ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi dilakukan berdasarkan standar Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) dan SNI 03-7015-2004 dengan menerapkan Metode Sudut Proteksi (Protective Angle Method) dan Metode Bola Bergulir (Rolling Sphere Method). Berdasarkan analisis indeks perkiraan bahaya menurut PUIPP, Gedung SMP Negeri 14 Tarakan memperoleh nilai indeks 𝑅 = 12, yang menunjukkan tingkat bahaya sedang sehingga pengamanan sistem proteksi petir sangat dianjurkan. Dari data hari guruh Kota Tarakan tahun 2026 sebanyak 108 hari/tahun, diperoleh kerapatan sambaran petir ke tanah (𝑁𝑔) sebesar 13,92 m2/tahun dan frekuensi sambaran langsung (𝑁𝑑) sebesar 0,54 sambaran/tahun. Nilai efisiensi sistem proteksi (𝐸) sebesar 0,81 menempatkan gedung ini pada Tingkat Proteksi IV. Sistem Pentanahan dan Pengukuran nilai resistansi pembumian di lapangan menghasilkan 122 Ω. Berdasarkan aturan SNI ,PUIPP 2020 harus di bawah 5 Ω , setelah dilakukan perhitungan secara pararel makan di mendapatkan nilai 0,29 Ω. Metode Sudut Proteksi , Pada Tingkat Proteksi IV dengan sudut perlindungan 45∘, diperoleh radius proteksi sebesar 23,40 meter untuk setiap terminasi udara. Jangkauan ini telah menutupi seluruh bagian struktur bangunan gedung baik dari tampak depan maupun samping. Metode Bola Bergulir. Dengan radius bola 60 meter (arus petir 234,89 A).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingkat penetrasi fixed broadband di Indonesia baru mencapai 27,40% pada 2023, sementara Kalimantan Utara tertinggal pada angka 66,69% di tahun 2024, kondisi yang memicu persaingan ketat di pasar infrastruktur serat optik dan belum dikaji melalui pendekatan terintegrasi RBV, VRIO, Porter's Five Forces, dan SWOT. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber daya, kapabilitas, serta struktur kompetitif PT Telkom Akses Tarakan, lalu merumuskan strategi keunggulan yang relevan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan tujuh informan kunci posisi manajerial dan teknis sebagai sumber data primer melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan infrastruktur nasional, reputasi Telkom Group, dan kapabilitas managed service tergolong sustained competitive advantage, sementara SDM bersertifikasi baru mencapai temporary advantage dan sistem digital berada pada competitive parity. Struktur industri menguntungkan pemain mapan dengan ancaman substitusi rendah meski daya tawar pembeli korporat kuat. Disimpulkan bahwa strategi diferensiasi managed service korporat dan ekspansi preemptif ke wilayah baru menjadi langkah paling relevan untuk memperkuat posisi defensif perusahaan di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENERAPAN DAN PENGARUH STRATEGI BERSAING TERHADAP PENINGKATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF USAHA HIDROPONIK MERPATI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR HILIR Persaingan usaha sayuran hidroponik yang semakin meningkat menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi bersaing yang tepat guna mempertahankan dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi strategi bersaing serta menganalisis pengaruh strategi kepemimpinan biaya (cost leadership), diferensiasi (differentiation), dan strategi fokus (focus strategy) terhadap keunggulan kompetitif usaha sayuran hidroponik berdasarkan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara pada 3 informan pemilik usaha hidroponik, dan kuesioner kepada 30 responden pelanggan Usaha Hidroponik Merpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi kepemimpinan biaya dilakukan melalui efisiensi penggunaan sumber daya dan biaya produksi, strategi diferensiasi melalui peningkatan kualitas produk, penggunaan bibit unggul, pengemasan, serta pelayanan kepada konsumen, sedangkan strategi fokus diterapkan melalui penyesuaian produksi dan pemasaran terhadap kebutuhan pasar. Hasil uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 26, hasil pada uji simultan menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan strategi fokus dengan nilai (sig=0,000), maka secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Secara parsial, strategi (kepemimpinan biaya) (sig=0,000) dan diferensiasi (sig=0,000), maka berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif, sedangkan strategi fokus (sig=0,446), maka tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian, penerapan strategi bersaing, khususnya kepemimpinan biaya dan diferensiasi, terbukti mampu meningkatkan keunggulan kompetitif serta mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha hidroponik di Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intellectual capital yang terdiri dari human capital, structural capital, dan relational capital baik secara simultan maupun parsial terhadap competitive advantage pegawai di Sekretariat DPRD Tarakan. Studi ini dilakukan pada Sekretariat DPRD Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupkan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 66 responden, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Version 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan intellectual capital yang terdiri dari human capital, structural capital, dan relational capital memiliki pengaruh signifikan terhadap competitive advantage pegawai di Sekretariat DPRD Tarakan. Pegawai yang mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi (human capital), memahami dan melaksanakan sistem dan prosedur dengan baik (structural capital), serta memiliki jaringan hubungan internal dan eksternal yang kuat (relational capital) cenderung memiliki keunggulan kompetitif yang tinggi. Secara parsial, human capital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap competitive advantage pegawai. Pengembangan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, serta kompetensi individu pada pegawai menjadi pondasi utama dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang tinggi. Structural capital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap competitive advantage pegawai. Pegawai dengan infrastruktur pengetahuan organisasi yang baik seperti sistem teknologi informasi, prosedur kerja terdokumentasi, dan budaya organisasi yang mendukung menjadi pilar utama dalam memperkuat posisi kompetitif pegawai. Terakhir, Relational capital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap competitive advantage pegawai. Pegawai yang memiliki jaringan hubungan eksternal yang luas, menjaga kepercayaan stakeholder, dan berkomunikasi efektif dengan masyarakat menjadi pendorong utama tingginya keunggulan kompetitifnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Fenomena alam yang sering terjadi di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan maupun peralatan listrik. Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan sebagai fasilitas pendidikan yang menyimpan berbagai perangkat elektronik dan koleksi penting memerlukan sistem proteksi petir yang baik untuk mengurangi risiko kerusakan akibat sambaran petir. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem penangkal petir pada gedung tersebut untuk mengetahui tingkat keandalan dan efektivitas sistem proteksi yang terpasang. Hasil perhitungan dan analisis yang dilakukan, diperoleh nilai resistansi tanah pada Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan sebesar 0,66 Ω yang menunjukkan bahwa sistem pentanahan pada gedung tersebut berada dalam kondisi baik. Data hari guruh selama tahun 2024 tercatat sebanyak 104 hari. Dari data tersebut diperoleh nilai indeks bahaya sambaran petir (R) sebesar 19 yang menunjukkan tingkat bahaya sambaran petir yang sangat besar. Selanjutnya diperoleh nilai kerapatan sambaran petir (Ng) sebesar 13,284 sambaran/km² per tahun. Hasil perhitungan area proteksi (Ae) pada gedung perpustakaan adalah sebesar 581.816,02 m². Berdasarkan nilai Ng dan Ae tersebut, diperoleh nilai frekuensi sambaran petir langsung per tahun (Nd) sebesar 7,72 sambaran/tahun. Sementara nilai frekuensi sambaran petir tahunan yang diperbolehkan (Nc) adalah sebesar 10⁻¹ per tahun. Karena nilai Nd lebih besar dibandingkan dengan nilai Nc (Nd > Nc), maka gedung tersebut memerlukan sistem proteksi petir yang memadai. Dari hasil analisis tersebut diperoleh nilai efisiensi sistem proteksi petir sebesar 98%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan memiliki tingkat risiko sambaran petir yang tinggi sehingga memerlukan sistem proteksi petir yang efektif untuk melindungi bangunan dan peralatan di dalamnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini menganalisis strategi manajemen operasional pada empat coffee shop di Kota Tarakan: Bekawan Coffee, Terace Coffee, Bius Coffee, dan Lain Coffee. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa meskipun industri coffee shop berkembang pesat sebagai bagian dari gaya hidup urban, rata-rata pengunjung mingguan di keempat coffee shop belum mencapai target yang ditetapkan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan strategi manajemen operasional yang diterapkan dan mengevaluasi efektivitasnya berdasarkan persepsi pelanggan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan teknik purposive sampling, melibatkan 30 responden per coffee shop. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Strategi manajemen operasional diukur melalui empat dimensi: komitmen, kondisi perusahaan, proses transformasi, dan kompetensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen operasional pada keempat coffee shop berada pada kategori baik hingga sangat baik. Lain Coffee memperoleh skor tertinggi pada dimensi komitmen (Mean 4.22) dan kondisi perusahaan (Mean 4.35). Terace Coffee unggul pada dimensi proses transformasi (Mean 4.23), sedangkan Bekawan Coffee memiliki skor tertinggi pada dimensi kompetensi (Mean 4.07). Meskipun strategi operasional sudah diimplementasikan dengan baik, pencapaian target pengunjung belum optimal, mengindikasikan perlunya integrasi dengan strategi pemasaran digital dan komunikasi yang lebih efektif.Penelitian merekomendasikan penambahan tenaga kerja di Bekawan Coffee, penyesuaian strategi harga di Terace Coffee, perluasan lahan parkir di Bius Coffee, dan pengembangan variasi menu di Lain Coffee untuk meningkatkan daya saing dan pencapaian target bisnis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh Big Data dan Intellectual Capital terhadap kinerja keuangan pada bank-bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2023, di mana Competitive Advantage berperan sebagai variabel moderating. Big Data dianggap sebagai instrumen krusial yang mendukung operasional bank agar lebih efisien serta memfasilitasi pengelolaan risiko secara optimal. Sementara itu, Intellectual Capital terdiri atas tiga elemen utama yaitu human capital, structural capital, dan relational capital yang berkontribusi dalam penciptaan nilai tambah bagi perusahaan, dengan kinerja keuangan diukur melalui indikator Return on Assets (ROA). Data sekunder yang digunakan berasal dari laporan tahunan bank, yang kemudian dianalisis dengan bantuan SPSS versi 27. Proses analisis meliputi pemeriksaan statistik deskriptif, pengujian asumsi klasik seperti normalitas residual, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas, diikuti oleh penerapan regresi linier berganda serta Moderated Regression Analysis (MRA). Meskipun demikian, hasil pengujian mengindikasikan bahwa residual tidak mengikuti distribusi normal dan terdapat autokorelasi positif; oleh karena itu, penelitian ini melengkapi analisis dengan R Studio melalui pendekatan regresi robust, termasuk M-estimator dan koreksi Newey–West, guna meningkatkan keandalan temuan. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa Big Data memberikan dampak negatif terhadap kinerja keuangan, sedangkan Intellectual Capital menghasilkan pengaruh positif. Lebih lanjut, Competitive Advantage memperkuat hubungan antara Big Data dan kinerja keuangan, tetapi tidak memoderasi keterkaitan antara Intellectual Capital dan kinerja keuangan tersebut. Kesimpulan ini memperkokoh fondasi teori Resource-Based View, sekaligus menyediakan rekomendasi praktis bagi institusi perbankan dalam mengoptimalkan teknologi serta aset intelektual sebagai sumber daya strategis, sehingga dapat mempertahankan Competitive Advantage dan mendorong peningkatan kinerja keuangan secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku pertambangan emas tanpa izin (PETI) serta pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 147/Pid Sus/2022/PN Tjs di Sekatak Buji, Kabupaten Bulungan. PETI merupakan bentuk tindak pidana yarig menimbulkan kerugian negara dari sisi penerimaan, menimbulkan keresahan sosial, serta merusak lingkungan hidup. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku PETI dan bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan perkara PETI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan berupa peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta putusan pengadilan yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku PETI diatur secara tegas dalam Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun dan denda hingga seratus miliar rupiah. Selain itu, ketentuan pidana tambahan sebagaimana diatur dalam Pasal 164 UU Minerba dapat diterapkan, antara lain perampasan alat, keuntungan, maupun pencabutan izin. Dalam praktiknya, hakim pada Putusan Nomor 147/Pid.Sus/2022/PN Tjs menjatuhkan pidana penjara tiga tahun dan denda dua miliar rupiah terhadap terdakwa. Pertimbangan hakim didasarkan pada aspek yuridis berupa bukti dan dakwaan, serta aspek non-yuridis seperti keadaan pribadi terdakwa dan dampak sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelaku PETI dapat dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai ketentuan perundang-undangan, namun dalam implementasinya perlu memperhatikan aspek sosial ekonomi masyarakat. Putusan hakim dalam perkara PETI menunjukkan adanya keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan substantit meskipun belum sepenuhnya mengakomodasi aspek perlindungan lingkungan hidup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Petir dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan, sehingga diperlukan sistem penangkal petir sebagai upaya perlindungan. Sistem penangkal petir terdiri atas dua jenis, yaitu sistem eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penangkal petir eksternal pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan dengan menggunakan metode sudut proteksi. Analisis dilakukan dengan perhitungan teknis serta ilustrasi hasil menggunakan perangkat lunak AutoCAD menunjukkan bahwa metode sudut proteksi mampu melindungi seluruh bangunan. Hasil pengukuran nilai tahanan tanah setelah paralel elektroda diperole h sebesar 2,47 Ω, yang telah memenuhi standar ketentuan. Berdasarkan metode sudut proteksi, tingkat proteksi bangunan berada pada kategori IV dengan sudut proteksi 55°, menghasilkan radius perlindungan sebesar 32,77 m dengan cakupan area keseluruhan 65,54 m. Hasil evaluasi membuktikan sistem penangkal petir eksternal pada gedung Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan telah sesuai standar dan efektif dalam melindungi bangunan dari sambaran petir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produksi udang dalam tambak tradisional mengalamai fluktuasi yang cenderung menurun, hal ini terjadi karena beberapa faktor salah satunya yaitu faktor lingkungan dan adanya kompetitor atau predator didalam tambak. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan kebiasaan makan antara biota budidaya (ikan bandeng dan udang windu) dengan hama atau kompetitor (ikan mujair) dalam tambak tradisional. Pengambilan sampel dilakukan pada saat panen total dengan mengambil masing-masing ikan dan udang. Sampel yang ada dibedah lalu diamati dan diidentifikasi jenis makanannya. Dari proses identifikasi pada lambung dan usus didaptkan jenis makanan yang sama pada Ikan bandeng, udang windu dan ikan mujair 10 jenis makanan, yaitu Coscinodiscus sp, Oscillatoria sp, Closterium gracile, Synedra sp, Nitzchia sp, Melosira sp, Ceratophyllum sp, Chaetomorpha sp, Navicula sp, Cyanophyta. Pada ikan bandeng dikelompokkan makan utama yaitu gosse, makanan tambahan yaitu lumut dan makanan tambahan yaitu plannkton. Pada udang windu dikelompokkan makanan utama yaitu lumut, makan tambahan yaitu gosse dan makanan pelengkap yaitu plankton, sedangkan pada ikan mujair dikelompokkan makanan utama yaitu gosse, makanan tambahan yaitu lumut dan makanan pelengkap yaitu plankton. Dari hasil pengamatan kebiasaan makan, pada ikan dan udang memiliki kebiasaan makan yang sama dari jenis makanan yang di makan. Dampak langsung dari persaingan ini sangat merugikan produktivitas tambak. Hal ini bermanifestasi dalam bentuk terhambatnya laju pertumbuhan individu biota budidaya, penurunan drastis pada tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) menghasilkan produktivitas panen yang rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Role Conflict dan Internal Competition merupakan hal yang sering ditemui di suatu organisasi. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh role conlict dan internal competition terhadap knowledge hiding yang dimediasi oleh job performance. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi dan sampel yang diambil dari pegawai yang ada di Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata di Tarakan. Jumlah sampel mengikuti aturan Hair, 10 times rule of thumb, dengan jumlah 226 responden yang menjawab. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Pendekatan untuk menganalisis data penelitian adalah Partial Least Square (PLS) yang merupakan model persamaan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan aplikasi Smart PLS 4.0. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Role Conflict berpengaruh positif terhadap Knowledge Hiding dengan p-value 0,000. Role Conflict tidak berpengaruh terhadap Job Performance dengan p-value -0,272. Internal Competition berpengaruh positif terhadap Knowledge Hiding dengan p-value 0,023. Internal Competition berpengaruh negatif terhadap Job Performance dengan p-value 0,000. Job Performance tidak berpengaruh terhadap Knowledge Hiding dengan p-value -0,573. Knowledge Hiding tidak memediasi hubungan Role Conflict terhadap Job Performance dengan p-value -0,685. Knowledge Hiding tidak memediasi hubungan Internal Competition terhadap Job Performance dengan p-value -0,584.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh harga kompetitif, kualitas pelayanan dan kepercayaan terhadap minat beli jasa maxim dikota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan instrument penelitian kuesioner. Penarikan jumlah sampel dilakukan dengan Teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini yaitu Masyarakat kota Tarakan yang sudah pernah menggunakan layanan jasa transportasi online Maxim dengan sampel 80 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis Regresi Linier Berganda dan uji t dengan alat bantu program SPSS versi 29.0. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara variabel harga kompetitif (X1) terhadap minat beli (Y), diketahui dari hasil uji persial t menunjukkan t_hitung t_tabel (0.080 1.992), dan nilai signifikansi t lebih besar dari 0.05 ( 0.936 > 0.05). Variabel kualitas pelayanan (X2) tidak terdapat pengaruh antara variabel kualitas pelayanan terhadap minat beli (Y), diketahui dari hasil uji persial t menunjukkan t_hitung t_tabel (0.407 1.992), dan nilai signifikansi t lebih besar dari 0.05 ( 0.685 > 0.05). Variabel kepercayaan (X3) terdapat pengaruh antara variabel kepercayaan terhadap minat beli (Y), diketahui dari hasil uji persial t menunjukkan t_hitung > t_tabel (5.500 > 1.992), dan nilai signifikansi t kurang dari dari 0.05 ( 0.001 0.05).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsep matematika apa saja yang terkandung dalam ukiran-ukiran yang terdapat pada Peti Mati Suku Toraja. Jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dalam hal penentuan subjek lokasi, sampel serta sumber data dalam penelitian ini digunakan Teknik purposive sampling. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Setelah melakukan pengumpulan data maka dilakukan analisis data dengan cara penarikan kesimpulan. Adapun temuan penelitian yaitu terdapat beberapa konsep matematika yang terkandung dalam ukiran peti mati suku Toraja antara lain: lingkaran, segitiga, dan belah ketupat pada motif ukiran (Pa'barre Allo), dan persegi pada motif ukiran (Pa'doti Siluang II). Selain itu terdapat juga konsep garis seperti garis lengkung pada motif ukiran (Pa'erong) dan konsep simetri lipat pada motif ukiran Pa'doti Langi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Operasional Bongkar Muat Petikemas oleh PT. Pelindo Regional 4 Nunukan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada 4 yaitu manager PT. Pelindo Regional 4 Nunukan, staf PT. Pelindo Regional 4 Nunukan, dan TKBM Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Uji keabsahan data yang digunakan adalah Triangulasi data dan membercheck. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa SOP dalam bongkar muat ada yaitu 3 SOP Administratif, SOP Bongkar Muat dan SOP ke Pihak Pelayaran. Infrastruktur yang dimiliki oleh PT. Pelindo Regional 4 Nunukan ada 3 yaitu tronton, reach stacker dan forklift. Hambatan yang dialami oleh PT. Pelindo Regional 4 Nunukan disebabkan oleh kurangnya infrastruktur dan cuaca.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Evaluasi Perancangan Instalasi Listrik dilakukan Pada Gedung SMPN 14 Tarakan bertujuan untuk mengetahui kelayakan gedung SMPN 14 Tarakan berlokasi di Karang Anyar, Kec.Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Pada penelitian ini Melakukan perbandingan data dari CV. Mufid Consulindo dengan hasil pengukuran menggunakan alat lux meter. Didapatkan beban gedung SMPN 14 Tarakan pada bangunan sekolah SMPN 14 kota Tarakan, setiap lantai terdiri dari 3 fasa (R,S,T) .Daya pada lantai 1 sebesar 14,085 kW, lantai 2 sebesar 15,743 kW, dan lantai 3 sebesar 11,703kW dan total daya keseluruhan dari lantai 1, 2 dan 3 sebesar 41,531 kW dengan kapasitas MCCB utama pada panel utama sebesar 105 A. Nilai pada grounding menggunkan data lapangan didapatkan nilai perhitungan 2,78 Ω dan data yang didapat dari hasil perhitungan menurut SNI bernilai 4,15 Ω
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh harga kompetitif, promosi dan kualitas layanan terhadap keputusan pembelian pada pengguna jasa transportasi GrabBike. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan dengan melakukan studi pada pengguna jasa transportasi GrabBike di kalangan Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling melalui metode purposive sampling. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan convergent validity dan discriminant validity. Sementara itu, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan composite reliability. Berdasarkan analisis Partial Least Square (PLS 4.0), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel harga kompetitif, promosi dan kualitas layanan masing-masing berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hal yang dilakukan oleh guru di SMP Negeri 1 Tarakan dalam mempersiapkan siswanya untuk meraih prestasi dalam kompetisi Matematika Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian dilakukan analisis data dengan cara menyusun dan mempersiapkan data untuk dianalisis, membaca dan memahami semua data, melakukan pengkodean semua data, membuat deskripsi dan tema, menghubungkan tema dan deskripsi, serta menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Dari hasil analisis data, terdapat temuan peran guru dalam mempersiapkan untuk mengikuti kompetisi Matematika di SMP Negeri 1 Tarakan yaitu 1) menetapkan kritena, 2) menganalisis kemampuan Matematika siswa, 3) melakukan pendekatan personal, 4) menjadi fasilitator, 5) memotivasi, 6) memanfaatkan sarana dan prasarana
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Petir merupakan suatu proses peristiwa di atmosfer berupa pelepasan listrik dari awan bermuatan. Pada saat pelepasan muatan ini menuju suatu objek, yang bisa disebut dengan sebutan sambaran petir. Bangunan tinggi merupakan salah satu objek yang memiliki kemungkinan besar tersambar petir, oleh karena itu pentingnya untuk memproteksi bangunan tinggi dengan sistem yang handal. Kerusakan pada sarana dan peralatan proteksi handal agar dapat melindungi dan mengamankan bangunan dari sambaran petir, sehingga sarana dalam bangunan tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem penangkal petir meliputi penangkal petir eksternal, penangkal petir dibuat dan mempunyai tahanan pentahanan/pembumian yang sekecil mungkin. Tujuanya adalah ketika terjadi petir, arus dapat mengalir ke dalam tanah secara cepat dan netral. Sistem proteksi eksternal pada dasarnya terdiri dari terminasi udara (Air terminal), konduktor penyalur (Down Conductor), dan sistem pembumian (Grounding). Cara kerja penangkal petir, anti petir atau penyalur petir sistem proteksi petir eksternal adalah pada saat permukaan awan sudah dipenuhi muatan ion negatif dan mulai mencari pembuangan maka secara otomatis muatan ion positif yang ada didalam bumi (Grounding System) akan tertarik muatan ion negatif yang ada di awan (seperti magnet). Oleh karena itu dapat dikatakan penangkal petir, anti petir atau penyalur petir sistem proteksi petir eksternal yaitu sebuah media perantara penghantar ion positif yang ada dibumi agar energi utama arus petir tidak merusak benda apapun yang dilewatinya. Metode yang digunakan dalam penentuan proteksi petir yaitu metode jala untuk keperluan perlindungan permukaan yang datar karena bisa melindungi seluruh permukaan bangunan. Pada nilai grounding dan penangkal petir didapatkan hasil 2 Ω, Sedangkan pada penangkal petir menggunakan metode sudut proteksi didapatkan hasil 8 terminasi udara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perancangan instalasi listrik pada bangunan gedung sekolah SMPN 7 kota tarakan menghasilkan total daya dari bangunan lantai 1,2 dan 3 sebesar 53,219 kW dengan kapasitas MCCB utama pada panel utama (MDP) sebesar 125 A. Pada setiap lantai masing-masing terdiri dari 3 fasa (R,S,T) yang terhubung pada panel pembagi beban (SDP). Total daya masing-masing lantai adalah pada lantai 1 sebesar 18,117 kW, pada lantai 2 dan 3 sebesar 17,551 kW. Untuk luas penampang kabel yang digunakan adalah 16 mm^2 pada MCCB utama panel utama (MDP), kemudian 4 mm^2 ke panel pembagi beban (SDP) dan 2,5 mm^2 dari panel pembagi beban (SDP) menuju ke masing-masing beban instalasi. Pada nilai grounding instalasi dan penangkal petir didapatkan hasil 2 Ω. Sedangkan pada penangkal petir menggunakan metode sudut proteksi didapatkan hasil 8 terminasi udara. Pada perancangan PLTS hybrid dengan grid PLN dan back up baterai akan menanggung beban instalasi penerangan gedung lantai 1 2 dan 3 sebesar 23,376 kW dari total beban keseluruhan sebesar 53,219 kW yang akan beroperasi selama 7 jam pemakaian sehingga menjadi 163,632 kW. Dengan TCF array surya 98 % dan (PV area) seluas 200,88 m^2 dengan jumlah modul surya berkapasitas 340 Wp sebanyak 104 modul dan daya yang dibangkitkan/output sebesar 35133,91 Wp. Jumlah dan kapasitas SCC yang digunakan adalah 7 buah SCC 100 A. Sedangkan kapasitas dan jumlah baterai adalah 104 baterai ukuran 2 V 1000 Ah. Dengan kapasitas inverter sebesar 30 kW dan Kemiringan array surya (tilt angle) pada lokasi penelitian didapatkan maksimum 20,45°.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud menjawab tiga pertanyaan terkait analisis daya saing dan strategi pengembangan agribisnis lada. Pertama, bagaimana kondisi sistem agribisnis lada di Desa Gunung Seriang saat ini? Kedua, apakah lada di Desa Gunung Seriang memilki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dalam usahatani lada? Ketiga, bagaimana strategi pengembangan agribisnis lada di Desa Gunung Seriang?. Skripsi ini merupakan penelitian yang dilakukan dengan teknik purposive sampling, data yang digunakan adalah data sprimer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian dan instansi terkait. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, Sistem agribisnis lada di Desa Gunung Seriang terdiri dari subsistem-subsistem seperti subsistem usahatani lada, subsistem agribisnis hulu, subsistem agribisnis hilir dan subsistem kelembagaan pendukung. Kedua, Usahatani lada Desa Gunung Seriang memilki Private Cost Ratio (PCR) sebesar 0,26 yang menunjukkan bahwa usahatani lada Desa Gunung Seriang memilki keunggulan kompetitif dan Domestic Resources Cost Ratio (DRCR) sebesar 0,31 yang menunjukkan bahwa usahatani lada Desa Gunung Seriang memiliki keunggulan komparatif dalam usahatani lada. Ketiga, Pengembangan agribisnis lada di Desa Gunung Seriang memilki keberhasilan yang cukup tinggi dibuktikan dengan daya saing yang memilki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif. Hal ini disebabkan oleh penerepan strategi pengembangan agribisnis lada yang dilakukan oleh pelaku usahatani lada.