ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kendaraan listrik saat ini telah banyak digunakan di masyarakat Indonesia. Namun, dengan harga kendaraan listrik yang masih mahal, maka cara alternatifnya adalah dengan mengkonversi kendaraan motor bakar menjadi kendaraan listrik atau biasa disebut kendaraan listrik konversi. Dalam kendaraan listrik konversi, sistem transmisi daya menjadi hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem transmisi motor listrik konversi menggunakan gear set pulley komersial yang dibandingkan dengan sistem transmisi statis pada kendaraan listrik konversi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengujian eksperimental kuantitatif dengan cara menguji kendaraan listrik konversi pada kondisi tanpa beban dan dengan beban dengan variasi jarak 100 hingga 200 meter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gear set pulley memiliki performa lebih baik dibandingkan transmisi statis dengan mencapai kecepatan rata-rata 50,8 km/jam pada jarak 100 meter dengan waktu tempuh 10 detik. Sementara kecepatan sudut puli 2 mencapai 992,4 rad/s pada bukaan throttle 100%, menunjukkan performa tertinggi dibandingkan transmisi statis. Kecepatan sudut puli 1 juga optimal di angka 407 rad/s pada bukaan throttle 100%. Dapat disimpulkan bahwa gear set pulley lebih efisien dalam mentransfer tenaga dan meningkatkan kecepatan kendaraan listrik "Beatrix".
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa kendaraan listrik konversi (Beatrix) dalam berbagai kondisi lingkungan di Kota Tarakan menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan secara langsung di lapangan yakni di sekitar Kecamatan Tarakan Timur mencakup berbagai kondisi jalan, termasuk tanjakan, turunan, dan jalan datar dengan variasi jarak tempuh (10 km, 20 km, dan 30 km) serta kondisi cuaca berbeda yaitu cuaca panas, hujan, dan malam hari. Parameter yang diukur mencakup temperatur komponen utama Beatrix, seperti baterai, ECU, dan motor listrik, serta konsumsi daya baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jarak tempuh listrik dan kondisi lingkungan mempengaruhi kinerja kendaraan listrik konversi. Pada kondisi cuaca panas dengan temperatur sebesar 31°C, terjadi peningkatan temperatur tertinggi pada Motor Listrik BLDC sebesar 14,47°C, ECU sebesar 10,57°C, dan Baterai sebesar 5°C. Sementara itu, pada kondisi hujan dan malam hari dengan temperatur 28°C, peningkatan temperatur lebih terkendali, dengan rata-rata kenaikan temperatur Motor Listrik BLDC di bawah 10°C dan ECU serta Baterai di bawah 5°C. Konsumsi daya tertinggi terjadi pada kondisi cuaca panas dengan nilai 26,13 Wh pada jarak 20 km, sebelum mengalami penurunan menjadi 16,83 Wh pada jarak 30 km. Sebaliknya, pada kondisi hujan, konsumsi daya menurun dari 11,01 Wh pada jarak 10 km menjadi 4,66 Wh pada jarak 30 km. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di Kota Tarakan berpengaruh terhadap performa kenaikan temperatur kendaraan listrik konversi.