ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal Kota Tarakan pada materi Sumber Daya Alam kelas IV sekolah dasar yang memenuhi aspek kelayakan, kemenarikan, dan keefektifan dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya LKPD yang mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran serta berfungsi sebagai lembar kerja langsung peserta didik. Penelitian ini merupakan Research and Development dengan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan di SDN 017 Tarakan. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi dan soal, ahli media, ahli bahasa, praktisi guru, 9 peserta didik pada uji coba terbatas, dan 21 peserta didik pada uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, dan tes. Data dianalisis menggunakan persentase kelayakan, persentase kemenarikan, uji normalitas, uji paired sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD memperoleh persentase kelayakan sebesar 93,63% dari ahli materi dan soal, 93,75% dari ahli media, 94,67% dari ahli bahasa, dan 96,67% dari praktisi guru dengan kategori sangat layak. Hasil kemenarikan memperoleh persentase 97,09% pada uji coba terbatas dan 98,02% pada uji coba lapangan dengan kategori sangat menarik. Nilai rata-rata pre-test sebesar 56,24 meningkat menjadi 81,57 pada post-test. Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 0,05 yang menunjukkan bahwa penggunaan LKPD mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan sehingga menunjukkan adanya keefektifan LKPD dalam pembelajaran. Hasil tersebut diperkuat oleh nilai N-Gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang. Setelah dikonversi ke dalam bentuk persentase, diperoleh nilai sebesar 62% yang menunjukkan tingkat keefektifan termasuk dalam kategori cukup efektif. Dengan demikian, LKPD berbasis kearifan lokal Kota Tarakan dinyatakan sangat layak, sangat menarik, dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran IPA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Boraks merupakan bahan kimia yang masih ditemukan penggunaanya pada makanan sehingga diperlukan metode identifikasi yang sederhana, murah dan ramah lingkungan. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1). Bagaimana hasil uji kadar ekstrak kulit buah rambutan dalam mengidentifikasi kandungan boraks pada pangan ayam potong, 2). Bagaimana hasil uji kandungan boraks pada pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Bagaimana potensi implementasi dari hasil uji tanaman kulit buah rambutan pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan: 1). Menentukan formulasi atau kadar ekstrak kulit buah rambutan dalam mendeteksi kandungan boraks pada pangan ayam potong, 2). Mengidentifikasi kandungan boraks pada pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Mengidentifikasi potensi penerapannya pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan memberikan empat perlakuan indikator alami (kadar konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan). Analisis data yang dilakukan berupa deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan hasil pengamatan perubahan warna ekstrak kulit buah rambutan terhadap kadar boraks pada sampel pangan ayam potong, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan uraian naratif untuk penarikan kesimpulan. Adapun potensi implementasi pada pembelajaran IPA dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan yang paling efektif dalam mendeteksi keberadaan boraks adalah pada ekstrak L1 (5 g kulit buah rambutan + 5 ml aquades). Ekstrak ini mampu mendeteksi boraks pada konsentrasi 0,1%, 1% dan 10%, sebagaimana ditunjukan dalam tabel data hasil pengamatan terhadap pemberian ekstrak kulit buah rambutan pada daging ayam potong yang mengandung berbagai kadar boraks. Penerapan ekstrak kulit buah rambutan sebagai indikator deteksi boraks menunjukan bahwa seluruh sampel pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan tidak mengandung boraks. Berdasarkan analisis pemanfaatan hasil penelitian, temuan ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas VIII SMP, khususnya pada materi pembelajaran 2.1 “Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan”, subbab 2.1.1 tentang Zat Aditif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih Jurusan Pendidikan Biologi di Universitas Borneo Tarakan dan mengetahui motivasi mahasiswa yang berlatar belakang Pendidikan non IPA pada jenjang pendidikan sebelumnya dalam memilih Jurusan Pendidikan Biologi. Motode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa Tahun Akademik 2022/2023 Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Data diperoleh dari hasil observasi dan wawancara yang terdiri dari 18 butir pertanyaan mengenai ” faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam memilih Jurusan Pendidikan Biologi”. Berdasarkan hasil wawancara, faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih Jurusan Pendidikan Biologi yaitu, 1) faktor internal: faktor minat, faktor kemampuan dan keinginan tentang kemajuan diri, faktor cita-cita, faktor persepsi, faktor kesiapan, 2) faktor eksternal: faktor prospek peluang kerja, Faktor dukungan keluarga dan orang tua, faktor masyarakat dan teman. Berdasarkan hasil wawancara terdapat beberapa motivasi mahasiswa berlatar belakang non IPA dalam memilih Jurusan Pendidikan Biologi yaitu: 1) motivasi intrinsik: aspirasi, pengetahuan tentang kemajuan diri, mengembangkan sikap untuk berhasil kearah tujuan tertentu, keinginan siswa untuk belajar, 2) motivasi ekstrinsik: adanya ajakan, arahan atau paksaan dari orang tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPA kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan di masa pandemi Covid-19. Menggunakan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan (217 Siswa). Pengumpulan data dilakukan dengan melalui angket dan wawancara pada guru mata pelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPA kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan di masa pandemi Covid-19 tergolong kreatif. Jika dilihat dari masing-masing kelas maka keterampilan berpikir kreatif dari yang tertinggi hingga yang terendah adalah kelas VII 7, VII 1, VII 6, VII 2, VII 4, VII 3 dan VII 5. Pada kriteria interprestasi setiap indikator keterampilan berpikir kreatif menunjukkan fluency (kelancaran) sangat tinggi, indikator originality (keaslian) tinggi, flexibilty (keluwesan) dan elaboration (merinci) sedang.