ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi self esteem dalam pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tarakan. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya kualitas sumber daya manusia dan self esteem dalam mendukung peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 86 pegawai ASN. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan kualitas sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kualitas sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap self esteem, serta self esteem berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Uji mediasi menunjukkan bahwa self esteem memediasi pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat memperkuat self esteem pegawai, sehingga mendorong peningkatan kinerja pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena menurunnya tingkat kehadiran pegawai serta meningkatnya absensi tanpa keterangan yang mengindikasikan belum optimalnya kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Disbudporapar Kota Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 57 orang. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 25. Variabel independen dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja, sedangkan variabel dependen adalah kinerja pegawai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai serta menjadi bahan pertimbangan bagi Disbudporapar Kota Tarakan dalam menyusun kebijakan pengelolaan sumber daya manusia guna meningkatkan kualitas kinerja pegawai dan pelayanan publik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alokasi belanja pegawai yang jauh lebih besar dibanding belanja bantuan sosial dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Utara memunculkan keraguan atas efektivitas belanja daerah dalam menekan kemiskinan dan pengangguran periode 2018–2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas belanja modal, belanja pegawai, dan belanja bantuan sosial terhadap kemiskinan dan pengangguran di lima Kabupaten/Kota beserta Provinsi Kalimantan Utara, secara parsial maupun simultan, melalui regresi data panel dengan aplikasi EViews 14. Hasil uji spesifikasi model menetapkan Fixed Effect Model (FEM) untuk kemiskinan dan Random Effect Model (REM) untuk pengangguran. Efektivitas belanja bantuan sosial terbukti paling konsisten mendorong kesejahteraan, berpengaruh negatif terhadap kemiskinan meski belum signifikan, dan berpengaruh negatif signifikan terhadap pengangguran. Efektivitas belanja modal signifikan menekan pengangguran namun belum signifikan terhadap kemiskinan, sementara efektivitas belanja pegawai tidak berpengaruh signifikan terhadap keduanya. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan maupun pengangguran, dengan model menjelaskan variasi sebesar 94,52% dan 29,35%. Temuan ini menegaskan pentingnya ketepatan sasaran bantuan sosial serta pengalihan belanja modal ke program padat karya agar belanja daerah lebih efektif menekan kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan hukum terkait tindak pidana penipuan dengan manipulasi menggunakan telepon seluler serta bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku. Fokus utama penelitian ini menempatkan gawai mobile device sebagai alat utama instrumentum delicti yang digunakan pelaku dalam melakukan tindak pidana penipuan karena sifatnya yang mudah digunakan, bersifat personal, dan dapat menjangkau korban secara cepat. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan melalui data wawancara di Polres serta studi kasus putusan pengadilan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana penipuan dengan manipulasi melalui telepon seluler dapat dikaitkan dengan ketentuan hukum pidana dalam KUHP serta Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 45A ayat (1) UU ITE mengenai penyebaran berita bohong dan menyesatkan yang menimbulkan kerugian dalam transaksi elektronik. Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan konsep antara manipulasi, penipuan, sugesti, dan hipnotis. Manipulasi dalam tindak pidana ini dilakukan melalui teknik memengaruhi korban dengan memanfaatkan komunikasi, emosi, serta kepercayaan korban agar mengikuti arahan pelaku.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku dapat diterapkan apabila terpenuhi unsur kesengajaan, tipu muslihat, rangkaian kebohongan, serta adanya kerugian yang dialami korban. Adapun kendala dalam penegakan hukum meliputi penggunaan identitas palsu, keterbatasan pembuktian elektronik, serta kesulitan pelacakan pelaku. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital dan kesadaran hukum masyarakat, serta penguatan kemampuan aparat penegak hukum dalam menangani tindak pidana penipuan berbasis teknologi. Kata Kunci: Penipuan, Manipulasi, Gawai, UU ITE, Literasi Digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan disiplin berat terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat dalam tindak pidana narkotika berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang didukung oleh bahan hukum primer dan sekunder untuk mengkaji kesesuaian antara norma hukum dan praktik di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan PNS dalam tindak pidana narkotika merupakan pelanggaran disiplin berat karena bertentangan dengan kewajiban menaati hukum, menjaga integritas, serta menjunjung tinggi kehormatan sebagai aparatur negara. Pelanggaran ini berdampak pada individu sekaligus merusak citra institusi dan menurunkan kepercayaan masyarakat. Sanksi disiplin yang dapat dijatuhkan meliputi penurunan jabatan, pembebasan dari jabatan, hingga pemberhentian tidak dengan hormat. Namun, dalam praktiknya penegakan disiplin belum optimal karena kurangnya konsistensi penerapan sanksi, lemahnya pengawasan, serta adanya faktor subjektivitas dalam penjatuhan hukuman. Oleh karena itu, diperlukan penegakan disiplin yang tegas dan konsisten guna meningkatkan profesionalitas serta menjaga integritas aparatur negara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan disiplin berat terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat dalam tindak pidana narkotika berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang didukung oleh bahan hukum primer dan sekunder untuk mengkaji kesesuaian antara norma hukum dan praktik di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan PNS dalam tindak pidana narkotika merupakan pelanggaran disiplin berat karena bertentangan dengan kewajiban menaati hukum, menjaga integritas, serta menjunjung tinggi kehormatan sebagai aparatur negara. Pelanggaran ini berdampak pada individu sekaligus merusak citra institusi dan menurunkan kepercayaan masyarakat. Sanksi disiplin yang dapat dijatuhkan meliputi penurunan jabatan, pembebasan dari jabatan, hingga pemberhentian tidak dengan hormat. Namun, dalam praktiknya penegakan disiplin belum optimal karena kurangnya konsistensi penerapan sanksi, lemahnya pengawasan, serta adanya faktor subjektivitas dalam penjatuhan hukuman. Oleh karena itu, diperlukan penegakan disiplin yang tegas dan konsisten guna meningkatkan profesionalitas serta menjaga integritas aparatur negara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance dan flexible work arrangement terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada pegawai lapangan non-ASN di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 200 orang. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexible work arrangement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan motivasi kerja. Work life balance juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap motivasi kerja. Namun demikian, motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, hasil pengujian efek tidak langsung menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi hubungan antara flexible work arrangement maupun work life balance terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI UPTD SAMSAT KOTA TARAKAN DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh disiplin kerja dan pengembangan karir terhadap kinerja pegawai UPTD Samsat Kota Tarakan dengan budaya organisasi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai UPTD Samsat Kota Tarakan yang berjumlah 69 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai responden penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, serta pengembangan karir juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, budaya organisasi tidak mampu memoderasi hubungan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, serta tidak mampu memoderasi hubungan antara pengembangan karir terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengkaji pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Kota Tarakan. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dan didasarkan pada survei. Populasi penelitian ini mencakup seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bagian Urusan Umum Sekretariat Daerah Kota Tarakan, sebanyak 113 orang, sedangkan sampel terdiri dari 53 responden yang dipilih melalui Teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukann dengan memakai kuesioner, sedangkan analisis data dilaksanakan dengan memakai teknik regresi linier berganda berbasis perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya motivasi kerja memengaruhi secara positif serta signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga semakin tinggi motivasi kerja pegawai, semakin baik juga kinerja pegawai. Demikian pula, kepuasan kerja menunjukkan pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja pegawai, yang berarti bahwasanya semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan oleh pegawai, semakin baik juga kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai pada beberapa instalasi pelayanan di RSUD dr. H. Jusuf SK, dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Budaya organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan pengaruh yang lebih dominan dibandingkan lingkungan kerja. Selain itu, lingkungan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Namun, budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya, hasil pengujian variabel mediasi menunjukkan bahwa kepuasan kerja tidak mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja maupun budaya organisasi terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
PENGARUH PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN DISIPLIN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan guna menganalisis pengaruh pemberian reward dan punishment terhadap kinerja pegawai dengan disiplin kerja sebagai variabel moderasi pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan. Penelitian di latar belakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja pegawai sektor publik serta adanya kesenjangan antara capaian kinerja dan tingkat disiplin kerja pegawai. Penelitian mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal, dengan pengumpulan data dengan kuesioner skala Likert kepada 71 pegawai sebagai responden. Analisis data dijalankan dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) yang meliputi analisis statistik deskriptif, pengujian model pengukuran (outer model), serta pengujian model struktural (inner model), termasuk uji moderasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa reward secara positif serta signifikan memengaruhi kinerja pegawai, demikian pula punishment secara positif serta signifikan memengaruhi kinerja pegawai. Disiplin kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Di samping itu, disiplin kerja mampu memoderasi hubungan antara reward dengan kinerja pegawai serta antara punishment serta kinerja pegawai secara positif, yang berarti disiplin kerja memperkuat pengaruh reward dan punishment terhadap peningkatan kinerja pegawai. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan manajemen kinerja berbasis reward, punishment, dan penguatan disiplin kerja guna meningkatkan kinerja pegawai secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Meningkatnya tuntutan kinerja dalam lingkungan pemerintahan daerah, khususnya pada daerah otonomi baru, menempatkan aparatur sipil negara pada situasi kerja yang semakin kompleks. Keterbatasan sumber daya organisasi dan tingginya kebutuhan koordinasi antarunit kerja menuntut pegawai untuk mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi serta mempertahankan keterlibatan yang tinggi dalam pekerjaan. Dalam konteks tersebut, kepuasan kerja dipandang sebagai mekanisme psikologis yang berperan penting dalam menjelaskan hubungan antara kondisi kerja dan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan work engagement terhadap kinerja pegawai serta menguji peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert kepada 182 pegawai Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan work-life balance tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja. Namun, kedua variabel tersebut berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Selanjutnya, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dan berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara work-life balance, work engagement, dan kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya aspek psikologis pegawai dalam upaya meningkatkan kinerja di sektor publik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Meningkatnya tuntutan kinerja dalam lingkungan pemerintahan daerah, khususnya pada daerah otonomi baru, menempatkan aparatur sipil negara pada situasi kerja yang semakin kompleks. Keterbatasan sumber daya organisasi dan tingginya kebutuhan koordinasi antarunit kerja menuntut pegawai untuk mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi serta mempertahankan keterlibatan yang tinggi dalam pekerjaan. Dalam konteks tersebut, kepuasan kerja dipandang sebagai mekanisme psikologis yang berperan penting dalam menjelaskan hubungan antara kondisi kerja dan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan work engagement terhadap kinerja pegawai serta menguji peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert kepada 182 pegawai Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan work-life balance tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja. Namun, kedua variabel tersebut berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Selanjutnya, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dan berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara work-life balance, work engagement, dan kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya aspek psikologis pegawai dalam upaya meningkatkan kinerja di sektor publik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dan kinerja pada Puskesmas di kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan dengan motivasi kerja sebagai mediasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori dan karakteristik desain cross-sectional survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada seluruh pegawai pada dia Puskesmas yang ada di Kecamatan Tanjung Palas, yaitu UPTD Puskesmas Tanjung Palas dan UPTD Puskesmas Antutan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai dan Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai. Meskipun arah hubungan bersifat negatif, pengaruh tersebut tidak memenuhi kriteria signifikansi statistik. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pegawai dengan tingkat motivasi kerja yang tinggi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik, baik pada aspek kualitas pelayanan, tanggung jawab kerja, maupun pencapaian target organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi kerja merupakan determinan utama kinerja pegawai sektor pelayanan kesehatan. Jadi penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan beban kerja pada Puskesmas tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap kinerja pegawai serta mengkaji peran motivasi kerja sebagai variabel intervening pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai BPSDM Provinsi Kalimantan Utara yang berjumlah 52 orang dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel dengan teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (SmartPLS 4.0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,276, sedangkan OCB juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,359. Kepuasan kerja dan OCB terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0,463 dan 0,384. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,441. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa motivasi kerja berperan dalam memediasi hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja pegawai secara signifikan, namun tidak memediasi secara signifikan hubungan antara OCB dan kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan digital, inovasi organisasi, dan kompetensi digital terhadap kinerja pegawai di Disdukcapil Provinsi Kalimantan Utara dalam konteks transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan, khususnya melalui IKD dan SIPELANDUKILAT. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode sensus terhadap 150 pegawai, pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert lima poin, serta analisis menggunakan SEM-PLS untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital, inovasi organisasi, dan kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang visioner dalam pemanfaatan teknologi, organisasi yang adaptif dan inovatif, serta pegawai dengan kompetensi digital yang memadai merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Selain itu, sinergi antara ketiga faktor tersebut memperkuat efektivitas implementasi layanan digital dan mendorong peningkatan kepuasan masyarakat. Penelitian ini juga memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian manajemen publik, khususnya terkait strategi peningkatan kinerja aparatur dalam mendukung keberhasilan transformasi digital birokrasi di daerah perbatasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh mutasi pegawai, dukungan atasan, dan kolaborasi stakeholder terhadap kinerja organisasi, serta menelaah peran aksi perubahan sebagai variabel moderasi pada Organisasi Perangkat Daerah di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 194 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui bantuan perangkat lunak WarpPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutasi pegawai, dukungan atasan, dan kolaborasi stakeholder berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Selain itu, aksi perubahan terbukti mampu memoderasi pengaruh mutasi pegawai terhadap kinerja organisasi secara positif. Sebaliknya, aksi perubahan memoderasi pengaruh dukungan atasan dan kolaborasi stakeholder terhadap kinerja organisasi ke arah negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh penataan sumber daya manusia, dukungan pimpinan, dan sinergi antar stakeholder, tetapi juga oleh tingkat efektivitas pelaksanaan aksi perubahan dalam organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, baik secara teoritis maupun praktis, bagi pengembangan manajemen organisasi sektor publik, khususnya dalam upaya meningkatkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Utara. Studi ini mengaplikasikan quantitative approach lewat teknik survey melalui distribusi questionnaire bagi segenap pegawai yang mencapai kuantitas 93 individu memakai mekanisme census. Informasi yang dihimpun dievaluasi memanfaatkan teknik Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) via dukungan software SmartPLS edisi 4.0. Konklusi riset memaparkan bahwa motivasi kerja berkontribusi nyata pada kinerja pegawai. lingkungan kerja tak memiliki imbas berarti secara langsung bagi kinerja pegawai. motivasi kerja serta lingkungan kerja tervalidasi berdampak esensial pada kepuasan kerja, sementara itu kepuasan kerja memiliki andil substansial bagi kinerja pegawai. Di samping itu, kepuasan kerja terkonfirmasi menjalankan fungsi partial mediation atas interaksi di lingkup motivasi kerja dan kinerja pegawai, juga menjalankan full mediation atas korelasi di lingkup lingkungan kerja dan kinerja pegawai. Hasil riset tersebut mengindikasikan bahwa eskalasi kinerja pegawai di dalam instansi tidak cuma ditentukan oleh aspek motivasi dan lingkungan kerja secara langsung, namun pula lewat penguatan kepuasan kerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Riset ini memiliki maksud guna menelaah imbas penyetaraan jabatan serta kompetensi pegawai bagi kinerja pegawai, baik secara lugas maupun tidak lugas lewat perantara penyederhanaan birokrasi pada instansi Pemerintah Kabupaten Bulungan. Kajian ini didasari oleh penerapan regulasi transformasi birokrasi yang menitikberatkan pada perampingan susunan lembaga serta pengembangan mutu personil demi menggapai kinerja aparatur yang prima. Penyelidikan ini mengadopsi pola angka quantitative approach memakai prosedur survey method. Keterangan diperoleh lewat angket yang dialokasikan bagi pegawai pada instansi Pemerintah Kabupaten Bulungan. Skema pemrosesan data yang diaplikasikan ialah Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) memakai sokongan peranti lunak SmartPLS. Eksaminasi asumsi dilaksanakan lewat tahapan bootstrapping guna memahami efek lugas serta tidak lugas antarvariabel. Output riset membuktikan bahwa penyetaraan jabatan tidak memberikan andil berarti bagi kinerja pegawai, sementara kompetensi pegawai menyumbang dampak baik serta esensial bagi kinerja pegawai. Di samping itu, penyetaraan jabatan beserta kompetensi pegawai terkonfirmasi memicu efek krusial bagi penyederhanaan birokrasi. Walaupun begitu, penyederhanaan birokrasi tidak menyumbang impak bermakna bagi kinerja pegawai. Temuan tes perantara turut memperlihatkan bahwa penyederhanaan birokrasi tidak sanggup menjadi jembatan bagi imbas penyetaraan jabatan maupun kompetensi pegawai bagi kinerja pegawai. Simpulan kajian ini memberikan sinyal bahwa eskalasi kinerja pegawai pada instansi pemerintah lebih didominasi oleh unsur kompetensi personal daripada pergeseran susunan organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, serta menganalisis peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau dengan responden yang terdiri dari operator kepegawaian pada berbagai organisasi perangkat daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Selain itu, manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh faktor organisasi secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya terkait pentingnya pengelolaan pengetahuan organisasi serta dukungan pimpinan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperkuat praktik manajemen pengetahuan serta meningkatkan kualitas dukungan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan mendorong peningkatan kinerja pegawai.