Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

GALUH SAYEKTI

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

.

2026 · Book ·

.

STUDI PENGGUNAAN AGREGAT DARI DESA KUALA LAPANG KABUPATEN MALINAU PADA CAMPURAN LAPISAN TIPIS ASPAL BETON LAPIS AUS (HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE)

2026 · Thesis ·

.Penelitian ini memanfaatkan agregat dari Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau, dalam campuran aspal panas jenis Lapis Tipis Aspal Beton Lapis Aus (Hot Rolled Sheet Wearing Course). Penggunaan agregat lokal sebagai bahan utama penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kelayakan agregat tersebut sebagai material campuran dan mampu memenuhi karakteristik Marshall dan karakteristik volumetrik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium mencakup tahapan pengujian analisa gradasi, penentuan proporsi agregat campuran melalui metode segitiga, pengujian fisik, lalu merancang komposisi campuran kemudian pembuatan benda uji, serta pengujian Marshall dan volumetrik. Selain itu, analisis Distribusi Binomial (Uji Tanda) diterapkan dalam pengujian hipotesis dengan menentukan sampel yang memenuhi spesifikasi dalam penetapan kadar aspal optimum (KAO). Hasil pengujian fisik menunjukkan bahwa agregat kasar dan filler seluruhnya telah memenuhi syarat, namun agregat halus tidak memenuhi spesifikasi pada uji gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat sebesar 1.3% (>1%). Pada kadar aspal 6.22% dan 7.22% hasil pengujian menunjukkan seluruh parameter Marshall dan volumetrik terpenuhi, sedangkan untuk kadar aspal 7.72% dan 8.22% hanya parameter VFA dan Stabilitas yang memenuhi spesifikasi. Seluruh variasi kadar aspal tidak memenuhi parameter VMA sesuai syarat (>17%). Hal ini menunjukkan bahwa campuran ini terlalu padat karena dominan terisi oleh filler, sehingga ruang antar butiran interlocking menjadi terbatas dan tidak tersedia ruang yang cukup untuk aspal serta udara. Hasil analisis, rentang kadar aspal optimum yang paling banyak memenuhi parameter berada pada 6.72% hingga 7.22%, dan ditetapkan KAO sebesar 6.97%. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, disimpulkan bahwa agregat dari Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam campuran HRS-WC.