2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan program yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), menganalisis persepsi anggota terhadap Program P2L, serta menganalisis dampak program di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 24 anggota KWT sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota KWT didominasi oleh usia produktif, berpendidikan SMA, dan telah mengikuti Program P2L selama 4–5 tahun. Persepsi anggota terhadap Program P2L cenderung positif karena program memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya, penghematan pengeluaran rumah tangga, serta pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih optimal. Meskipun terdapat kendala seperti serangan hama, keterbatasan sarana produksi, keterbatasan waktu, dan kondisi cuaca, anggota tetap mendukung keberlanjutan program. Program P2L juga memberikan dampak positif berupa peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, partisipasi anggota dalam kegiatan kelompok, optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, serta potensi tambahan pendapatan dari hasil panen. Dengan demikian, Program P2L berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan anggota KWT.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan program yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), menganalisis persepsi anggota terhadap Program P2L, serta menganalisis dampak program di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 24 anggota KWT sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota KWT didominasi oleh usia produktif, berpendidikan SMA, dan telah mengikuti Program P2L selama 4–5 tahun. Persepsi anggota terhadap Program P2L cenderung positif karena program memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya, penghematan pengeluaran rumah tangga, serta pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih optimal. Meskipun terdapat kendala seperti serangan hama, keterbatasan sarana produksi, keterbatasan waktu, dan kondisi cuaca, anggota tetap mendukung keberlanjutan program. Program P2L juga memberikan dampak positif berupa peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, partisipasi anggota dalam kegiatan kelompok, optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, serta potensi tambahan pendapatan dari hasil panen. Dengan demikian, Program P2L berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan anggota KWT.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada artefak yang terdapat di Museum Sejarah Kota Tarakan. Fokus penelitian meliputi identifikasi artefak yang mengandung unsur etnomatematika serta identifikasi konsep dan prinsip matematika yang terdapat pada artefak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala UPT Museum Sejarah Kota Tarakan dan petugas museum. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh artefak yang mengandung unsur etnomatematika, yaitu Bebingon, Bubu Kanon, Bintul/Ambau, Telipos, Tempinak, Babun, dan Tar. Unsur etnomatematika pada artefak tersebut tercermin pada bentuk, pola, ukuran, dan struktur artefak. Konsep matematika yang ditemukan meliputi lingkaran, tabung, kerucut, kerucut terpancung, balok, persegi panjang, belah ketupat, segitiga, garis lengkung, pola, dan simetri. Prinsip matematika yang ditemukan meliputi keteraturan pola, hubungan ukuran, kesebangunan, dan keseimbangan bentuk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa artefak Museum Sejarah Kota Tarakan tidak hanya memiliki nilai budaya dan sejarah, tetapi juga mengandung konsep dan prinsip matematika yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Tidung. Artefak tersebut memiliki potensi sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada artefak yang terdapat di Museum Sejarah Kota Tarakan. Fokus penelitian meliputi identifikasi artefak yang mengandung unsur etnomatematika serta identifikasi konsep dan prinsip matematika yang terdapat pada artefak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala UPT Museum Sejarah Kota Tarakan dan petugas museum. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh artefak yang mengandung unsur etnomatematika, yaitu Bebingon, Bubu Kanon, Bintul/Ambau, Telipos, Tempinak, Babun, dan Tar. Unsur etnomatematika pada artefak tersebut tercermin pada bentuk, pola, ukuran, dan struktur artefak. Konsep matematika yang ditemukan meliputi lingkaran, tabung, kerucut, kerucut terpancung, balok, persegi panjang, belah ketupat, segitiga, garis lengkung, pola, dan simetri. Prinsip matematika yang ditemukan meliputi keteraturan pola, hubungan ukuran, kesebangunan, dan keseimbangan bentuk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa artefak Museum Sejarah Kota Tarakan tidak hanya memiliki nilai budaya dan sejarah, tetapi juga mengandung konsep dan prinsip matematika yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Tidung. Artefak tersebut memiliki potensi sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya.
2025 · Book ·
Penelitian ini membahas Pengawasan DPRD terhadap kinerja Pemerintah Daerah Bulungan Melalui LKPJ Kepala Daerah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari keterbatasan kewenangan DPRD dalam menindaklanjuti hasil evaluasi terhadap LKPJ Kepala Daerah, di mana DPRD hanya dapat memberikan rekomendasi tanpa memiliki kewenangan untuk memberlakukan sanksi apabila rekomendasi tersebut tidak ditindaklanjuti oleh kepala daerah. Hal ini mengakibatkan lemahnya fungsi pengawasan DPRD tehadap kinerja Pemerintah Daerah Bulungan Melalaui LKPJ. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Pengawasan DPRD terhadap LKPJ melalui tiga tahapan yaitu: Pertama, Menerima dan Membahas LKPJ Kepala Daerah. Kedua, Melakukan Evaluasi dan Penilaian terhadap Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran. Ketiga, Memberikan Rekomendasi. Tidak terdapat ketentuan hukum yang memberi kewenangan kepada DPRD untuk menolak atau memberikan sanksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban yang tidak sesuai, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Hambatan yang ditemukan meliputi: tingkat pendidikan anggota DPRD yang rendah, bentrokan waktu dan agenda lainnya dan tidak adanya peraturan lebih lanjut terkait pengawasan DPRD melalui LKPJ Kepala Daerah
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas Pengawasan DPRD terhadap kinerja Pemerintah Daerah Bulungan Melalui LKPJ Kepala Daerah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari keterbatasan kewenangan DPRD dalam menindaklanjuti hasil evaluasi terhadap LKPJ Kepala Daerah, di mana DPRD hanya dapat memberikan rekomendasi tanpa memiliki kewenangan untuk memberlakukan sanksi apabila rekomendasi tersebut tidak ditindaklanjuti oleh kepala daerah. Hal ini mengakibatkan lemahnya fungsi pengawasan DPRD tehadap kinerja Pemerintah Daerah Bulungan Melalaui LKPJ. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Pengawasan DPRD terhadap LKPJ melalui tiga tahapan yaitu: Pertama, Menerima dan Membahas LKPJ Kepala Daerah. Kedua, Melakukan Evaluasi dan Penilaian terhadap Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran. Ketiga, Memberikan Rekomendasi. Tidak terdapat ketentuan hukum yang memberi kewenangan kepada DPRD untuk menolak atau memberikan sanksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban yang tidak sesuai, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Hambatan yang ditemukan meliputi: tingkat pendidikan anggota DPRD yang rendah, bentrokan waktu dan agenda lainnya dan tidak adanya peraturan lebih lanjut terkait pengawasan DPRD melalui LKPJ Kepala Daerah
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Triangaulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Objek dalam penelitian ini adalah pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru yang mengajar mata pelajaran IPA dikelas VIII dan 11 siswa kelas VIII yang belum mencapai standar KKM. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengajaran remedial yang dilakukan oleh guru adalah diagnosis kesulitan belajar, menyusun program remedial dan pengukuran kembali hasil belajar. Adapun keterlaksanaan pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa kelas VIII-3 dan VIII-4 terjadi peningkatan yaitu dari 25 siswa kelas VIII-3 dan 27 siswa kelas VIII-4 memperoleh ketuntasan 100%.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Triangaulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Objek dalam penelitian ini adalah pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru yang mengajar mata pelajaran IPA dikelas VIII dan 11 siswa kelas VIII yang belum mencapai standar KKM. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengajaran remedial yang dilakukan oleh guru adalah diagnosis kesulitan belajar, menyusun program remedial dan pengukuran kembali hasil belajar. Adapun keterlaksanaan pengajaran remedial terhadap hasil belajar siswa kelas VIII-3 dan VIII-4 terjadi peningkatan yaitu dari 25 siswa kelas VIII-3 dan 27 siswa kelas VIII-4 memperoleh ketuntasan 100%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Industri seks dan prostitusi di Indonesia membuat terbelalak semua mata, jika benar-benar dibongkar, diteliti, dan ditulis. Dunia akademik selama ini seolah tidak berani menyentuh fenomena industri yang satu ini karena keterbatasan akses dan ketidak-beranian mengungkap fakta-fakta lalu menariknya menjadi abstraksi teoretis atau proposisi-proposisi kritis ilmiah yang layak dipertanggungjawabkan dalam forum akademik ilmiah dan juga forum-forum kebebasan mimbar publik. Dr. Yuyung Abdi telah menerobos sekat-sekat sulit yang challenging (menantang) dan berbau privat untuk mengungkap fenomena pekerja seks dan industri seks di Indonesia (dan inilah karya pertama di Indonesia bahkan di Asia dan internasional) yang mengungkap data tentang eksistensi keberadaan industri seks (prostitusi) di berbagai daerah di Indonesia dan di kelas-kelas sosial masyarakat urban di Indonesia. Melalui riset 10 tahun (2 tahun dalam penyelesaian riset untuk Master/S2 dan 8 tahun untuk riset Doktoral/S3), Yuyung Abdi berhasil melakukan studi terkait dengan industri seks dalam pendekatan kajian media (Media Cultural Studies) yang belum pernah dilakukan oleh akademisi dan ilmuwan Indonesia. Melalui kajian Lens Phenomenology, yang juga merupakan metode penulisan baru yang belum pernah dilakukan ilmuwan Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora di Indonesia, bahkan di Internasional, studi yang dilakukan Yuyung Abdi ini adalah “breakthrough” bagi studi-studi Media dan Budaya di Indonesia & internasional. Buku ini membuktikan lensa kamera sebagai “regime” penglihatan menjadi alat metodologi untuk mengungkap fenomena sosial masyarakat. Buku ini diharapkan memberikan sumbangan secara akademik sekaligus super penting bagi pembuat kebijakan (policy maker) di Indonesia untuk memikirkan industri kenikmatan (pleasure), komodifikasi tubuh & kulit (body and flesh), dan cengkeraman yang mengikat perempuan yang selalu menjadi korban yakni kapitalisasi (ekonomi) & keterpurukan moral manusia.