Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Sekatak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman Ikan non Budidaya Pada Tambak Udang di Perairan Muara Sekatak Provinsi Kalimantan Utara

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muara Sekatak adalah salah satu daerah di Kalimantan Utara yang memiliki tambak tradisional monokultur. Pertukaran dan pemasukan air pada pengelolaan tambak menyebkan larva dan juvenil ikan ikut masuk dan berkembang di dalam tambak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberagaman ikan non budidaya di dalam tambak tradisional Muara Sekatak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan menguraikan masing-masing jenis ikan yang didapakan. Hasil identifikasi ikan selama penelitian sebanyak 21 yaitu udang putih (Penaeus sp), udang shima (Parapenaopsis sp), kepiting keraca (Varuna litterata), kepiting bakau (Scylla serrata), ikan bandeng laki (Elops machnata), ikan mujair (Oreochromis mossambicus), ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides), ikan sumpit (Toxotes jaculatrix), ikan gerot-gerot (Pomadasys maculatus), ikan sangga langit (Tripodichthys blochii), ikan julung-julung (Strongylura leiura), ikan kakap (Lates calcarifer), ikan kerong-kerong (Terapon jarbua). ikan gulamah (Nibea soldado), ikan kiper (Scatophagus argus), ikan sembilang (Plotosus canius), ikan buntal (Tetraodon nigroviridis), ikan belanak (Mugil cephalus), ikan serinding (Ambassis nalua), teri gepeng (Stolephorus sp), dan ikan bluncat (Exyrias Puntang).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Terhadap Pidana Tambang Emas Ilegal di Desa Sekatak Buji Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku pertambangan emas tanpa izin (PETI) serta pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 147/Pid Sus/2022/PN Tjs di Sekatak Buji, Kabupaten Bulungan. PETI merupakan bentuk tindak pidana yarig menimbulkan kerugian negara dari sisi penerimaan, menimbulkan keresahan sosial, serta merusak lingkungan hidup. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku PETI dan bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan perkara PETI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan berupa peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta putusan pengadilan yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku PETI diatur secara tegas dalam Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun dan denda hingga seratus miliar rupiah. Selain itu, ketentuan pidana tambahan sebagaimana diatur dalam Pasal 164 UU Minerba dapat diterapkan, antara lain perampasan alat, keuntungan, maupun pencabutan izin. Dalam praktiknya, hakim pada Putusan Nomor 147/Pid.Sus/2022/PN Tjs menjatuhkan pidana penjara tiga tahun dan denda dua miliar rupiah terhadap terdakwa. Pertimbangan hakim didasarkan pada aspek yuridis berupa bukti dan dakwaan, serta aspek non-yuridis seperti keadaan pribadi terdakwa dan dampak sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelaku PETI dapat dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai ketentuan perundang-undangan, namun dalam implementasinya perlu memperhatikan aspek sosial ekonomi masyarakat. Putusan hakim dalam perkara PETI menunjukkan adanya keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan substantit meskipun belum sepenuhnya mengakomodasi aspek perlindungan lingkungan hidup.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELIMPAHAN dan PERTUMBUHAN UDANG PUTIH (Penaeus Merguiensis de Man 1888) MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JALA Di ESTUARIA SEKATAK BENGARA KABUPATEN BULUNGAN

2021•

ANALISIS KELIMPAHAN DAN PERTUMBUHAN UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis de Man 1888) MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JALA DI ESTUARIA SEKATAK BENGARA KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Kelimpahan dan Pertumbuhan Udang merupakan sumberdaya perikanan tangkap yang memiliki peran penting untuk kebutuhan manusia salah satunya udang putih (Penaeus merguiensis de Man 1888) yang merupakan hasil tangkapan bernilai ekonomi tinggi dan nilai pangsa pasar yang besar dengan harga yang meningkat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui, menganalisis kelimpahan dan pertumbuhan udang putih (Penaeus merguiensis de Man 1888) menggunakan alat tangkap Jala di estuaria sekatak bengara Kabupaten Bulungan. Metode menggunakan survei dengan observasi secara langsung terhadap objek penelitian untuk proses penangkapan dengan cara random purposive sampling. metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Nomogram harry king dengan error 5% pada perlakuan 3 stasiun di estuaria bengara. Hasil keseluruhan kelimpahan total 2.253 individu, hasil tangkapan tertinggi pada stasiun 2 dengan jumlah 1.085 individu pada stasiun 1 dan 3 memiliki kelimpahan 589 dan 579 individu. Pada pola pertumbuhan panjang dan berat bobot memiliki hasil pertumbuhan allometrik negatif dengan hasil korelasi sangat kuat dan kuat. Kata kunci: Estuaria Sekatak Bengara, Jala, Kelimpahan, Pertumbuhan, Penaeus merguiensis de Man 1888.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail