Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

160 hasil
Penulis: FITRIA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Strategi Bertanya Najwa Shihab dalam Program Mata Najwa Episode Narasi Eksklusif "Prabowo Subianto Bicara" (Kajian Pragmatik)

2026•Koleksi Perpustakaan

STRATEGI BERTANYA NAJWA SHIHAB DALAM PROGRAM MATA NAJWA EPISODE NARASI EKSKLUSIF “PRABOWO SUBIANTO BICARA” (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi bertanya yang digunakan Najwa Shihab dalam wawancara Narasi Eksklusif: Prabowo Subianto Bicara pada program Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan pertanyaan Najwa Shihab kepada Prabowo Subianto. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas cakap dan teknik catat dengan sumber data berupa tayangan wawancara pada kanal YouTube Najwa Shihab. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan strategi bertanya serta memperhatikan konteks penggunaannya. Hasil penelitian terhadap 64 tuturan pertanyaan menunjukkan adanya lima strategi bertanya, yaitu Open Question sebanyak 17 data, Closed Question sebanyak 20 data, Probing Question sebanyak 6 data, Clarification Question sebanyak 11 data, dan Leading Question sebanyak 10 data. Open Question merupakan strategi yang paling banyak digunakan, sedangkan Probing Question paling sedikit ditemukan. Kelima strategi tersebut digunakan secara kontekstual untuk memperoleh, menggali, memperjelas, dan mengarahkan informasi selama proses wawancara. Dengan demikian, penggunaan strategi bertanya Najwa Shihab menunjukkan variasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif dalam mendukung proses penggalian dan pengembangan informasi dalam wawancara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Dengan Strategi Koping Perawat di Ruang Intensif

2026•Koleksi Perpustakaan

Perawat di ruang intensif menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan kondisi pasien yang kompleks sehingga membutuhkan strategi koping yang sesuai. Strategi koping merupakan upaya yang dilakukan perawat untuk menghadapi dan mengelola berbagai tekanan serta permasalahan yang muncul selama bekerja. Penggunaan strategi koping yang sesuai dapat membantu perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan di ruang intensif. Dukungan sosial dapat membantu perawat dalam menghadapi berbagai tuntutan dan permasalahan selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 79 perawat yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Brief COPE untuk mengukur strategi koping. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif dengan nilai p-value = 0,017 (p 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,269 dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan dalam kategori lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Semakin tinggi skor dukungan sosial yang diterima perawat, maka cenderung semakin tinggi skor strategi koping yang digunakan dalam menghadapi berbagai situasi selama bekerja di ruang intensif. Disarankan bagi rumah sakit untuk meningkatkan dukungan sosial bagi perawat melalui penciptaan lingkungan kerja yang suportif, penguatan kerja sama antarperawat, serta dukungan dari atasan guna membantu perawat dalam menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan pekerjaan di ruang intensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Bertanya Najwa Shihab dalam Program Mata Najwa Episode Narasi Eksklusif "Prabowo Subianto Bicara" (Kajian Pragmatik)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STRATEGI BERTANYA NAJWA SHIHAB DALAM PROGRAM MATA NAJWA EPISODE NARASI EKSKLUSIF “PRABOWO SUBIANTO BICARA” (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi bertanya yang digunakan Najwa Shihab dalam wawancara Narasi Eksklusif: Prabowo Subianto Bicara pada program Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan pertanyaan Najwa Shihab kepada Prabowo Subianto. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas cakap dan teknik catat dengan sumber data berupa tayangan wawancara pada kanal YouTube Najwa Shihab. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan strategi bertanya serta memperhatikan konteks penggunaannya. Hasil penelitian terhadap 64 tuturan pertanyaan menunjukkan adanya lima strategi bertanya, yaitu Open Question sebanyak 17 data, Closed Question sebanyak 20 data, Probing Question sebanyak 6 data, Clarification Question sebanyak 11 data, dan Leading Question sebanyak 10 data. Open Question merupakan strategi yang paling banyak digunakan, sedangkan Probing Question paling sedikit ditemukan. Kelima strategi tersebut digunakan secara kontekstual untuk memperoleh, menggali, memperjelas, dan mengarahkan informasi selama proses wawancara. Dengan demikian, penggunaan strategi bertanya Najwa Shihab menunjukkan variasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif dalam mendukung proses penggalian dan pengembangan informasi dalam wawancara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Dengan Strategi Koping Perawat di Ruang Intensif

