ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Abstrak Penelitian ini mengevaluasi dampak pendapatan per kapita, upah minimum, dan inflasi terhadap pola konsumsi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif daengan analisis regresi linier berganda, penelitian ini memanfaatkan data deret waktu sekunder periode 2015–2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam model ini, pola konsumsi (Y) ditetapkan sebagai variabel dependen, sedangkan pendapatan per kapita (X1), upah minimum provinsi (X2), dan inflasi (X3) bertindak sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendapatan per kapita dan upah minimum yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pola konsumsi, sedangkan inflasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Namun, secara simultan, ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan. Hasil penelitian ini diproyeksikan menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi terkait stabilitas harga, standar upah, dan penguatan daya beli masyarakat. Kata kunci: Pendapatan Perkapita, Upah Minimum, Inflasi, Pola Konsumsi Masyarakat, Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanenan sarang walet secara manual masih banyak dilakukan dan memiliki kelemahan seperti resiko keselamatan kerja, waktu panen yang lama, serta potensi kerusakan sarang. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat alat pemanen sarang walet berpenggerak motor listrik DC 12 Volt, serta menguji performanya dari segi mekanik, konsumsi energi, dan efektivitas panen. Metode yang digunakan adalah rancang bangun dengan tahapan studi literatur, desain, pemilihan material, perakitan, dan pengujian di lapangan. Alat menggunakan motor DC tipe 5840-31ZY dengan transmisi poros engkol, rangka aluminium, baterai lithium-ion 9,4 Ah, serta sistem kendali PWM. Hasil uji menunjukkan motor menghasilkan torsi 1,33 N·m dengan gaya 2,89 N, lebih besar dari gaya lekat sarang walet (2,1–2,8 N). Baterai mampu menyuplai energi selama 8,54 jam dan alat berhasil memanen sarang dengan tingkat keberhasilan 100% tanpa kerusakan. Dengan demikian, alat ini layak digunakan sebagai alternatif modern yang efisien, ergonomis, dan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia masih menghadapi tantangan besar di bidang ketenagakerjaan. Meskipun pembangunan infrastruktur dan sosial terus meningkat, namun angka pengangguran di beberapa daerah masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran konsumsi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan jumlah penduduk miskin terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel, yaitu menggabungkan data time series dan cross-section terdiri dari Kab Malinau, Kab Bulungan, Kab Tana Tidung, Kab Nunukan, dan Kota Tarakan selama kurun waktu 2017–2024. Sampel dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang terkait dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya IPM yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka pengangguran. Sementara itu, pengeluaran konsumsi dan jumlah penduduk miskin tidak berpengaruh. Namun, secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sektor industri memiliki peran penting strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah terutama melalui penciptaan lapangan kerja. Namun, di Provinsi Kalimantan utara, kontribusi sektor industri ini terhadap penyerapan tenaga kerja masih tergolong rendah, meskipun terdapat peningkatan nilai investasi secara signifikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor industri belum diikuti oleh pemanfaatan tenaga kerja secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap sejumlah faktor ekonomi yang dapat memengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel Investasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum, dan Pengeluaran Perkapita terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Kalimantan Utara. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel yang menggabungkan data time series dan cross section selama periode 2017-2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Penanaman Modal, meliputi lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara: Malinau, Bulungan, Tana Tidung, Nunukan, dan Tarakan. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa hanya Pengeluaran Konsumsi Perkapita yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, variabel Investasi, IPM, dan Upah Minimum tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Adolescents are a group of individuals in a phase of growth and development that requires optimal nutritional intake, including vegetable consumption. However, data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) indicates that in North Kalimantan Province, 66.5% of the population aged 5 years and older consume vegetables and fruits only 1-2 times per week, and 11.2% do not. This study aims to analyse adolescents' vegetable consumption behaviour among students at State High School 2 Tarakan using the Theory of Planned Behaviour (TPB) approach. Researcher used multiple linear regression analysis. A sample of 100 students was selected through purposive sampling. The results showed that water spinach, spinach, and Chinese cabbage are the most commonly consumed vegetables. Most respondents consume vegetables once a day. The main reason students consume vegetables is their benefits, with the most common place of purchase being vegetable stores. Regression analysis indicates that attitudes and perceived behavioural control significantly influence vegetable consumption behaviour, while subjective norms did not significantly influence it.
Remaja merupakan kelompok usia yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan asupan gizi optimal, salah satunya dari konsumsi sayuran. Namun, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa di Provinsi Kalimantan Utara, sebanyak 66,5% penduduk usia 5 tahun ke atas hanya mengonsumsi sayur dan buah 1-2 kali seminggu, dan 11,2% tidak mengonsumsinya sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi remaja terhadap sayuran pada siswa SMA Negeri 2 Tarakan dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Metode yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda. Sampel sebanyak 100 siswa diambil melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sayuran yang paling banyak dikonsumsi adalah kangkung, bayam, dan sawi. Sebagian besar responden mengonsumsi sayur sekali dalam sehari. Alasan utama siswa mengonsumsi sayuran karena manfaat dengan tempat pembelian sayur terbanyak di toko sayur. Analisis regresi menunjukkan bahwa sikap dan persepsi pengendalian perilaku berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi sayuran, sedangkan norma subjektif tidak berpengaruh signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi pangan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi pangan pada mahasiswa pendatang di Universitas Borneo Tarakan. Mahasiswa pendatang sering menghadapi tantangan dalam menjaga pola makan yang sehat akibat keterbatasan waktu, akses terhadap makanan bergizi, dan penyesuaian dengan lingkungan baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 100 responden mahasiswa angkatan 2021 yang berasal dari luar Kota Tarakan dan tinggal di kos. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa cenderung mengonsumsi makanan cepat saji dan instan. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi ketersediaan pangan, harga, pengaruh teman sebaya, waktu, dan pengetahuan gizi. Berdasarkan hasil uji regresi, diketahui bahwa variabel harga, pengaruh teman sebaya, waktu, dan pengetahuan gizi berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi pangan, sedangkan ketersediaan pangan tidak berpengaruh signifikan. Pengetahuan gizi merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi pola konsumsi pangan mahasiswa. Oleh karena itu, peningkatan literasi gizi di kalangan mahasiswa sangat penting untuk mendorong pola makan yang lebih sehat dan seimbang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Dalam bidang perekonomian, belanja memegang peranan penting terhadap total belanja sehingga mendorong ekspansi ekonomi. Belanja online pada E-Commerce semakin populer di era digital karena kemudahan dari E-Commerce tersebut. EWallet adalah opsi pembayaran paling populer di kalangan mahasiswi sebagai pengguna E-Commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ECommerce dan sistem pembayaran digital khususnya pada Electronic Wallet terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswi di Universitas Borneo Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode Technology Acceptance Model (TAM) dengan mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Non-Probability sampling dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan Cluster Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswi di Universitas Borneo Tarakan yang menggunakan Electronic Wallet saat berbelanja online di Platform E-Commerce dengan jumlah sampel sebanyak 192 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS 4.0). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel E-Commerce dan Sistem Pembayaran Digital (EWallet) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswi Universitas Borneo Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pola: konsumsi dan tabungan, porsi belanja: pangan dan non pangan. Segmentasi Penggunaan dompet digital dalam konsumsi dan menabung jika dilihat berdasarkan usia dan suku bangsa di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dengan metode accidental sampling melalui penyebaran kuesioner kepada 80 responden ibu rumah tangga. Meliputi empat tempat belanja yang mewakili empat kecamatan di Kota Tarakan yaitu Sinar Terang Baru, SR Baru, HG Mart, dan Big Mart. Analisis data dilakukan dengan dua pendekatan yaitu deskriptif kualitatif dan uji chi square dibantu dengan program SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola konsumsi rumah tangga lebih dominan dibandingkan pola menabung, dengan nilai MPC sebesar 0,525 dan MPS sebesar 0,475. Temuan ini memperkuat fakta bahwa hasrat konsumsinya lebih besar dari hasrat menabung. Porsi belanja rumah tangga juga lebih besar dialokasikan untuk kebutuhan pangan, terutama bahan makanan pokok, dengan pengeluaran mayoritas di atas Rp1.500.000. Analisis uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara usia dan suku bangsa dengan pola konsumsi dan tabungan (Asymp. Sig. 0,05). Semakin muda usia, semakin tinggi tingkat konsumsi yaitu lebih Rp. 1.500.000, yang berdampak pada rendahnya pola tabungan yaitu Rp500.000 – Rp1.000.000 (rendah). Dari sisi suku bangsa, suku Bugis memiliki pola konsumsi tertinggi lebih Rp. 1.500.000 karena pendapatannya tinggi dan tabungan rendah. Sementara itu, kelompok suku Jawa, dan suku Asli Kalimantan berada di rentang Rp500.000 – Rp1.000.000 (rendah). Kelompok suku lainnya seperti sunda, toraja, dan timur menunjukkan pola konsumsi kurang dari Rp500.000 (sangat kecil) dengan pola menabung berada di rentang Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 (rendah) dikarenakan pendapatannya rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi, konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah secara parsial dan simultan terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dari tahun 2017-2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 12. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil secara parsial menunjukkan bahwa variabel investasi dan konsumsi rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara, sedangkan variabel pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara. Adapun hasil secara simultan menunjukkan bahwa variabel investasi, konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara. Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu komponen utama dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yang terdiri dari pengeluaran untuk makanan dan non-makanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dengan pendekatan OLS, berdasarkan data sekunder yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2018-2023. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel menggunakan software Eviews 12 maka hasil yang di peroleh secara parsial variabel Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Makanan) tidak memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara dilihat dengan nilai thitung lebih kecil dibandingkan dengan ttabel (-1.520278 2.052), Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Non Makanan) tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara dengan melihat nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel (0.987291 2.052). Adapun secara simultan dari variabel Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Makanan) dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Non Makanan) tidak memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara dengan melihat dari nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel (1.160293 3.35). Selanjutnya diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 1.0934 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Kredit Konsumsi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara secara Parsial dan Simultan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder meliputi Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Kredit Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2018-2023 yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel dengan menggunakan Program E-Views 12 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara sedangkan variabel Kredit Konsumsi berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara. Secara simultan variabel Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Kredit Konsumsi berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa kendaraan listrik konversi (Beatrix) dalam berbagai kondisi lingkungan di Kota Tarakan menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan secara langsung di lapangan yakni di sekitar Kecamatan Tarakan Timur mencakup berbagai kondisi jalan, termasuk tanjakan, turunan, dan jalan datar dengan variasi jarak tempuh (10 km, 20 km, dan 30 km) serta kondisi cuaca berbeda yaitu cuaca panas, hujan, dan malam hari. Parameter yang diukur mencakup temperatur komponen utama Beatrix, seperti baterai, ECU, dan motor listrik, serta konsumsi daya baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jarak tempuh listrik dan kondisi lingkungan mempengaruhi kinerja kendaraan listrik konversi. Pada kondisi cuaca panas dengan temperatur sebesar 31°C, terjadi peningkatan temperatur tertinggi pada Motor Listrik BLDC sebesar 14,47°C, ECU sebesar 10,57°C, dan Baterai sebesar 5°C. Sementara itu, pada kondisi hujan dan malam hari dengan temperatur 28°C, peningkatan temperatur lebih terkendali, dengan rata-rata kenaikan temperatur Motor Listrik BLDC di bawah 10°C dan ECU serta Baterai di bawah 5°C. Konsumsi daya tertinggi terjadi pada kondisi cuaca panas dengan nilai 26,13 Wh pada jarak 20 km, sebelum mengalami penurunan menjadi 16,83 Wh pada jarak 30 km. Sebaliknya, pada kondisi hujan, konsumsi daya menurun dari 11,01 Wh pada jarak 10 km menjadi 4,66 Wh pada jarak 30 km. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di Kota Tarakan berpengaruh terhadap performa kenaikan temperatur kendaraan listrik konversi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi secara parsial dan simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2018-2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 12. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil secara parsial menunjukkan bahwa variabel kredit modal kerja dan kredit konsumsi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, sedangkan variabel kredit investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Adapun hasil secara simultan menunjukkan bahwa variabel kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Munculnya isu global terhadap rendahnya konsumsi buah dan sayur masyarakat telah terjadi di Indonesia. Konsumsi buah dan sayur yang baik dianjurkan sebanyak lima porsi dalam seminggu. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 92,5% penduduk umur 5 tahun ke atas di Provinsi Kalimantan Utara dikategorikan ‘kurang’ dalam proporsi makan sayur dan buah per hari dalam seminggu. Dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumsi buah dan sayur mahasiswa Universitas Borneo Tarakan dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan SEM-PLS dengan alat bantu SmartPLS 4. Hasil penelitian dalam konteks mengonsumsi buah dan sayur yaitu: (1) Sikap berpengaruh terhadap minat (2) Norma subjektif tidak berpengaruh terhadap minat (3) Persepsi kendali perilaku berpengaruh terhadap minat namun tidak berpengaruh terhadap perilaku (4) Minat berpengaruh terhadap perilaku
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengeringan telah digunakan selama ribuan tahun untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan, termasuk ikan. Salah satu pengeringan yang digunakan adalah teknologi ruang panas atau teknologi oven. Penelitian ini menganalisis kebutuhan daya baterai dalam pengoperasian elemen pemanas pada teknologi ruang panas dan mengevaluasi efektivitas pengeringan ikan pada suhu 40°C, 45°C, dan 50°C. Pada teknologi ruang panas ini digunakan heater kering berdaya 350 Watt dan tegangan 220 – 240 Volt yang diintegrasikan dengan baterai LiFePO4 24V 100Ah sebagai sumber energi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan dengan pengujian langsung terhadap performa sistem dan pengukuran kadar air pada ±1,5 kg ikan yang dikeringkan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem dapat beroperasi 4 hingga 6 jam dengan konsumsi daya ±1.690 Wh. Pengeringan paling optimal terjadi pada suhu 50°C dengan kadar air basis kering (KAbk) 25% berdasarkan massa total, serta KAbk tertinggi 35% pada rak tengah. Kadar air yang teruap meningkat seiring peningkatan suhu, ini menunjukkan adanya pengaruh suhu terhadap efisiensi pengeringan. Temuan ini menunjukkan potensi sistem teknologi ruang panas berbasis baterai sebagai solusi hemat energi dan aplikatif untuk pengolahan ikan kering skala kecil dan menengah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pencapaian inklusi keuangan terhadap program bantuan pemerintah melalui pola konsumsi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), Bank Indonesia (BI) dan Kementriaan Sosial. Data penelitian ini dimulai dari tahun 2015-2022 secara triwulanan. Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Jalur (Path Analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agen laku pandai dan kartu ATM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap program keluarga harapan, terdapat e-money (server based) berpengaruh positif dan signifikan terhadap program keluarga harapan, terdapat hubungan pola konsumsi dengan program keluarga harapan berpengaruh positif dan signifikan. Agen laku pandai, kartu ATM, dan e-money (sever based) dan pola konsumsi secara keseluruhan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap program keluarga harapan sebesar 31,6%, pengaruh agen laku pandai dan pola konsumsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap program keluarga harapan sebesar 92,2%, pengaruh kartu ATM dan pola konsumsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap program keluarga harapan sebesar 41,6% dan pengaruh e-money (server based) dan pola konsumsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap program keluarga harapan sebesar 52,0%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ABSTRAK PENGARUH ASPEK SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA TARAKAN PETRUS LIWU Djuanda Hatta, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh aspek sosial ekonomi terhadap tingkat pengangguran di kota tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Yaitu dari tahun 2013 sampai tahun 2022. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS 25, Dari beberapa variabel ada yang berpengaruh dan ada yang tidak berpengaruh terhadap Tingkat pengganguran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan penduduk, angka partisipasi sekolah, konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran dan variabel tingkat partisipasi angkatan kerja dan investasi yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di kota tarakan, variabel bebas berkontribusi sebesar 71,4% terhadap tingkat pengangguran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Pertambahan jumlah kendaraan dengan mesin pembakaran dalam berdampak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar hingga menyebabkan krisis bahan bakar fosil dan degradasi lingkungan. Hal ini mendorong berkembangnya industri transportasi kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Tantangan teknis yang menjadi perhatian dalam hal ini adalah terkait dengan penggunaan teknologi baterai. Telah dilakukan rangkaian penelitian berkelompok dengan maksud mengkonversi motor bakar 110 cc menjadi sepeda motor listrik berkapasitas 2 kW. Salah satu yang menjadi fokus penelitian adalah terkait dengan penggunaan baterai jenis lithium-ion berkapasitas 72 V 20 Ah. Dalam ujicoba awal pada skala laboratorium menunjukan bahwa baterai mampu mengoperasikan motor listrik BLDC 2 kW. Selanjutnya dilakukan pengujian pada jalan mendatar dan menanjak dengan variasi kecepatan 20, 30 dan 40 km/jam. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin jauh lintasan jalan dan semakin tinggi kecepatan maka semakin meningkat juga konsumsi daya motor terhadap baterai. Konsumsi daya tertinggi terjadi pada kecepatan 40 km/jam di jalan menanjak 100 meter dengan konsumsi 86,144 kWh, sedangkan konsumsi daya terendah yakni 38,865 kWh terjadi pada kecepatan 30 km/jam dengan jarak 100 meter pada jalan menanjak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Transaksi Non Tunai (APMK) dan Uang Elektronik (E-Money) Terhadap Produk Domestik Bruto Berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2012-2021 yang diambil dari Bank Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari laporan data yang terkait dan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik teknik sampling. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, analisis linier berganda dan uji hipotesis dengan menggunakan program Eviews. Hasil estimasi data yang menggunakan analisis linier berganda menunjukan bahwa secara parsial variabel Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto Berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, dan Uang Elektronik (E-Money) berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto Berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, dan secara simultan sama-sama berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto berdasarkan pengeluaran konsumsi rumah tangga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Audit Energi listrik adalah cara yang digunakan untuk mengetahui penggunaan energi listrik upaya meningkatkan efisiensi namun tidak mengurangi kenyamanan bangunan. Audit energi pada penelitian ini dilakukan di Gedung Laboratorium Teknik Universitas Borneo Tarakan. Penggunaan energi terbagi dalam 4 kelompok beban yaitu: beban penerangan, alat laboratorium, perangkat elektronik, dan Air Conditioning (AC) selanjutnya dari hasil pengukuran didapatkan beberapa parameter yaitu tegangan, arus, dan factor daya. Mengetahui nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) adalah membandingkan total kWh dengan luas bangunan, didapatkan nilai standar IKE merujuk pada Permen ESDM No.13 tahun 2012 yaitu 7,98-12,08 kWh/m2/bulan kategori efesien, dari hasil perhitungan didapatakan 8,11 kWh/m2/bulan dan menurut hasil penelitian ASEAN-USAID tahun 1992 untuk gedung perkantoran (komersil) yaitu 240 kWh/m2/tahun didapatkan hasil perhitungan 97,39 kWh/m2/tahun. Selain itu, dilakukan pengukuran pencahayaan sesuai dengan SNI 03-6197 tahun 2000 tentang Konservasi Energi Sistem Pencahayaan dan pengukuran suhu serta kelembaban udara sesuai dengan SNI 03-6572 tahun 2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi & Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung.