Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

55 hasil
Subjek: Lokal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Google Sites Berbasis Potensi Lokal Materi Gastropoda

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE SITES BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN MATERI GASTROPODA Abstrak Pembelajaran di kampus, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran masih menggunakan media yang kurang interaktif, yaitu media miscrosoft powerpoint. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi kurang optimal dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website yaitu Google Sites. Metode penelitian ini menggunakan Research And Development (R&D), dengan model Borg And Gall yang dibatasi sampai pada tahap kelima yaitu uji coba terbatas ( Meain Field Revisio). Praktisi terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil penilaian respon praktisi media, menyatakan media Google Sites telah memenuhi aspek fungsionalitas, kualitas teks, gambar, dan desain. Penilaian respon praktisi materi, menyatakan telah memenuhi aspek dari isi materi, kejelasan dalam penyajian, konsistensi tipografi, kesesuaian dalam penggunaan bahasa dengan tingkat perkembangan mahasiswa, kesederhanaan dan keterbacaan bahasa. Hasil penilaian respon praktisi bahasa, menyatakan telah memenuhi aspek ketepatan bahasa, keterbacaan teks, dan kemenarikan. Selanjutnya, hasil penilaian respon mahasiswa yang terdiri dari 8 responden terhadap media pembelajaran Google Sites, memperoleh respon yang baik dan memenuhi aspek kemandirian belajar, kualitas isi materi, serta kualitas desain dan media yang komunikatif. Berdasrkan hasil yang diperoleh media pembelajaran Google Sites berbasis potensi lokal materi Gastropoda memperoleh respon positif. Temuan penelitian ini diharapkan kepada penelitian selanjutnya dapat melanjutkan sampai pada tahapan ke sepuluh yaitu tahap disiminasi dan implementasi (Disimination And Impletation).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DAYAK KENYAH DALAM SISTEM AGRIBISNIS PADI LADANG DI DESA NAWANG BARU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sebagian besar praktik agribisnis padi ladang di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, masih bertumpu pada pengetahuan adat masyarakat Dayak Kenyah yang diwariskan lintas generasi, namun kajian yang mengaitkan pengetahuan tersebut dengan seluruh subsistem agribisnis sekaligus dimensi keberlanjutannya masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan penerapan kearifan lokal pada tiap subsistem agribisnis padi ladang, dan (2) menganalisis perannya terhadap keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian dilakukan pada Maret–Mei 2026 dengan pendekatan kualitatif deskriptif di lokasi yang dipilih secara purposive. Sebanyak 30 informan dijaring melalui snowball sampling, diawali dari kepala desa dan tetua adat, dengan data dihimpun lewat wawancara mendalam dan observasi, lalu dianalisis mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa praktik adat hadir pada kelima subsistem: pemilihan lahan dan penentuan waktu tanam lewat Ungun Tau pada subsistem hulu, pertukaran benih dan pengendalian hama alami pada usahatani, pengeringan serta penyimpanan di lumbung adat pada subsistem hilir, musyawarah penentuan harga pada pemasaran, hingga peran kelembagaan adat pada subsistem penunjang. Praktik-praktik tersebut terindikasi berkontribusi pada efisiensi biaya usaha (ekonomi), penguatan solidaritas dan modal sosial warga (sosial), serta pembatasan eksploitasi lahan dan hutan (lingkungan), meski kontribusi ekologisnya lebih menonjol pada subsistem hulu hingga hilir dibanding pemasaran dan kelembagaan. Dominasi informan berusia lanjut mengindikasikan adanya risiko kesenjangan regenerasi pengetahuan, sehingga dokumentasi dan pewarisan kearifan lokal kepada generasi muda perlu terus diupayakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INTEGRASI NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TATA KELOLA KEUANGAN DI DESA WA’YANUD KECAMATAN KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan nilai-nilai kearifan lokal serta partisipasi masyarakat dalam tata kelola keuangan desa guna mendukung transparansi dan akuntabilitas di Desa Wa'Yanud Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Ketua BPD, dan Tokoh Adat Desa Wa'Yanud. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal dan partisipasi masyarakat telah menjadi bagian dari tata kelola keuangan Desa Wa'Yanud. Pada tahap perencanaan, nilai musyawarah diterapkan melalui pelibatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan menentukan prioritas pembangunan. Nilai musyawarah mendukung keterbukaan dalam proses perencanaan tata kelola keuangan desa. Pada tahap pelaksanaan, partisipasi masyarakat diwujudkan melalui budaya Feruyung dan Malui sebagai bentuk gotong royong, kebersamaan, dan saling membantu. Pada tahap pelaporan, pemerintah desa menyusun dokumen pelaporan dan menyampaikan informasi mengenai pengelolaan keuangan desa. Pada tahap pertanggungjawaban, pengelolaan keuangan didukung oleh pencatatan transaksi, kelengkapan dokumen, pengawasan BPD, serta nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Secara keseluruhan, integrasi nilai-nilai kearifan lokal dan partisipasi masyarakat mendukung tata kelola keuangan Desa Wa'Yanud yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIORAMA PADA MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KALIMANTAN UTARA KELAS IV-B SDN 006 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran diorama berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara berdasarkan hasil validasi ahli serta mengetahui tingkat kemenarikan media berdasarkan respon siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran diorama tiga dimensi tipe terbuka yang menyajikan keragaman budaya Kalimantan Utara, meliputi rumah adat, pakaian adat, tarian tradisional, dan makanan khas dari Suku Tidung, Suku Dayak, dan Suku Bulungan, serta dilengkapi dengan buku pendamping. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan angket respon siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran diorama memperoleh persentase kelayakan sebesar 95,71% dari ahli media, 100% dari ahli materi, dan 100% dari ahli bahasa, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat layak. Hasil uji coba terbatas memperoleh persentase respon siswa sebesar 87,67%, sedangkan hasil uji coba lapangan memperoleh persentase kemenarikan sebesar 92,21% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba kepada siswa, media pembelajaran diorama berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara dinyatakan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS pada materi Keragaman Budaya Indonesia kelas IV-B SDN 006 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh E-Komik PMT Artocarpus Oddoratissimus Dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energi Kronik

2026•

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan serta gangguan pertumbuhan janin. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai KEK dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi upaya pencegahan dan penanganan KEK. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami, salah satunya melalui komik edukasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komik edukasi mengenai KEK dan PMT berbasis lokal (Artocarpus odoratissimus) terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 55 ibu hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan berisi 15 pertanyaan benar-salah yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji normalitas Kolmogorov- Smirnov dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 35 responden (63,6%), sedangkan setelah intervensi mayoritas memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 50 responden (90,9%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 (p 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian komik edukasi. Kesimpulan penelitian ini adalah komik edukasi mengenai KEK dan PMT berbasis lokal (Artocarpus odoratissimus) efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kearifan Lokal pada Materi Sumber Daya Alam di Kelas IV-B SDN 017 Tarakan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal Kota Tarakan pada materi Sumber Daya Alam kelas IV sekolah dasar yang memenuhi aspek kelayakan, kemenarikan, dan keefektifan dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya LKPD yang mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran serta berfungsi sebagai lembar kerja langsung peserta didik. Penelitian ini merupakan Research and Development dengan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan di SDN 017 Tarakan. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi dan soal, ahli media, ahli bahasa, praktisi guru, 9 peserta didik pada uji coba terbatas, dan 21 peserta didik pada uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, dan tes. Data dianalisis menggunakan persentase kelayakan, persentase kemenarikan, uji normalitas, uji paired sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD memperoleh persentase kelayakan sebesar 93,63% dari ahli materi dan soal, 93,75% dari ahli media, 94,67% dari ahli bahasa, dan 96,67% dari praktisi guru dengan kategori sangat layak. Hasil kemenarikan memperoleh persentase 97,09% pada uji coba terbatas dan 98,02% pada uji coba lapangan dengan kategori sangat menarik. Nilai rata-rata pre-test sebesar 56,24 meningkat menjadi 81,57 pada post-test. Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 0,05 yang menunjukkan bahwa penggunaan LKPD mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan sehingga menunjukkan adanya keefektifan LKPD dalam pembelajaran. Hasil tersebut diperkuat oleh nilai N-Gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang. Setelah dikonversi ke dalam bentuk persentase, diperoleh nilai sebesar 62% yang menunjukkan tingkat keefektifan termasuk dalam kategori cukup efektif. Dengan demikian, LKPD berbasis kearifan lokal Kota Tarakan dinyatakan sangat layak, sangat menarik, dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran IPA.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA BIG BOOK BERBASIS LITERASI BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA KELAS VII 3 SMP NEGERI 11 TARAKAN

2026•

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Big Book berbasis literasi budaya lokal serta mengetahui kelayakan dan keefektifannya dalam meningkatkan minat baca siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang menarik serta berbasis budaya lokal dalam pembelajaran muatan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian terdiri atas ahli media, ahli materi, ahli bahasa, serta siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, angket respon siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Big Book berbasis literasi budaya lokal memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli media sebesar 90%, ahli materi sebesar 90%, dan ahli bahasa sebesar 98%, dengan rata-rata persentase kelayakan sebesar 92,67%. Hasil uji coba terbatas memperoleh respon siswa sebesar 83,1% dan uji coba lapangan sebesar 81,61%, yang keduanya termasuk kategori sangat menarik. Selain itu, hasil analisis keefektifan menggunakan N-Gain memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media Big Book berbasis literasi budaya lokal efektif dalam meningkatkan minat baca siswa serta mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan bermakna melalui pengenalan budaya lokal Suku Tidung. Kata Kunci: Big Book, literasi budaya lokal, minat baca, media pembelajaran, budaya Tidung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ETNOBOTANI PEMANFAATAN TUMBUHAN LIARSEBAGAI BAHAN MAKANAN PADA SUKUDAYAK KENYAH LEPU’ MA’UT

2026•

Desa Long Alango merupakan dusun kecil berada di Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Masyarakat di Desa Long Alango memiliki pengetahuan terkait pemanfaatan tumbuhan liar sebagai bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, bagian organ tumbuhan, cara pengolahan, dan upaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Long Alango. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif dengan teknik pendekatan etnobotani melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif. Hasil penelitian ini menemukan ada 16 jenis spesies berasal dari 15 famili yang dimanfaatkan sebagai bahan makan oleh masyarakat Dayak Kenyah Lepu’ Ma’ut, famili yang paling banyak ditemukan adalah famili Solanaceae dengan jumlah 2 spesies, yaitu Solanumsp. (terong pipit) dan Solanum sp. (terong asam). Sementara itu, famili lainnya masing-masing hanya terdiri dari 1 spesies. Dari ke 16 spesies terdapat 2 spesies yang menggunakan bagian batang, 2 spesies menggunakan bagian pangkal daun, 5 spesies menggunakan bagian daun, sedangkan 6 spesies menggunakan bagian buah, 3 spesies menggunakan bagian bunga, 5 spesies menggunakan bagian tunas, dan 1 spesies menggunakan bagian umbi. Bagian yang paling banyak digunakan adalah bagian buah dan bagian yang paling sedikit digunakan adalah bagian umbi. Tumbuhan liar ditemukan di beberapa tempat, yaitu di hutan, ladang, pekarangan, dan pinggir jalan. Cara pengolahan tumbuhan liar tersebut dilakukan dengan direbus, ditumis, dibakar, dijadikan sambal, difermentasi, serta dikonsumsi langsung sebagai lalapan dan ada juga beberapa bagian tanaman yang direbus kemudian di tumis contohnya seperti bunga papaya dan daun pepaya. Selain itu, masyarakat juga melakukan upaya konservasi melalui pemanfaatan secara bijaksana, menjaga kawasan hutan adat, serta mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi berikutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tumbuhan liar sebagai bahan makanan merupakan bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Dayak Kenyah Lepu’ Ma’ut dan memiliki peran dalam mendukung ketahanan pangan serta pelestarian pengetahuan tradisional masyarakat. Long Alango Village is a small hamlet located in Bahau Hulu Subdistrict, Malinau Regency, North Kalimantan. The community in Long Alango Village possesses knowledge regarding the utilization of wild plants as food to meet their daily needs. This study aimed to identify the types of plants, the plant parts used, processing methods, and conservation efforts undertaken by the community of Long Alango Village. The research employed a descriptive qualitative method using an ethnobotanical approach through semi-structured interviews and participatory observation. This study revealed that there are 16 plant species from 15 families utilized as food by the Dayak Kenyah Lepu' Ma'ut community. The most commonly found family was Solanaceae, comprising 2 species: Solanum sp. (small eggplant) and Solanum sp. (sour eggplant). Meanwhile, the other families each consisted of only 1 species. Of the 16 species, 2 species utilize the stem, 2 species utilize the leaf base, 5 species utilize the leaves, 6 species utilize the fruit, 3 species utilize the flowers, 5 species utilize the shoots, and I species utilizes the tuber. The most commonly used part is the fruit, and the least commonly used part is the tuber. Wild plants were found in several locations, including forests, fields, backyards, and roadsides. These wild plants were prepared by boiling, stir-frying, roasting, making into chili paste, fermenting, and directly consuming them. In addition, the community also engaged in conservation efforts through wise utilization, protecting customary forest areas, and passing down local knowledge to the next generation. This study demonstrates that the utilization of wild plants as food is an essential part of the local wisdom of the Dayak Kenyah Lepu' Ma'ut community and plays a role in supporting food security and the preservation of traditional knowledge.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PENDIDIKAN PADA MASYARAKAT ADAT DAYAK KENYAH (STUDI KASUS : DESA LONG AMPUNG)

2026•

ABSTRAK PERAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PENDIDIKAN PADA MASYARAKAT ADAT DAYAK KENYAH (STUDI KASUS: DESA LONG AMPUNG SOPIAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kearifan lokal dalam meningkatkan partisipasi pendidikan pada masyarakat adat Dayak Kenyah di Desa Long Ampung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana keterlibatan masyarakat adat dalam meningkatkan partisipasi pendidikan, dan (2) bagaimana kearifan lokal masyarakat adat Dayak Kenyah berperan dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual untuk menganalisis data dan menjawab rumusan masalah yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat adat Dayak Kenyah menjadi faktor penting dalam mendukung dan meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam dunia pendidikan. Nilai-nilai budaya dan tradisi yang dijunjung tinggi mampu menguatkan motivasi masyarakat untuk mengakses dan berkontribusi dalam proses pendidikan. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa integrasi kearifan lokal dalam program pendidikan dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas dan partisipasi pendidikan di komunitas adat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGATURAN HUKUM DESA LONG URO DALAM PELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM HUTAN DALAM BENTUK KEARIFAN LOKAL

2026•

ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Kearifan Lokal Masyarakat Hukum Adat Desa Long Uro dalam Pelestarian Sumber Daya Alam. Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bentuk kearifan lokal yang diterapkan oleh masyarakat hukum adat Desa Long Uro dalam upaya pelestarian sumber daya alam dan peran masyarakat hukum adat dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Penelitan ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa, kearifan lokal Tana’ Ulen adalah wilayah suci yang dilindungi oleh masyarakat adat Kayan untuk menjaga keseimbangan alam. Di dalamnya, hanya kegiatan adat yang diperbolehkan, sementara eksploitasi sumber daya alam dibatasi. Hukum adat mengatur pengelolaan sumber daya dengan sanksi sosial bagi pelanggaran, serta melindungi keanekaragaman hayati. Tana’ Ulen juga berfungsi sebagai media pendidikan untuk generasi muda tentang pentingnya pelestarian alam. Selain itu, Tana’ Ulen memiliki dimensi spiritual, di mana kerusakan alam dianggap sebagai pelanggaran terhadap dunia gaib yang akan mendatangkan bencana. Dengan demikian, Tana’ Ulen mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Masyarakat hukum adat berperan penting dalam menjaga ekosistem dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan melalui kearifan lokal, hukum adat, dan pengelolaan berbasis komunitas. Mereka melestarikan lingkungan dengan sistem adat, serta menerapkan kontrol sosial melalui sanksi adat. Selain itu, mereka turut beradvokasi melawan eksploitasi lingkungan dan bekerja sama dengan pemerintah serta LSM dalam pelestarian alam. Dukungan terhadap hak dan peran masyarakat adat sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh teknik sosiodrama bermuatan nilai siri na pacce terhadap kecemasan sosial siswa kelas XI SMA 1 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik sosiodrama bermuatan nilai Siri’ Na Pacce terhadap kecemasan sosial pada siswa SMA Negeri 1 Tarakan. Kecemasan sosial merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa takut berlebihan terhadap penilaian negatif orang lain, penghindaran interaksi, serta gejala fisik seperti gugup, gemetar, dan berkeringat. Nilai Siri’ Na Pacce, yang berakar dari budaya Bugis, mengandung makna menjaga martabat (siri’) dan menumbuhkan empati serta solidaritas (pacce), sehingga relevan untuk membantu siswa mengatasi kecemasan sosial. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Tarakan, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala kecemasan sosial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji hipotesis untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik sosiodrama berbasis nilai Siri’ Na Pacce berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan sosial siswa. Siswa yang mengikuti sosiodrama mengalami peningkatan keberanian tampil di depan umum, berkurangnya rasa takut terhadap evaluasi negatif, serta meningkatnya empati dan keterampilan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai budaya lokal Siri’ Na Pacce dalam teknik sosiodrama dapat menjadi strategi efektif dan kontekstual dalam layanan bimbingan kelompok untuk mengurangi kecemasan sosial siswa. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan teori bimbingan konseling berbasis budaya serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. KATA KUNCI : Sosiodrama, Siri’ Na Pacce, Kecemasan Sosial, Bimbingan Kelompok, Budaya Lokal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENYELESAIAN SENGKETA BATAS LAHAN PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DALAM MASYARAKAT DAYAK KENYAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI PERBATASAN

