2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik role playing terhadap bystander effect dalam dinamika bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan. Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu yang lebih lemah, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Demikian dalam dinamika bullying terdapat fenomena bystander effect, yaitu kondisi ketika individu yang menyaksikan tindakan bullying cenderung menjadi pengamat pasif tanpa memberikan pertolongan kepada korban karena menganggap orang lain akan bertindak membantu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalalm penelitian ini terdiri dari siswa SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan, dengan sampel yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala Likert bystander effect dengan indikator pro-bullying bystander, passive bystander, dan defender bystander. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS. Adapun uji hipotesis dengan uji paired sample t-test, karena data berdistribusi normal dan homogen. Pemberian perlakuan dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing, di mana siswa memerankan pelaku, korban, dan saksi dalam situasi bullying. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,310 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh teknik role playing terhadap bystander effect. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (Ho) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa teknik role playing tidak berpengaruh terhadap bystander effect dalam dinamika bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik role playing terhadap bystander effect dalam dinamika bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan. Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu yang lebih lemah, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Demikian dalam dinamika bullying terdapat fenomena bystander effect, yaitu kondisi ketika individu yang menyaksikan tindakan bullying cenderung menjadi pengamat pasif tanpa memberikan pertolongan kepada korban karena menganggap orang lain akan bertindak membantu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalalm penelitian ini terdiri dari siswa SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan, dengan sampel yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala Likert bystander effect dengan indikator pro-bullying bystander, passive bystander, dan defender bystander. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS. Adapun uji hipotesis dengan uji paired sample t-test, karena data berdistribusi normal dan homogen. Pemberian perlakuan dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing, di mana siswa memerankan pelaku, korban, dan saksi dalam situasi bullying. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,310 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh teknik role playing terhadap bystander effect. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (Ho) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa teknik role playing tidak berpengaruh terhadap bystander effect dalam dinamika bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan.
2025 · Book ·
Kemiskinan masih menjadi persoalan utama pembangunan di Kota Tarakan. Meskipun pemerintah telah melaksanakan berbagai program, angka kemiskinan dan jumlah orang terlantar tetap menunjukkan dinamika yang memerlukan perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas pengeluaran pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan orang terlantar di Kota Tarakan. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa realisasi belanja daerah dan indikator kemiskinan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik serta dokumen pemerintah daerah. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan alokasi belanja daerah terhadap perkembangan kemiskinan dan orang terlantar selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah Kota Tarakan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Namun, peningkatan alokasi tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan penurunan jumlah penduduk miskin dan orang terlantar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan program agar anggaran yang tersedia dapat lebih efektif dalam menekan angka kemiskinan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan merumuskan kebijakan pembangunan sosial yang lebih tepat sasaran serta berkelanjutan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemiskinan masih menjadi persoalan utama pembangunan di Kota Tarakan. Meskipun pemerintah telah melaksanakan berbagai program, angka kemiskinan dan jumlah orang terlantar tetap menunjukkan dinamika yang memerlukan perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas pengeluaran pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan orang terlantar di Kota Tarakan. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa realisasi belanja daerah dan indikator kemiskinan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik serta dokumen pemerintah daerah. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan alokasi belanja daerah terhadap perkembangan kemiskinan dan orang terlantar selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah Kota Tarakan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Namun, peningkatan alokasi tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan penurunan jumlah penduduk miskin dan orang terlantar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan program agar anggaran yang tersedia dapat lebih efektif dalam menekan angka kemiskinan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan merumuskan kebijakan pembangunan sosial yang lebih tepat sasaran serta berkelanjutan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2024 · Thesis ·
Era moderen saat ini khususnya di daerah perkotaan, kebutuhan pokok sayur telah menjadi hal vital bagi semua elemen masyarakat. Namun pada daerah perkotaan keterbatasan lahan menjadi permasalahan dalam bercocok tanam. Salah satu solusi terhadap permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan metode hydrofarm yang tidak memerlukan tanah dan area yg luas. Bertani dengan sistem hydrofarm juga harus memperhatikan salah satu parameter tanaman yaitu pengendalian nilai pH. Nilai pH yang harus dijaga pada penelitian ini yaitu 5-7, sehingga dalam penelitian ini dilakukan implementasi kontrol fuzzy logic untuk pengendalian pH tanaman hydrofarm. Desain fuzzy logic yang dibuat terdiri atas 1 Input dengan nama sensor pH sebagai pembacaan sensor pH, sedangkan output terbagi atas 2 yaitu pH up dan pH down digunakan sebagai pompa larutan pH up dan pompa larutan pH down untuk menjaga nilai pH agar tetap pada set point. Hasil implementasi fuzzy logic bekerja dengan baik dan mampu mempertahankan nilai pH pada set point yang diinginkan dengan rata-rata pembacaan pH perjam didaptakan 6,32 dengan pembacaan pH tertinggi pada pukul 08.00 yaitu 6,39 dan nilai pH terendah pada pukul 17.00 yaitu 6,26. Rata-rata error sensor perjam didapatkan sebesar 1,45% dengan tingkat akurasi 98,55% yang dimana error tertinggi pada pukul 16.30 sebesar 1,74% dan error terendah pada pukul 08.00 sebesar 0,94%. Rata-rata error sensor perhari juga didapatkan sebesar 1,45% dengan tingkat akurasi 98,55% dengan nilai rata-rata error pembacaan sensor terendah pada hari senin 12 Agustus 2024 yaitu 0,79% dan nilai rata-rata error pembacaan sensor tertinggi pada hari minggu 4 Agustus 2024 yaitu 1,87% .