Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Penulis: INDAH CAHYANI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN SAFETY PLAN PADA PASIEN HOMOSEKSUAL GAY DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN RISIKO BUNUH DIRI

2025•Koleksi Perpustakaan

Risiko bunuh diri merupakan potensi yang dimiliki seseorang untuk melukai dirinya sendiri dengan tujuan mengakhiri hidup. Risiko bunuh diri yang muncul pada seseorang dapat berupa isyarat, ancaman, dan percobaan bunuh diri. Safety plan sebagai suatu pendekatan yang melibatkan verbal kontrak di mana pasien setuju untuk menghindari upaya bunuh diri. Sebanyak 2 orang klien yang memiliki perilaku risiko bunuh diri diberikan intervensi keperawatan generalis dan intervensi safety plan yang dilaksanakan 5 hari. Kedua klien dilakukan pengukuran tingkat risiko bunuh diri dengan kuesioner penilaian risiko bunuh diri sebelum dan sesudah intervensi safety plan untuk mengetahui tingkat risiko bunuh diri masing-masing klien dan didapatkan penurunan tingkat risiko bunuh diri di hari pertama Tn.R tingkat risiko bunuh diri 11 (berisiko tinggi) menurun ke 8 (berisiko tinggi) dan Tn.A tingkat risiko bunuh diri 6 (berisiko tinggi) menurun ke 1 (berisiko rendah). Hal ini menunjuukan adanya perubahan nilai risiko bunuh diri setelah dilakukan implementasi inovasi dimana kedua klien mampu mengendalikan perilaku risiko bunuh diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN SAFETY PLAN PADA PASIEN HOMOSEKSUAL GAY DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN RISIKO BUNUH DIRI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Risiko bunuh diri merupakan potensi yang dimiliki seseorang untuk melukai dirinya sendiri dengan tujuan mengakhiri hidup. Risiko bunuh diri yang muncul pada seseorang dapat berupa isyarat, ancaman, dan percobaan bunuh diri. Safety plan sebagai suatu pendekatan yang melibatkan verbal kontrak di mana pasien setuju untuk menghindari upaya bunuh diri. Sebanyak 2 orang klien yang memiliki perilaku risiko bunuh diri diberikan intervensi keperawatan generalis dan intervensi safety plan yang dilaksanakan 5 hari. Kedua klien dilakukan pengukuran tingkat risiko bunuh diri dengan kuesioner penilaian risiko bunuh diri sebelum dan sesudah intervensi safety plan untuk mengetahui tingkat risiko bunuh diri masing-masing klien dan didapatkan penurunan tingkat risiko bunuh diri di hari pertama Tn.R tingkat risiko bunuh diri 11 (berisiko tinggi) menurun ke 8 (berisiko tinggi) dan Tn.A tingkat risiko bunuh diri 6 (berisiko tinggi) menurun ke 1 (berisiko rendah). Hal ini menunjuukan adanya perubahan nilai risiko bunuh diri setelah dilakukan implementasi inovasi dimana kedua klien mampu mengendalikan perilaku risiko bunuh diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Kecanduan Pornografi dengan Tingkat Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja di Pesisir Kota Tarakan

2024•Koleksi Perpustakaan

Kecanduan pornografi sering dikaitkan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Remaja merupakan fase masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dimana remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal termasuk seksualitas. Dukungan orang tua, teman sebaya, pengaruh pacar, serta lingkungan menjadi faktor yang penting dalam pencegahan perilaku menyimpang pada remaja khususnya terkait pornografi dan perilaku seksual pranikah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tingkat kecanduan pornografi dengan tingkat perilaku seksual pranikah pada remaja di pesisir Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Survey Analitik. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 385 siswa SMA/SMK yang ada di Kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik Multistage Cluster Sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecanduan pornografi dengan tingkat perilaku seksual pranikah pada remaja di pesisir Kota Tarakan. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memperbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan tingkat kecanduan pornografi maupun perilaku seksual pranikah pada remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Kecanduan Pornografi dengan Tingkat Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja di Pesisir Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecanduan pornografi sering dikaitkan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Remaja merupakan fase masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dimana remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal termasuk seksualitas. Dukungan orang tua, teman sebaya, pengaruh pacar, serta lingkungan menjadi faktor yang penting dalam pencegahan perilaku menyimpang pada remaja khususnya terkait pornografi dan perilaku seksual pranikah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tingkat kecanduan pornografi dengan tingkat perilaku seksual pranikah pada remaja di pesisir Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Survey Analitik. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 385 siswa SMA/SMK yang ada di Kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik Multistage Cluster Sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecanduan pornografi dengan tingkat perilaku seksual pranikah pada remaja di pesisir Kota Tarakan. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memperbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan tingkat kecanduan pornografi maupun perilaku seksual pranikah pada remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Etnomatematika pada Upacara Tidung Pesisir Penurunan Padaw Tuju Dulung

2022•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Etnomatematika yang terdapat pada Upacara Tidung Pesisir Penurunan Padaw Tuju Dulung dan pandangan siswa jika Etnomatematika dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian dilakukan analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, melakukan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data, temuan pertama Etnomatematika pada Upacara Tidung Pesisir Penurunan Padaw Tuju Dulung adalah 1) Barisan Pawang memiliki bentuk garis lurus; 2) Barisan pembawa Panji yang memiliki bentuk garis sejajar; 3) Haluan pada Padaw Tuju Dulung berbentuk sudut lancip; 4) Tarian Kolosal berbentuk bangun datar lingkaran; 5) Kain Pari-pari memiliki bentuk lingkaran, persegi, dan setengah lingkaran; 6) Susunan ketiga atap Meligay memiliki bentuk bangun ruang limas segiempat; 7) Tabur-tabur memiliki konsep transformasi geometri yaitu refleksi. Temuan kedua yaitu siswa SMP Negeri 10 Tarakan menyatakan lebih mudah memahami materi pembelajaran matematika di sekolah ketika dihubungkan dengan Etnomatematika yang terdapat pada Upacara Tidung Pesisir Penurunan Padaw Tuju Dulung jika dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Etnomatematika pada Upacara Tidung Pesisir Penurunan Padaw Tuju Dulung

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Etnomatematika yang terdapat pada Upacara Tidung Pesisir Penurunan Padaw Tuju Dulung dan pandangan siswa jika Etnomatematika dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian dilakukan analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, melakukan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data, temuan pertama Etnomatematika pada Upacara Tidung Pesisir Penurunan Padaw Tuju Dulung adalah 1) Barisan Pawang memiliki bentuk garis lurus; 2) Barisan pembawa Panji yang memiliki bentuk garis sejajar; 3) Haluan pada Padaw Tuju Dulung berbentuk sudut lancip; 4) Tarian Kolosal berbentuk bangun datar lingkaran; 5) Kain Pari-pari memiliki bentuk lingkaran, persegi, dan setengah lingkaran; 6) Susunan ketiga atap Meligay memiliki bentuk bangun ruang limas segiempat; 7) Tabur-tabur memiliki konsep transformasi geometri yaitu refleksi. Temuan kedua yaitu siswa SMP Negeri 10 Tarakan menyatakan lebih mudah memahami materi pembelajaran matematika di sekolah ketika dihubungkan dengan Etnomatematika yang terdapat pada Upacara Tidung Pesisir Penurunan Padaw Tuju Dulung jika dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail