Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

66 hasil
Subjek: Orang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Sanksi Pidana Dalam Kasus Kelalaian Pengemudi Bus Yang Menyebabkan Kematian Orang Lain (Studi Putusan Nomor 109/Pid.Sus/2025/PN Tar)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sanksi pidana terhadap kasus kelalaian pengemudi bus yang menyebabkan kematian orang lain, serta menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan vonis di bawah ketetapan undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan terhadap pengemudi bus yang lalai sehingga menyebabkan kematian dalam Putusan Nomor 109/Pid.Sus/2025/PN Tar. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan nonhukum yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidana penjara 1 (satu) tahun 8 (delapan) bulan dalam putusan tersebut belum sepenuhnya proporsional apabila ditinjau dari aspek kesalahan terdakwa. Penilaian ini berlandaskan pada kenyataan bahwa terdakwa sadar akan perbuatan kelalaiannya, menimbulkan korban jiwa, serta memberikan luka mendalam bagi keluarga korban. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan untuk meniadakan pidana denda terhadap terdakwa hanya karena terdapat alasan yang meringankan berupa pemberian santunan kepada keluarga korban dinilai kurang tepat dan mengesampingkan fungsi dari pidana denda tersebut. Sehingga, penghapusan pidana denda dan rendahnya pidana penjara yang diberikan kepada terdakwa sama sekali tidak seimbang dengan tingkat kelalaian terdakwa yang berdampak fatal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sanksi pidana belum ditegakkan secara proporsionalitas dan membuktikan bahwa penegakan hukum dalam kasus kecelakaan lalu lintas masih lemah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL (STUDI KASUS SGP)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DALAM UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus SGP) Penelitian ini menganalisis bentuk pertanggungjawaban orang tua atas perbuatan anak yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial serta bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum yang menjadi sasaran penyebaran ujaran kebencian, dengan studi kasus SGP. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti terlibat dalam perbuatan tersebut, yaitu dengan menyuruh melakukan, turut serta, menggerakkan, atau membantu sebagaimana diatur dalam Pasal 20 dan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dan keterlibatan itu harus dibuktikan melalui proses peradilan. Pertanggungjawaban tersebut dibebankan karena perbuatan dan kesalahan orang tua sendiri, bukan semata-mata karena kedudukannya sebagai orang tua (vicarious liability), sebab Pasal 37 huruf b mensyaratkan adanya ketentuan undang-undang yang tegas. Anak yang belum berusia 12 tahun tidak dapat dipidana. Perlindungan hukum terhadap anak dilakukan secara preventif melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi; secara represif melalui perlindungan khusus, kerahasiaan identitas, diversi, dan keadilan restoratif; serta melalui pemulihan, termasuk hak penghapusan informasi elektronik. Penanganan kasus harus tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak dan mencegah kerugian lanjutan akibat penyebaran konten secara luas di media sosial. Kata kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Ujaran Kebencian, Media Sosial, Pertanggungjawaban Pidana Orang Tua.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERSEPSI KEADILAN PAJAK, TRANSPARANSI PEMERINTAH, DAN SIKAP MORAL TERHADAP NIAT MENGHINDARI PAJAK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral terhadap niat menghindari pajak pada wajib pajak orang pribadi di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih secara purposif, dengan kriteria memiliki NPWP dan pernah menjalankan kewajiban perpajakan. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan seluruh item valid, seluruh variabel reliabel, serta model memenuhi asumsi klasik. Secara parsial, persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral berpengaruh negatif signifikan terhadap niat menghindari pajak, masing-masing dengan nilai signifikansi 0,001; 0,036; dan 0,006. Ketiganya juga berpengaruh signifikan secara simultan (nilai signifikansi 0,000). Koefisien determinasi sebesar 0,5405 menunjukkan bahwa ketiga variabel menjelaskan 54,05% variasi niat menghindari pajak, sedangkan 45,95% sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral, semakin rendah niat menghindari pajak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Penyidik Imigrasi Kelas II TPI Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang Terhadap Pekerja Migran Indonesia Di Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG TERHADAP PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI KOTA TARAKAN Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan kejahatan yang mengancam hak asasi manusia dan sering menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama yang diberangkatkan secara non-prosedural. Kota Tarakan sebagai wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia memiliki kerentanan tinggi terhadap praktik TPPO. Oleh karena itu, Penyidik Imigrasi Kelas II TPI Tarakan memiliki peran penting dalam melakukan penegakan hukum dan pencegahan terhadap TPPO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum represif terhadap pelaku TPPO terhadap PMI serta upaya preventif yang dilakukan oleh Penyidik Imigrasi Kelas II TPI Tarakan dalam penanggulangan TPPO. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum represif terhadap pelaku TPPO telah dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena masih sulit mengungkap jaringan pelaku secara menyeluruh dan peran imigrasi lebih banyak pada aspek pengawasan dan koordinasi. Upaya preventif dilakukan melalui pemeriksaan dokumen perjalanan, wawancara pemohon paspor, pengawasan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi, program Desa Binaan Imigrasi, sosialisasi kepada masyarakat, serta kerja sama dengan instansi terkait. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan pengawasan, banyaknya jalur ilegal di wilayah perbatasan, dan sulitnya mendeteksi calon PMI non-prosedural. Kesimpulannya, peran Penyidik Imigrasi Kelas II TPI Tarakan dalam penanggulangan TPPO telah berjalan melalui upaya represif dan preventif, namun masih perlu dioptimalkan. Disarankan adanya penguatan sinergi antarinstansi, peningkatan pengawasan keimigrasian, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan edukasi masyarakat guna mencegah TPPO terhadap PMI.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pertanggungjawaban Pidana Orang Tua Kandung Yang Mengambil Anak Dari Kekuasaan Yang Berhak

2026•

Penelitian ini mengkaji pertanggungjawaban pidana terhadapa orang tua kandung yang membawa atau menahan anak dari pihak yang secara hukum telah ditetapkan sebagai pemegang hak asuh. Persoalan ini muncul karena sengketa hak asuh setelah perceraian tidak selalu diselesaikan melalui mekanisme perdata, terutama ketika salah satu orang tua menolak menyerahkan anak kepada pihak yang berhak berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Penelitain ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum orang tua kandung yang tidak memperoleh hak asuh seta bentuk pertanggungjawaban pidana atas tindakan membawa, menguasai atau menahan anak secara melawan hukum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitain hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum dikumpulkann melalui studi kepustakan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, buku, jurnal, serta sumber hukum lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua kandung yang tidak memegang hak asuh tetap memiliki hak untuk menjalin hubungan, berkomunikasi, menberikan kasih sayang, serta menjalankan kewajiban nafkah dan pemeliharaan terhadpa anak. Namun, hak tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menguasai anak secar sepihak atau mengahalangi pelaksanaan hak asuh pihak yang sah. Orang tua kandung yang membawa atau menahan anak dari pemegang hak asuh yang dapat diminta pertanggungjawaban pidana pasal 330 KUHP dan pasal 452 Undang-undang Nomor 1 tahun 2023. Penerapan hukum pidana dalam perkara ini ditempatkan sebagai upaya terakhir setelah mekanisme perdata tidak mampu menjamin pelaksanaan putusan pengadilan dan perlindungan terhadapa kepentingan terbaik anak.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Orang Tua dan Perilaku Hidup dan Sehat (PHBS) Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Tanah Kuning

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah merupakan perilaku yang dilakukan secara sadar oleh warga sekolah untuk menjaga lingkungan sehat dan meningkatkan kesehatan. Pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat ini perlu ditanamkan sejak usia sekolah, karena pada tahap ini anak berada pada fase perkembangan yang penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat. Keberhasilan pada penerapan PHBS pada anak tidak terlepas dari peran orang tua sebagai pembimbing, pengawas, pemberi teladan, motivasi, dan fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar di Desa Tanah Kuning. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode studi deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 108 siswa dan orang tua siswa kelas VI SDN 004 dan SDN 002 Tanjung Palas Timur, namun responden yang memenuhi kriteria dan berpartisipasi dalam penelitian sebanyak 95 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian bahwa peran orang tua terdistribusi pada kategori sangat tinggi sebanyak 33,7% (32) responden, rendah sebanyak 33,7% (32) responden, kategori tinggi sebanyak 30,5% (29) responden, dan kategori sangat rendah sebanyak 2,15 (2) responden. Pada hasil penelitian PHBS anak di sekolah mayoritas kategori cukup sebanyak 72,6% (69) responden, kategori baik sebanyak 27,4% (26) responden. Kesimpulan Gambaran peran orang tua dalam pembimbing, pengawas, pemberi teladan, motivasi, dan fasilitator masih bervariasi. Pada hasil Gambaran PHBS pada anak sekolah dasar secara umum berada pada kategori cukup, sehingga masih diperlukan upaya untuk meningkatkan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar lebih optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Keadilan Restoratif Terhadap Penyelesaian Delik Kealpaan yang Menyebabkan Matinya Orang Lain (Studi Perbandingan KUHP Lama dan KUHP Nasional)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum dan implementasi keadilan restoratif dalam penyelesaian delik kealpaan yang menyebabkan matinya orang lain, ditinjau secara komparatif berdasarkan KUHP Lama, KUHP Nasional, serta hukum acara pidana yang mengaturnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan non hukum yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP Lama tidak menyediakan landasan normatif apapun bagi keadilan restoratif, sehingga praktik damai yang terjadi hanya bergantung pada diskresi informal aparat yang tidak seragam antardaerah. Kekosongan ini dipertegas oleh KUHAP Lama, yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, yang dalam Pasal 109 ayat (2) dan Pasal 140 ayat (2) tidak mengakui perdamaian sebagai alasan sah penghentian penyidikan maupun penuntutan. KUHP Nasional melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengubah hal ini secara mendasar melalui gradasi kealpaan dalam Pasal 474, kewenangan permaafan hakim dalam Pasal 54 ayat (2), pengakuan hak korban dalam Pasal 67, serta jalur penyelesaian luar pengadilan dalam Pasal 70, yang kini didukung secara prosedural oleh KUHAP Baru, yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025, melalui Pasal 79 sampai dengan Pasal 88 tentang mekanisme keadilan restoratif pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan persidangan. Dari sisi implementasi, penyelesaian damai pada era KUHP dan KUHAP Lama berjalan tidak sistematis dan tidak memberi kepastian hukum, sedangkan kerangka hukum baru kini mewajibkan aparat mempertimbangkan jalur damai dengan dasar hukum acara yang jelas. Namun demikian, masih terdapat tantangan implementasi berupa persepsi masyarakat, keterbatasan lembaga mediasi, peraturan pelaksana yang belum lengkap, serta kapasitas aparat yang masih perlu ditingkatkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SURVEY POLA ASUH PERMISIF ORANG TUA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Faisal Basri, 2026. Survey Pola Asuh Permisif Orang Tua pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya pengasuhan permisif yang dialami oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berdasarkan lima indikator pola asuh permisif: kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, selalu menuruti keinginan anak, dan kurangnya disiplin. Instrumen tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, termasuk frekuensi, persentase, skor rata-rata, dan kategorisasi interval skor. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh permisif secara umum dikategorikan sangat tinggi. Indikator yang paling dominan adalah selalu menuruti keinginan anak, diikuti oleh kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, dan kurangnya disiplin, yang mengindikasikan kebebasan yang tinggi dan kontrol orang tua yang relatif rendah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SURVEY POLA ASUH PERMISIF ORANG TUA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

2026•

ABSTRAK Faisal Basri, 2026. Survey Pola Asuh Permisif Orang Tua pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya pengasuhan permisif yang dialami oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berdasarkan lima indikator pola asuh permisif: kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, selalu menuruti keinginan anak, dan kurangnya disiplin. Instrumen tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, termasuk frekuensi, persentase, skor rata-rata, dan kategorisasi interval skor. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh permisif secara umum dikategorikan sangat tinggi. Indikator yang paling dominan adalah selalu menuruti keinginan anak, diikuti oleh kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, dan kurangnya disiplin, yang mengindikasikan kebebasan yang tinggi dan kontrol orang tua yang relatif rendah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP GURU YANG BERKONFLIK DENGAN ORANG TUA SISWA AKIBAT TINDAKANNYA SAAT MENJALANKAN PROFESI MENGAJAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perlindungan Hukum Terhadap Guru Yang Berkonflik Dengan Orang Tua Siswa Akibat Tindakannya Saat Menjalankan Profesi Mengajar WARI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan terhadap guru dalam perundang-undangan di Indonesia serta bentuk perlindungan hukum terhadap guru yang memberikan tindakan disiplin kepada siswa dalam konteks menjalankan profesinya. Guru memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik, namun sering kali menghadapi konflik dengan orang tua siswa yang menilai tindakan pendisiplinan sebagai pelanggaran hukum. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan perlindungan hukum yang jelas dan seimbang antara hak guru dan hak anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta putusan pengadilan yang relevan, khususnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 6/PUU-XV/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap guru telah diatur secara hierarkis mulai dari UUD 1945 Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 31 ayat (3) sebagai dasar konstitusional, kemudian dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Putusan MK menegaskan bahwa tindakan disiplin yang dilakukan guru secara proporsional dan mendidik tidak termasuk kategori kekerasan terhadap anak. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah dan pemerintah daerah menyusun peraturan pelaksana yang lebih spesifik mengenai mekanisme perlindungan hukum bagi guru, termasuk pembentukan lembaga advokasi profesi guru di setiap daerah. Selain itu, diperlukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat dan orang tua siswa agar tercipta pemahaman yang seimbang antara hak anak dan kewenangan pendidik dalam menegakkan disiplin.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 14 TARAKAN

2026•

Abu, Ahmadi. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta. Adriansah & Supardi. 2022. Statistika Ekonomi 1. Widina Bhakti Persada Bandung. Alam, Abdi Fiptar. 2020. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Perhatian Orang Tua Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa di SMP Negeri 3 Barru. Volume 7 Nomor 1. Jurnal Bimbingan Konseling. STKIP Muhammadiyah Barru. Aprida pane. dkk. 2017. Belajar dan Pembelajaran. FITRAH Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 03 No. 2. Aruan, Prima, Bangun, dkk. 2021. Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI SMA N 1 Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai. Volume 4, Nomor 2. Jurnal Pendidikan Religius. Universitas Darma Agung Medan. Azizah, Nurul Syafira, dkk. 2022. Pengaruh Penerapan Absensi Fingerprint Terhadap Disiplin Kerja Aparatur Sipil Negara pada Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekreteriat Kota Bandar Lampung. Vol. 2, No. 1. Universitas Teknokrat Indonesia. B.P Sitepu. 2012. Penulisan Buku Teks Pelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Baharuddin. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Fathurrohman, Taufik Muhammad. 2017. Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Negeri Yogyakarta. Febrini Deni, 2017. Psikologi pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka pelajar Fernando, Yusra, dkk. 2022. Pengaruh Faktor Psikologis dan Sosiologis Terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian Mobil. Vol. 2, No. 1. Universitas Teknokrat Indonesia. Fitriano, Andre, dkk. 2020. Pengaruh Komunikasi, Kompetensi dan Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Suriatama Mitra Perwira Medan. Vol. 6, No. 2. Jurnal Manajemen. Universitar Prima Indonesia. Hasugian, S. S. 2020. Pengaruh Strategi Pembelajaran Afektif Terhadap Moral Siswa Kelas Viii Di Smp Negeri 4 Laguboti Kabupaten Toba Samosir Tahun Pembelajaran 2019/2020. Areopagus: Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen, 18(2), 28-38. Hasugian, Solihin Buyung & Batoebara, Ulfa Maria. 2021. Peran Orang Tua dalam Komunikasi Pembelajaran Daring. Volume 15, Nomor 1. Universitas Dharmawangsa. Hidayati, Nurul. 2018. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Universitas Borneo Tarakan. Kamil, Haikal, Rizki Muhammad. 2024. Pengaruh Statistik Inferensial dalam Pengambilan Keputusan Investasi. Vol. 3. No. 2. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Kurniawan, Agus Dwi, dkk. 2021. Karakter Peduli Sosial : Komparasi Modul Elektronik dan Paper Kearifan Lokal Ngubat Padi di Sekolah Dasar. Vol. 4. Universitas Jambi. Makbul, M. 2021. Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian. Universitas Islam Negeri. Manalu, Manogar, dkk. 2021. Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI SMA N 1 Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai. Volume 4, Nomor 2. Jurnal Pendidikan Religius. Universitas Darma Agung Medan. Markur, Said. 2024. Praktir Belajar Metodologi Penelitian Bidang Psikologi Pendidikan dan Ilmu Pendidikan (Buku Ajar Mata Kuliah). PT. Indragiri Dot Com. Mulyani, Lili, dkk. 2021. Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Kepercayaan Diri anak Usia Dini. Vol. 8, No. 1. Jurnal Pendidikan Islam. Nisa, Auliatun Wafda. 2022. Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik di SDIT AL-Amanah Jakarta Utara. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Nurfadhillah, Septy, dkk. 2021. Peranan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa SD Negeri Kohod III. Volume 3, Nomor 2. Jurnal Pendidikan dan Ilmu sosial. Universitas Muhammadiyah Tangerang. Oktavianti, Roswita & Fernaldo. 2020. Pengaruh Daya Tarik Iklan E-commerce Terhadap Brand Trust Konsumen (Survei Terhadap Penonton Iklan Tokopedia Mulai Aja Dulu di Youtube). Vol. 4, No. 2. Fakultas Ilmu Komunikasi Tarumanagara. Putra, Trisna Michael, dkk. 2024. Pengaruh Kepuasan Kerja, Komitmen, dan Budaya Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behaviour (OCB). Volume 13 Nomor 1. Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi. Universitas Merdeka Madiun. Rosyid, M. Z. 2020. Prestasi Belajar Edisi 2 (Rofiqi (ed.); 2nd ed.). Literasi Nusantara. Semiyem & Andriyani Dewi. 2022. Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Metode Resitasi pada Pelajaran Matematika. Vol 8, Nomor 3. Jurnal Pendidikan ke-SD-an. SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta. Setiawati, Eka. 2018. Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi PAI Siswa SMPN 5 Metro Selatan. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Solimun, dkk. 2022. Rancangan Pengukuran Variabel Angket dan Kuesioner ( Pemanfaatan R). UB Press. Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta. Sundari, Rima. 2020. Pengaruh Audit Internal dan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Kecurangan ( Fraud) di Pt Perkebunan Nusantara VIII. Volume 1, Nomor 2. Politeknik Pos Indonesia. Suryabrata, Sumadi. 2018. Psikologi pendidikan. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada. Suryani, Lely, dkk. 2020. Pengaruh Iklim Kerja dan Kualitas Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Vol 4, No 4. Jurnal Basicedu. Universitas Pahlawan. Sutisna, Icam. 2020. Teknik Analisi Data Kuantitatif. Universitas Negeri Gorontalo. Tohirin. 2011. Metode Penelitian Kualtatif dalam bimbingan dan konseling. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Tu’u, T. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo. Purwanto. 2016. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Zindiari, Khasinah Riffat. 2020. Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV SD Negeri 35 Kota Bengkulu. Institut Agama Islam Negeri Bengkulu.  

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI DESKRIPTIF POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DIADIK ORANG TUA DAN ANAK DALAM MEMOTIVASI BELAJAR DI RT 05 KELURAHAN PANTAI AMAL BARU

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak dalam meningkatkan motivasi belajar anak di Kelurahan Pantai Amal Baru. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi anak yang membantu pekerjaan orang tua sebagai pengikat rumput laut sepulang sekolah sehingga berpotensi memengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia Sekolah Dasar (SD) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak berlangsung melalui komunikasi interpersonal yang ditandai dengan pemberian nasihat, motivasi, perhatian, dan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak. Orang tua berupaya memberikan dukungan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu dan pendidikan. Namun, keterlibatan anak dalam membantu pekerjaan orang tua menyebabkan waktu belajar menjadi terbatas dan memengaruhi konsentrasi belajar anak. Selain itu, faktor ekonomi keluarga dan tingkat pendidikan orang tua juga memengaruhi efektivitas komunikasi dalam memotivasi belajar anak. Secara umum, komunikasi diadik yang terjalin antara orang tua dan anak cukup baik dan berperan penting dalam membangun motivasi belajar anak di lingkungan keluarga

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG MENJADI KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG

2026•

Penelitian ini mengkaji tanggung jawab Pemerintah Kota Tarakan dalam penanganan anak yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang serta mekanisme perlindungan hukum yang diterapkan terhadap korban tersebut, mengingat Kota Tarakan sebagai wilayah perbatasan dan kota pelabuhan memiliki kerentanan tinggi sebagai jalur perdagangan orang lintas wilayah maupun lintas negara. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara langsung kepada pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Tarakan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tarakan sebagai narasumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2020 hingga 2024 tercatat 22 kasus perdagangan anak dengan total 36 korban, didominasi anak perempuan sebesar 75 persen dan kelompok usia remaja 13 hingga 17 tahun, dengan jenis eksploitasi terbanyak berupa eksploitasi seksual sebesar 50 persen. Pemerintah Kota Tarakan telah menjalankan tanggung jawabnya secara komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, P2TP2A, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Satpol PP, hingga aparat kecamatan dan kelurahan, dengan cakupan layanan mulai dari pencegahan, penyelamatan, rehabilitasi medis dan psikososial, reintegrasi sosial, hingga penegakan hukum terhadap pelaku. Mekanisme perlindungan hukum berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan menerapkan prinsip non-kriminalisasi korban, pendampingan hukum dan psikologis selama proses peradilan, penyediaan shelter, rehabilitasi bertahap, serta reintegrasi sosial yang didukung pendampingan berkelanjutan hingga tiga tahun, meskipun dalam implementasinya masih terdapat sejumlah tantangan seperti keterlambatan layanan awal, terbatasnya relawan perlindungan anak di tingkat kelurahan, dan belum optimalnya mekanisme restitusi serta reintegrasi korban ke lingkungan keluarga.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 TARAKAN

2026•

Penelitian ini dilakukan dalam rangka menganalisis hubungan motivasi belajar serta perhatian orang tua terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Tarakan. Metode yang diterapkan ialah pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian ex post facto. Seluruh peserta didik kelas VIII dijadikan sebagai populasi penelitian, sedangkan penentuan sampel memakai teknik sampel jenuh sehingga semua anggota populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner guna mengetahui tingkat motivasi belajar dan perhatian orang tua, sementara data mengenai hasil belajar matematika diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Sebelum dipakai dalam penelitian, instrumen diuji terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank berbantuan aplikasi SPSS v.27. Berdasarkan hasil pengujian, motivasi belajar tidak memperlihatkan hubungan yang berarti terhadap pencapaian belajar matematika siswa karena nilai signifikansi berada di atas taraf kesalahan yang ditetapkan, yaitu 0,075 > 0,05. Hal serupa juga ditemukan pada variabel perhatian orang tua yang tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan hasil belajar matematika siswa, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,188 > 0,05. Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa pada penelitian ini motivasi belajar maupun perhatian orang tua belum menjadi faktor yang berhubungan secara nyata dengan hasil belajar matematika siswa. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menelaah faktor-faktor lain yang diduga lebih berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. This study was conducted to analyse the relationship between learning motivation and parental attention towards the mathematics learning outcomes of Year 8 students at State Junior High School 6 Tarakan. The method applied was a quantitative approach using an ex post facto research design. All Year 8 students were included as the study population, whilst the sample was determined using a saturated sampling technique, meaning that all members of the population were used as the research sample. Data were collected through the distribution of questionnaires to determine the level of learning motivation and parental attention, whilst data regarding mathematics learning outcomes were obtained through documentation of students' marks. Before being used in the study, the instruments were tested to determine their validity and reliability. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test with the aid of SPSS v.27. Based on the test results, learning motivation did not show a significant relationship with students' mathematics learning achievement because the significance value was above the set error level, namely 0.075>0.05. A similar finding was observed for the parental attention variable, which did not show a significant relationship with students' mathematics learning outcomes, as indicated by a significance value of 0.188 > 0.05. These results showed that, in this study, neither learning motivation nor parental attention has emerged as a factor with a clear association with students' mathematics learning outcomes. Consequently, further research is required to examine other factors that are suspected to have a greater influence on students' learning success.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Ratio Decidendi Terhadap Perempuan Sebagai Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor: 265/Pid.Sus/2023/PN Tar)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan unsur tindak pidana perdagangan orang serta mengkaji ratio decidendi hakim, Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya praktik penerapan hukum yang belum optimal dalam perkara tindak pidana perdagangan orang, khususnya ketika hakim tidak menerapkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai lex specialis, sehingga berpotensi mengurangi perlindungan hukum terhadap korban perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer berupa putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan jurnal hukum yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menelaah kesesuaian antara fakta hukum dan penerapan norma hukum oleh hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur tindak pidana perdagangan orang sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 telah terpenuhi, baik unsur perbuatan, cara, maupun tujuan eksploitasi terhadap korban perempuan. Namun demikian, hakim dalam putusannya menerapkan Pasal 296 KUHP dan tidak menggunakan Undang-Undang PTPPO, sehingga sanksi pidana yang dijatuhkan belum mencerminkan perlindungan hukum yang optimal dan rasa keadilan bagi korban. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ratio decidendi hakim dalam perkara tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip keadilan substantif dan perlindungan korban. Oleh karena itu, disarankan agar aparat penegak hukum menerapkan Undang-Undang PTPPO secara konsisten guna mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan dan berpihak pada korban.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Peran Orang Tua Terhadap Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan isu kesehatan reproduksi serius pada remaja, khususnya di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang menunjukkan peningkatan kasus signifikan terutama di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Kurangnya peran orang tua dalam memberikan bimbingan dan pengawasan terkait edukasi seksualitas menjadi faktor risiko utama yang membuat remaja rentan terhadap perilaku berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran orang tua sebagai pembimbing, motivator, pengawas, dan teman dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja putri, berdasarkan teori tentang pentingnya pengasuhan dalam membentuk sikap dan tindakan kesehatan reproduksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional analitik observasional, melibatkan 89 responden remaja putri kelas X dan XI SMA Negeri 1 Tarakan, yang dipilih melalui teknik proporsional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner peran orang tua dan perilaku pencegahan infeksi menular seksual yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual, dengan nilai p = 0,007 (p 0,05). Sehingga, disimpulkan bahwa peran orang tua berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja putri di SMA Negeri 1 Tarakan. Peneliti merekomendasikan adanya kolaborasi antara pihak sekolah dan puskesmas untuk mengoptimalkan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penegakan hukum terhadap muncikari sebagai pelaku eksploitasi seksual di Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP MUNCIKARI SEBAGAI PELAKU EKSPLOITASI SEKSUAL DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mekanisme penegakan hukum terhadap muncikari sebagai pelaku eksploitasi seksual serta faktor-faktor yang menghambat penegakan hukum tersebut di Kota Tarakan. Kota Tarakan, terletak di Kalimantan Utara memiliki posisi strategis sebagai jalur perdagangan dan eksploitasi seksual. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penegakan hukum terhadap muncikari sebagai pelaku eksploitasi seksual di Kota Tarakan belum maksimal. Meskipun Kepolisian dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tarakan telah berupaya melakukan penindakan terhadap muncikari, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses penegakan hukum. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dan praktis dalam mendorong sistem hukum yang lebih responsif terhadap kejahatan eksploitasi seksual.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sebagai Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kasus perdagangan manusia (TPPO) terus meningkat, dan akibatnya, banyak korban menghadapi berbagai kesulitan dan membutuhkan perlindungan hukum atas segala kerugian dan penderitaan yang mereka alami sebagai korban perdagangan manusia. Menawarkan pekerjaan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri merupakan salah satu cara terjadinya perdagangan manusia (TPPO). Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan dan menganalisis perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia korban perdagangan manusia, serta upaya hukum yang harus dilakukan pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum kepada mereka. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan menggunakan data sekunder dan Teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini membahas tantangan dan solusi dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia melalui perundang-undangan yang berlaku bagi pekerja migran Indonesia yaitu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 dan pekerja yang telah menjadi korban perdagangan orang yaitu Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007. Selain solusi terdapat juga kendala yang dimana kendala itu sendiri berasal dari internal baik dari oknum yang menyalahgunakan kekuasaan untuk melindungi dan juga korban TPPO itu sendiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DAN ORANG TERLANTAR DI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemiskinan masih menjadi persoalan utama pembangunan di Kota Tarakan. Meskipun pemerintah telah melaksanakan berbagai program, angka kemiskinan dan jumlah orang terlantar tetap menunjukkan dinamika yang memerlukan perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas pengeluaran pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan orang terlantar di Kota Tarakan. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa realisasi belanja daerah dan indikator kemiskinan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik serta dokumen pemerintah daerah. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan alokasi belanja daerah terhadap perkembangan kemiskinan dan orang terlantar selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah Kota Tarakan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Namun, peningkatan alokasi tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan penurunan jumlah penduduk miskin dan orang terlantar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan program agar anggaran yang tersedia dapat lebih efektif dalam menekan angka kemiskinan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan merumuskan kebijakan pembangunan sosial yang lebih tepat sasaran serta berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERSEORANGAN PADA GURU KELAS I DI SDN 024 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan guru dalam mengajar kelompok kecil dan perseorangan pada guru kelas I di SDN 024 Tarakan. Keterampilan ini merupakan bagian dari keterampilan dasar mengajar yang penting diterapkan dalam proses pembelajaran, terutama dalam menghadapi karakteristik siswa sekolah dasar yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan selama tiga kali pertemuan pada semester genap tahun ajaran 2025. Subjek penelitian adalah guru kelas I dan kepala sekolah SDN 024 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dideskripsikan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan dengan cukup baik. Guru memulai kegiatan dengan memberikan orientasi secara klasikal, kemudian membagi siswa dalam kelompok kecil dan memberi arahan tugas secara jelas. Dalam prosesnya, guru menunjukkan kemampuan sebagai organisator dan pembimbing, serta melakukan pendekatan pribadi kepada siswa. Guru juga mampu mengindetifikasi kesulitan belajar siswa dan memberikan bantuan yang sesuai. Namun, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat pemahaman siswa yang mengharuskan guru lebih fleksibel dalam strategi pembelajarannya. Secara keseluruhan, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan membantu guru untuk lebih memahami kebutuhan individual siswa dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktf dan efektif. Hasil ini menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam keterampilan dasar mengajar guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan, khususnya ditingkat sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail