Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

REZA PRAYUDA

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

GAMBARAN PERSEPSI SISWA TERHADAP LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) (STUDI DESKRIPTIF SISWA KELAS X SMAN 4 TARAKAN)

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa kelas X terhadap LGBT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara untuk memperoleh gambaran mengenai pemahaman, sikap, serta faktor-faktor yang memengaruhi persepsi siswa terhadap fenomena LGBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terbentuk dalam dua kecenderungan utama, yaitu persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif siswa ditunjukkan melalui pemahaman dasar mengenai istilah LGBT serta sikap humanis yang tetap menghargai individu sebagai sesama manusia. Siswa mampu menjelaskan kepanjangan dan makna umum LGBT, meskipun pemahaman tersebut masih berada pada tingkat dasar dan belum sepenuhnya komprehensif. Selain itu, siswa menunjukkan sikap tidak menoleransi kekerasan serta bersedia berinteraksi dalam batas tertentu, seperti dalam kegiatan belajar, yang mencerminkan adanya penerimaan sosial yang terbatas. Sementara itu, persepsi negatif siswa ditunjukkan melalui respons emosional berupa rasa tidak nyaman, geli, dan heran terhadap fenomena LGBT. Siswa juga memandang LGBT bertentangan dengan nilai agama, norma sosial, dan aturan masyarakat, sehingga dianggap tidak dapat diterima. Selain itu, siswa memiliki kekhawatiran bahwa keberadaan LGBT dapat mengganggu hubungan sosial di lingkungan sekolah, memicu konflik, serta memengaruhi perilaku teman sebaya. Faktor yang memengaruhi persepsi siswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi nilai agama, keyakinan moral, pengalaman, dan kondisi emosional siswa. Faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pertemanan, keluarga, dan sekolah sebagai agen sosialisasi. Interaksi kedua faktor tersebut membentuk persepsi yang kompleks dan ambivalen. Kesimpulannya, persepsi siswa terhadap LGBT tidak bersifat tunggal, melainkan ambivalen, yaitu adanya pemahaman dasar dan sikap humanis di satu sisi, serta penolakan moral dan kekhawatiran sosial di sisi lain. Persepsi tersebut merupakan hasil proses sosialisasi yang berlangsung secara berkelanjutan dalam lingkungan keluarga, sekolah, agama, dan masyarakat.

GAMBARAN PERSEPSI SISWA TERHADAP LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) (STUDI DESKRIPTIF SISWA KELAS X SMAN 4 TARAKAN)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa kelas X terhadap LGBT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara untuk memperoleh gambaran mengenai pemahaman, sikap, serta faktor-faktor yang memengaruhi persepsi siswa terhadap fenomena LGBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terbentuk dalam dua kecenderungan utama, yaitu persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif siswa ditunjukkan melalui pemahaman dasar mengenai istilah LGBT serta sikap humanis yang tetap menghargai individu sebagai sesama manusia. Siswa mampu menjelaskan kepanjangan dan makna umum LGBT, meskipun pemahaman tersebut masih berada pada tingkat dasar dan belum sepenuhnya komprehensif. Selain itu, siswa menunjukkan sikap tidak menoleransi kekerasan serta bersedia berinteraksi dalam batas tertentu, seperti dalam kegiatan belajar, yang mencerminkan adanya penerimaan sosial yang terbatas. Sementara itu, persepsi negatif siswa ditunjukkan melalui respons emosional berupa rasa tidak nyaman, geli, dan heran terhadap fenomena LGBT. Siswa juga memandang LGBT bertentangan dengan nilai agama, norma sosial, dan aturan masyarakat, sehingga dianggap tidak dapat diterima. Selain itu, siswa memiliki kekhawatiran bahwa keberadaan LGBT dapat mengganggu hubungan sosial di lingkungan sekolah, memicu konflik, serta memengaruhi perilaku teman sebaya. Faktor yang memengaruhi persepsi siswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi nilai agama, keyakinan moral, pengalaman, dan kondisi emosional siswa. Faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pertemanan, keluarga, dan sekolah sebagai agen sosialisasi. Interaksi kedua faktor tersebut membentuk persepsi yang kompleks dan ambivalen. Kesimpulannya, persepsi siswa terhadap LGBT tidak bersifat tunggal, melainkan ambivalen, yaitu adanya pemahaman dasar dan sikap humanis di satu sisi, serta penolakan moral dan kekhawatiran sosial di sisi lain. Persepsi tersebut merupakan hasil proses sosialisasi yang berlangsung secara berkelanjutan dalam lingkungan keluarga, sekolah, agama, dan masyarakat.