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawat di ruang intensif menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan kondisi pasien yang kompleks sehingga membutuhkan strategi koping yang sesuai. Strategi koping merupakan upaya yang dilakukan perawat untuk menghadapi dan mengelola berbagai tekanan serta permasalahan yang muncul selama bekerja. Penggunaan strategi koping yang sesuai dapat membantu perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan di ruang intensif. Dukungan sosial dapat membantu perawat dalam menghadapi berbagai tuntutan dan permasalahan selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 79 perawat yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Brief COPE untuk mengukur strategi koping. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif dengan nilai p-value = 0,017 (p 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,269 dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan dalam kategori lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Semakin tinggi skor dukungan sosial yang diterima perawat, maka cenderung semakin tinggi skor strategi koping yang digunakan dalam menghadapi berbagai situasi selama bekerja di ruang intensif. Disarankan bagi rumah sakit untuk meningkatkan dukungan sosial bagi perawat melalui penciptaan lingkungan kerja yang suportif, penguatan kerja sama antarperawat, serta dukungan dari atasan guna membantu perawat dalam menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan pekerjaan di ruang intensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pembuktian Secara Sederhana Tentang Adanya Utang Yang Telah Jatuh Tempo Dan Dapat Ditagih Dalam Perkara Kepailitan

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PEMBUKTIAN SECARA SEDERHANA TENTANG ADANYA UTANG YANG TELAH JATUH TEMPO DAN DAPAT DITAGIH DALAM Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asas pembuktian sederhana dalam menentukan utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 serta menganalisis penerapan pembuktian utang secara sederhana dalam perkara kepailitan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuktian sederhana merupakan mekanisme pembuktian yang hanya menitikberatkan pada terpenuhinya syarat kepailitan berupa adanya dua kreditor dan satu utang yang telah jatuh tempo, serta dapat ditagih tanpa memeriksa secara mendalam keadaan keuangan debitor sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 8 ayat (4). Penerapan pembuktian sederhana perkara kepailitan dalam Putusan Nomor 6/Pdt.Sus-Pailit/2023/PN Niaga Mdn, Majelis Hakim menolak permohonan pailit yang diajukan oleh para Pemohon kepada pihak Termohon, karena tidak ada bukti utang pihak Termohon kepada para Pemohon pailit yang menunjukkan apakah perjanjiaan kerjasama ini masih berjalan atau tidak karena berakhirnya kontrak dengan PLN, dan adanya intervensi pihak ketiga (Bank BRI) yang menahan dana sehingga memerlukan pembuktian di luar koridor hukum kepailitan. Kata Kunci: pembuktian sederhana, kepailitan, utang jatuh tempo, utang dapat ditagih, Pengadilan Niaga.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembuktian Secara Sederhana Tentang Adanya Utang Yang Telah Jatuh Tempo Dan Dapat Ditagih Dalam Perkara Kepailitan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEMBUKTIAN SECARA SEDERHANA TENTANG ADANYA UTANG YANG TELAH JATUH TEMPO DAN DAPAT DITAGIH DALAM Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asas pembuktian sederhana dalam menentukan utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 serta menganalisis penerapan pembuktian utang secara sederhana dalam perkara kepailitan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuktian sederhana merupakan mekanisme pembuktian yang hanya menitikberatkan pada terpenuhinya syarat kepailitan berupa adanya dua kreditor dan satu utang yang telah jatuh tempo, serta dapat ditagih tanpa memeriksa secara mendalam keadaan keuangan debitor sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 8 ayat (4). Penerapan pembuktian sederhana perkara kepailitan dalam Putusan Nomor 6/Pdt.Sus-Pailit/2023/PN Niaga Mdn, Majelis Hakim menolak permohonan pailit yang diajukan oleh para Pemohon kepada pihak Termohon, karena tidak ada bukti utang pihak Termohon kepada para Pemohon pailit yang menunjukkan apakah perjanjiaan kerjasama ini masih berjalan atau tidak karena berakhirnya kontrak dengan PLN, dan adanya intervensi pihak ketiga (Bank BRI) yang menahan dana sehingga memerlukan pembuktian di luar koridor hukum kepailitan. Kata Kunci: pembuktian sederhana, kepailitan, utang jatuh tempo, utang dapat ditagih, Pengadilan Niaga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Diagnosis Keperawatan Isolasi Sosial

2026•

Asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial merupakan upaya penting dalam membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, afek datar atau tumpul, kurang kontak mata, tidak memiliki teman dekat, serta tidak berminat mengikuti aktivitas kelompok. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan strategi pelaksanaan isolasi sosial secara bertahap selama empat hari melalui latihan berkenalan, bercakap-cakap, dan meningkatkan interaksi sosial. Setelah dilakukan implementasi keperawatan,pada klien 1 mulai mampu berinteraksi secara bertahap, mau bercakap-cakap dengan perawat maupun pasien lain, serta mulai mengikuti kegiatan kelompok walaupun masih tampak gugup, sedangkan pada klien 2 mulai menunjukkan minat untuk berkomunikasi dan menjawab pertanyaan dengan lebih baik, namun klien masih membutuhkan dukungan dan bimbingan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pelaksanaan isolasi sosial dapat membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan gangguan jiwa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN MASYARAKAT SIPIL TERHADAP TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN ANGGOTA MILITER

2026•

Perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana merupakan bagian penting dalam mewujudkan keadilan dan kepastian hukum. Namun, dalam praktik peradilan pidana, perhatian terhadap korban sering kali belum seimbang dengan perhatian terhadap pelaku, terutama dalam perkara yang melibatkan anggota militer sebagai pelaku dan masyarakat sipil sebagai korban. Permasalahan tersebut terlihat dalam Putusan Pengadilan Militer I-02 Medan Nomor 42-K/PM.I-02/AD/IV/2025 mengenai tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan meninggalnya seorang warga sipil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam Putusan Pengadilan Militer I-02 Medan Nomor 42-K/PM.I-02/AD/IV/2025 serta untuk mengetahui implikasi perlindungan hukum terhadap korban masyarakat sipil dalam mencapai kepastian hukum dan keadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer, sekunder, dan non-hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim telah tepat dalam menerapkan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP sebagai dasar pemidanaan. Akan tetapi, pertimbangan hukum yang digunakan lebih berfokus pada pembuktian unsur tindak pidana dan status keanggotaan militer Akibatnya, pidana yang dijatuhkan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip proporsionalitas antara perbuatan, akibat yang ditimbulkan, dan rasa keadilan bagi korban. Dari aspek perlindungan hukum, pemberian restitusi kepada ahli waris korban menunjukkan adanya upaya pemulihan hak korban, namun nilainya belum mencerminkan pemulihan yang layak dan berkeadilan atas kerugian yang dialami keluarga korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam pemidanaan dan restitusi tidak proporsional. Oleh karena itu, hakim perlu lebih memperhatikan kepentingan korban serta mengoptimalkan mekanisme pemidanaan terhadap para terdakwa dan restitusi guna mewujudkan perlindungan hukum yang lebih berkeadilan untuk korban. Dengan demikian, putusan tersebut mencerminkan orientasi yang masih lebih berpihak pada pelaku dibandingkan pemulihan hak-hak korban, sehingga belum sepenuhnya mewujudkan perlindungan hukum yang berkeadilan bagi korban masyarakat sipil.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN MASYARAKAT SIPIL TERHADAP TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN ANGGOTA MILITER

2026•

Perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana merupakan bagian penting dalam mewujudkan keadilan dan kepastian hukum. Namun, dalam praktik peradilan pidana, perhatian terhadap korban sering kali belum seimbang dengan perhatian terhadap pelaku, terutama dalam perkara yang melibatkan anggota militer sebagai pelaku dan masyarakat sipil sebagai korban. Permasalahan tersebut terlihat dalam Putusan Pengadilan Militer I-02 Medan Nomor 42-K/PM.I-02/AD/IV/2025 mengenai tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan meninggalnya seorang warga sipil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam Putusan Pengadilan Militer I-02 Medan Nomor 42-K/PM.I-02/AD/IV/2025 serta untuk mengetahui implikasi perlindungan hukum terhadap korban masyarakat sipil dalam mencapai kepastian hukum dan keadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer, sekunder, dan non-hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim telah tepat dalam menerapkan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP sebagai dasar pemidanaan. Akan tetapi, pertimbangan hukum yang digunakan lebih berfokus pada pembuktian unsur tindak pidana dan status keanggotaan militer Akibatnya, pidana yang dijatuhkan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip proporsionalitas antara perbuatan, akibat yang ditimbulkan, dan rasa keadilan bagi korban. Dari aspek perlindungan hukum, pemberian restitusi kepada ahli waris korban menunjukkan adanya upaya pemulihan hak korban, namun nilainya belum mencerminkan pemulihan yang layak dan berkeadilan atas kerugian yang dialami keluarga korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam pemidanaan dan restitusi tidak proporsional. Oleh karena itu, hakim perlu lebih memperhatikan kepentingan korban serta mengoptimalkan mekanisme pemidanaan terhadap para terdakwa dan restitusi guna mewujudkan perlindungan hukum yang lebih berkeadilan untuk korban. Dengan demikian, putusan tersebut mencerminkan orientasi yang masih lebih berpihak pada pelaku dibandingkan pemulihan hak-hak korban, sehingga belum sepenuhnya mewujudkan perlindungan hukum yang berkeadilan bagi korban masyarakat sipil.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA ZONA-BANGUN PADA MATERI KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN DALAM KAITANNYA DENGAN KETERTARIKAN SISWA DI SMP

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi kesebangunan dan kekongruenan, yang disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam membedakan konsep kesebangunan dan kekongruenan serta kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Zona Bangun serta mendeskripsikan kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap penggunaan media tersebut dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri dari validator ahli media, validator ahli materi, serta siswa SMP sebagai pengguna media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Zona Bangun memperoleh penilaian positif dari ahli media dan ahli materi. Selain itu, kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap media dibuktikan melalui hasil angket respon siswa yang menunjukkan kategori menarik, serta didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, seperti mengamati, mengelompokkan, dan menjelaskan bangun datar berdasarkan konsep kesebangunan dan kekongruenan. Dengan demikian, media Zona Bangun dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi kesebangunan dan kekongruenan di SMP.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2026•

Status gizi bayi merupakan indikator penting untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi yang baik mencerminkan terpenuhinya kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan tubuh, sedangkan ketidakseimbangan asupan dapat menyebabkan malnutrisi dan mengganggu tumbuh kembang bayi. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Pengetahuan yang baik terkait waktu pemberian, jenis makanan, tekstur, frekuensi, dan jumlah MP-ASI sesuai usia bayi berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh 74 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan data status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemberian MP-ASI (81,1%) dan sebagian besar bayi memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan p-value=0,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Diperlukan peningkatan edukasi kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI yang tepat untuk mendukung status gizi optimal dan mencegah masalah gizi sejak dini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Diagnosis Keperawatan Isolasi Sosial

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial merupakan upaya penting dalam membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, afek datar atau tumpul, kurang kontak mata, tidak memiliki teman dekat, serta tidak berminat mengikuti aktivitas kelompok. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan strategi pelaksanaan isolasi sosial secara bertahap selama empat hari melalui latihan berkenalan, bercakap-cakap, dan meningkatkan interaksi sosial. Setelah dilakukan implementasi keperawatan,pada klien 1 mulai mampu berinteraksi secara bertahap, mau bercakap-cakap dengan perawat maupun pasien lain, serta mulai mengikuti kegiatan kelompok walaupun masih tampak gugup, sedangkan pada klien 2 mulai menunjukkan minat untuk berkomunikasi dan menjawab pertanyaan dengan lebih baik, namun klien masih membutuhkan dukungan dan bimbingan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pelaksanaan isolasi sosial dapat membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan gangguan jiwa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Status gizi bayi merupakan indikator penting untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi yang baik mencerminkan terpenuhinya kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan tubuh, sedangkan ketidakseimbangan asupan dapat menyebabkan malnutrisi dan mengganggu tumbuh kembang bayi. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Pengetahuan yang baik terkait waktu pemberian, jenis makanan, tekstur, frekuensi, dan jumlah MP-ASI sesuai usia bayi berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh 74 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan data status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemberian MP-ASI (81,1%) dan sebagian besar bayi memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan p-value=0,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Diperlukan peningkatan edukasi kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI yang tepat untuk mendukung status gizi optimal dan mencegah masalah gizi sejak dini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE DALAM PENYUSUNAN DAN EVALUASI LAPORAN REALISASI DI KABUPATEN MALINAU

2026•

Penyusunan dan evaluasi laporan realisasi pembangunan merupakan instrumen penting dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam konteks otonomi daerah, laporan realisasi tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai sarana evaluasi kinerja pemerintah daerah serta bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Oleh karena itu, penerapan prinsip-prinsip Good Governance menjadi prasyarat utama dalam memastikan bahwa proses penyusunan dan evaluasi laporan realisasi dilaksanakan secara objektif, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan prinsip-prinsip Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui penalaran hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, penerapan prinsip Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau telah memiliki dasar hukum yang memadai. Prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas telah diupayakan melalui mekanisme pelaporan dan sistem monitoring yang berlaku. Namun, dalam praktiknya, penerapan prinsip-prinsip tersebut belum sepenuhnya optimal. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya koordinasi antar OPD, belum konsistennya data pelaporan, serta belum maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung sistem pelaporan dan evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan implementasi Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau memerlukan peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan sistem pelaporan, serta penguatan mekanisme evaluasi yang berorientasi pada kinerja dan kepentingan publik. Secara akademik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian hukum administrasi negara, khususnya terkait tata kelola pemerintahan daerah dan akuntabilitas pembangunan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA ZONA-BANGUN PADA MATERI KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN DALAM KAITANNYA DENGAN KETERTARIKAN SISWA DI SMP

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi kesebangunan dan kekongruenan, yang disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam membedakan konsep kesebangunan dan kekongruenan serta kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Zona Bangun serta mendeskripsikan kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap penggunaan media tersebut dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri dari validator ahli media, validator ahli materi, serta siswa SMP sebagai pengguna media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Zona Bangun memperoleh penilaian positif dari ahli media dan ahli materi. Selain itu, kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap media dibuktikan melalui hasil angket respon siswa yang menunjukkan kategori menarik, serta didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, seperti mengamati, mengelompokkan, dan menjelaskan bangun datar berdasarkan konsep kesebangunan dan kekongruenan. Dengan demikian, media Zona Bangun dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi kesebangunan dan kekongruenan di SMP.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA ZONA-BANGUN PADA MATERI KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN DALAM KAITANNYA DENGAN KETERTARIKAN SISWA DI SMP

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi kesebangunan dan kekongruenan, yang disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam membedakan konsep kesebangunan dan kekongruenan serta kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Zona Bangun serta mendeskripsikan kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap penggunaan media tersebut dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri dari validator ahli media, validator ahli materi, serta siswa SMP sebagai pengguna media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Zona Bangun memperoleh penilaian positif dari ahli media dan ahli materi. Selain itu, kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap media dibuktikan melalui hasil angket respon siswa yang menunjukkan kategori menarik, serta didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, seperti mengamati, mengelompokkan, dan menjelaskan bangun datar berdasarkan konsep kesebangunan dan kekongruenan. Dengan demikian, media Zona Bangun dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi kesebangunan dan kekongruenan di SMP.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE DALAM PENYUSUNAN DAN EVALUASI LAPORAN REALISASI DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyusunan dan evaluasi laporan realisasi pembangunan merupakan instrumen penting dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam konteks otonomi daerah, laporan realisasi tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai sarana evaluasi kinerja pemerintah daerah serta bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Oleh karena itu, penerapan prinsip-prinsip Good Governance menjadi prasyarat utama dalam memastikan bahwa proses penyusunan dan evaluasi laporan realisasi dilaksanakan secara objektif, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan prinsip-prinsip Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui penalaran hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, penerapan prinsip Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau telah memiliki dasar hukum yang memadai. Prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas telah diupayakan melalui mekanisme pelaporan dan sistem monitoring yang berlaku. Namun, dalam praktiknya, penerapan prinsip-prinsip tersebut belum sepenuhnya optimal. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya koordinasi antar OPD, belum konsistennya data pelaporan, serta belum maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung sistem pelaporan dan evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan implementasi Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau memerlukan peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan sistem pelaporan, serta penguatan mekanisme evaluasi yang berorientasi pada kinerja dan kepentingan publik. Secara akademik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian hukum administrasi negara, khususnya terkait tata kelola pemerintahan daerah dan akuntabilitas pembangunan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM DETEKSI OTOMATIS PENGGUNAAN SENJATA TAJAM MENGGUNAKAN DEEP LEARNING BERBASIS YOLO

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem deteksi objek senjata tajam berbasis deep learning menggunakan algoritma YOLOv8n. Sistem yang dibangun difokuskan pada pendeteksian tiga jenis senjata tajam, yaitu pisau, sabit, dan parang. Dataset yang dikumpulkan sebanyak 1.200 citra dengan rincian 600 citra primer dan 600 citra sekunder. Citra yang telah dikumpulkan akan diproses melalui tahapan konstruksi dataset, meliputi proses anotasi dan augmentasi data (saturation, brightness, dan resize) hingga diperoleh sebanyak 2.640 dataset. Hasil kontruksi dataset selanjutnya dibagi menjadi 2.160 citra untuk data latih, 240 citra untuk validasi data, dan 240 citra untuk data uji. Hasil pemodelan YOLOv8n yang dilatih sebanyak 100 epoch terhadap 2.160 citra latih diperoleh box precision, recall, mAP50, dan mAP50-95 masing-masing sebesar 0,865, 0,815, 0,895 dan 0,649. Evaluasi terhadap data uji diperoleh nilai precision, recall, dan F1-score masing-masing sebesar 0,837, 0,819, dan 0,827 dengan kelas terbaik ada pada kelas sabit dengan nilai precision sebesar 0,937, recall sebesar 0,913, dan F1-score sebesar 0,924. Hasil pengujian sistem secara real-time dalam berbagai variasi jarak (1-4 meter) menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan deteksi objek secara responsif dengan nilai rata-rata precision 0,824, recall 0,760, dan F1-score 0,790. Hasil menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi objek senjata tajam dan menampilkan hasil deteksi secara langsung. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem deteksi senjata tajam berbasis deep learning pada berbagai lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail