ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Agar bisnis yang dijalankan tetap berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dan tetap mampu bersaing dengan perusahaan lain diperlukan pengendalian bahan baku yang tepat. Penelitian ini dilakukan pada usaha pembuatan roti Brilliant Bakery Tarakan yang mana perusahaan ini tidak memiliki metode khusus dalam mengelola persediaan bahan baku. Beberapa metode yang dilakukan untuk pengendalian bahan baku dua di antaranya adalah Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT). Penelitian ini bertujuan supaya perusahaan dapat mengetahui pengendalian bahan baku yang optimal sehingga tidak menyebabkan kerugian dari segi materi dan juga kehabisan barang pada saat ingin melakukan produksi. Dari hasil penelitian didapatkan membuat jumlah bahan baku yang dipesan lebih banyak dengan frekuensi yang lebih sedikit dibandingkan metode konvensional, selain itu metode EOQ juga menyediakan data tambahan seperti Safety Stock dan juga Reorder Point yang tidak dimiliki oleh perusahaan sehingga bahan baku yang dibutuhkan akan selalu tersedia untuk produksi namun tidak akan terjadi pemborosan ataupun kekurangan bahan. Metode JIT membuat jumlah bahan baku yang dipesan lebih sedikit dengan frekuensi yang lebih banyak dibandingkan metode konvensional hal ini menyebabkan tidak akan terjadinya kekurangan ataupun bahan baku yang dibuang percuma ataupun boros dengan memberikan data yang lebih akurat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerpan Just In Time dalam efisiensi biaya persediaan bahan baku pada Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peramalan terendah adalah dengan menggunakan metode weight moving averages dengan tingkat error MAD = 289,5, MSE = 136.071,6 dan MAPE = 11.076,9% dengan hasil peramalan permintaan produk ayam potong (karkas) dalam memenuhi permintaan konsumen untuk periode selanjutnya sebanyak 166,6 Kg. Total biaya Total Inventory Cost menurut perusahaan Rp 84.983.865 sedangkan menurut Economic Order Quantity Rp 302.784.200 jadi ada penghematan biaya sebesar Rp 217.800.335 dan kebijakan dari Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” mengeluarkan biaya lebih besar yaitu Rp 344.113.831 sedangkan dengan menerapkan metode Just In Time Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” mengeluarkan biaya sebesar Rp 40.030.466. dengan menerapkan metode Just In Time Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” dapat menghemat biaya pembelian dan biaya pemesanan bahan baku sebesar Rp314.847.046.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Just In Time dalam efisiensi biaya persediaan bahan baku pada meubel refinsa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peramalan permintaan furnitur terbaik adalah dengan menggunakan metode moving averages dengan tingkat error MAD sebesar 6.25, MSE sebesar 48.275 dan MAPE sebesar 19.698% serta memberikan hasil peramalan permintaan produk optimal sebesar 38 produk. Total biaya Total Inventory Cost menurut perusahaan Rp52.481.912 sedangkan menurut Economic Order Quantity sebesar Rp420.864,319 jadi ada penghematan biaya sebesar Rp52.061.047,681 dan kebijakan dari perusahaan mengakibatkan pengeluaran lebih besar yaitu Rp442.000.000,- sedangkan dengan menerapkan metode Just In Time perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp331.126.900,-. Dengan menerapkan metode Just In Time perusahaan dapat menghemat biaya pembelian dan biaya pemesanan bahan baku sebesar Rp131.737.905,9.