2026•

Penyelesaian Sengketa Batas Lahan Pertanian Dan Perkebunan Dalam Masyarakat Adat Dayak Kenyah Berbasis Kearifan Lokal Di Kawasan Perbatasan Kalimantan Utara IBAN APUI Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model penyelesaian sengketa batas lahan pertanian dan perkebunan dalam masyarakat adat Dayak Kenyah berbasis kearifan lokal di kawasan perbatasan Kalimantan Utara. Sengketa batas lahan dalam masyarakat adat Dayak Kenyah tidak hanya berkaitan dengan aspek kepemilikan fisik, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, budaya, dan spiritual yang melekat pada nilai-nilai adat. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengidentifikasi karakteristik sengketa batas lahan yang terjadi serta menggambarkan mekanisme penyelesaian sengketa yang dilakukan melalui lembaga adat dan kearifan lokal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana karakteristik sengketa batas lahan pertanian dan perkebunan yang terjadi dalam masyarakat adat Dayak Kenyah di wilayah perbatasan; dan (2) bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa batas lahan pertanian dan perkebunan berbasis kearifan lokal yang diterapkan oleh masyarakat adat Dayak Kenyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis dan antropologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi terhadap dokumen adat, peraturan perundang-undangan, dan literatur terkait. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa batas lahan pertanian dan perkebunan dalam masyarakat adat Dayak Kenyah memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh pola pemanfaatan lahan adat, penetapan batas berdasarkan penanda alam dan tradisi warisan leluhur, serta adanya konflik nilai antara hukum adat dan hukum nasional. Mekanisme penyelesaian sengketa yang dilakukan masyarakat Dayak Kenyah berbasis kearifan lokal dilaksanakan melalui lembaga adat, dengan tahapan mediasi, musyawarah, dan penetapan keputusan adat yang mengedepankan restorasi hubungan sosial, pemulihan keharmonisan, serta pemeliharaan nilai-nilai komunitas. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model penyelesaian sengketa batas lahan yang mengintegrasikan nilai kearifan lokal, prinsip keadilan restoratif, dan keterkaitan antara hukum adat dan hukum nasional sebagai landasan penyelesaian sengketa yang kontekstual dan berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DINAMIKA PENGELOLAAN RISIKO KREDIT DAN KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM CREDIT UNION SINAR SEJAHTERA DI KOTA TARAKAN: STUDI KASUS DENGAN PENDEKATAN MIXED METHODS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menganalisis pengaruh konteks ekonomi lokal, penerapan teknologi digital, dan tata kelola berbasis teori keagenan terhadap kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam Credit Union (CU) Sinar Sejahtera di Kota Tarakan. Selain itu penelitian ini merumuskan strategi manajemen risiko kredit efektif guna menekan Non-Performing Loan (NPL). Pendekatan mixed methods digunakan, dengan analisis kuantitatif rasio keuangan periode 2020–2024 dan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pengurus, pengawas, serta anggota, ditambah observasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwa kondisi ekonomi lokal memengaruhi kinerja keuangan secara tidak langsung melalui manajemen risiko kredit, di mana ketidakstabilan pendapatan anggota meningkatkan NPL dan menekan profitabilitas. Teknologi digital berfungsi sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengendalian risiko, meskipun akses anggota masih terbatas. Tata kelola berbasis teori keagenan mengurangi asimetri informasi, moral hazard, dan menjaga stabilitas melalui pengawasan internal serta transparansi Rapat Anggota Tahunan (RAT). Strategi manajemen risiko kredit dimulai dari: (1) analisis kelayakan pinjaman berbasis 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition); (2) monitoring rutin; (3) pendampingan anggota; (4) pemanfaatan teknologi digital sebagai sistem peringatan dini; serta (5) penanganan dini melalui restrukturisasi atau penjadwalan ulang. Penelitian menyimpulkan bahwa keberlanjutan kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Sinar Sejahtera bergantung pada integrasi faktor ekonomi lokal, tata kelola, teknologi digital, dan strategi risiko kredit komprehensif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Industri Batik Kabupaten Malinau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Industri batik Kabupaten Malinau merupakan kegiatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang menggabungkan nilai budaya dari lebih dari sebelas etnis asli Kalimantan Utara, khususnya suku Dayak, Kenyah, dan Lundayeh, ke dalam produk batik bermotif khas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis peran industri batik dalam mendukung perekonomian daerah Kabupaten Malinau, dan (2) mengidentifikasi strategi pengembangan usaha industri batik yang relevan dan aplikatif bagi pelaku industri maupun pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Responden penelitian berjumlah enam orang yang dipilih secara purposif, terdiri dari lima pelaku usaha batik aktif dan satu perwakilan pemerintah daerah. Adapun strategi pengembangan usaha yang teridentifikasi mencakup lima prioritas utama: penguatan akses bahan baku lokal melalui pengembangan pewarna alami dari tanaman endemik Kalimantan Utara; penguatan kapasitas permodalan melalui skema KUR khusus pengrajin skala kecil; profesionalisasi pemasaran berbasis platform digital; regenerasi pengrajin melalui integrasi keterampilan membatik dalam kurikulum muatan lokal SMP dan SMK; serta pelembagaan kolaborasi multipihak dalam forum industri batik yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa industri batik Kabupaten Malinau memiliki potensi besar sebagai pilar ekonomi kreatif berbasis budaya yang berkelanjutan. Namun realisasi potensi tersebut membutuhkan kerja kolektif yang terkoordinasi dari seluruh pemangku kepentingan, didukung oleh kebijakan yang konsisten dan program pembinaan yang berkesinambungan dari pemerintah daerah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGGUNAAN AGREGAT DESA KUALA LAPANG KABUPATEN MALINAU PADA CAMPURAN LAPISAN ASPAL BETON LAPIS ANTARA (AC-BC)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan penggunaan agregat lokal Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau, sebagai bahan campuran lapis aspal beton lapis antara (AC-BC) serta mengevaluasi karakteristik Marshall dan parameter volumetriknya. Penelitian dilakukan di laboratorium mencakup tahapan pengujian analisis gradasi, penentuan proporsi agregat campuran melalu metode segitiga, pengujian fisik, lalu merancang komposisi campuran kemudian pembuatan benda uji, serta pengujian marshall dan volumetrik. Material yang digunakan meliputi agregat kasar, agregat halus, filler, serta aspal penetrasi 60/70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian fisik agregat kasar, agregat halus dan filler seluruhnya telah memenuhi syarat Spesifikasi Bina Marga 2024. Nilai parameter Marshall yang diperoleh meliputi stabilitas dan flow menunjukkan kecenderungan yang sesuai dengan teori, di mana stabilitas meningkat hingga mencapai titik optimum kemudian menurun, sedangkan flow meningkat seiring bertambahnya kadar aspal. Parameter volumetrik seperti Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA) juga berada dalam rentang spesifikasi yang ditetapkan. Pada kadar 5,27% dan 5,77% menunjukkan seluruh parameter marshall dan volumetrik terpenuhi, sedangkan untuk kadar aspal 4,77% hanya parameter VFA yang tidak memenuhi, kadar 6,27% parameter VIM dan Flow tidak memenuhi, kadar 6,77% parameter Stabilitas, VIM dan flow tidak memenuhi. Berdasarkan analisis hasil pengujian, ditetapkan KAO sebesar 5,52%. Selain itu, hasil uji hipotesis menggunakan distribusi binomial (uji tanda) menunjukkan bahwa data yang diperoleh konsisten dan dapat diterima secara statistik. Dengan demikian, agregat lokal Desa Kuala Lapang layak digunakan dalam campuran AC-BC.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Prosesi Ritual Masyarakat Adat Jawa Pada Tradisi Selamatan Bumi di Desa Karang Agung Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara (Kajian Folklor)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi ritual, makna, dan peran masyarakat dalam tradisi Selamatan Bumi masyarakat adat Jawa di Desa Karang Agung, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Tradisi Selamatan Bumi merupakan warisan budaya turun-temurun yang berfungsi sebagai media ungkapan rasa syukur, permohonan keselamatan, serta upaya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Penelitian ini menggunakan landasan teori folklor yang dikemukakan oleh Endraswara dan Danandjaja, dengan fokus pada bentuk folklor sebagian lisan dan folklor bukan lisan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Selamatan Bumi terdiri atas beberapa tahapan prosesi, seperti penetapan tanggal, pembacaan doa (dongani), ikrar, pemotongan tumpeng, hingga pertunjukan kesenian tradisional. Temuan data menunjukkan terdapat 15 bentuk folklor sebagian lisan dan 16 bentuk folklor bukan lisan yang memiliki makna simbolik dan nilai filosofis. Tradisi ini berperan sebagai sarana pelestarian budaya, penguatan solidaritas sosial, serta media pendidikan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, Selamatan Bumi masih relevan dan penting untuk dilestarikan di tengah perubahan sosial masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGGUNAAN AGREGAT DARI DESA KUALA LAPANG KABUPATEN MALINAU PADA CAMPURAN LAPISAN TIPIS ASPAL BETON LAPIS AUS (HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE)

2026•

.Penelitian ini memanfaatkan agregat dari Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau, dalam campuran aspal panas jenis Lapis Tipis Aspal Beton Lapis Aus (Hot Rolled Sheet Wearing Course). Penggunaan agregat lokal sebagai bahan utama penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kelayakan agregat tersebut sebagai material campuran dan mampu memenuhi karakteristik Marshall dan karakteristik volumetrik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium mencakup tahapan pengujian analisa gradasi, penentuan proporsi agregat campuran melalui metode segitiga, pengujian fisik, lalu merancang komposisi campuran kemudian pembuatan benda uji, serta pengujian Marshall dan volumetrik. Selain itu, analisis Distribusi Binomial (Uji Tanda) diterapkan dalam pengujian hipotesis dengan menentukan sampel yang memenuhi spesifikasi dalam penetapan kadar aspal optimum (KAO). Hasil pengujian fisik menunjukkan bahwa agregat kasar dan filler seluruhnya telah memenuhi syarat, namun agregat halus tidak memenuhi spesifikasi pada uji gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat sebesar 1.3% (>1%). Pada kadar aspal 6.22% dan 7.22% hasil pengujian menunjukkan seluruh parameter Marshall dan volumetrik terpenuhi, sedangkan untuk kadar aspal 7.72% dan 8.22% hanya parameter VFA dan Stabilitas yang memenuhi spesifikasi. Seluruh variasi kadar aspal tidak memenuhi parameter VMA sesuai syarat (>17%). Hal ini menunjukkan bahwa campuran ini terlalu padat karena dominan terisi oleh filler, sehingga ruang antar butiran interlocking menjadi terbatas dan tidak tersedia ruang yang cukup untuk aspal serta udara. Hasil analisis, rentang kadar aspal optimum yang paling banyak memenuhi parameter berada pada 6.72% hingga 7.22%, dan ditetapkan KAO sebesar 6.97%. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, disimpulkan bahwa agregat dari Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam campuran HRS-WC.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGGUNAAN MATERIAL AGREGAT DARI DESA KUALA LAPANG KABUPATEN MALINAU PADA CAMPURAN LAPISAN ASPAL BETON LAPIS AUS (AC-WC)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Potensi pemanfaatan material agregat lokal dari Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, sebagai bahan campuran perkerasan Lapisan Aspal Beton Lapis Aus. Penelitian agregat lokal bertujuan untuk menganalisis kelayakan dan mendeksripsikan sifat-sifat fisik dari agregat lokal sesuai Spesifikasi Bina Marga Tahun 2024, serta mengevaluasi karakteristik agregat lokal dengan uji Marshall dan perhitungan volumetrik. Penelitian dilaksanakan di laboratorium melalui serangkaian pengujian, meliputi pengujian sifat fisik agregat, pembuatan benda uji, serta pengujian Marshall untuk mengetahui stabilitas, flow, dan karakteristik volumetrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan parameter agregat kasar dan filler memenuhi spesifikasi yang disyaratkan, pada agregat halus terdapat parameter yang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi yaitu material lolos ayakan nomor 200 agregat halus yang melebihi batas maksimum. Penelitian dilaksanakan melalui pengujian Marshall dengan memperhatikan parameter flow dan Marshall serta melalui perhitungan volumetrik dengan memperhatikan parameter VMA (Void in Mineral Aggregate), VIM (Void in Mix), dan VFA (Void Filled with Asphalt). Berdasarkan hasil pengujian pada kadar aspal 5,67% dan 6,17% memenuhi keseluruhan parameter dari pengujian Marshall dan perhitungan volumetrik. Pada kadar aspal 4,67% tidak memenuhi keseluruhan parameter volumetrik, kadar aspal 5,17% hanya tidak memenuhi parameter VMA, pada kadar aspal 6,67% memenuhi keseluruhan parameter volumetrik, akan tetapi tidak memenuhi parameter stabilitas dari pengujian Marshall. Berdasarkan hasil analisis didapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 5,92%. Dapat disimpulkan bahwa agregat dari Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam campuran AC–WC.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGGUNAAN MATERIAL AGREGAT DARI DESA KUALA LAPANG KABUPATEN MALINAU PADA CAMPURAN LAPISAN TIPIS ASPAL BETON (HOT ROLLED SHEET) BASE

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Potensi penggunaan material agregat lokal dari Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, sebagai campuran pada perkerasan Lapisan Tipis Aspal Beton atau Hot Rolled Sheet Base (HRS-Base), sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi kesesuaian sifat fisik agregat lokal terhadap Spesifikasi Bina Marga untuk HRS-Base serta mengevaluasi pengaruh penggunaannya terhadap karakteristik Marshall dan volumetrik campuran. Penelitian dilaksanakan di laboratorium melalui pengujian sifat fisik agregat yang dilanjutkan dengan metode Marshall untuk pembuatan benda uji dan pengujian karakteristik campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter pada agregat kasar memenuhi spesifikasi, namun pada agregat halus ditemukan ketidaksesuaian pada parameter kandungan gumpalan lempung dan butir mudah pecah yang melebihi batas maksimum. Dari pengujian Marshall dengan 5 variasi kadar aspal, diperoleh Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,86%. Parameter stabilitas dan VFA pada semua variasi kadar aspal memenuhi spesifikasi, sedangkan parameter MQ dan VIM hanya memenuhi pada sebagian kadar 6.61% dan 7.11%. Parameter VMA pada seluruh variasi kadar aspal tidak memenuhi ketentuan minimum yang disyaratkan oleh spesifikasi umum Bina Marga. Berdasarkan hasil uji agregat dan karakteristik Marshall, dapat disimpulkan bahwa material agregat dari Desa Kuala Lapang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi untuk penggunaan dalam campuran HRS-Base.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Pengaturan Batas Maksimal Partai Politik Dalam Mengusulkan Calon Kepala Daerah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN YURIDIS PENGATURAN BATAS MAKSIMAL PARTAI POLITIK DALAM MENGUSULKAN CALON KEPALA DAERAH Oleh Mochammad Stefan Hidayatullah 24674171011 Penelitian ini mengkaji pengaturan batas maksimal partai politik dalam mengusulkan calon kepala daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serta implikasi hukum dan hak asasi manusia yang muncul dari regulasi tersebut. Fenomena calon tunggal dalam pilkada dan dominasi koalisi besar partai politik menjadi sorotan utama yang mengindikasikan tantangan dalam demokrasi lokal Indonesia. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan undang-undang dan konseptual untuk menganalisis peraturan yang ada, putusan Mahkamah Konstitusi terkait, serta implikasi yuridisnya terhadap prinsip demokrasi dan HAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan batas maksimal pencalonan parpol secara normatif bertujuan menjaga efektivitas pemerintahan dan stabilitas politik. Penurunan ambang batas pencalonan pada Pilkada 2024 secara empiris meningkatkan keterwakilan partai kecil dan mengurangi fenomena calon tunggal, memperkuat kualitas demokrasi lokal yang lebih inklusif. Penelitian menekankan pentingnya prinsip equal political opportunity, nondiskriminasi, dan proporsionalitas dalam penyusunan regulasi pencalonan agar tidak melanggar hak asasi manusia dan menjaga demokrasi substantif. Rekomendasi diarahkan pada transparansi, pengawasan, penguatan pendidikan politik, dan penegakan hukum yang tegas untuk menjaga keseimbangan kepentingan antara efisiensi penyelenggaraan pilkada dan hak politik warga negara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail