapa) sebesar 0,98 cm, rendemen nata Yang memiliki nilai paling tinggi adalah P3 ( air kelapa) sebesar 72,44%, kadar air yang paling tinggi adalah P2 (kulit pisang) sebesar 98,72 dan vitamin C yang memiliki nilai tertinggi yaitu P1 (kulit nanas) sebesar 13,11. Sedangkan nata dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek aroma, warna dan tekstur namun kurang disukai pada aspek rasa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERILAKU KEWIRAUSAHAAN PETANI TERHADAP PRODUKSI PISANG DI KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan 1. Untuk mengetahi karakteristik petani pisang di Kecamatan Sebatik Tengah. 2. Untuk mengetahui tingkat pendapatan petani pisang di Kecamatan Sebatik Tengah. 3. Untuk mengetahui pengaruh perilaku kewirausahaan terhadap produksi petani pisang di Kecamatan Sebatik Tengah. Lokasi penelitian di laksanakan di Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan. Metode penentuan sampel metode Accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden petani pisang. Teknik analisis data mengunakan analisis deskriptif analisis usaha tani dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani pisang antara lain berdasarkan umur dominan 50-59 tahun, dan tingkat pendidikan petani pisang mayoritas Sekolah Dasar (SD) sebanyak 21 orang, jumlah tanggungan keluarga antara 1-5 orang, pengalaman berusaha tani mayoritas 11-15 tahun. rata-rata total pendapatan yang diperoleh petani pisang adalah sebesar Rp. 2.493.372.46 per tahun. Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan prilaku variabel percaya diri (X1), Inovasi (X2) Berani mengambil resiko (X3), Tekun (X4) Kerja keras (X5), Mandiri (X6), Disiplin (X7), Tanggap peluang (X8) terhadap produksi (Y). Artinya perilaku yang berpengaruh terhadap produksi yaitu (percaya diri, berani mengambil resiko, mandiri) sedangkan prilaku yang tidak berpengaruh terhadap produksi yaitu (inovasi, tekun, disiplin, kerja keras, dan tanggap peluang). Nilai uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 7.436 dengan signifikansi 0,000 lebih kecil dari pada taraf signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengujian hipotesis di atas Ho di tolak dan Ha di terima hal ini menunjukkan bahwa percaya diri (X1), Inovasi (X2) Berani mengambil resiko (X3), Tekun (X4) Kerja keras (X5), Mandiri (X6), Disiplin (X7), Tanggap peluang(X8) berpengaruh signifikan terhadap variable terikat yaitu produksi (Y)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Risiko Produksi Dan Harga Pisang Kepok (MusaParadisiaca L.) Di Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan

2022•

Komoditas pisang merupakan komoditas tanaman hortikultura terbesar di Indonesia dengan persentase sebesar 34,65 persen jika dibandingkan dengan komoditas lainnya. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan karakteristik petani pisang kepok, Menganalisis tingkat risiko produksi pisang kepok, dan merekomendasikan strategi alternatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang petani yang ditentukan melalui metode sensus sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis risiko dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil dari karakteristik menunjukkan petani pisang kepok didominasi umur 42-52 tahun, tingkat pendidikan SD sebanyak 20 petani, lama berusahatani 29-35 tahun, dan luas lahan 2 hektar. Tingkat risiko produksi rata-rata tertinggi pada periode pertama sebesar 893.67 kg, varian (ragam) tertinggi pada periode kedua sebesar 41.739 kg, standar deviasi tertinggi pada periode kedua sebesar 204.30 kg, koefisien tertinggi terdapat pada periode kedua sebesar 0.24 kg dengan batas bawah produksi terendah pada periode kedua sebesar 454.33 kg. Tingkat risiko harga koefisien tertinggi pada periode ketiga sebesar Rp.0.08 dengan batas bawah terendah pada periode ketiga sebesar Rp.1.342,05. Berdasarkan hasil dari Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) terdapat strategi penanganan preventif dan mitigasi. Untuk preventif yaitu hama monyet ditangani dengan cara membersihkan lahan, waktu panen dengan cara memperbanyak mencari informasi, kesalahan sumber daya manusia dengan cara pemeliharaan lahan. Sedangkan untuk mitigasi yaitu hama ulat dan kepik ditangani dengan cara mekanis, kimiawi serta teknik kultur, penyakit layu fusarium dan bercak daun ditangani dengan cara membersihkan daun rusak dan membakarnya, untuk risiko harga penanganannya dengan cara melakukan sistem kontrak dan pengaturan pola tanam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI MORFOLOGI PISANG (Musa spp) DI WILAYAH TARAKAN

2022•

KARAKTERISASI MORFOLOGI PISANG ( Musa spp) DI WILAYAH TARAKAN Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik morfologi pada tanaman pisang yang ada di wilayah Tarakan, Oleh sebab itu perlu di lakukan alternative survey tanaman pisang dengan cara Karakterisasi Morfologi Pisang (Musa Spp) di Wilayah Tarakan. Penelitian di laksanakan di kecamatan Tarakan tengah.Tarakan utara dan Tarakan timur pada bulan April-Juni 2021. Mengunakan metode survey menggunakan panduan descriptors for banana (International Plant Genetic Resources Institute) IPGRI 1996. Teknik pengambilan sampel accidental sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan ketidaksengajaan peneliti dalam pengambilan sampel yaitu pada tanaman yang secara kebetulan dijumpai oleh peneliti yang dapat digunakan sebagai sampel. Sesuai dengan keriteria sampel pada tanaman pisang. Parameter pengamatan terdapat 35 parameter yang meliputi karakter keadaan umum tanaman, morfologi batang semu, morfologi daun, morfologi pembungaan,morfologi braktea, morfologi buah. Jenis pisang yang ditemukan dan telah identifikasi berjumlah 16 jenis pisang, yaitu: pisang kepok, pisang mas, pisang raja, pisang cavendis, pisang gembor, pisang kidang, pisang pisang kapas, pisang raja sere, pisang mulu bebek, pisang raja nangka, pisang batu, pisang goroho, pisang ambon hijau, pisang cavendis dwarf parfit dan pisang bawen. Data yang di peroleh kemudian diolah menggunakan program SPSS 24. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan karakter morfologi yang dimiliki oleh 16 varietas pisang. Hasil dendrogram menunjukkan bahwa terdapat hubungan kekerabatan terdekat diperoleh pisang kapal dan pisang dwarf parfit, pisang raja dan pisang raja sere memiliki tingkat kemiripan 2.236 Sedangkan untuk kekerabatan dengan nilai jarak terjauh diproleh pada pisang kepok dan pisang kidang memiliki tingkat kemiripan 13.158. Kata Kunci: Karakterisasi, Morfologi, Pisang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh pupuk organik cair (POC) limbah pisang terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogea L.)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelangkaan pupuk kandang dan mahalnya harga pupuk kimia berikut dampak buruknya bagi lingkungan menyebabkan produksi tanaman kacang tanah menjadi menurun, sehingga perlu ada upaya atau alternatif lain untuk mengatasinya. Penggunaan POC berbahan limbah pisang menjadi pilihan dalam mengatasi kelangkaan pupuk kandang dan penggunaan pupuk kimia karena banyak tersedia serta kandungan N, P dan K di dalam limbah pisang cukup tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini merupakan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis POC limbah pisang yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat desa Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Provinsi Kalimantan Utara pada tanggal 22 Februari hingga 3 April 2021. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor yaitu jenis POC limbah pisang dengan 5 taraf perlakuan yaitu P0 (tanpa aplikasi POC), P1 (100 ml POC limbah pisang Kepok), P2 (100 ml POC limbah pisang Susu), P3 (100 ml POC limbah pisang Ambon) dan P4 (100 ml POC limbah pisang Mas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis POC limbah pisang berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 3 dan 4 MST serta lebar daun umur 5 MST. Sedangkan pada parameter tinggi tanaman 2 dan 5 MST, lebar daun 2, 3 dan 4 MST, panjang akar, berat akar, berat basah tanaman dan jumlah polong terbentuk menunjukkan tidak berpengaruh nyata. Serta tidak terdapat jenis POC limbah pisang yang memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan tanaman kacang tanah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK KOMODITI PISANG KEPOK ( Musa paradisiaca L .) DI DESA SAJAU HILIR KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pisang Kepok merupakan produk yang banyak di budidayakan di Desa Sajau Hilir Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Untuk mendapatkan produk yang berkualitas, murah dan cepat diperlukan peran semua pihak dalam manajemen rantai pasok mulai dari supplier, manufacturer, distributor, retailer dan customer. Tujuan penelitian adalah menganalisis manajemen rantai pasok komoditi pisang kepok (Musa paradisiaca L.) mulai dari arus produk, arus informasi, dan arus keuangan. Metode Penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik penentuan sampel secara Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis manajemen rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan manajemen rantai pasok pisang kepok mulai dari arus produk tentang awal memproduksi hingga ke penjualan akhir ke konsumen, produk yang dijual sesuai dengan permintaan pasar dapat mencegah menurunya harga dan kualitas produk yang dipasarkan; arus informasi yang terjadi yaitu dua arah sehingga informasi yang disampaikan jelas sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar, sehingga dapat menentukan harga yang ada di pasaran, dan menjaga mutu pisang kepok tetap baik; arus keuangan tentang harga dan distribusi produk yang tepat dan memadai dan meneka kerugian yang ada sehingga dapat berjalannya rantai pasok yang mendukung tercapainya manajemen rantai pasok yang efektif dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Fitofarmaka Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Sebagai Antibakterial Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila Secara In Vitro

2020•

Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya hasil produksi budidaya ikan ialah adanya serangan dari bakteri patogen yaitu Aeromonas hydrophila. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit Motil Aeromonas Septicemia. Sejauh ini penanggulangan infeksi bakteri dilakukan dengan penggunaan antibiotik, sehingga dalam jangka waktu lama diduga akan menyebabkan resisten terhadap ikan budidaya. Fitofarmaka merupakan solusi yang efektif dan aman untuk menggantikan antibiotik kimia dikarenakan berasal dari bahan alam, salah satunya ialah kulit pisang kepok Musa paradisiaca L. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas dan penentuan konsentrasi hambat minimum dan bunuh minimum ekstrak kulit pisang kepok terhadap aktivitas bakteri A. hydrophila secara In-vitro. Aquades, etanol, dan 2-propanol digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Perlakuan konsentrasi untuk uji KHM dan KBM yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Ekstrak dengan pelarut aquades memiliki zona hambat terbesar sebesar 6.5 ± 0.54mm dan nilai konsentrasi hambat minimum adalah 24%, sedangkan konsentrasi bunuh minimum sebesar 40%. Hasil uji in-vitro menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail