Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Umpan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBAGIAN TANGGUNG JAWAB HUKUM ANTARA PERUSAHAAN APLIKASI DAN PENGEMUDI TERHADAP KERUGIAN PENUMPANG OJEK ONLINE

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyelenggaraan transportasi berbasis teknologi informasi, khususnya ojek online, memberikan kemudahan akses mobilitas bagi masyarakat, namun disisi lain menimbulkan permasalahan hukum yang berkaitan dengan pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami penumpang. Adanya hubungan hukum antara perusahaan aplikasi, pengemudi, dan penumpang menyebabkan pembagian kewajiban dan tanggung jawab hukum yang berbeda pada masing-masing pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk tanggung jawab hukum perusahaan aplikasi dan pengemudi dalam penyelenggaraan layanan ojek online serta upaya penyelesaian hukum apabila penumpang mengalami kerugian akibat kelalaian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan aplikasi memiliki tanggung jawab sebagai pelaku usaha dalam memberikan perlindungan kepada konsumen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, sedangkan pengemudi bertanggung jawab atas keselamatan penumpang selama perjalanan sesuai dengan ketentuan Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan serta Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Apabila terjadi kerugian, penumpang dapat menempuh penyelesaian sengketa melalui jalur non litigasi maupun litigasi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGAKUAN MASYARAKAT ADAT DAYAK TENGGALAN ATAS WILAYAH ULAYAT YANG TUMPANG TINDIH DENGAN KAWASAN HUTAN LINDUNG DAN HAK GUNA USAHA (HGU)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan tumpang tindih antara wilayah ulayat masyarakat adat Dayak Tenggalan dengan kawasan hutan lindung serta Hak Guna Usaha (HGU), yang menimbulkan ketidakpastian hukum dan potensi pelanggaran hak masyarakat adat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kedudukan pengakuan masyarakat adat Dayak Tenggalan atas wilayah ulayat yang berbenturan dengan kawasan hutan lindung dan HGU serta untuk menganalisis konsekuensi hukum yang timbul dari tumpang tindih tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris yang dilengkapi dengan penelitian lapangan (fieldresearch). Data diperoleh melalui kajian peraturan perundang-undangan, dokumen hukum terkait, serta wawancara dengan para pemangku kepentingan. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk menghasilkan pemahaman mendalam mengenai aspek hukum pengakuan dan implikasi tumpang tindih wilayah ulayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan terhadap hak ulayat masyarakat adat Dayak Tenggalan dalam peraturan perundang-undangan masih terbatas dan belum mengakomodasi secara memadai keberadaan wilayah ulayat yang tumpang tindih dengan kawasan hutan lindung dan HGU.Tumpang tindih tersebut mengakibatkan konflik kepentingan yang berdampak pada pembatasan akses masyarakat adat terhadap sumber daya alam serta berpotensi menimbulkan pelanggaran hak asasi. Konsekuensi hukum dari kondisi ini meliputi ketidakjelasan status hukum wilayah ulayat, risiko sengketa administratif, dan pelanggaran terhadap prinsip penghormatan hak masyarakat adat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya harmonisasi regulasi dan penguatan mekanisme pengakuan hukum terhadap hak ulayat masyarakat adat dalam tata kelola hutan untuk mewujudkan kepastian hukum serta keadilan bagi masyarakat adat Dayak Tenggalan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP RAWAI (Long Line) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alat tangkap longline atau rawai merupakan salah satu metode penangkapan ikan yang umum digunakan dalam perikanan komersial. Longline terdiri dari tali utama yang panjang dengan banyak cabang yang terhubung ke kail. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis umpan terhadap hasil tangkapan menggunakan alat tangkap rawai (longline) di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan adalah percobaan penangkapan (experimental fishing) dengan lima perlakuan umpan, yaitu ikan otek (Puntius binotatus), ikan puput (Rasbora spp.), ikan tembang (Sardinella lemuru), kelapa (Cocos nucifera), dan belut (Gymnothorax dorsalis). Penelitian dilaksanakan selama bulan November 2024–Januari 2025 dengan total 12 kali ulangan. Data hasil tangkapan dianalisis melalui komposisi jenis, nilai efektivitas, dan sidik ragam satu arah (ANOVA) menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan spesies ikan yang tertangkap, dengan komposisi tertinggi pada ikan pari (28,2%), di ikuti ikan putih (23,5%), dan kakap (18,0%). Nilai efektivitas penangkapan tertinggi diperoleh pada umpan puput (17,3%), di ikuti belut (10,7%), dan kelapa (8,0%), sedangkan otek dan tembang masing-masing 5,3%. Uji ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan jenis umpan tidak memberikan pengaruh signifikan (p > 0,05) terhadap hasil tangkapan baik berdasarkan jumlah jenis maupun biomassa. Meskipun demikian, secara deskriptif penggunaan puput dan kelapa cenderung menghasilkan biomassa yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pemilihan umpan bagi nelayan serta sebagai dasar pengembangan teknologi penangkapan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN WAKTU TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DALAM SISTEM TUMPANGSARI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DAN JAGUNG (Zea mays L.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kacang hijau (Vigna radiata L.) dan jagung (Zea mays L.) merupakan jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan pakan. Oleh karena itu, dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, beberapa dari sebagian petani menerapkan sistem budidaya tumpangsari. Salah satu pemicu keberhasilan tumpangsari adalah pengaturan terhadap waktu tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan waktu tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dan jagung dalam sistem tumpangsari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor dengan 5 perlakuan yaitu; P1: Monokultur tanaman kacang hijau, P2: Monokultur tanaman jagung, P3: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung ditanam pada waktu bersamaan, P4: Tumpangsari dengan penanaman kacang hijau 2 MST jagung, P5: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung pada penanaman jagung 2 MST kacang hijau, Perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan 3 tanaman per unit percobaan. Data pertumbuhan dan produksi dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan DMRT. Evaluasi hasil tumpangsari dilakukan dengan menghitung nilai LER (Land Equivalent Ratio), RYT (Relative Yield Total), CR (Competitive Ratio) dan AI (Agresivity Index). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman dan produksi jumlah cabang, jumlah polong dan berat brangkasan kering kacang hijau. Perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari juga berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman 2 MST, jumlah daun 4 MST, luas daun 2 MST dan produksi diameter tongkol dan berat 1000 biji jagung. Berdasarkan nilai evaluasi tumpangsari maka P3 merupakan perlakuan terbaik dengan nilai LER >1 yaitu 1,45 artinya sistem tumpangsari layak diterapkan, nilai RYT >1 yaitu 1,27 yang mengindikasikan adanya keuntungan, ESP sebesar 0,18, artinya tumpangsari kacang hijau dan jagung ditanam pada waktu bersamaan lebih efektif dari segi waktu dan pemanfaatan sumberdaya lahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH WAKTU TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TUMPANGSARI MENTIMUN (Cucumis sativus L) DAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)

2025•

Pengaruh waktu tanam merupakan salah satu cara untuk memperkecil persaingan antara jenis tanaman dalam sistem tumpangsari. Penerapan sistem tanam tumpangsari perlu ada beberapa pertimbangan pemilihan jenis tanaman yang ditumpangsarikan seperti kedalaman perakaran kedua tanaman yang berbeda, dan tanaman dengan kebutuhan nutrisi yang berbeda. Tanaman mentimun dan kacang tanah adalah salah satu kombinasi tanaman yang memenuhi kriteria jenis tanaman tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tanam terhadap tanaman yang ditumpangsarikan. Rangcangan penelitian terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu: perlakuan P1 (mentimun ditanam bersamaan kacang tanah), perlakuan P2 (mentimun ditanam 1 MST setelah kacang tanah), perlakuan P3 (mentimun ditanam 2 MST setelah kacang tanah), perlakuan P4 (mentimun ditanam 3 MST setelah kacang tanah), perlakuan P5 (mentimun ditanam 4 MST setelah kacang tanah). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, jumlah buah mentimun pertanaman, dan bobot buah mentimun pertanaman, tinggi tanaman kacang tanah, hasil bobot tanaman kacang tanah pertanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah daun mentimun tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai 40,68 pertumbuhan jumlah buah mentimun pertanaman tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai 6,02, pertumbuhan bobot mentimun pertanaman tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai 1658,26, pertumbuhan tinggi kacang tanah pada perlakuan P1 dengan nilai 39,24 dan pertumbuhan bobot kacang tanah tertinggi pada perlakuan PI dengan nilai 249,85. Hasil nisbah kesetaraan lahan mentimun yang tertinggi diperoleh pada perlakuan PI dengan nilai 1,36 dan yang terendah diperoleh pada perlakuan P3 dengan nilai 1,2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI BARANG PENUMPANG PENGGUNA JASA KAPAL CEPAT MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG PELAYARAN

2023•

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI BARANG PENUMPANG PENGGUNA JASA KAPAL CEPAT MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG PELAYARAN Oleh: Abdul Rahman ABSTRAK Karakteristik wilayah Kalimantan Utara yang terdiri sebaran sungai yang sangat banyak menyebabkan transportasi laut menjadi pilihan utama masyarakat untuk berpergian keluar kota. kapal cepat merupakan salah satu moda transportasi yang memiliki peranan penting pada sistem transportasi perairan Provinsi Kalimantan Utar memiliki 1 kota dan 4 kabupaten yang mana pelabuhan kota tarakan menjadi kota transit penghubung antar kabupaten di kalimantan Utara. Oleh karena itu, moda transportasi jenis kapal cepat masih menjadi andalan bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan terkait Bentuk perlindungan hukum terhadap barang penumpang pengguna jasa kapal cepat dan Bentuk tanggung jawab pelaku usaha kapal cepat terhadap barang penumpang pengguna jasa kapal cepat. Skripsi ini menggunakan metode penelitian normatif. Pendekatan penelitian yang di gunakan mengunakan pendekatan undang-undang dan konseptual. Hasil penelitian: Bentuk perlindungan hukum terhadap barang penumpang pengguna jasa kapal cepat menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, dalam Pasal 40 ayat (1) menyatakan perusahaan angkutan di perairan bertangggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan penumpang, barang yang diangkutnya, Tiket sebagai bukti sahnya perjanjian antara hak dan kewajiban pengangkut dan penumpang, tiket juga sebagai bukti dalam klaim ganti rugi. Tanggung jawab pengangkut jika terbukti melakukan kelalaian dalam pengangkutan maka pengangkut di wajibkan melakukan ganti rugi. prinsip tanggung jawab pengangkutan ada dua (2) yaitu prinsip tanggung jawab, yaitu tanggung jawab karena berdasarkan adanya unsur kesalahan (Fault of liability) dan Prinsip tanggung jawab berdasarkan atas praduga (presumption of liability).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Pada Perikanan Bubu Dasar (Bottom Fish Pots) Di Perairan Bunyu Kabupaten Bulungan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Bunyu merupakan potensi perikanan yang terindikasi sangat potensial. Potensi perikanannya dari sektor perikanan tangkap. Masyarakat pulau Bunyu dominan berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan alat tangkap bubu. Alat tangkap pada bubu merupakan jenis alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan karena alat tangkap bubu tersebut ramah lingkungan dengan bahan yang digunakan terbuat dari bambu teranyam dan menghasilkan tangkapan beragam jenis ikan yang masuk kategori ikan – ikan ekonomis tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dan menjelaskan nilai efektifitas hasil tangkapan pada pengoperasian bubu dengan perlakuan umpan dan dapat menguraikan pengaruh perlakuan umpan terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan perlakuan terkait umpan yaitu perlakuan A (tanpa umpan), perlakuan B (umpan ikan rucah) dan perlakuan C (umpan kelapa bakar). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa jenis ikan yang tertangkap iala ikan demersal meliputi: Baronang (Siganus sp.), Depak (Lutjanus sp.), Nupin (Lethrinus sp.), Rebanu (Lutjanus sp.), dan Kerapu (Epinephalus sp.). Kesimpulan hasil nilai efektifitas terbesar pada perlakuan umpan ikan rucah (100%) dan efektifitas terendah pada perlakuan umpan kelapa bakar (23%). Hasil uji analisa varian (ANOVA) data perlakuan umpan terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap bubu, menghasilkan bahwa perlakuan umpan berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan baik pada satuan berat dan individu ekor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN UMPAN PADA BUBU DASAR TERHADAP HASIL TANGKAPAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI MUARA TEPIAN KECAMATAN SEMBAKUNG

2022•

Desa Tepian merupakan desa yang paling hilir sebagai penampuk desa sekecamatan Sembakung, masyarakat Desa Tepian pada umumnya berprofesi sebagai nelayan bubu dasar dengan target tangkapan utama udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Bubu adalah alat tangkap yang didesain sedemikian rupa untuk menjebak ikan yang di dalamnya dipasangi umpan untuk memikat ikan masuk sehingga tidak bisa keluar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan umpan yang berbeda terhadap jumlah hasil tangkapan udang galah pada bubu dasar dan mengetahui jenis umpan yang efektif pada penangkapan udang galah. Manfaat yang dapat diperoleh adalah memberikan informasi kepada nelayan bubu dasar mengenai umpan yang paling disukai udang galah sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Penelitian ini menggunakan metode exsperimental fishing dengan 3 perlakuan umpan yaitujagung sebagai perlakuan A; kelapa sebagai perlakuan B; singkong sebagai perlakuan C sebanyak 8 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata dari ketiga jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan udang galah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kepastian Hukum Terhadap Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Yang Tumpang Tindih

2022•

Tujuan dilaksanakan pendaftaran tanah salah satunya untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak atas tanah, yang selajutnya memperoleh sebuah Sertifikat tanah yang merupakan surat tanda bukti hak dan sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan yuridis yang termuat didalamnya. Tetapi kepastian hukum hak atas tanah kadangkala tidak terjamin sebagaimana yang diharapkan, pada praktek dilapangan tidak jarang terjadi beredarnya sertifikat yang saling tumpang tindih salah satu kasus yang terjadi di Pengadilan Negeri Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, Putusan Mahkamah Agung Nomor 2/PDT.G/2016/PN Gns. Dalam penelitian ini bermasuk untuk menjawab dua permasalahan. Pertama, Kepastian hukum hak atas tanah yang tumpang tindih dan kedua, Ratio decidendi Putusan Mahkamah Agung Pengadilan Negeri Gunung Sugih. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual (Conceptual approach), pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute Approach) dan pendekatan kasus (Case Approach). Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan adalah Undang- Undang No.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Data sekunder diperoleh dari buku,jurnal hukum dan artikel. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa, pertama yaitu kegiatan pendaftaran tanah haruslah mengikuti prosedur atau tatacara sebagai jaminan kepastian hukum hak atas tanah sesuai PP No.24 Tahun 1997. Kedua, dalam memberikan pertimbangan hukum dan memutus perkara terhadap sertifikat hak atas tanah yang tumpang tindih perlu disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pembuktian kepemilikan dari para pihak terhadap sertifikat yang disengketakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KETERTARIKAN HAMA TIKUS PADA UMPAN BERBAHAN BAKU KETELA POHON PADA AREAL BUDIDAYA TANAMAN PADI DI PULAU TARAKAN

2022•

Tikus merupakan hama utama pada areal budidaya tanaman padi. Alternatif pengendalian dengan menggunakan umpan yang dikombinasikan dengan perangkap. Ketela pohon diketahui berpotensi sebagai pakan bagi tikus, sehingga daapat dimanfaatkan sebagai umpan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketela pohon sebagai umpan dengan pada penggunaan perangkap tikus, dan (2) membandingkan tingkat kesukaan tikus pada penggunaan umpan berbahan ketela pohon yang ditambahkan air kelapa, dan umpan ketela pohon. Penelitian menggunakan Pengujian ketertarikan tikus terhadap rodentisida dan umpan dilakukan dengan dua umpan. Pengujian dengan dua pilihan dilakukan untuk membandingkan antara rodentisida berbahan baku ketela pohon yang diuji dengan dengan umpan berbahan baku hanya ketela pohon yang diulang sebanyak 4 kali dan dilakukan pada tiga lokasi (Mamburungan, Mamburungan Timur, dan Tanjung Pasir). Analisis data menggunakan analisis varians non-parametrik yakni uji Uji Wilcoxon untuk membandingkan antar perlakuan. Hasil penelitan menunjukkan ketela pohon dapat digunakan sebagai umpan pada pengendalian hama tikus dengan menggunakan perangkap; (2) tidak terdapat perbedaan tingkat kesukaan yang signifikan tingkat kesukaan tikus pada penggunaan umpan berbahan ketela pohon yang ditambahkan air kelapa, dan hanya ketela pohon.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KINERJA TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI PELABUHAN TENGKAYU I KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan memiliki jumlah penumpang berangkat/naik speedboat tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Utara. Hal ini seharusnya juga diimbangi dengan fasilitas pelayanan di terminal penumpang yang memadai, agar tercipta kenyamanan bagi pengguna jasa, yang kemudian akan berdampak positif dalam aspek sosial-ekonomi Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara. Beberapa variabel indikator yang menjadi acuan dalam penilaian tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I adalah reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I, indikator-indikator yang perlu dilakukan pembenahan, serta urutan prioritas penanganannya, maka dilakukan beberapa langkah analisis dengan metode pengumpulan data berupa survei dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Kemudian analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil survei kuesioner yang dilakukan terhadap 100 responden, diperoleh kesimpulan nilai keseluruhan CSI adalah 70,13% yang berarti secara keseluruhan pengguna jasa merasa “Puas” dengan kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I. Berdasarkan analisis IPA diperoleh kesimpulan terdapat tiga (3) indikator yang menjadi prioritas utama untuk ditangani segera, yaitu kelengkapan alat-alat keselamatan di ruang tunggu, tersedianya papan pengumuman jadwal keberangkatan dan kedatangan speedboat serta tersedianya ruang perawatan (klinik) untuk orang sakit. Berdasarkan analisis QFD diperoleh urutan prioritas penanganan item “what” secara teknis, pertama merencanakan dan menentukan jalur evakuasi, kedua melakukan perencanaan atau penambahan ruang perawatan (klinik), ketiga menentukan dan memasang informasi letak titik kumpul, keempat memasang informasi nomor telepon darurat pada titik-titik tertentu di dalam ruang tunggu, kelima melakukan pengadaan dan pemasangan tabung pemadam kebakaran pada titik-titik tertentu di dalam ruang tunggu, keenam memperbaiki sambungan kabel TV informasi yang terputus, ketujuh merekrut petugas kesehatan dan kedelapan melakukan penyesuaian ulang terhadap jadwal keberangkatan dan kedatangan Speedboat yang terbaru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (SCYLLA SP) DI PERAIRAN DESA SALIMBATU KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bubu kubah merupakan alat tangkap yang biasanya digunakan oleh nelayan Desa Salimbatu untuk menangkap kepiting bakau. Penangkapan kepiting bakau menggunakan umpan yang berbeda, tetapi belum diketahui jenis umpan yang terbaik. Penelitian ini dilakukan di Desa Salimbatu pada bulan Februari-Maret 2021. Umpan yang digunakan ikan Gabus (Channa striata), ikan Otek (Arius thalassinus) dan ikan Sumpit (Toxotes). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 8 kali menggunakan alat tangkap bubu kubah dengan metode eksperimental fishing. Hasil tangkapan dianalisa dengan analisa sidik ragam (Anova) berdasarkan jenis umpan. Hasil tangkapan dengan umpan ikan Gabus, ikan Otek dan ikan Sumpit berturut-turut 3 ± 0,8; 2,3 ± 0,7 dan 1,5 ± 0,5. Hasil tangkapan terbanyak dengan menggunakan umpan ikan Gabus. Nilai signifikansi antar umpan adalah 0,001 yang berarti hasil tangkapan berbeda nyata antar umpan. Uji LSD antara umpan ikan Gabus dan ikan Otek, ikan Gabus dan ikan Sumpit, serta ikan Otek dan ikan Sumpit berturut-turut menunjukkan signifikansi 0,037; 0,00 dan 0,037.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN SOPIR TAKSI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUWATA TARAKAN

2019•

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN SOPIR TAKSI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUWATA TARAKAN Fhaizal Jafar Sidik Salim, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jam kerja, jarak tempuh kendaraan, dan jumlah penumpang terhadap pendapatan sopir taksi bandara yang ada di Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai dari persamaan model untuk koefisien β1 adalah sebesar 0,226583 yang mana menunjukkan bahwa setiap penambahan jam kerja (X1) sebesar satu jam kerja maka akan meningkatkan pendapatan sopir taksi Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan sebesar Rp 226.583 per bulan dengan asumsi variabel lain (jarak tempuh kendaraan dan jumlah penumpang) tetap atau konstan, koefisien β2 adalah sebesar 0,613723 menunjukkan bahwa setiap penambahan jarak tempuh kendaraan (X2) sebesar satu kilometer maka akan meningkatkan pendapatan sopir taksi Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan sebesar Rp 613.723 per bulan dengan asumsi variabel lain (jam kerja dan jumlah penumpang) tetap atau konstan, dan koefisien β3 adalah sebesar 0,074903 menunjukkan bahwa setiap penambahan jumlah penumpang (X3) sebesar satu orang penumpang maka akan meningkatkan pendapatan sopir taksi Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan sebesar Rp 74.903 per bulan dengan asumsi variabel lain (jam kerja dan jarak tempuh kendaraan) tetap atau konstan. Adapun nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,908130 atau 90,81% dimana nilai R2 menunjukkan bahwa variabel jam kerja, jarak tempuh kendaraan, dan jumlah penumpang menjelaskan variabel pendapatan sedangkan sisanya 9.19% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam model regresi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail